SEMARANG (Pertamanews.id) – Saat bercinta dengan pasangan, tentu sama-sama menginginkan kesenangan, kenikmatan dan kepuasan. Untuk sampai pada tujuan ini, harus ada kerjasama yang baik antar keduanya.

Namun saat istri atau wanita mendadak ‘turn off’ alias kehilangan hasrat seksual, ini jelas tidak menyenangkan.

Bayangkan, baru setengah permainan, istri mendadak tidak ingin melanjutkan. Kenapa? Bisa jadi suami melakukan hal-hal yang tanpa disadari membuat pasangan jadi ogah melanjutkan hubungan seks.

  1. Foreplay buru-buru

Foreplay adalah dasar dari sesi permainan seks yang baik. Buat wanita, ini lebih dari sekadar persiapan menuju menu utama yakni penetrasi. Foreplay membangun mood sehingga tercipta hubungan seks yang hangat dan intim.

Sebagaimana dilansir Times of India, foreplay buru-buru apalagi melewatkan foreplay sama saja seperti menekan tombol ‘off’ untuk seks. Ingat, hubungan seks itu bentuk atau ungkapan kasih.

Foreplay buru-buru, kecuali jika Anda menggunakan konsep ‘quickie sex’, seolah Anda hanya menggunakan tubuh pasangan untuk meluapkan hasrat seksual.

  1. Membicarakan mantan

Hubungan lawas tidak jarang menorehkan kenangan manis dan tak terlupakan. Namun jangan sekali-sekali memunculkan obrolan soal mantan di atas ranjang.

Seperti diberitakan Metro UK, survei oleh IllicitEncounters.com menemukan lebih dari separuh wanita (64 persen) mengaku tidak ingin mendengar pasangan membahas seks dengan mantannya.

Obrolan di ranjang sebaiknya tidak jauh-jauh soal Anda berdua. Kesempatan pillowtalk malah jadi kesempatan untuk saling berbagi soal fantasi seks atau kebutuhan-kebutuhan seputar seks.

  1. Orgasme berarti seks berakhir

Selain membicarakan mantan, survei menemukan bahwa wanita bakal ‘turn off’ saat pasangannya menganggap orgasme adalah akhir dari seks. Ingat, wanita bisa klimaks beberapa kali berturut-turut dalam semalam.

Kemudian, sesi akhir seks sebaiknya diisi dengan pillowtalk, pelukan atau aktivitas lain. Tidur sebenarnya pilihan yang menyenangkan tetapi memutuskan langsung tidur duluan tanpa melakukan apa-apa buat istri, ini akan meninggalkan rasa kecewa.

  1. Egois

Seks yang mencapai klimaks sangat penting baik buat suami maupun istri. Satu hal yang perlu jadi perhatian suami adalah sebaiknya Anda tidak mengabaikan orgasme istri. Kenapa?

Sebagian wanita perlu waktu lebih bahkan kesulitan mencapai klimaks. Perlu ada kontribusi lebih dari suami untuk membantu istri mencapai orgasme, bukan malah suami mementingkan klimaksnya sendiri.

Orgasme memang bukan segalanya dan tidak boleh jadi tujuan hubungan seks. Namun tak ada salahnya bersama-sama mengupayakan orgasme istri terlebih dahulu, baru suami yang terbilang lebih mudah dicapai.

  1. Kurang memperhatikan kebersihan diri

Kuku-kuku jari kotor, bau badan sampai rambut lepek dan bau otomatis membuat istri memilih masturbasi daripada harus tersiksa di ranjang. Seks tak jarang menuntut permainan ‘paket komplet’ termasuk eksplorasi tubuh tanpa terhalang busana.

Bayangkan jika istri harus menelusuri tubuh suami yang bau atau menciumi jari dengan kuku yang kotor.

Kebersihan badan jelas jadi aturan baku buat suami juga istri. Berikan sedikit perhatian buat diri sendiri mulai dari mandi yang bersih, mengenakan wewangian setelah mandi, menggosok gigi dan berkumur dengan obat kumur untuk menghindari bau mulut dan memastikan rambut sudah dicuci.

  1. Agresif

Seks yang ‘liar’ dan seks yang agresif adalah dua konsep berbeda. Seks yang agresif bisa berpotensi membuat istri tidak nyaman. Sebaiknya ada kesepakatan soal hubungan seks yang ‘panas’, ‘liar’ serta batasan-batasan yang perlu dihormati suami.

Mungkin di film biru, aktivitas menampar atau memukul bokong membuat wanita makin terangsang. Namun ini belum tentu berlaku buat istri.