SURABAYA (Petamanews.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pemerintah akan terus menggencarkan operasi pasar beras sebagai upaya menstabilkan harga bahan pokok itu yang saat ini di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia mengatakan operasi pasar dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami memang sudah keliling selama 20 hari terakhir untuk bisa mengintervensi stabilisasi harga beras di berbagai titik. Hari ini kami ke Blitar, karena dari siskaperbapo harga beras medium di Blitar masih di atas Rp11.000, sedangkan HET-nya adalah Rp9.450,” ujar Gubernur Khofifah pada Senin (13/2).

Gubernur Khofifah juga mengajak seluruh jajaran kepala daerah di Jawa Timur bersama-sama terus menerus intervensi ke pasar maupun ke konsumen langsung agar harga beras sesuai dengan HET.

“Jadi fluktuasi harga di daerah-daerah itu kelihatan dinamis sekali. Hari ini ketika diintervensi pasar bisa saja harga beras menjadi di bawah Rp10.000. Selang dua hari lagi usai dilakukan operasi pasar harga kembali naik bisa di atas Rp11.000. Artinya sampai pekan ketiga Februari harus digencarkan operasi pasar khususnya komoditas beras. Masuk pekan keempat Februari sudah panen besar dan Maret-April panen raya,” ujar Gubernur Khofifah.

Selain harga beras, Gubernur Khofifah juga menyinggung terkait harga bahan pokok lainnya seperti gula, telur, dan daging ayam di Pasar Legi terkonfirmasi di bawah HET.

“Jadi yang kami memang harus perhatian adalah khusus untuk harga beras karena masih harus dikawal operasi pasarnya, harus lebih intensif lagi supaya masyarakat bisa mendapatkan harga beras sesuai dengan HET dan keterjangkauan daya beli masyarakat,” ujar Gubernur Khofifah.