spot_img
Beranda blog

Sejak 2022, UNDIP Sudah Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Universitas Diponegoro (UNDIP) ternyata telah lebih dulu menggulirkan inisiatif serupa sejak 2022.

Melalui Program Food Truck UNDIP, kampus ini menyediakan makan siang gratis bagi mahasiswa kurang mampu sebagai upaya mendukung kesehatan dan produktivitas belajar.

Program tersebut menjadi wujud kepedulian UNDIP dalam memastikan mahasiswa tetap mendapatkan asupan gizi yang layak, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi selama menjalani studi.

Rektor UNDIP, Suharnomo, menegaskan bahwa komitmen ini telah berjalan sebelum isu makan bergizi gratis menjadi perhatian luas seperti saat ini.

“Ketika hari ini kita berbicara tentang makan bergizi gratis, Universitas Diponegoro sesungguhnya telah memulai sejak tahun 2022 melalui program Food Truck UNDIP. Program ini membagikan makanan bergizi gratis bagi mahasiswa yang membutuhkan,” ungkap Prof. Suharnomo.

Setiap tahun, UNDIP mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk mendukung operasional program tersebut.

Dengan kapasitas produksi yang terkelola baik, Food Truck UNDIP mampu menyediakan sekitar 1.850 porsi makan siang setiap hari, atau setara dengan sekitar 450.000 paket makanan dalam setahun.

Dari sisi produksi, pengelolaan makanan dilakukan secara profesional oleh unit jasa boga internal kampus.

Manajer Jasa Boga Aroemanis Catering PT UNDIP Maju, Kristi Febi Nugrahaningrum, menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan standar higienis yang ketat.

“Dapur kami beroperasi dari hari Minggu hingga Kamis. Seluruh tim profesional terlibat langsung mulai dari proses pengolahan, pemilihan bahan baku, hingga penyusunan menu yang memenuhi standar sehat dan bergizi,” tuturnya.

Untuk menjaga kualitas, tim dapur menyusun menu bulanan dan berkoordinasi dengan pemasok bahan segar yang dikirimkan sehari sebelum pengolahan.

Setiap hidangan dirancang mengandung komposisi seimbang antara sayur, protein, dan karbohidrat guna memenuhi kebutuhan gizi mahasiswa.

Pengawasan mutu juga menjadi perhatian utama.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNDIP, Edy Surahmad, memastikan bahwa kontrol terhadap kandungan nutrisi dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni senantiasa memantau komposisi nutrisi dalam Food Truck. Hal ini penting agar mahasiswa mendapatkan asupan yang seimbang untuk menunjang aktivitas akademik mereka,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima, program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja.

Mahasiswa yang terlibat sebagai kru lapangan mengaku mendapatkan pengalaman praktis di bidang food and beverage (F&B), sekaligus memperluas jejaring lintas fakultas.

Sementara itu, mahasiswa penerima manfaat turut merasakan dampak positif program ini.

Variasi menu yang ditawarkan, mulai dari olahan ikan hingga daging, dinilai membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian, terutama bagi mahasiswa perantau.

Program Food Truck UNDIP tidak hanya berlangsung di kampus utama Tembalang, tetapi juga menjangkau kampus UNDIP di Pekalongan, Jepara, Rembang, dan Batang melalui unit masing-masing.

Inisiatif ini menegaskan keseriusan UNDIP dalam menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses pendidikan.

Lebih dari sekadar bantuan, program Food Truck menjadi representasi nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial kampus dalam mewujudkan semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.”***

Kemenlu RI dan UNDIP Kolaborasi, Kuliah Diplomasi Publik dan Film 12 Mile Digelar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) melalui Direktorat Diplomasi Publik menggelar kuliah Public Diplomacy bertema “Diplomasi Maritim Indonesia: Arus Utama Soft Power dalam Isu Kedaulatan dan Hukum Laut”.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung ICT lantai 5 Kampus UNDIP Tembalang, Selasa (7/4), dan diikuti pimpinan universitas, perwakilan Kemenlu RI, serta mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa terkait diplomasi maritim.

“Patut bersyukur dapat mengikuti acara Public Diplomacy ini. Mudah-mudahan kita bertambah wawasan tentang diplomasi maritim,” ungkap Prof. Heru.

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengelola wilayah lautnya. Menurutnya, diplomasi menjadi kunci agar Indonesia mampu berdaulat dalam memanfaatkan kekayaan maritim.

“Kebetulan kita tinggal di Indonesia yang kepulauan dan maritim. Hal tersebut merupakan anugerah dari Tuhan, sehingga kita harus menjaganya. Namun, tentunya kita perlu melakukan diplomasi dengan negara lain agar kita berdaulat memanfaatkan kekayaan alam dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Direktur Diplomasi Publik Kemenlu RI, Ani Nigeriawati, yang juga alumni FISIP UNDIP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kemitraan antara Kemenlu RI dan perguruan tinggi.

“Public Diplomacy Goes to Campus merupakan bentuk kemitraan Kemenlu RI dengan UNDIP sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Ani.
Ia juga menilai Semarang sebagai kota pelabuhan memiliki posisi strategis dalam konteks diplomasi maritim Indonesia.

“Tentunya sangat tepat jika berbicara mengenai diplomasi maritim di Semarang. Karena Semarang sejak menjadi Kota Pelabuhan dan menjadi pintu interaksi Indonesia dengan dunia,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Hartanto Subolo, menekankan pentingnya membangun kesadaran publik bahwa sektor maritim merupakan identitas sekaligus kekuatan strategis Indonesia.

“Oleh karena itu, masyarakat harus memahami diplomasi maritim ini. UNDIP juga harus mengambil peran dalam hal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu RI, Dr. Gulardi Nurbintoro, memaparkan perjuangan panjang diplomasi Indonesia dalam memperoleh pengakuan sebagai negara kepulauan melalui Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.

“Sejak awal kemerdekaan terus diperjuangkan. Agar kita bisa berdaulat dalam memanfaatkan sumber daya laut dan kapal asing tidak seenaknya masuk ke perairan Indonesia. Hingga akhirnya diakui pada tahun 1982. Yang tadinya 3 mil menjadi 12 mil,” ucap Dr. Gulardi.

Diskusi yang dimoderatori oleh Robetmi Jumpakita Pinem, S.AB., MBA, Ph.D tersebut juga menghadirkan Guru Besar FISIP UNDIP, Prof. Ika Riswanti Putranti, A.Md.A.K., S.H., M.H., Ph.D., sebagai penanggap. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada pengelolaan sektor maritim.

“Laut memiliki nilai strategis yang luar biasa. Masa depan Indonesia ada di laut,” ujar Prof. Ika.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film “12 Mile: Guiding The Archipelago” yang mengangkat sosok diplomat sekaligus mantan Menteri Luar Negeri RI, Mochtar Kusumaatmadja.

Film ini menyoroti perjuangan panjang dalam memperluas batas laut Indonesia dari 3 mil menjadi 12 mil demi kedaulatan negara.

Produser film tersebut, Dr. M. Agus Imanuddin, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa film ini dibuat untuk memperkenalkan kembali jasa besar Mochtar Kusumaatmadja kepada generasi muda.

“Banyak orang yang tidak kenal sosok Mochtar Kusumaatmadja. Padahal jasanya besar bagi Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, yang melatarbelakangi untuk membuat film yang mengangkat Mochtar Kusumaatmadja supaya lebih dikenal oleh banyak orang, terutama di kalangan generasi sekarang,” ujar Dr. Agus.***

LamiPak Ganjar Karya Terbaik dalam Anugerah Jurnalistik 2026

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) resmi mengumumkan para pemenang Anugerah Jurnalistik LamiPak (AJL) 2026 dalam seremoni penghargaan yang berlangsung khidmat di Ruang Rajawali 2, Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ajang ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada insan pers yang dinilai berkontribusi dalam mengedukasi publik melalui karya jurnalistik yang mendalam, akurat, dan berkualitas.

Kompetisi yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 14 Maret 2026 tersebut berhasil menjaring hampir seratus karya dari berbagai media nasional maupun daerah.

Penilaian tahun ini menitikberatkan pada ketajaman analisis, akurasi data, serta dampak sosial dari setiap karya yang dihasilkan.

Perwakilan manajemen LamiPak Indonesia menyebutkan, ajang ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem media yang sehat, sekaligus memberikan ruang bagi jurnalis untuk menjalankan fungsi kontrol sosial, khususnya dalam menyajikan informasi berimbang terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami percaya bahwa jurnalisme yang kuat adalah pilar penting dalam kemajuan industri dan bangsa. Melalui AJL 2026, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi karya-karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan perspektif baru bagi pembaca,” ujar Ahmad Rizalmi selaku

PR Manager PT Lami Packaging Indonesia dalam sambutan di Hotel Ambhara.

Dewan juri yang terdiri dari praktisi media senior dan akademisi menetapkan pemenang dalam dua kategori, yakni hardnews dan feature.

Para pemenang tidak hanya menerima plakat penghargaan, tetapi juga dana pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan profesionalisme jurnalis di Indonesia.

Adapun dewan juri terdiri dari Alexander Sudrajat (Detik.com) mewakili media online, Jajang Dirajanagara (iNews TV) dari media televisi, Ujang Sunda (Harian Rakyat Merdeka) dari media cetak, serta Dr. Yoki Yusanto dari Untirta sebagai perwakilan akademisi.

Proses penjurian dilakukan secara anonim (blind review), di mana dewan juri tidak mengetahui identitas jurnalis maupun asal media peserta.

Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan penilaian berlangsung objektif dan bebas dari bias.

Acara penganugerahan ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi antara manajemen, dewan juri, serta para finalis, sebagai upaya memperkuat sinergi antara industri dan media.

Berikut pemenang AJL 2026:

Kategori Hardnews:

  • Juara 1: Fadel Prayoga (Daulat.co)
  • Juara 2: Inung Kurniawati (Poskota Online)
  • Juara 3: Alfin Wahyu Yulianto (Tribunnews)
    Kategori Feature:
  • Juara 1: Tatang Budimansyah (iNews)
  • Juara 2: Dinosius Reynaldo (Kompas.id)
  • Juara 3: Dionisius Lagaama Rebon (Pos-kupang.com)

Sebagai informasi, LamiPak merupakan penyedia solusi pengemasan aseptik yang berkomitmen pada inovasi dan keberlanjutan.

Melalui berbagai inisiatif, perusahaan terus berupaya memberikan nilai tambah bagi industri sekaligus mendukung literasi informasi di Indonesia.***

Program TJSL Berbasis Kompetensi, Antar Manager PLN UPP JBT 1 Raih Platinum Leader Performance

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Prestasi membanggakan kembali diraih insan PT PLN (Persero). Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1), Nugroho Budi Sulaksono, berhasil meraih penghargaan sebagai 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance pada ajang Nusantara CSR Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Masyarakat Sekitar Proyek PLTA Upper Cisokan.

Dengan skor 90,60, kepemimpinan Nugroho dinilai menunjukkan tingkat keselarasan yang sangat tinggi dalam berbagai aspek strategis, mulai dari pemetaan risiko lokal, perumusan strategi program, implementasi aksi mitigasi, hingga verifikasi dampak di lapangan.

Selain itu, aspek kesiapsiagaan organisasi, pengelolaan komunikasi publik, serta kontribusi terhadap perlindungan nilai ekonomi perusahaan juga menjadi indikator penilaian utama.

Sepanjang periode 2023–2025, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) telah melaksanakan program pelatihan keterampilan dan sertifikasi kompetensi kepada 179 warga masyarakat di sekitar wilayah pembangunan PLTA Upper Cisokan.

Program ini difokuskan bagi warga masyarakat di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan lokasi strategis pembangunan proyek tersebut.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi di mana masih banyak masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja maupun kemampuan teknis, namun belum dapat terserap dalam proyek karena belum memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara legal.

Melalui inisiatif ini, PLN mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di berbagai sektor.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal ini sejalan dengan implementasi pilar pendidikan dalam TJSL PLN yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya TPB 4 (Pendidikan Berkualitas), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta TPB 10 (Mengurangi Ketimpangan).

Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam memetakan, merencanakan hingga mengeksekusi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tentunya untuk mengembangkan kapasitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini juga membuka ruang kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan business as usual, tetapi juga terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang telah diperoleh para peserta dapat dimanfaatkan secara optimal dalam dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tutup Nugroho. ***

PLN Raih Penghargaan Platinum pada Nusantara CSR Awards 2026 melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di PLTA Upper Cisokan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Kategori Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pemberdayaan Berbasis Kompetensi: Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Masyarakat Sekitar Proyek PLTA Upper Cisokan.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PLN dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya di kawasan proyek PLTA Upper Cisokan.

Melalui program tersebut, PLN mengoptimalkan potensi produktif masyarakat dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi di berbagai bidang.

Kompetensi yang diberikan meliputi operator excavator, Ahli K3 Umum, tenaga satuan pengamanan, traffic lightman, flagman, hingga tenaga administrasi.

Pelatihan dilakukan secara intensif, mencakup aspek teknis maupun manajerial, sehingga peserta memiliki bekal yang komprehensif untuk memasuki dunia kerja.

Sebanyak 179 peserta telah mengikuti program pelatihan ini. Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses masyarakat usia produktif di sekitar proyek terhadap peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Melalui TJSL ini, PLN secara konsisten memberikan dukungan peningkatan kompetensi agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan, khususnya di proyek PLTA Upper Cisokan.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP JBT, Ferdyan Hijrah Kusuma, meyakini bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan membuka lapangan kerja, tetapi juga harus diiringi dengan upaya mencetak tenaga kerja yang siap kerja, terampil, dan berdaya saing.

Oleh karena itu, program ini tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan semata, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan mandiri.

“Kami bersyukur program TJSL kami berhasil meraih penghargaan ini. Namun, bagi kami hal yang lebih penting adalah masyarakat memperoleh peningkatan kompetensi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Tidak hanya pada proyek PLTA Upper Cisokan, namun pada setiap sektor pekerjaan,” lanjut Ferdyan.

Ke depan, PLN akan terus memperluas dan memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. ***

Halal Bi Halal, Hotel Ciputra Semarang Perkuat Soliditas dan Semangat Kerja Karyawan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam gelaran Halal Bi Halal yang diselenggarakan Hotel Ciputra Semarang pada Rabu, 8 April 2026 di Puri Suite Meeting Room. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan di lingkungan kerja pasca-Idulfitri.

Acara dihadiri langsung oleh General Manager, jajaran kepala departemen, serta seluruh karyawan dari berbagai divisi. Balutan busana muslim yang dikenakan para peserta semakin menambah nuansa religius dan kekhidmatan sejak awal kegiatan berlangsung.

Kemeriahan dibuka dengan penampilan band internal yang terdiri dari para karyawan, membawakan lagu-lagu bernuansa religi dan kebersamaan. Penampilan tersebut sukses menciptakan suasana akrab dan menghangatkan interaksi antarpegawai.

Memasuki inti acara, tradisi saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan menjadi momen utama yang sarat makna. Kegiatan ini mencerminkan nilai ketulusan dan keharmonisan yang terus dijaga di lingkungan kerja.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan khas Lebaran yang disajikan secara prasmanan, mulai dari opor ayam, sambal goreng ati, hingga ketupat dan lontong.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan Halal Bi Halal sebagai bagian dari budaya perusahaan.

“Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk mempererat hubungan antar karyawan sekaligus membangun semangat baru. Kami berharap nilai kebersamaan, solidaritas, dan saling memaafkan yang terbangun hari ini dapat terus dijaga dan menjadi fondasi kuat dalam mendorong kinerja serta kesuksesan Hotel Ciputra Semarang ke depan,” ujar Erny.

Melalui kegiatan ini, manajemen berharap tercipta lingkungan kerja yang semakin harmonis, solid, dan produktif, seiring dengan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu.***

PGN Group Raih PROPER Emas dan Hijau

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan operasional bisnis yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Atas langkah konkret tersebut, PGN Group berhasil meraih 4 (empat) Emas dan 5 (lima) PROPER Hijau pada Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi dalam Penghargaan PROPER atas pengelolaan dan inovasi sosial – lingkungan (CSR) secara konsisten yang berdampak besar bagi masyarakat dan berkelanjutan. Daftar PGN Group yang mendapatkan PROPER Emas:

  1. PGN Stasiun Pagardewa
  2. Pertamina Gas (Pertagas) Operation Kalimantan Area (OKA)
  3. Pertamina Gas (Pertagas) Operation East Java Area (OEJA)
  4. Pertamina Gas (Pertagas) Operation South Sumatera Area (OSSA)

Sedangkan PROPER Hijau diberikan atas pengelolaan lingkungan yang melampaui dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Daftar PGN Group yang mendapatkan PROPER Hijau:

  1. Pertamina Gas (Pertagas) Operation West Java Area (OWJA)
  2. PGN Stasiun Panaran
  3. PGN Stasiun Cimanggis
  4. PGN Sales and Operation Region III
  5. Saka Energi Indonesia

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Transformasi ini menjadi pondasi penting bagi masa depan industri nasional, dimana pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat berjalan dalam satu arah yang tidak terpisahkan.

“PROPER Emas dan Hijau yang didapatkan tahun ini merupakan bukti konsistensi PGN Group tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berdedikasi terhadap penurunan emisi, efisiensi energi, pelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis gas bumi harus berjalan selaras dengan kelestarian ekosistem sekitar,” ujar Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto.

Capaian ini tentunya juga didukung oleh berbagai inovasi unggulan dalam membantu masyarakat agar lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi dengan mengoptimalkan hasil bumi di lingkungan, program pelatihan keterampilan bagi masyarakat serta pengembangan pengembangan ekonomi kreatif berbasis energi bersih.

Salah satu penghargaan PROPER Emas diberikan kepada Stasiun Kompresor Gas Pagardewa di Sumatera Selatan berkat program inovatif Pesona Tani Dewa (Pertanian Sustainable, Optimal, dan Adaptif Petani Pagardewa) yang dilaksanakan di Desa Pagardewa, Lubai Ulu, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Program ini hadir sebagai solusi atas rendahnya pendapatan petani karet, produktivitas kebun yang menurun dan ancaman kebakaran lahan.

Selain itu, Pertagas OKA, salah satu area operasi Pertagas menjalankan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Inovasi yang dilakukan yaitu PERSOFEXT (Personal Fire Extinguisher) yang mampu menurunkan penggunaan air sebesar 4m³, Inovasi Pipa Distribusi WTP desa Karya Jaya yang telah mengurangi timbunan sampah sebesar 0,01038 Ton, serta Industrial Wipes sebagai pengganti kain majun yang dapat mengurangi timbulan limbah B3 sebesar 34,2 kg per tahun.

“PGN Group berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hidup dan merangkul masyarakat sebagai mitra strategis dalam menggerakan ekonomi secara lebih inklusif. Hal ini juga menjadi bagian dari kontribusi aktif PGN untuk tumbuh bersama masyarakat seiring dengan keberlanjutan lingkungan yang terjaga untuk generasi masa depan,” tutup Arief.***

Sido Muncul Lakukan Penyegaran Direksi, Bidik Kinerja Lebih Optimal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melakukan penyegaran jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4).

Dalam forum tersebut, perseroan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun dari kinerja tahun buku 2025.

Direktur Utama Irwan Hidayat menegaskan bahwa perubahan susunan direksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.

“Perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan,” ujarnya.

Ia kini memimpin jajaran direksi bersama David Hidayat, Maria Reviani, Budiyanto, dan Darmadji Sidik. Manajemen meyakini komposisi baru tersebut akan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan perusahaan.

“Dengan komposisi baru ini, kami optimistis kinerja perusahaan akan semakin baik dan adaptif terhadap perubahan,” katanya.

Dari sisi kinerja, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp4,08 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih mencapai Rp1,23 triliun dengan marjin operasi sebesar 38 persen dan marjin bersih 30 persen.

Manajemen menyebut capaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan global, mulai dari pola konsumsi masyarakat yang lebih selektif hingga fluktuasi nilai tukar.

Meski demikian, perusahaan mampu menjaga stabilitas usaha dan profitabilitas. Kinerja ekspor turut menjadi penopang, dengan pertumbuhan mencapai 31 persen dan kontribusi sebesar 9 persen terhadap total penjualan.

Produk Sido Muncul kini telah menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan sebagai bentuk kesinambungan pengawasan.

Posisi Komisaris Utama tetap dijabat Jonatha Sofjan Hidajat bersama Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati Wijono, Lindawati Gani, serta Mohammad Adib Khumaidi.

Manajemen berharap sinergi antara direksi dan komisaris terus terjaga guna memperkuat tata kelola perusahaan yang baik.

Ke depan, prospek bisnis 2026 dinilai tetap konstruktif seiring membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan.***

UNDIP Gandeng Universitas Tiongkok, Luncurkan Program Double Degree Teknik Kimia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kerja sama akademik internasional dengan Beijing University of Chemical Technology (BUCT) melalui program double degree di bidang Teknik Kimia.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Agreement on Double Degree Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UNDIP dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kualitas pendidikan berbasis standar internasional.

Program double degree tersebut mengusung skema 2+2, di mana mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama di UNDIP dan melanjutkan dua tahun berikutnya di BUCT dengan kurikulum terintegrasi dari kedua institusi.

Rektor UNDIP, Suharnomo, menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Untuk menjadi universitas berkelas dunia, kemitraan global menjadi kunci dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga membuka peluang luas untuk pengembangan riset bersama, pertukaran dosen, serta transfer teknologi.

“Melalui program double degree ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman akademik lintas negara yang memperkaya wawasan global, meningkatkan daya saing, serta membentuk kompetensi lulusan yang adaptif,” imbuhnya.

Sementara itu, Vice President BUCT, Wang Feng, menyambut positif kesepakatan tersebut. Ia menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperdalam hubungan akademik kedua institusi.

“Penandatanganan program double degree ini menjadi pencapaian penting dalam memperdalam kerja sama antar universitas. Lebih dari sekadar kesepakatan akademik, ini adalah komitmen bersama untuk mencetak talenta unggul di bidang teknik kimia dengan perspektif internasional,” katanya.

Menurutnya, program ini tidak hanya menyelaraskan kurikulum, tetapi juga memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Ke depan, BUCT berharap kolaborasi dapat diperluas ke bidang riset, pertukaran dosen, serta integrasi antara dunia akademik dan industri.

Dalam implementasinya, kedua universitas sepakat untuk saling mengakui kredit akademik dan memberikan gelar sarjana dari masing-masing institusi bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh pimpinan kedua universitas dan perwakilan fakultas, dilanjutkan dengan sesi diskusi pengembangan program ke depan.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan serta delegasi dari kedua institusi. Dari pihak UNDIP, hadir Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto; Direktur Reputasi, Kemitraan dan Konektivitas Global Hadiyanto; serta Dekan Fakultas Teknik Jamari beserta jajaran.

Sementara dari BUCT, turut hadir sejumlah pimpinan fakultas dan pengelola program internasional.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung lintas negara, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknik kimia yang siap menghadapi tantangan global.***

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah navigasi Darmawan, kinerja lingkungan PLN juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan.

Capaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

“Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta (7/4).

Menurut Hanif, PROPER berperan sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau.

Ia menambahkan bahwa penganugerahan ini turut mendorong kinerja industri untuk melampaui standar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan.

Ia menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, ke depan PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca, mulai dari dekarbonisasi, hingga pengembangan pembangkit EBT. Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025.

Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.

Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.***