SEMARANG (Pertamanews.id) – Jaksa Agung ST Burhanuddin menghadiri dan memberikan pidato pada kegiatan “Pertemuan Konsultasi ke-2 Untuk Membentuk Badan/Entitas Para Jaksa ASEAN”. Dia menyampaikan bahwa setahun setelah pertemuan pertama di Lam Thaen, House Bang Saen, Chonburi, Thailand, telah menghasilkan poin penting, yaitu perlunya memperkuat kerja sama di antara Jaksa se-ASEAN.

Menurut Jaksa Agung, kerja sama ini penting untuk mencegah dan menekan kejahatan transnasional yang terorganisir. Dia mendorong para Jaksa ASEAN untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kegiatan Kejaksaan guna memperkuat jaringan Kejaksaan ASEAN.

Pada pertemuan di Bang Saen, telah dicapai kesepakatan “Bang Saen Initiative 2023” yang membuka peluang untuk membentuk entitas atau Badan bagi para Jaksa se-ASEAN. Ini akan menjadi wadah untuk meningkatkan kerja sama, termasuk berbagi informasi dan pengetahuan terkait penegakan hukum di kawasan ASEAN.

Jaksa Agung menjelaskan bahwa dalam konteks globalisasi dan perkembangan teknologi, kejahatan lintas batas semakin kompleks dan sulit ditangani oleh satu negara saja. Oleh karena itu, entitas Kejaksaan ASEAN diharapkan dapat membantu dalam penegakan hukum lintas batas.

Dia berharap entitas ini dapat meningkatkan kolaborasi antar lembaga Kejaksaan ASEAN untuk membangun sistem penegakan hukum yang kuat dan efektif. Selain itu, meningkatkan kapasitas dan kompetensi para Jaksa dalam menangani kasus lintas negara juga menjadi tujuan.

Jaksa Agung mengajak para peserta untuk berkomitmen menjadikan Pertemuan Konsultasi ke-2 Jaksa se-ASEAN di Bali sebagai langkah penguatan sinergi dan koordinasi bersama.

Dalam akhir pidatonya, Jaksa Agung menyampaikan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dia berharap forum ini dapat mewujudkan terbentuknya Badan atau Entitas khusus bagi Jaksa se-ASEAN, yang akan menjadi wadah pertukaran ide, gagasan, ilmu, dan pengalaman untuk mengoptimalkan penegakan hukum yang berkeadilan dan mendorong supremasi hukum dan keamanan regional di kawasan ASEAN.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Jaksa Agung Filipina, Wakil Jaksa Agung Thailand, Kepala Badan Pemulihan Aset sekaligus Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia, Jaksa Agung Muda Intelijen, Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya, serta para Ketua dan Anggota Delegasi Jaksa Agung dari Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Filipina, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Myanmar. Para observer dari negara-negara seperti Jepang, Luxemburg, Amerika Serikat, Denmark, UNODC, dan para undangan juga hadir dalam acara tersebut.