Sandiaga Salahuddin Uno

SRAGEN (Pertamanews,id) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno, menginisiasi peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sektor pariwisata di Solo Raya dengan mendirikan Politeknik Pariwisata di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Sandiaga Uno saat Topping off Gedung Kuliah Politeknik Pariwisata Solo Raya Dusun 1 Nglangak, Desa Kwangen, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Kamis (14/9)

Sandiaga Uno menjelaskan bahwa Politeknik Pariwisata Solo Raya akan menjadi pusat pelatihan penting bagi SDM di bidang pariwisata yang akan berperan strategis dalam pengembangan pariwisata di masa mendatang.

“Politeknik Pariwisata Solo Raya ini menjadi kawah candradimuka bagi SDM pariwisata ke depan. Ini penting dan strategis untuk perkembangan pariwisata kita ke depan,” katanya.

Sandiaga Uno juga menegaskan bahwa pembangunan Politeknik Pariwisata Solo Raya, yang berlokasi di atas lahan seluas 20,3 hektar, akan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang besar, bukan hanya dalam meningkatkan nilai lahan, tetapi juga dalam meningkatkan kompetensi SDM di Solo Raya, termasuk di Kecamatan Gemolong.

“Lahan ini akan kami manfaatkan secara totalitas, bukan hanya harga tanah yang naik tapi SDM di Solo Raya, termasuk Kecamatan Gemolong akan meningkat,” katanya.

Ia berharap bahwa politeknik ini akan memberikan peluang kepada generasi muda untuk mengejar lapangan pekerjaan, dengan target menciptakan 4,4 juta lapangan kerja pada tahun 2024. Terlebih jika melihat dari rekam jejak Politeknik Pariwisata yang ada di bawah Kemenparekraf memiliki tingkat keterserapan 100% di dunia kerja serta mampu menciptakan lapangan kerja.

“100 persen lulusan terserap, 70 persen masih kerja di industri. Bahkan di tahun terakhir sudah kerja, kadang lupa ambil ijazah. Lainnya buka usaha dan membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengungkapkan bahwa pembangunan Politeknik Pariwisata Solo Raya memberikan dampak positif yang berkelanjutan pada perekonomian lokal. Bahkan, hanya sejak pembicaraan mengenai pembangunannya dimulai, harga tanah di sekitar wilayah tersebut meningkat secara signifikan, dari Rp500 ribu per meter menjadi Rp3 juta per meter.

“Baru rasan-rasan (membicarakan pembangunan) saja sudah menaikkan harga tanah. Di sini biasanya Rp500 ribu/meter, sekarang naik jadi Rp3 juta/meter,” beber Kusdinar.

Ia menyatakan bahwa masyarakat sangat mendukung kehadiran politeknik ini, terutama karena wilayah utara Sungai Bengawan Solo sebelumnya merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi di Kabupaten Sragen. Oleh karena itu, diharapkan bahwa politeknik ini dapat memberikan dorongan signifikan terhadap perekonomian daerah tersebut.

Ia mengatakan keberadaan politeknik disambut baik oleh masyarakat. Apalagi, menurut dia wilayah utara Sungai Bengawan Solo merupakan kantong kemiskinan di Kabupaten Sragen.

“Oleh karena itu, diharapkan ini bisa meningkatkan roda perekonomian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sandiaga Uno menyatakan bahwa Politeknik Pariwisata Solo Raya akan dibangun dengan konsep green campus dengan fokusnya pada wisata heritage. Alasannya adalah bahwa kampus tersebut terletak di wilayah Soloraya yang memiliki banyak destinasi wisata sejarah.

“Jadi ini nanti akan menjadi pusat keunggulan wisata sejarah,” lanjut Sandiag