REMBANG (Pertamanews.id) – Jalur Pantura Rembang- Juwana-Pati mengalamai kemacetan parah, Minggu (2/4). Akibat lumpuhnya jalur tersebut arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Semarang nyaris tak bergerak.

Kondisi kemacetan ini sangat memprihatinkan, karena menjelang arus mudik Lebaran. Antrean truk-truk besar mengular sangat panjang, bahkan sudah masuk ke dalam Kota Rembang.

Kemacetan akibat sejumlah faktor, di antaranya perbaikan jalan di wilayah Batangan Pati dan perbaikan Jembatan Juwana. Selain itu, banyak titik jalan rusak membuat laju kendaraan berat terpaksa berjalan pelan-pelan.

Di titik lokasi perbaikan jalan saat ini diberlakukan sistem buka tutup. Kondisi kemacetan semakin diperparah oleh kendaraan yang nekat melawan arus dan masih adanya sopir truk ketiduran di atas kendaraan.

Para sopir mengaku jenuh menghadapi situasi seperti sekarang. “Kemacetan Rembang-Juwana terjadi setiap hari dan sudah berlangsung lama,” ungkap Sumadi, sopir truk.

Bagi mobil pribadi dan truk kecil diarahkan menggunakan jalur alternatif Rembang. Petugas Satlantas Polres Rembang rutin menggelar patroli untuk menertibkan kendaraan yang melawan arus.

“Kami juga siaga di perbatasan Rembang-Pati guna mengantisipasi bertambahnya penumpukan kendaraan,” kata Kanit Rujakwali Satlantas Polres Rembang, Ipda Christiyono.

Menurut informasi dari pihak pemborong, Jembatan Juwana, Kabupaten Pati belum selesai 100 persen. Jembatan yang sempat terbakar dan dibongkar total itu sampai Minggu pagi tadi baru dibuka satu lajur. Pada arus mudik Lebaran nanti, truk-truk besar dilarang melintas jalur pantura guna mengurangi kesemerawutan arus lalu lintas.