SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) gelar Kuliah Umum dengan tema Bagaimana Pemerintahan Nasional Bekerja: Implementasi Kekuasaan Legislatif dalam Fungsi Pengawasan, penganggaran dan Registrasi DPR RI, bertempat di Gedung Auditorium Fisip Undip, Jumat (17/5) siang.

Kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada mahasiswa tentang peran, tugas, dan fungsi DPR dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Dekan FISIP UNDIP, Drs. Teguh Yuwono., M.Pol.Admin mengatakan dengan adanya kuliah umum ini dapat terjalin kerja sama yang baik antara kampus dan juga DPR.

” Program yang sudah berlangsung di DPR bersama universitas harap di lanjutkan,” ujar Teguh, saat membuka Kuliah Umum.

Ia menyambut baik dengan kehadiran para dewan dan berharap kegiatan semacam ini bisa menjadi agenda rutin untuk meningkatkan wawasan politik untuk para mahasiswa.

Ketua Komisi 2 DPR RI, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S. Si., M.T., memberikan arahan penting terkait tugas dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam kegiatan pemerintahan, dengan menekankan pentingnya kepatuhan pada pedoman Undang-Undang (UU).

Ia menyoroti bahwa setiap tugas dan fungsi DPR harus berlandaskan pada pedoman UU untuk memastikan bahwa semua kebijakan dan keputusan yang diambil sesuai dengan konstitusi dan hukum yang berlaku.

” Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia, karena memiliki banyak bangsa tetapi bersatu. Bangsa kita telah teruji oleh persatuan, maka dari itu kita sebagai yang ada di parleman harus mementingkan kepatuhan pada pedoman Undang-undang,” kata Doli, saat memberikan materi Kuliah Umum kepada para Mahasiswa.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, ia mendukung terhadap penyelenggaraan kuliah umum yang dianggapnya sebagai langkah penting dalam pengembangan wawasan dan keterampilan mahasiswa.

menyampaikan bahwa kuliah umum merupakan sarana yang efektif untuk memperluas pengetahuan mahasiswa di luar kurikulum formal.

“Kuliah umum memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan perspektif baru dari para ahli dan praktisi di berbagai bidang,” tandas Ferry.

Kegiatan seperti ini juga berperan penting dalam menjembatani kesenjangan antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik di dunia kerja.

Dengan dukungan dari tokoh-tokoh legeslatif, diharapkan kegiatan kuliah umum dapat terus berlanjut dan berkembang, memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan masa depan generasi muda di masa mendatang.