spot_img

Resmikan Bank Sampah, Sekda Kota Yogyakarta: Sekaligus Jadi Media Srawung Masyarakat

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya meresmikan bank sampah di kawasan khusus perumahan Gedung Agung, Kelurahan Bener Kemantren Tegalrejo pada Minggu (5/2).

Bank Sampah yang berada di RW 06 yang mencakup RT 21 dan RT 22 diberi nama Bank Sampah GABANA yang memiliki arti Gedung Agung Bebas Sampah Anorganik.

Ketua Bank Sampah GABANA, Febby Cahyati menyampaikan tujuan dari pembentukan bank sampah ini guna mewujudkan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan agar tercipta lingkungan yang sehat dan bersih. Selain itu juga sebagai upaya menyelesaikan permasalahan sampah melalui potensi serta kreativitas yang dimiliki oleh masyarakat disekitar.

Baca juga:  Menhub Sebut Progres Pembangunan Bandara Nusantara di IKN Cukup Signifikan

“Bank Sampah GABANA menjadi wadah masyarakat sekitar untuk mengelola sampah dikonversi dalam bentuk benda daur ulang maupun tabungan uang. Pengumpulannya akan dilakukan sebulan sekali di Minggu pertama, pagi jam 8 sampai jam 12,” jelasnya.

Sampah anorganik yang sudah banyak ini, harapannya tidak hanya sekadar memilah dan menjual ke pengepul membuat inovasi yang memiliki nilai jual dari sampah yang terkumpul.

Baca juga:  Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran, KAI Siapkan Kereta Api Tambahan

“Kepada teman-teman lainnya, semangat dan jangan jijik, kotor dan menganggap bank sampah itu sepele karena dengan bank sampah kita bisa menyelamatkan bumi,” tegas Febby.

Aman Yuriadijaya menyampaikan selamat dan rasa terima kasih kepada para pemuda di lingkungan perumahan Gedung Agung telah sadar akan pentingnya memilah dan mengelola sampah.

“Dengan adanya bank sampah, tidak hanya sekedar mengelola sampah anorganik. Melalui bank sampah ini bisa menjadi media srawung yang dapat meningkatkan ketahanan sosial di masyarakat dan menjadi modal penting untuk pembangunan daerah yang semakin baik,” ujarnya.

Baca juga:  SKK Migas Jabanusa Gelar Kuliah Umum di Universitas Mataram ; Bahas Perkembangan Industri Hulu Migas

Ia berharap, dengan adanya bank sampah yang dikelola oleh para pemuda ini akan menjadi kontributor pengelolaan sampah dan semakin menurunkan angka pembuangan sampah ke TPST Piyungan.

“Dalam sebulan ini telah tercapai pengurangan sampah di TPST Piyungan setidaknya 28 ton. Oleh karena itu, kami berharap dengan adanya bank sampah ini angka tersebut semakin besar,” tambahnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terkini