BANDUNG BARAT (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) terus menunjukan konsistensinya dalam mendukung perekonomian daerah melalui pengembangan UMKM. Kali ini, melalui program PLN Peduli bantuan berupa pelatihan untuk pengembangan UMKM disalurkan kepada warga yang berada di kawasan pembangunan PLTA Upper Cisokan Pumped Storage (UCPS).

Djarot Hutabri EBS, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) mengatakan bahwa kehadiran UMKM di Indonesia mampu menyerap banyak tenaga kerja. Namun, kurangnya sumber daya baik dana, keterampilan maupun pengalaman menyebabkan para pelaku UMKM mengalami kesulitan untuk mengembangkan usahanya.

“Kami siap mendukung upaya masyarakat dalam memajukan perekonomian, salah satunya melalui UMKM. Kami menyadari masih banyak UMKM yang membutuhkan dukungan dan bantuan untuk mengembangkan usahanya. UMKM juga terbukti mampu mengurangi jumlah pengangguran karena mampu menyerap jumlah tenaga kerja,” kata Djarot.

Djarot kembali menambahkan, dalam sebulan terakhir, unitnya sudah menyerahterimakan dua bantuan pelatihan pengembangan UMKM.

“Yang pertama, kami salurkan kepada warga Kabupaten Cirebon. Di sana ada dua desa yang diberikan pelatihan seperti ini. Yang kedua, di Bandung Barat ini total ada 59 orang dari 6 desa yaitu di Desa Sukaresmi, Desa Bojongsalam, Desa Cibitung, Desa Cicadas di Kecamatan Rongga serta di Kecamatan Cipongkor yaitu Desa Karangsari dan Desa Cijambu,” jelas Djarot.

Kegiatan pengembangan yang diberikan masyarakat diawali dari social mapping serta assessment kepada pelaku UMKM calon penerima bantuan.

Setelah itu, peserta yang terpilih diberikan pelatihan standarisasi produk, pemasaran, pencatat keuangan sederhana, pengurusan legalitas hingga pelatihan branding dan packaging.

Para penerima bantuan juga akan diberikan pendampingan selama mengimplementasikan hasil pelatihan tersebut. Peserta pelatihan juga nantinya akan diberikan peralatan penunjang produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMKM. Terakhir mereka juga akan mendapatkan hasil evaluasi dari pelatihan ini.

Kegiatan pendampingan UMKM ini direncanakan berlangsung selama lima bulan hingga bulan Desember 2023. Diharapkan melalui pendampingan serta pelatihan ini, motivasi para pelaku UMKM semakin bertumbuh.

Selain itu diharapkan juga meningkatnya pengetahuan serta keterampilan serta adaptasi terhadap teknologi sehingga dapat meningkatkan jumlah kapasitas produksi, jumlah aset hingga kemampuan manajemen pelaku UMKM.

Ketua UMKM Kecamatan Cipongkor, Hendi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN atas bantuan pelatihan UMKM tersebut. Menurutnya kendala masyarakat selama ini dalam mengembangkan usahanya adalah terkait dengan kurangnya sumber daya.

Dirinya berharap melalui pelatihan tersebut masyarakat menjadi lebih termotivasi dalam mengembangkan usahanya dengan berbekal keterampilan baru yang didapat dari pelatihan.