BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Lahirnya sumpah pemuda menjadi salah satu pondasi Pembangunan Indonesia. Bahkan, pemuda saat itu memiliki kesadaran akan pendidikan dan berpolitik.

” Adanya semangat sumpah pemuda, menjadikan satu kesatuan, mengikat sebagai anak bangsa, menyatukan sebuah perbedaan,” Hal itu dikatakan Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono, SPi, MSi saat menjadi narasumber Talkshow, dengan tema ” Peran Pemuda dalam Menumbuhkan Ekonomi Kreatif di Era Digital ” di gelar DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jateng, di Banjarnegara, Minggu ( 29/10).

Talkshow diikuti sedikitnya 150 orang pemuda, dari berbagai ormas, OKP, mahasiswa, pengurus BEM, pengurus OSIS, purna Paskibraka, Pramuka, pengurus KNPI dan lainnya.

Acara yang digelar dengan nuansa jawa tersebut, dikemas dengan santai penuh keakraban. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya berharap, peringatan sumpah pemuda, dapat selalu dijadikan spirit untuk mengisi kemerdekaan.

“Pendidikan adalah nilai dan spirit yang harus kita pegang, generasi muda harus berdiri paling depan untuk mensukseskan program wajib belajar, tingkatkan kesadaran pendidikan,” ungkap Ketua DPD Ormas MKGR Jateng ini.

Kepala Dindikpora Banjarnegara Teguh Handoko, mengatakan, peran diri masing- masing dalam sebuah organisasi, yakni mengisi organisasi tersebut.

Dirinya menggambarkan, sebuah gelas dan air yang mengisinya. Seperti air yang bisa mengisi gelas untuk mewarnai sebuah organisasi.

“Dimanapun kita berada, mari kita berperan dan berkarya positif dalam bentuk dan hal apapun,” ujar dia.

Ketua Kadin Banjarnegara Akhmad Fajar, mengajak peserta untuk berinteraksi, membuat gambaran dan peran apa yang akan dilakukan untuk memajukan Banjarnegara dari kemampuan masing-masing peserta.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Banjarnegara Sugijen mengatakan, dalam rangka Sumpah Pemusa ke-95 tahun 2023, KNPI Jateng menggelar talkshow di Banjaranegara.

” Kami mengucapkan rasa terimakasih kepada Ketua DPD KNPI Jateng Casytha A Kathmandu, kegiatan ini berjalan lancar. Alhamdulillah, antusias dari peserta sangat tinggi, diikuti setidaknya 150 peserta,” kata dia.