spot_img

Disinformasi Produk, Irwan Hidayat Pilih Dialog dan Edukasi

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, memilih pendekatan edukatif dalam merespons berbagai serangan terhadap produk di media sosial. Ia menilai, langkah tersebut lebih efektif dibandingkan menempuh jalur hukum.

Irwan mengungkapkan, setiap kali muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber serta motif di balik konten tersebut.

Baca juga:  IUP SCU Hadirkan Kesempatan Belajar di Kelas Internasional untuk Calon Mahasiswa Baru

“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujarnya saat Kampanye Menabung Saham di Agrowisata Sido Muncul, Senin (30/3).

Ia menyebut, mayoritas pelaku bukan pihak berkepentingan, melainkan netizen yang sekadar mencari perhatian. Bahkan, tidak sedikit di antaranya merupakan pengguna produk Sido Muncul sendiri.

“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingannya,” katanya.

Baca juga:  4 Hari Masa Angkutan Nataru, Daop 4 Semarang Berangkatkan 89 Ribu Penumpang

Irwan menegaskan, pihaknya tidak gegabah membawa persoalan ke ranah hukum. Ia lebih memilih berdialog langsung guna memberikan pemahaman kepada pihak terkait.

“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya saat menyebarkan informasi. Menurutnya, verifikasi menjadi hal penting sebelum membagikan konten ke publik.

Baca juga:  Upaya Normalisasi Jalur Membuahkan Hasil, Jalur KA Hulu Semarang Tawang - Alastua Dapat Dilalui KA dengan Lokomotif Biasa

“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.

Pendekatan edukatif ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga citra perusahaan. Selain mampu meredam potensi konflik, cara tersebut juga mendorong peningkatan literasi digital di masyarakat. ***

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini