spot_img

Warga Permata Puri Semarang Tuntut Keadilan, Kejati Jateng Diminta Tangani dengan Serius

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah resmi mengambil alih penanganan dugaan korupsi pembelokan alur Sungai Beringin yang diadukan warga Perumahan Permata Puri Semarang.

Pengacara warga korban tanah ambles, Okky Nurindra Wicaksono SH MH, mengungkapkan bahwa awalnya laporan tersebut ditujukan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang.

“Kami selalu mengawal proses laporan tersebut. Kami sudah menghadap Kasi Pidsus Kejari Kota Semarang untuk menanyakan tindak lanjut aduan dari Pak Achmad (Achmad Subaidi, warga Perumahan Permata Puri) terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pengembang. Dari Kejari, kami mendapat informasi bahwa perkara ini telah ditarik oleh Kejati Jateng untuk dilanjutkan penanganannya,” ujar Okky pada Selasa (28/1/2025).

Baca juga:  Hari Ini, 2 Paslon Capres-Cawapres Daftar untuk Pilpres 2024 ke KPU

Dugaan korupsi yang dipersoalkan, menurut Okky, adalah adanya pengurukan aliran Sungai Beringin tanpa izin dari pemerintah berwenang. Setelah sungai tersebut diuruk, lahan yang terbentuk kemudian dipetak-petak menjadi kavling perumahan dan dijual kepada masyarakat.

Baca juga:  PLN Terus Tingkatkan Sinergi dengan Ombudsman Jawa Tengah

Meski perkara ini kini berada di Kejati Jateng, Okky menegaskan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan pemindahan penanganan kasus, selama kasus tersebut ditangani secara serius.

“Ditarik Kejati, prinsip kami tidak masalah. Baik di Kejaksaan Negeri, Kejaksaan Tinggi, atau bahkan Kejaksaan Agung, yang terpenting perkara ini tetap ditangani serius. Harapan kami kasus ini diusut tuntas, terutama terkait dugaan tindak pidana korupsi. Kami juga menduga ada pihak-pihak dari instansi pemerintah yang turut terlibat, seperti Pemkot dan BPN (Badan Pertanahan Nasional) terkait penerbitan izin dan sertifikat. Bagaimana mungkin dalam peta area tersebut masih tercatat sebagai sungai, tetapi sertifikat tanah bisa diterbitkan?” jelasnya.

Baca juga:  Aksi Vandalisme ke KA Terulang, KAI Daop 4 Minta Dukungan Masyarakat untuk Cegah

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini