SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) melalui Mata Kuliah Public Relation menggelar kampanye Normalize Berkebaya dengan tujuan memperkenalkan penggunaan kebaya kepada generasi muda dan merangsang pemakaian kebaya dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini diberi nama “Rona Kebaya”, melibatkan serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan di berbagai lokasi, termasuk di wilayah Kampus Udinus dan Kota Lama Semarang.

Menurut anggota penyelenggara kampanye, Berliana Putri, alasan pemilihan kebaya sebagai tema kampanye,  didasari oleh fakta bahwa kebaya karena salah satu pakaian adat Indonesia yang telah mengalami perkembangan signifikan, dengan beragam jenis dan bentuk yang terus mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, kebaya juga dianggap sebagai pilihan paling ideal untuk merepresentasikan keanggunan sosok wanita Indonesia.

“Alasan memilih kebaya, karena kebaya merupakan salah satu pakaian tradisional Indonesia yang saat ini sudah mulai banyak jenis atau bentuknya yang terus menerus mengikuti zaman. Dan kebaya juga dianggap paling ideal untuk mencerminkan keanggunan sosok wanita Indonesia.” ungkap Berliana Putri

Pertama kali dilaksanakan pada Selasa (12/12/2023), kampanye Rona Kebaya mencakup kegiatan di wilayah Udinus dan Kota Lama Semarang. Kegiatan awal melibatkan sesi tanya jawab dengan masyarakat, bertujuan untuk mengetahui pendapat mereka mengenai penggunaan kebaya dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa warga menyatakan bahwa seharusnya kebaya tidak hanya dipakai pada acara khusus, mengingat pada zaman dahulu, kebaya biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dan seharusnya hal tersebut juga berlaku di zaman sekarang.

Sebagai informasi, kebaya kini telah resmi didaftarkan oleh pemerintah ke UNESCO, dan sebagai warga negara Indonesia, kita seharusnya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia, termasuk pakaian tradisional seperti kebaya.

Rona Kebaya tidak hanya berfokus pada kampanye tanya jawab terkait penggunaan kebaya, tetapi juga menyelenggarakan Special Campaign di Kota Lama Semarang. Dalam kegiatan ini, pengunjung diajak untuk menyampaikan harapan mereka terkait penggunaan kebaya di masa mendatang. Beberapa harapan dari pengunjung Kota Lama antara lain,

“Semoga kedepannya saya bisa bebas mengenakan kebaya dimanapun saya mau”, “Kebaya makin banyak model, jadi makin nyaman pakenya”, “Semoga kebaya bisa lebih dikenal di kalangan anak muda”, tulis harapan dari para pengunjung Kota Lama.

Dengan adanya kampanye ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih memperhatikan dan peduli terhadap warisan budaya Indonesia. Karena jika bukan kita, generasi muda, siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan kebudayaan Indonesia pada saat ini.