JAKARTA (Pertamanews.id) – Pihak Bea Cukai bandara Indonesia saat ini tengah ramai jadi sorotan publik, pasalnya terkait pengecekan barang masyarakat datang dan pergi yang harus melalui proses pengecekan terlebih dahulu yang dikeluhkan masyarakat.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta petugas bea cukai agar tidak sembarangan mengacak-acak koper penumpang dari luar negeri.

Sri mendorong petugas bea cukai melakukan peningkatan pelayanan. Seperti menggunakan manajemen risiko (risk management) yang tepat.

“Jangan sampai semua orang kemudian diadul-adul barang yang membuat marah. Harus ada risk management, dioptimalkan dari sisi profiling-nya dan juga terus dilakukan monitoring agar pelayanan bagus,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR, Senin (27/3).

Di sisi lain, Sri mengapresiasi kinerja petugas bea cukai yang telah menjalankan tugas dengan baik.

“Kami juga tahu jajaran kami bekerja luar biasa, kadang-kadang tengah malam. Memang tugas tidak ringan, tapi kita tahu harus tetap melayani,” katanya.

Adapun insiden koper penumpang yang di acak-acak oleh petugas bea cukai terjadi pada putri sulung Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Isi koper Alissa Wahid pernah diacak-acak petugas dibandara saat ia pulang dari konferensi di Taiwan sekitar 2019-2020 lalu.

Kejadian itu ia ceritakan lewat Twitter, ketika dirinya menanggapi postingan lain soal buruknya perlakuan petugas bandara kepada TKW yang baru pulang ke Tanah Air.

“Suatu ketika saya pulang dari konferensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yang di dalam itu. Mbak petugas nanya: ‘Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa saja? Buka kopernya’,” cuit Alissa di akun Twitternya @AlissaWahid, Senin (20/3/23) lalu.

Karena peristiwa itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta maaf. Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo mengakui pelayanan Bea Cukai belum sepenuhnya ideal di lapangan. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk melakukan pembenahan serta peningkatan pelayanan.