spot_img

Sriboga dan UNNES Bangun Ekosistem UMKM Modern, Bekali Pelaku Usaha dengan Ilmu dan Teknologi

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Sriboga Flour Mill memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kolaborasi bersama Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Sinergi ini diwujudkan dalam kegiatan pemberdayaan UMKM bertema “Knowledge, Experience, dan Go Digital” yang digelar di Ruang Prof. Soedartono, Gedung Dekanat Fakultas Teknik UNNES, Selasa (28/7/2026).

Sebagai salah satu perusahaan produsen tepung terigu yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, PT Sriboga Flour Mill terus memperluas kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah maupun swasta untuk meningkatkan kapasitas UMKM binaannya.

Melalui program pemberdayaan UMKM, Sriboga tidak hanya memberikan edukasi terkait penggunaan produk, tetapi juga mendorong pelaku usaha agar memiliki kemampuan lebih dalam mengembangkan bisnis, mulai dari inovasi produk, manajemen usaha, pemasaran, keuangan, hingga pemanfaatan teknologi digital.

General Manager Commercial PT Sriboga Flour Mill, Rike Sundari S.Si, MBA mengatakan, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting karena perusahaan memiliki keterbatasan dalam pengembangan kapasitas UMKM secara menyeluruh.

“Tujuan kami adalah bagaimana UMKM binaan tidak hanya menjadi pengguna produk, tetapi bisa tumbuh bersama dengan Sriboga. Karena itu kami berkolaborasi dengan pihak yang memiliki kapasitas dalam pengembangan ilmu dan pengetahuan, salah satunya perguruan tinggi,” ujarnya.

Baca juga:  Pemkab Rembang Selenggarakan Vaksin PIN Polio 15-21 Januari 2024

Marketing Manager PT Sriboga Flour Mill, Maria Wuri Handayani menambahkan, kerja sama dengan perguruan tinggi telah berjalan selama dua tahun dengan menggandeng sejumlah kampus di berbagai daerah, seperti UNNES, UGM, UNDIP, UNAIR, UB, UNSOED, UNIMMA, IPB, hingga UTM.

Menurutnya, melalui kolaborasi tersebut UMKM mendapatkan pembelajaran yang lebih luas, tidak hanya mengenai aplikasi produk tepung terigu, tetapi juga berbagai ilmu pendukung agar usaha dapat berkembang.

“UMKM tidak hanya membutuhkan inovasi produk, tetapi juga pengetahuan tentang manajemen usaha, keuangan, digitalisasi, dan branding. Semua itu menjadi bekal agar UMKM bisa naik kelas,” jelasnya.

Saat ini, Sriboga telah membina sekitar 3.500 UMKM yang tersebar di berbagai wilayah mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Bali.

Selain pelatihan bisnis, Sriboga juga menghadirkan program Sriboga UKM Kelas yang memberikan pembelajaran terkait manajemen usaha, keuangan, digitalisasi, hingga pengembangan produk.

Kegiatan di UNNES ini juga menghadirkan seminar, sharing bisnis, dan baking demo sebagai bentuk penguatan keterampilan pelaku UMKM. Dalam sesi seminar, peserta mendapatkan materi “Keamanan Pangan pada Produk Berbasis Tepung Terigu” yang disampaikan Dosen Fakultas Teknik UNNES, Dr. Ir. Siti Fathonah, M.Kes, serta materi “Rahasia Dapur Bisnis: Sukses ala Gotri Bakery” oleh owner Gotri Bakery, Prihatin, S.Sos.I.

Baca juga:  Nikmati Promo "January Journey" di UP-PEAK Hotel Semarang Dari Konsep Warmindo Serta Hanya Rp.425.000 Dapat Kamar Superior!

Selain itu, Chef Rudi Nasrudin dari Sriboga Customer Center Semarang turut memberikan baking demo dengan menghadirkan resep inovatif Éclaire dan Feuilletine Choco Banana Cake.

Kegiatan tersebut bertujuan membuka wawasan UMKM dalam menciptakan produk baru yang sesuai tren pasar.

Dari sisi akademisi, UNNES menyambut baik kerja sama tersebut sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Dekan Fakultas Teknik UNNES, Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam mendukung pertumbuhan industri melalui pengembangan sumber daya manusia, riset, dan pendampingan masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri. Mahasiswa serta dosen dapat berkontribusi melalui inovasi, riset produk, pendampingan UMKM, hingga pengembangan kompetensi sumber daya manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman industri melalui program magang maupun keterlibatan dalam pengembangan produk pangan.

Baca juga:  Badko LPQ Jateng Dorong Kemenag Jadikan LPQ sebagai Program Prioritas Nasional

“Mahasiswa Tata Boga memiliki kompetensi dalam pengolahan makanan, sehingga kerja sama ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membantu UMKM meningkatkan kualitas produk,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran PT Sriboga Flour Mill, di antaranya Rike Sundari S.Si, MBA selaku GM Commercial, Maria Wuri Handayani selaku Marketing Manager, Beny Fajar Apriyanto selaku National Sales Manager, Agus Surono selaku Regional Business Manager Area Central 1, serta Ahmad Mukholil selaku Kepala Divisi Pemberdayaan UMKM.

Dari UNNES hadir Prof. Dr. Wirawan Sumbodo, M.T., Rusiyanto, S.Pd., M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Bisnis, Riset, dan Kerja Sama, Octavianti Paramita, S.Pd., M.Sc., para dosen, civitas akademika Fakultas Teknik, serta pelaku UMKM wilayah Semarang Raya dan sekitarnya.

Melalui kolaborasi industri dan perguruan tinggi ini, PT Sriboga Flour Mill dan UNNES berharap UMKM mampu meningkatkan kemampuan bisnis, memperluas pasar, serta berkembang menjadi usaha yang lebih modern, inovatif, dan berdaya saing.***

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini