SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Buro Happold Indonesia melalui UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK-PACT) kembali menggelar workshop sebagai bagian dari studi komprehensif yang ditujukan untuk mengembangkan massa rendah karbon sistem transit di Kawasan Metropolitan Kedungsepur Jawa Tengah, bertempat di Padma Hotel Semarang, Rabu (21/6).

Kegiatan ini mengusung konsep ‘Transit Oriented Development (TOD) and Skema Land Value Capture (LVC) in Kedungsepur Metropolitan Area’ dan dihadiri oleh banyak pemangku kepentingan dan pakar utama untuk membahas temuan dan langkah kedepannya.

Workshop ini juga sebagai kelanjutan diskusi yang diadakan beberapa bulan lalu dengan konsep ‘Enabling TOD dan LVC Strategy in Kedungsepur Metropolitan Area’ yang dihadiri juga dari perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pada (14/3) lalu.

Diketahui, emisi karbon merupakan salah satu faktor penyumbang terbesar perubahan iklim dan pemanasan global yang mengakibatkan kerusakan lingkungan yang ada di Indonesia.

Hal ini menjadi salah satu pemicu UK-PACT untuk membantu dalam upaya kolaboratif antara Kedutaan Besar Inggris di Indonesia dan Kementerian Perhubungan Indonesia, yang mencerminkan komitmen pemerintah Inggris untuk mendukung pengurangan emisi karbon di perkotaan seluruh Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang mewakili Gubernur Jawa Tengah.

Sumarno menyampaikan apresiasi kepada Buro Happold Indonesia atas kepeduliannya dalam memberikan solusi terhadap persoalan emisi karbon yang berdampak merusak lingkungan.

“Kami berterima kasih kepada PT. Buro Happold Indonesia atas kepeduliannya terkait transportasi karbon yang sebenarnya menjadi fokus utama kami di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Tengah,” ungkap Sumarno.

Sumarno menegaskan, pentingnya pembangunan transportasi berkelanjutan di wilayah Indonesia khususnya Jawa Tengah.

Disela pembukaan kegiatan, Country Director PT Buro Happold Indonesia, Puspita Galih Resi memperkenalkan pakar ahli dalam bidang perencanaan dan pengembangan strategis. Meliputi, Director Cities Consulting, Padraic Kelly dan Global Director of Strategic Planning, Lawrie Robertson. Terutama, Direktur Transportasi dan Mobilitas, Federico Cassani sebagai ahli dalam pengembangan transportasi perkotaan di wilayah saat ini Kedungsepur.

Selain itu, mewakili United Kingdom Foreign Commonwealth & Foreign Development Office (UKFCDO), Maria Renny selaku Project Manager turut hadir dalam acara tersebut.

“Di tengah padatnya aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk memenuhi kebutuhannya, maka dari itu kami ingin memberikan urban transport yang dapat membantu mengurangi emisi karbon di wilayah Kedungsepur Jawa Tengah,” ujar Puspita.

Sesi pertama diskusi ini berfokus pada penilaian sistem trasnportasi umum yang ada di Jawa tengah dengan melihat potensi perkembangan yang ada saat ini.

Dalam paparannya, Padraic Kelly mengatakan, koneksi transportasi yang ada di jawa tengah sudah berjalan dengan baik, namun terjadi adalah pengembangan transportasi hanya memakai jalur utama.

“Yang kita tahu diwilayah Jawa Tengah transportasi umum menjadi kebutuhan primer yang tidak bisa di kesampingkan, apalagi masyarakat yang hidup di pedalaman atau pedesaan,” ujar Padraic.

Selanjutnya, workshop ini juga berfokus pada tiga studi kasus untuk memberikan upaya regenerasi keberhasilan dalam pengembangan yang menyoroti contoh-contoh menonjol seperti King’s Cross Station, jalur Elizabeth, dan sejarah regenerasi di Manchester sepanjang rute Metrolink.

Melalui kegiatan ini, para peserta sangat antusias dan banyak memperoleh alternatif solusi dari berbagai contoh yang disajikan untuk mengintegrasikan infrastruktur transit dengan regenerasi perkotaan yang baik.

Terakhir, Buro Happold akan melanjutkan usahanya dengan melakukan detail analisis pemilihan lokasi TOD, mengeksplorasi lebih jauh mekanisme LVC di lokasi terpilih, dan melakukan analisis investasi.

Buro Happold, melalui UK-PACT, berkomitmen untuk membina secara berkelanjutan dan efisien sistem transportasi di Kawasan Metropolitan Kedungsepur dan berharap lebih jauh lagi kerjasama dengan pemangku kepentingan dan mitra di daerah.