GIANYAR (Pertamanews.id) – Revitalisasi stadion yang dipersiapkan untuk menggelar Piala Dunia U-20 akan menyedot anggaran pemerintah pusat sebesar Rp 175 juta. Anggaran itu akan dipergunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas di lima stadion.

Anggaran revitalisasi lima stadion untuk menggelar Piala Dunia U-20 kami siapkan sebesar Rp175 juta,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Tabanan, Bali, Kamis (3/2).

Menteri Basuki mengatakan lima stadion yang akan digunakan untuk Piala Dunia U-20 di sejumlah tempat di Indonesia sudah diperbaiki dan sudah bisa digunakan untuk ajang berskala internasional.

“Persiapan hampir 100 persen. (Sebelum April 2023) kami siap, semua yang masuk dalam program (Piala Dunia) U20 dan tempat untuk latihan (juga siap). Itu Rp175 miliar semua. Ada lima stadion yang dipakai, terus yang 20 (lapangan) untuk latihan. (Stadion yang direvitalisasi, red.) ada di Palembang, Bandung, Solo, Bali, dan Surabaya,” kata Basuki.

Piala Dunia U20 bakal digelar di Indonesia pada 20 Mei 2023 sampai dengan 11 Juni 2023. Ada enam stadion yang telah mendapat persetujuan FIFA untuk menjadi lokasi Piala Dunia U-20, yaitu di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat di Bandung, Stadion Manahan di Solo, Gelora Bung Tomo di Surabaya, Stadion Jakabaring di Palembang, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali.

Terkait itu, Kementerian PUPR bertugas merenovasi dan memastikan stadion-stadion yang menjadi lokasi Piala Dunia U-20 sesuai dengan standar FIFA.
Terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bulan lalu (25/1) menyampaikan Indonesia siap menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dia menambahkan masih ada beberapa urusan teknis yang masih dalam tahap perundingan, misalnya seperti penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan Piala Dunia U20.

“Secara keseluruhan ini sudah dalam kondisi siap, tinggal ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian kita. Misal untuk FIFA U20 World Cup yang tadinya tidak ada acara opening dan closing, tapi sekarang FIFA sudah setuju dan perlu mendapatkan persetujuan oleh Bapak Presiden,” kata Zainudin.

Menpora mengatakan Indonesia sebetulnya telah siap menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 sejak 2021, tetapi saat itu FIFA memutuskan menunda kompetisi karena alasan pandemi Covid-19.

“Kita siap sejak tahun 2021,” kata Menpora.

Untuk Piala Dunia U20, ada 24 negara yang bakal berkompetisi, tetapi sejauh ini baru 12 negara yang dipastikan bertanding, yaitu Indonesia selaku tuan rumah, Republik Dominika, Guatemala, Honduras, Amerika Serikat, Fiji, Selandia Baru, Inggris, Prancis, Israel, Italia dan Slovakia.

Sisanya, tim-tim lain dari benua Asia, Afrika dan Amerika Selatan baru dapat memiliki tiket untuk bertanding di Piala Dunia U20 setelah mereka menjalani fase kualifikasi pada Februari-Maret 2023. Kualifikasi itu berupa turnamen U20 di wilayah tersebut.

Sementara itu, pengundian (drawing) grup Piala Dunia U20 2023 dijadwalkan berlangsung pada 1 April 2023.

“Drawing-nya pada 1 April. Sampai saat ini baru 12 negara yang dipastikan tampil di Piala Dunia U-20 2023,” kata Menpora di Jakarta, Senin (31/1).