spot_img

Mesin Pengaduk Gula Semut UDINUS Jadi Sumber Usaha Baru KWT Rahayu

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Dukungan nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan desa kembali ditunjukkan Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS).

Melalui program Desa Binaan di Erorejo, Wadaslintang, Wonosobo, tim dosen yang diketuai Prof. Dr. Rindra Yusianto melaksanakan rangkaian kegiatan pada (7–8/8) lalu.

Tim turut diperkuat oleh Dr. Herwin Suprijono, Ir. Amalia MT, IPM, ASEAN Eng, dan Dr. Iswoyo.

Mengusung konsep Smart Agro-Tourism yang didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek, program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menghadirkan inovasi hasil riset.

Baca juga:  Tim Kejagung RI, Dipimpin Jaja Subagja dan Emilwan Ridwan, Raih Medali Emas di Ajang Olah Raga Komuniti Hukum TNI

Salah satunya adalah mesin pengaduk gula semut portable, yang kini digunakan KWT Rahayu sebagai lini usaha baru di samping pemancingan dan karamba jaring apung.

UDINUS juga menyerahkan mesin roasting kopi, grinder, serta dua lapak pemancingan untuk memperkuat ekonomi warga.

Sebanyak 72 peserta mengikuti pelatihan pengolahan kopi robusta Windusari, gula semut, dan workshop desain kemasan.

Pelatihan ini dinilai penting untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

Baca juga:  "Mental Health Matters" Ilmu Komunikasi Udinus Sosialisasikan Kesadaran Kesehatan Mental

“Pelatihan dan workshop ini sangat bermanfaat, selain memberikan contoh praktis dalam desain kemasan, juga dapat meningkatkan dan memperluas jangkauan pemasaran. Program ini sejalan dan juga mendapat dukungan dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah,” tutur Ketua KWT Rahayu, Eti Sri Mulyati.

Hasil positif juga dirasakan oleh masyarakat desa.

“Program ini mampu meningkatkan pendapatan anggota KWT Rahayu sebesar Rp1,7–2,5 juta per bulan. Kami berharap kerja sama dengan UDINUS dapat berlanjut hingga target RPJMDes 2030 tercapai, yakni menjadikan Erorejo sebagai science technopark binaan UDINUS,” kata Kepala Desa Erorejo, Wagino.

Baca juga:  Cek Stok dan Harga Beras di Pasar Bulu, Mendag Jelaskan Penyebab Kenaikan Harga Pangan

Program ini turut melibatkan enam mahasiswa dari berbagai fakultas UDINUS melalui skema MBKM.

Selain menambah pengalaman belajar di luar kampus, para mahasiswa juga berkesempatan langsung berkontribusi pada pengembangan masyarakat desa sekaligus memperoleh rekognisi mata kuliah sesuai bidang masing-masing. (Aan)

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini