JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga), anggota grup PT Pupuk Indonesia (Persero) secara berkelanjutan melakukan pengembangan diversifikasi bisnisnya.

Direktur Komersil & Operasi PI Niaga, Trudo Nainggolan mengatakan salah satu strategi Perusahaan adalah dengan melakukan pengembangan diversifikasi bisnis yang dapat mendukung dan memberikan nilai tambah bagi Perusahaan.

Salah satu pengembangan bisnis diversifikasi produk non pupuk adalah produk clay. Clay merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan pupuk NPK. Bahan ini berfungsi sebagai perekat antara unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang menjadi penyusun pupuk NPK.

Sementara itu bahan baku clay yang diperdagangkan oleh PI Niaga bersumber dari perusahaan domestik di wilayah Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

“ PI Niaga memulai penjajakan bisnis clay pada tahun 2022 lalu dengan mengikuti tender pengadaannya di PI Grup yang memproduksi NPK. PI Niaga sudah berhasil menyuplai clay ke Pusri Palembang pada tahun 2023, pada tahun 2024 PI Niaga sudah memenangkan tender kembali di Pusri Palembang sebanyak 3.960 ton, dan 3.150 ton di Petrokimia Gresik yang akan mulai di delivery pada bulan Februari” ungkap Trudo.

Clay akan terus mencari peluang baru untuk memperluas jangkauan bisnis, dengan harapan akan ada peningkatan yang signifikan di masa depan pada industri produsen pupuk.

“ Kami optimis bisnis clay akan meningkat ke depan dengan mengambil peluang yang ada di produsen pupuk. Selain menyumbangkan pendapatan bagi Perusahaan, pengadaan produk clay ini juga menjadi bentuk sinergi antar anggota PI Grup dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Trudo mengakhiri pembicaraan