JAKARTA (Pertamanews.id) – Kepala LKPP RI, Hendrar Prihadi, menyebut menemui beberapa kasus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sengaja tidak meluluskan diri saat ujian sertifikasi pengadaan barang/jasa.

Diungkapkan oleh pria yang akrab disapa Hendi itu, kasus tersebut terjadi karena yang bersangkutan takut terlibat dalam proses pengadaan/barang jasa di instansinya masing-masing.

“Ada yang sudah ditugaskan pimpinannya untuk mengikuti pelatihan pengadaan, tapi yang ada begitu ujian justru dijelek-jelekin nilainya. Loh kenapa begitu? katanya saya takut pak, saya takut terlibat dalam proses pengadaan,” cerita Hendi.

Berdasarkan contoh tersebut, maka harus paham bahwa ada hal yang harus diluruskan bersama-sama agar di hati dan dada para ASN itu ada ‘merah putih’ sehingga proses pengadaan bisa lancar dan bermanfaat bagi bangsa.

Hendi berharap bahwa Lembaga Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa (LPPPBJ) yang tersebar di Indonesia dapat mendorong lebih banyak keterlibatan sumber daya manusia (SDM) dalam proses pengadaan.

Dirinya bahkan menuturkan bahwa LPPBJ memiliki peran strategis dalam upaya penguatan SDM pengadaan di Indonesia, terkhusus dalam mendukung terlaksananya arahan – arahan Presiden RI, Joko Widodo terkait pengadaan barang / jasa.

“Untuk itu saya ucapkan selamat kepada seluruh lembaga pelatihan pengadaan yang pada hari ini telah mendapatkan sertifikat akreditasi dari LKPP, semoga kita ke depan dapat semakin menguatkan sinergitas dalam memperkuat sistema pengadaan barang jasa,” tutur Hendi.

“Dan mari kita bersama-sama dengan Pak Presiden kita yang luar biasa ini untuk membawa proses pengadaan yang mampu mengungkit dan membawa Indonesia lebih baik lagi,” tegasnya.

Adapun dalam kesempatan tersebut Hendi selaku Kepala LKPP RI menyerahkan secara langsung sertifikat akreditasi kepada 15 lembaga pelatihan pengadaan sekaligus. Selain Hendi, hadir pula jajaran pejabat eselon 1 LKPP RI.