JAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam tonggak sejarah industri semen di Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat prestasi signifikan dengan meraih hak paten untuk produksi white clay melalui anak perusahaannya, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). Hak paten ini, dikenal dengan Nomor Paten IDP000090055, resmi diberikan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2023. SMBR, dengan keberhasilannya sebagai perusahaan semen pertama di Indonesia yang berhasil menghasilkan white clay, mengembangkan produk ini khususnya sebagai bahan baku pupuk NPK (Nitrogen, Phosphat, Kalium), Senin (27/11)

Vita Mahreyni, selaku Corporate Secretary SIG, mengungkapkan bahwa perolehan hak paten ini bukan hanya menjadi suatu bentuk pengakuan terhadap inovasi produk SIG, tetapi juga memperkuat peluang bisnis perusahaan. Dia menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh SMBR merupakan realisasi dari salah satu fokus strategis perusahaan dalam pengembangan bisnis dan produk, yang sejalan dengan visi SIG untuk menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional.

“Apa yang dilakukan oleh SMBR, merupakan realisasi salah satu fokus strategis Perusahaan pada pengembangan bisnis dan produk yang juga mendukung tercapainya visi kami menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional,” tutur Vita Mahreyni.

Suksesnya pengajuan hak paten ini menjadi bukti konkret dari dedikasi dan inovasi yang terus dilakukan oleh SMBR. Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menekankan bahwa hak paten ini adalah pencapaian penting yang mencerminkan komitmen SMBR untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk serta produk turunan yang berkualitas tinggi.

“Hak paten ini merupakan bukti komitmen SMBR untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk dan produk turunan yang berkualitas,” ujarnya.

Sejak tahun 2019, SMBR telah menggali potensi bisnis white clay sebagai strategi untuk mengatasi tantangan kelebihan kapasitas di industri semen. Melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan, SMBR berhasil mengoptimalkan proses produksi white clay, menjadikannya lebih efisien, dan menghasilkan white clay dengan kualitas superior.

Menariknya, kontribusi white clay terhadap pendapatan perusahaan juga tidak dapat diabaikan. Hingga triwulan III tahun 2023, penjualan white clay meningkat sebesar 13%, mencapai angka Rp27,62 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan penjualan white clay ini turut serta memberikan kontribusi sebesar 10% terhadap peningkatan pendapatan SIG secara keseluruhan.

“Dengan perolehan hak paten ini, SMBR akan memiliki keunggulan kompetitif dalam memproduksi white clay untuk pupuk NPK. Selain itu, hak paten ini juga memberikan manfaat bagi industri pupuk nasional, karena akan meningkatkan ketersediaan bahan baku white clay yang berkualitas,” tambah Suherman.

Dengan perolehan hak paten ini, SMBR bukan hanya mampu mendapatkan keunggulan kompetitif dalam memproduksi white clay untuk pupuk NPK, tetapi juga memberikan dampak positif pada industri pupuk nasional. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan bahan baku white clay yang berkualitas tinggi, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan memberikan kontribusi positif pada sektor industri yang lebih luas.