SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang berhasil meraih predikat Utama, peringkat tertinggi dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, kepada Wali Kota Semarang, Agustina, di Jakarta, Jumat (8/8).
Predikat ini menandai Kota Semarang sebagai salah satu dari 22 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil mencapai tingkat tertinggi penilaian KLA tahun ini. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Semarang bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, melainkan pengingat akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam membangun kota ramah anak.
“Kota kita bukan hanya layak huni, tetapi juga layak dicintai,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menekankan bahwa program KLA kini telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sehingga upaya mewujudkan kota layak anak merupakan prioritas nasional.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras semua pihak.
“Predikat Utama ini adalah bukti nyata kerja keras kita bersama. Namun, ini bukanlah akhir, melainkan dorongan untuk terus berinovasi demi pemenuhan hak dan perlindungan anak,” katanya.
Agustina berharap, Kota Semarang dapat terus menjadi kota yang tidak hanya layak huni, tetapi juga menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk tumbuh, bermain, dan berkembang menuju masa depan gemilang.



