SUMEDANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) berhasil mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO) bagi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede yang berkapasitas 2×55 Mega Watt (MW). Keberhasilan ini menandai kesuksesan PLN dalam menambah pembangkit energi baru terbarukan di Indonesia.

PLH General Manager PLN UIP JBT, Senior Manager Operasi Konstruksi 1, Kunto Nugroho mengatakan bahwa keberhasilan ini merupakan pencapaian luar biasa khususnya bagi PLN dan Indonesia. Penambahan kapasitas pembangkit dengan energi hijau tersebut menjadi wujud dari komitmen PLN dalam mencapai target Net Zero Emmision di tahun 2060.

“Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita berhasil menyelesaikan pembangunan PLTA Jatigede. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa setelah upaya dan kerja keras yang begitu panjang. Ini jadi wujud komitmen PLN dalam transisi energi dan mencapai Net Zero Emmision ,” kata Kunto.

Serangkaian tahap uji dijalankan PLN terhadap PLTA Jatigede sampai dengan berhasil diterbitkannya SLO oleh Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sebelumnya, PLTA Jatigede juga telah berhasil melewati tahap uji Performance Test dan Reliability Run Unit 1 dan Unit 2. Uji tersebut bertujuan untuk memastikan pembangkit bisa beroperasi secara efisien, aman dan sesuai dengan spesifikasi desain serta beroperasi secara andal dan dapat menangani tuntutan operasional yang diharapkan tanpa penghentian atau kegagalan yang tidak direncanakan.

Kunto menyebut PLTA Jatigede akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan porsi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, keseriusan PLN dalam transisi energi juga sejalan dengan keseriusan PLN dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan.

“Saat ini tantangan di PLN adalah memastikan suplai listrik tercukupi, khususnya karena sekarang transisi energi sudah dimulai. Selanjutnya adalah menyediakan energi bersih yang ramah lingkungan. PLTA Jatigede ini pastinya akan menambah porsi pembangkit ramah lingkungan di Indonesia,” jelas Kunto.

Husni Wardana, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 2 menjelaskan PLTA Jatigede akan beroperasi dengan ditopang 2 unit pembangkit yang masing-masing berkapasitas 55 MW sehingga secara keseluruhan PLTA ini akan memiliki kapasitas sebesar 110 MW.

“PLTA Jatigede ini ada dua pembangkit yang masing-masing kapasitasnya 55 Mega Watt sehingga total kapasitas keseluruhannya adalah 110 Mega Watt. Jumlah ini akan memberikan dampak besar bagi target penambahan kapasitas pembangkit EBT. Ini juga menjadi bagian dari program ketahanan energi karena usia PLTA yang relatif jauh lebih lama,” terang Husni.

Husni juga menjelaskan pencapaian lainnya yakni percepatan penerbitan SLO yang semula ditargetkan pada Oktober 2024 namun dapat diselesaikan pada Juni 2024.

“Target semula adalah penerbitan SLO itu di bulan Oktober 2024 dan itu hanya untuk satu unit. Namun, pada Juni ini, kita berhasil mendapatkan langsung dua sekaligus SLO untuk kedua unit. Tentu ini merupakan suatu prestasi. Teman-teman di lapangan bekerja keras agar PLTA ini segera dapat diselesaikan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” jelas Husni.

Kunto menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan ini karena adanya kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pihak terkait termasuk dengan pemerintah, swasta, masyarakat dan juga seluruh unit lain PLN yang terlibat.

“Tentunya capaian keberhasilan ini karena upaya dan kerja keras seluruh pejuang kelistrikan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, Kejaksaan hingga masyarakat yang terus berkolaborasi dengan PLN dalam membangun proyek PLTA Jatigede ini. Untuk itu kami sampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berjuang. Semoga PLTA Jatigede ini dapat beroperasi dengan andal dan memberikan listrik yang berkualitas bagi seluruh pelanggan PLN,” ucap Kunto.