YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Paus Fransiskus mendapatkan hadiah Batik istimewa dari salah satu tokoh pelestari batik dan wastra Nusantara Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X. Cinderamata tersebut dibawa delegasi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) dalam kunjungan mereka ke Vatikan.

Batik tulis karya Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X yang dinamai Ceplok Mangkara Latar Kawung itu langsung disematkan di pundak Paus dan Ia pun mengenakannya dengan rasa bahagia.

Paku Alam X mengaku merasa sangat bangga karyanya mendapatkan respon yang hangat dari sang Paus.

“Saya matur nuwun batik saya bisa sampai ke tangan Paus, Itu sungguh luar biasa sekali dan bagian dari sejarah,”

Paku Alam X

Adipati Paku Alam X menjelaskan bahwa batik-batik  yang diciptakannya merupakan terjemahan dari naskah-naskah kuno yang ada di Puro Paku Alam, yang utama adalah tentang ajaran kepemimpinan, Astabrata.

“Astabrata itu adalah ajaran kepemimpinan dari Paku Alam II itu sudah ada sekitar 200 tahun lalu. Menurut saya ini ajaran yang bagus sekali untuk para pemimpin di masa sekarang. Oleh karena itu saya mensosialisasikan Astabrata itu melalui media batik, Kami semua membaca wasiat dari naskah aslinya dan kemudian menuangkan dalam bentuk gagasan dan diaplikasi dalam media batik. Setidaknya ajaran-ajaran luhur tentang kepemimpinan tidak akan hilang dan ini menjadi koleksi yang tidak ternilai,” tutur wanita asli Semarang itu.

Selain batik karya GKBRAy Adipati Paku Alam X itu, juga ada gunungan wayang dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, lukisan dan patung Maria Bunda Segala Suku dari Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Kardinal Suharyo,  serta buku karya Rm Sandro Peccati SX, misionaris Italia yang telah 60 tahun berkarya di Indonesia.