BANDUNG (Pertamanews.id) – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede 2×55 Mega Watt (MW) terus menorehkan progres positif sebelum dimulai pengoperasiannya. Saat ini, PLTA tersebut telah berhasil melewati tahap Performance Test dan Reliability Run Unit 1 dan Unit 2. Tahap ini merupakan salah satu tahapan fase akhir sebelum dilakukan uji akhir untuk mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 2 (UPP JBT 2), Husni Wardana menyebutkan bahwa Performance Test merupakan serangkaian uji dan evaluasi elama waktu commissioning berjalan untuk memastikan pembangkit bisa beroperasi secara efisien, aman dan sesuai dengan spesifikasi desain.

Sedangkan Reliability Run merupakan kegiatan pengoperasian pembangkit secara terus menerus dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan bahwa pembangkit beroperasi secara andal dan dapat menangani tuntutan operasional yang diharapkan tanpa penghentian atau kegagalan yang tidak direncanakan.

“Commissioning proyek PLTA Jatigede sudah dimulai dari tanggal 1 Mei 2024 sampai selesai 25 Mei 2024. Sedangkan uji reliability run ini di laksanakan dalam waktu commissioning kurun waktu 10 hari yakni dari tanggal 15 Mei sampai 25 Mei,” tutur Husni.

Husni melanjutkan beberapa aspek kunci pada saat performance test seperti Load Testing, Efficiency Testing , Vibration and Noise Testing, Thermal Performance, Electrical Performance, Control System Testing, Hydraulic Performance, Environmental Compliance, Reliability Testing dan Safety Testing.

PLH General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Senior Manager Operasi Konstruksi I, Kunto Nugroho menyebutkan dalam waktu dekat PLTA Jatigede akan dilakukan serangkaian uji untuk memastikan pembangkit energi hijau tersebut dapat beroperasi dengan aman dan andal.

“Kami bersyukur tahapan Performance Test dan Reliability Run ini telah berhasil dilalui. Saat ini kami menatap rangkaian uji lainnya sebelum mendapatkan SLO. Kami mohon dukungan serta doa dari seluruh pihak agar tim kami dan seluruh pejuang kelistrikan lainnya dapat terus berjuang menuntaskan setiap tahapannya,” pinta Kunto.

Saat ini, PLN terus berupaya keras mewujudkan transisi energi menuju pada energi yang lebih hijau dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dapat terbarukan. Selain itu, penyelesaian proyek ini juga akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan porsi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). PLN juga mengemban amanah untuk mencapai Net Zero Emmision (NZE) dengan meningkatkan porsi energi baru terbarukan dalam portofolio energi nasional.

“Kami berharap semua proses dapat berjalan lancer sehingga dapat segera memberikan manfaat kepada masyarakat. Ini juga merupakan wujud keseriusan PLN dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan namun dapat tetap menjaga ketahanan energi,” tutup Kunto.