SEMARANG (Pertamanews.id) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengimbau kepada pemudik agar menghindari titik-titik rawan kemacetan.
Untuk itu, Dishub memetakan titik-titik rawan kemacetan meliputi pusat oleh-oleh dan kawasan perbelanjaan.

Selain itu juga titik-titik kepadatan kendaraan misalnya diprediksi akan terjadi di pasar tradisional di Kota Semarang seperti Pasar Johar hingga pasar tumpah.

“Justru yang rawan macet itu pusat oleh-oleh seperti Jalan Pandanaran dan pusat perbelanjaam Simpang Lima. Termasuk juga kawasan Pasar Johar dan pasar-pasar tumpah, ini yang perlu diatensi,” ungkap Kepala Dishub Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto saat dikonfirmasi, Rabu (12/4/2023).

Kesempatan ini, Endro pula meminta para pemudik agar mewaspadai Dan hati-hati saat melintas di beberapa titik di Ibu Kota Jawa Tengah yang kerap terjadi kecelakaan.

Penyebabnya adalah geografis Kota Semarang memiliki kontur jalan naik turun yang berpotensi kecelakaan.

“Semarang ini geografisnya kan naik turun, jadi seperti tanjakan Silayur, jalan Perintis Kemerdekaan atau Watugong, lalu Sigar Bencah ini yang secara geografis kontur jalannya seperti itu, lalu jalan Sunan Wali Songo atau arah Mangkang, lalu Kali Gawe, semua rawan kecelakaan,” jelas dia.

Disinggung soal kantong parkir apakah disediakan khusus oleh Dishub saat momen Lebaran, mantan Kepala Satpol PP Kota Semarang itu mengaku dinasnya tidak menyediakan kantong parkir secara khusus.

Hanya saja, pihaknya memaksimalkan pengaturan kendaraan yang akan menempati kantong parkir yang sudah disediakan.

“Jadi pada intinya kami optimalisasi pengaturannya apakah di Kota Lama atau pusat perbelanjaan dan lain sebagainya agar tidak melimpas ke kawasan sekitar, “kata Endro.

Sisi lain, Dishub juga telah menyiapkan CCTV yang sudah terintegrasi. Hal itu bertujuan agar memberi pengawasan masyarakat selama libur Lebaran 2023.

Sejauh ini, Endro mencatat ada 57 unit CCTV yang terintegrasi atau ATTS. Meski telah memiliki CCTV sejak 2014, pihaknya tidak mengesampingkan peran media sosial seperti facebook, yang rutin memuat informasi terkait peristiwa di kawasan yang tak tak terpantau CCTV.

“57 CCTV dipantau oleh petugas yang bergiliran. Tapi kami percaya, dengan adanya Semar City dan MIK Semar (dua grup facebook khusus informasi Kota Semarang) berperan penting dalam penanganan suatu peristiwa,” ucap Endro.

Tak hanya titik rawan kemacetan, kecelakaan hingga CCTV, Dishub pun sudah melalukan ramp check untuk kendaraan secara rutin.

Maka, Endro meminta kepada pemudik sebelum melalukan perjalanan ke kampung halaman agar bisa memastikan kendaraan yang digunakan baik motor maupun mobil mereka layak jalan.

“Tekanan angin, rem, lampu, karet wiper, mesin, semua harus dalam keadaan baik. Juga istirahat cukup. Maksimal lima jam berkendara lalu istirahat,” tegas Endro.