spot_img

CSR JNE Bantu Gratis Ongkir, Petani Mojogedang Kini Mampu Bersaing di Jakarta

KARANGANYAR (Pertamanews.id) – Panen yang melimpah akan memberikan nilai lebih bagi petani apabila didukung akses pasar dan distribusi yang memadai.

Hal itulah yang dirasakan Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, yang kini mampu memperluas pemasaran beras organik berkat dukungan distribusi dari JNE.

Penggerak Poktan Tani Mulyo, Hasyim Ashari, mengatakan kelompok taninya telah mengembangkan berbagai jenis beras berkualitas sejak 2013.

Namun, kualitas produk saja belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Tantangan terbesar justru terletak pada pemasaran dan biaya distribusi yang membuat harga jual menjadi kurang kompetitif.

Selama bertahun-tahun, Poktan Tani Mulyo telah memiliki pelanggan tetap hingga Jakarta. Meski demikian, konsumen kerap mengeluhkan harga beras yang dinilai lebih tinggi dibanding produk sejenis dari daerah lain.

Baca juga:  Bicara Ekonomi Kawasan, Mbak Ita Nilai Semarang Barat Sebagai Kawasan yang Miliki Multiplier Effect

Menurut Hasyim, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya ongkos kirim yang akhirnya dibebankan kepada konsumen.

“Kalau ongkos kirim ditanggung produsen, tentu akan mengurangi keuntungan petani. Tetapi kalau dibebankan ke konsumen, harga jual menjadi lebih mahal,” ujar Hasyim.

Solusi atas persoalan tersebut hadir melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) JNE. Sejak Maret 2026, JNE memberikan fasilitas pengiriman gratis dari Mojogedang menuju Jakarta sehingga harga beras yang diterima konsumen menjadi lebih terjangkau.

“Kalau kita flashback, kami sudah menampung hasil panen petani sejak 2013. Namun kerja sama dengan JNE baru dimulai pada Maret 2026. Bantuan ini benar-benar membantu kami,” kata Hasyim.

Kerja sama itu bermula ketika Hasyim bertemu perwakilan JNE dalam sebuah forum diskusi. Saat itu ia menyampaikan kendala distribusi yang selama ini dihadapi petani. Salah satu pelanggan mereka, Nadya Pratiwi, pemilik Warung Nasi Peda Pelangi di kawasan SCBD Jakarta, juga menjadi penghubung hingga akhirnya komunikasi dengan JNE terjalin.

Baca juga:  Meriahkan Peringatan HUT Ke-79 KAI dengan Promo Tiket Diskon 79 Persen

“Dari JNE akhirnya memberikan CSR berupa bebas ongkir dari Mojogedang ke Jakarta. Masalah harga yang selama ini dikeluhkan konsumen akhirnya bisa teratasi,” jelasnya.

Dampak kerja sama tersebut langsung dirasakan para petani. Jika sebelumnya pengiriman hanya berkisar 700 kilogram hingga 1 ton dalam sekali kirim, kini volume pengiriman meningkat menjadi 1,5 hingga 2 ton, dengan frekuensi pengiriman rata-rata dua kali setiap bulan.

“Setelah mengenal JNE, pesanan terus meningkat. Sekarang sekali kirim bisa mencapai 1,5 sampai 2 ton,” ungkap Hasyim.

Peningkatan permintaan tersebut tidak hanya membuka pasar yang lebih luas, tetapi juga memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani di Mojogedang.

Baca juga:  Lapas Plantungan Adakan Penyuluhan Hukum Bersama Josant And Friend's Law Firm

Branch Business Partner JNE Solo, Riki Yulianto, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung petani lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada petani lokal sekaligus upaya menggerakkan perekonomian daerah. Harapannya masyarakat juga bisa memperoleh beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Riki menjelaskan, sejak April 2026 JNE secara rutin memfasilitasi pengiriman beras organik Poktan Tani Mulyo ke Jakarta. Dalam setiap pengiriman, rata-rata sekitar satu ton beras dikirim melalui program CSR tersebut.

“Hingga hari ini kami sudah melakukan delapan kali pengiriman untuk membantu pendistribusian beras dari Kelompok Tani Mulyo Karanganyar,” tutupnya.

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini