spot_img

Pasar Murah Keliling Jadi Andalan Pemkot Semarang Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang melakukan tinjauan lapangan guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) di sejumlah titik strategis.

Tinjauan yang dilakukan belum lama ini menyasar Pasar Peterongan, Superindo Sriwijaya, hingga Pasar Karangayu guna melihat langsung dinamika harga di tingkat pedagang maupun ritel.

Baca juga:  Polda Jateng dan Jajaran Siap Laksanakan Pengamanan Perayaan Idul Fitri

“Dua pusat perbelanjaan ya. Satu di pasar Peterongan, dan sekarang kita di Superindo. Kalau harga beras, rata-rata masih normal ya,” ujar Agustina saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela pantauan.

Meski komoditas beras terpantau stabil, Agustina menyoroti adanya lonjakan signifikan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, serta fluktuasi pada harga telur.

Tingginya permintaan masyarakat menjelang lebaran disinyalir menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga tersebut di pasar.

Baca juga:  Pertama Kali Tampil di Kota Semarang, Honda Tampilkan Honda STEP WGN e:HEV dan Honda e:N1 di GIIAS Semarang 2024

“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Cabai, ini tadi ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Saya minta supaya melakukan hal yang diperlukan untuk intervensi menurunkan harga cabai,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa tingginya harga di pasar tradisional dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Agustina menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk memperkuat intervensi melalui program pasar murah keliling guna memberikan alternatif belanja dengan harga yang lebih terjangkau bagi warga.

Baca juga:  KAI Daop 4 Semarang Putuskan Larang Ngabuburit si Perlintasan Kereta Api

“Pasar murah keliling kita lakukan dengan berbagai stakeholder yang ada di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga dan memberikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Siap-siap ya dengan panggilan pasar murah dan intervensi,” pungkasnya.(Adv)

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini