JOGJA (Pertamanews.id) – Detasemen Gegana Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan sterilisasi 31 gereja di wilayah Jogja.

Langkah ini guna memastikan keamanan dan kenyamanan selama peribadahan Paskah 2024. Dalam giat ini turut menggunakan robot surveillance untuk menyisir setiap sudut ruang gereja.

Kasubden Gegana Brimob Polda DIY AKP Agoes Setyono menuturkan, fungsi dari robot surveillance untuk menjangkau tempat sempit dan sulit. Khususnya menyusuri setiap sudut bawah kursi atau meja. Robot yang dikendalikan jarak jauh ini turut dilengkapi kamera pemantau.

“Kita gunakan ini bila ada tempat-tempat yang susah kita jangkau dengan kamera atau yang lain. Jadi kita menggunakan robot surveillance untuk menjangkau sudut yang tidak bisa teramati dengan mudah,” jelasnya, Kamis (28/3/24).

Tak hanya robot surveilance, Detasemen Gegana Brimob Polda DIY juga menggunakan RIID Eye X. Fungsi dari alat ini untuk mendeteksi radiasi. Khususnya atas potensi bahaya kimia, biologi, dan radioaktif (KBR). Adapula alat endoskop seeker yang berfungsi sebagai kamera yang terpasang pada kabel.

“Alat tersebut kita gunakan untuk mendeteksi tempat-tempat yang tidak bisa kita lihat. Alat tersebut memakai kabel terus di depannya ada kamera untuk mendeteksi tempat-tempat yang sudah kita cek,” jelasnya.

Terkait giat sterilisasi, Kasubden Gegana Brimob Polda DIY menuturkan, Brimob Polda DIY menyasar 31 gereja di DIY. Seluruhnya tersebar di empat kabupaten dan satu kota di wilayah Jogja. Sementara khusus untuk Kota Jogja berlangsung di tujuh gereja.

Selain Gereja Santo Antonius Kotabaru adapula Gereja Santo Fransiscus Xaverius Loji Kecil Gondomanan, Gereja Santo Albertus Jetis, Gereja Sawo Kembar, Gereja Baciro. Selain itu juga berlangsung di Gereja Pugeran Mantrijeron dan Gereja Bintaran.

“Untuk tim yang kita terjunkan dalam melaksanakan sterilisasi ini, kita dari Den Gegana Brimob Polda DIY ada lima tim yang kita gunakan masing-masing wilayah. Jadi secara keseluruhan gereja yang kita sterilisasi dalam rangka paskah tahun 2024 ini sebanyak 31 gereja,” ujarnya.

Sterilisasi terfokus pada pendeteksian dini potensi bahaya. Terutama atas potensi bahaya KBR di setiap sudut ruangan Gereja. Tercatat ada sembilan personel yang melakukan sterilisasi untuk setiap tim yang bertugas.

“Kita mendeteksi bilamana ada bahan-bahan peledak yang kira-kira membahayakan ataupun mungkin yang berkaitan dengan kimia. Kita antisipasi dengan beragam perlengkapan yang kita bawa,” ujar Kasubden Gegana Brimob Polda DIY.