spot_img
Beranda blog

Kongres SneX 2026 Jadi Sorotan, Muchamad Lutfi Al Farizi Muncul sebagai Figur Pembaharu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – ​Bursa calon pemimpin kelompok suporter fanatik PSIS Semarang, SneX (Semarang Extreme) periode 2026-2029 kian memanas.

Pemilihan punggawa atau Ketua Umum SneX sendiri akan berlangsung 17 Mei 2026 melalui gelaran Konggres di Aula Balaikota Semarang.

Yang menarik adalah munculnya nama Muchamad Lutfi Al Farizi sebagai kandidat Ketua Umum. Sosok ini diharapkan banyak kalangan bisa membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi komunitas suporter di Kota Atlas.

​Lutfi, yang merupakan sosok berpengalaman di jajaran pengurus SneX periode 2023-2026, memantapkan diri untuk maju dengan membawa visi besar: menjadikan SneX sebagai organisasi suporter yang solid, cerdas, beretika, dan berbudaya.

​Tidak hanya modal semangat di atas tribun, Lutfi memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng.

Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) dengan IPK 3,8 ini membuktikan figur suporter masa kini adalah mereka yang mampu memadukan intelektualitas dengan loyalitas tanpa batas kepada klub kebanggaan, PSIS Semarang.

​Selama masa jabatannya di kepengurusan sebelumnya, Lutfi dikenal sebagai “arsitek” di balik manajemen massa dan administrasi organisasi yang rapi.

Ia terbukti piawai dalam mengelola database anggota, perizinan, hingga menjaga hubungan harmonis dengan pihak eksternal dan manajemen klub.

​Membawa Misi “Suporter Modern”

​Dalam pernyataannya, Lutfi menegaskan SneX ke depan harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi klub, tapi juga bagi masyarakat Semarang dan lingkungan sepak bola nasional.

​”Kami ingin membangun ekosistem di mana dukungan kepada PSIS dilakukan dengan sportivitas tinggi, tanpa kekerasan, dan menolak rasisme. SneX harus menjadi kebanggaan Kota Semarang,” tegas Lutfi dalam visi-misinya.

​Salah satu poin revolusioner yang ia usung adalah pembangunan Ekosistem Ekonomi Kolektif.

Lutfi berencana mewadahi potensi dan bakat anggota SneX ke dalam bentuk usaha kreatif guna menopang kemandirian finansial organisasi.

​Fokus Kedisiplinan dan Kreativitas

​Jika terpilih, Lutfi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas koordinasi tribun dan koreografi yang selama ini menjadi identitas Semarang Extreme.

Dengan bekal keahlian problem solving dan crisis management, ia siap menghadapi tantangan manajemen konflik yang sering terjadi di dunia suporter.

​”SneX harus lebih solid, kreatif, dan tertib. Citra positif adalah harga mati agar kita bisa menjadi mitra strategis bagi klub dan memberikan teror mental yang sportif bagi lawan di stadion,” tambahnya.

​Kini, mata seluruh pendukung PSIS Semarang tertuju pada proses pemilihan ini. Apakah tangan dingin Lutfi Al Farizi akan membawa SneX ke era baru yang lebih profesional? Menarik untuk ditunggu. (***)

Tolak Angin Gandeng PERDAMI Gelar Operasi Katarak Gratis di Kapuas Hulu

0

PUTUSSIBAU (Pertamanews.id) — Di tengah masih banyaknya warga kurang mampu yang belum terjangkau layanan operasi mata, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk Tolak Angin kembali menggelar operasi katarak gratis di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (8/5/2026).

Dalam aksi sosial tersebut, Tolak Angin bekerja sama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kalimantan Barat membantu operasi untuk 100 mata pasien dengan total bantuan senilai Rp150 juta.

Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro, Paulus Miki, S.Farm.

Penyerahan turut disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Sudarso, S.Pd., MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Triwati, S.P., M.Si., serta Ketua PERDAMI Cabang Kalimantan Barat dr. Wisudawan Abdullah, Sp.M.

Irwan Hidayat menegaskan, operasi katarak gratis menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum bisa menjalani operasi meski telah ada program BPJS.

“Kalau seseorang kehilangan penglihatan, maka 50 persen kualitas hidupnya ikut hilang. Karena itu kami terus berupaya membantu masyarakat melalui operasi katarak gratis,” ujar Irwan Hidayat.

Ia menyebut, sejak 2011 Sido Muncul bersama PERDAMI telah membantu lebih dari 58 ribu operasi mata di berbagai daerah di Indonesia. Namun angka penderita katarak yang belum tertangani dinilai masih cukup besar.

“Kami bersyukur masih bisa terus berbakti melalui operasi katarak gratis. Tapi kami juga tahu masih begitu banyak masyarakat yang belum mendapatkan operasi. Karena itu kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan,” katanya.

Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, pihak rumah sakit, AMCF, dan PERDAMI yang mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, rumah sakit, AMCF, dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap para pasien yang telah menjalani operasi dapat kembali melihat dengan lebih baik dan menjalani aktivitas secara normal.

“Semoga para pasien yang dioperasi hari ini dapat melihat dunia dengan lebih baik lagi dan kualitas hidupnya meningkat. Saya berharap semuanya sehat,” tutup Irwan Hidayat.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga aktif menjalankan berbagai program sosial lain seperti operasi bibir sumbing gratis dan penanganan stunting.

Perusahaan bahkan berencana memperluas program sosial untuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).***

NIMATS 2026 UNNES Perluas Partisipasi, Libatkan LPK Pemagangan Jepang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Lomba Akademik NIMATS Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 kembali digelar sebagai wadah pengembangan kemampuan bahasa Jepang bagi pelajar.

Mengusung tema 夕暮に光、睡蓮咲く (Yuugure ni Hikari Suiren Saku) yang berarti “indahnya teratai melepas senja”, kegiatan ini merepresentasikan semangat transisi menuju masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan dan kompetisi.

Rangkaian lomba yang menjadi bagian dari festival budaya Jepang Nihon Matsuri ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di kampus Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Semarang.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Musyafa’ Mudzakir Sa’id, menjelaskan bahwa ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi diri bagi pelajar yang menekuni bahasa Jepang.

“Lomba Akademik Bahasa Jepang NIMATS kami harapkan dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengukur dan mengembangkan kemampuan bahasa Jepang mereka. Tahun ini, kami juga memperluas partisipasi dengan melibatkan peserta dari LPK agar pengalaman kompetisi semakin beragam dan bermakna,” ujarnya.

Adapun kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Lomba Cerdas Cermat Bahasa Jepang (LCC), Kana Taikai (baca tulis huruf kana), serta lomba pidato berbahasa Jepang.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa SMA/SMK serta peserta dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dosen pembina kegiatan, Dwi Puspitosari, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa NIMATS telah menjadi agenda tahunan yang dinanti sekaligus memiliki nilai strategis dalam pengembangan pembelajaran bahasa Jepang.

“Lomba Akademik bahasa Jepang NIMATS yang diselenggarakan setiap tahun ini diharapkan menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar dalam membuktikan kemampuan dan pengetahuan tentang Jepang. Mulai tahun ini, kami juga mengajak partisipasi aktif dari LPK pemagangan ke Jepang sebagai bagian dari pelajar bahasa Jepang di jalur nonformal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan diharapkan mampu menciptakan tantangan positif bagi pelajar, guru, maupun instruktur dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang.

“Semoga langkah ini mendorong peningkatan kompetensi dan pengembangan diri, baik di pendidikan formal maupun nonformal,” imbuhnya.

Dalam kompetisi tahun ini, sejumlah sekolah dan lembaga pelatihan berhasil meraih prestasi. Pada kategori Lomba Cerdas Cermat (LCC), SMAN 1 Yogyakarta keluar sebagai juara pertama, disusul SMAN 5 Semarang di posisi kedua, dan SMKN 1 Pringapus di posisi ketiga.

Sementara itu, pada kategori Kana Taikai, Nathania Filia Renata dari SMA Ciputra Kasih Semarang meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Marchel Ridho Maulana dari SMAN 10 Semarang, dan juara ketiga diraih Daniel Jastin Manuela Tunggal dari SMK Wishuda Karya Kudus.

Pada kategori pidato bahasa Jepang, Febrian Ristianto dari LPK Global Bahtera College berhasil meraih juara pertama, diikuti Muh Salman dari lembaga yang sama sebagai juara kedua, serta Muhammad Iqbal dari LPK Shiawase Lestari Indonesia sebagai juara ketiga.

Dengan terselenggaranya NIMATS 2026, UNNES kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong pengembangan kompetensi global, khususnya dalam bidang bahasa dan budaya Jepang.

Ajang ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi dan membuka peluang di kancah internasional.***

Tolak Angin Masih Jadi Primadona, Penjualannya Stabil dan Terus Tumbuh

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ekspansi pasar dan inovasi produk menjadi fokus utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam menjaga pertumbuhan bisnis herbal nasional.

Di tengah tren gaya hidup sehat berbasis bahan alami yang terus meningkat, perusahaan optimistis produk herbal Indonesia masih memiliki peluang besar berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional.

Saat ini, produk unggulan Tolak Angin masih mendominasi pasar herbal nasional dengan penguasaan sekitar 72 persen market share.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Sido Muncul sebagai salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk DR (HC) Irwan Hidayat mengatakan, keberhasilan perusahaan bertahan di tengah ketatnya persaingan tidak lepas dari pengalaman panjang dalam memahami perilaku pasar dan kebutuhan konsumen.

“Saya tahu market itu seperti apa dan saya tahu apa yang saya lakukan,” ujar Irwan, di Semarang, Jumat (8/5).

Menurutnya, kekuatan utama Sido Muncul terletak pada kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dijaga secara konsisten melalui riset dan uji klinis.

Hal tersebut membuat produk herbal perusahaan tetap memiliki permintaan tinggi di pasaran.

Irwan menilai kondisi pasar herbal sebenarnya sangat dipengaruhi stabilitas ekonomi dan sentimen publik.

Selama kondisi ekonomi berjalan baik dan tidak muncul isu negatif, permintaan masyarakat terhadap produk herbal akan tetap stabil.

“Kalau tidak ada berita negatif dan ekonomi tetap berjalan baik, demand biasanya tetap kuat,” katanya.

Selain memperkuat pasar nasional, Sido Muncul kini agresif memperluas ekspor ke sejumlah negara seperti China dan India.

Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pasar produk kesehatan berbasis herbal yang dinilai terus berkembang di tingkat global.

“Perusahaan menilai peluang produk herbal Indonesia di pasar internasional masih sangat besar, terutama untuk produk kesehatan berbasis bahan alami,” kata Irwan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perusahaan juga menyiapkan inovasi produk baru yang dijadwalkan meluncur pada Agustus mendatang.

Meski belum mengungkap detailnya, Irwan memastikan produk tersebut telah dipersiapkan dengan matang.

“Kalau saya membuat sesuatu, saya harus yakin produk itu pasti laku,” katanya.

Kinerja positif Sido Muncul turut dirasakan para distributor dan pedagang grosir di berbagai daerah. Permintaan produk Tolak Angin disebut masih stabil bahkan terus meningkat, termasuk di pusat perdagangan besar seperti Pasar Beringharjo Yogyakarta.

“Penjualannya masih bagus dan permintaannya terus meningkat,” ujar Bintoro, pedagang grosir di Pasar Beringharjo.

Dengan dominasi pasar yang tetap kuat, ekspansi ekspor yang terus berjalan, serta inovasi produk baru yang segera diluncurkan, Sido Muncul optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia di pasar internasional.***

Donor Darah Bersama PMI, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Perkuat Komitmen CSR Kesehatan

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) — Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan donor darah bertema “Berbagi Darah, Berbagi Kehidupan” pada Rabu (6/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Gambuh Function Room hotel setempat.

Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan delapan kantong darah yang berasal dari karyawan serta jajaran manajemen hotel.

Meski jumlah pendonor masih terbatas, aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Denny Jatnika, mengatakan kegiatan donor darah ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan hotel maupun masyarakat sekitar.

“Ini adalah langkah awal kami. Satu kantong darah bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa. Artinya, hari ini kita telah membantu memberi harapan bagi banyak orang. Ke depan, kami akan mengajak lebih banyak staf, tamu, dan masyarakat untuk bergabung dalam kegiatan donor darah berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo, Ririn, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan pihak hotel dalam mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Kulon Progo.

“Setiap kantong darah sangat berarti, terutama untuk golongan darah langka. Kami berterima kasih kepada Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta atas kepeduliannya melalui program ini dan siap mendukung agar kegiatan selanjutnya dapat menjangkau lebih banyak pendonor,” katanya.

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola oleh Swiss-Belhotel International. Hotel ini memiliki 166 kamar dengan berbagai fasilitas berstandar internasional, seperti restoran, lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, hingga rooftop lounge dengan panorama hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh.

Lokasinya juga strategis karena hanya sekitar tujuh menit dari Yogyakarta International Airport.
Informasi terkait pemesanan kamar dan promo lainnya dapat diperoleh melalui akun Instagram @swissbelhotelairportjogja atau facebook Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dan situs resmi swiss-belhotel.com.***

Di Hadapan Mahasiswa FK Unnes, Irwan Hidayat Tegaskan Jamu Siap Masuk Dunia Medis Modern

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) — Transformasi jamu Indonesia menuju panggung kesehatan modern menjadi sorotan dalam kunjungan industri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK Unnes) ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang membagikan perjalanan panjang industri herbal Indonesia, mulai dari akar tradisional hingga strategi digital untuk membawa jamu masuk ke ranah medis modern.

Di hadapan para calon dokter, Irwan menegaskan bahwa tren dunia kini mulai kembali melirik pengobatan berbasis alam atau back to nature setelah puluhan tahun didominasi obat sintetis.

Ia mengawali paparannya dengan mengulas sejarah farmasi dunia sejak 1897, saat ilmuwan Jerman Felix Hoffmann berhasil menciptakan Aspirin dari senyawa salisin pohon willow.

“Sebelum 1897, semua obat berasal dari alam. Aspirin menjadi sintesa obat pertama yang sukses dan sejak itu dunia perlahan meninggalkan obat alami karena obat kimia dianggap lebih cepat dan praktis,” ujar Irwan.

Namun menurutnya, perubahan tren global membuka peluang besar bagi kebangkitan jamu Indonesia, asalkan dibarengi pendekatan ilmiah yang kuat dan mampu diterima dunia medis.

Irwan mengungkapkan, tantangan terbesar industri herbal bukan lagi soal bahan baku, melainkan validasi ilmiah dan birokrasi regulasi internasional yang panjang serta mahal.

Karena itu, Sido Muncul memilih langkah percepatan melalui pengembangan Sido Herbalpedia, sebuah portal literatur berbasis riset yang dirancang menjadi pusat edukasi herbal bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi jembatan antara pengetahuan tradisional dan pendekatan medis modern berbasis data.

“Kita tidak bisa hanya menunggu proses bertahun-tahun. Kalau semua harus menunggu lisensi formal dengan biaya besar, inovasi akan berjalan lambat. Maka kami melakukan uji pra-klinis mandiri untuk membuktikan manfaat herbal secara nyata,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah produk seperti Sambiroto dan Temulawak yang kini terus diuji melalui pendekatan riset cepat namun tetap akurat.

“Kalau hasilnya tidak signifikan, kami langsung evaluasi dan mencari formula baru. Jadi yang kami bangun bukan sekadar klaim, tetapi keyakinan ilmiah berbasis hasil,” tambahnya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi, Irwan juga membagikan sisi personal perjalanan hidupnya yang jarang diketahui publik.

Ia mengaku masa kecilnya dipenuhi berbagai penyakit berat, mulai dari malaria yang tak terdeteksi selama berbulan-bulan, gangguan ginjal, hingga depresi dan fobia kesehatan.

Kondisi tersebut bahkan membuat berat badannya sempat turun drastis hingga 32 kilogram.
Pengalaman panjang melawan sakit itulah yang kemudian membentuk pandangannya tentang pentingnya hidup sehat, pengendalian pola makan, hingga praktik autophagy atau puasa intermiten.

“Dulu saya sering sakit-sakitan. Tapi saya belajar, selain menjaga tubuh, kontribusi kepada orang lain juga menjadi obat terbaik. Karena itu Sido Muncul harus bisa memberi manfaat dan inspirasi bagi masyarakat,” kenangnya.

Cerita tersebut membuat suasana diskusi terasa lebih emosional. Para mahasiswa tidak hanya mendapat wawasan tentang industri herbal, tetapi juga pelajaran tentang ketekunan, inovasi, dan semangat hidup dari salah satu tokoh besar industri jamu nasional.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari FK Unnes kepada Irwan Hidayat, dilanjutkan sesi foto bersama di kawasan pabrik Sido Muncul yang dikenal mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan.

Melalui kunjungan ini, FK Unnes berharap kolaborasi antara dunia akademik dan industri herbal nasional semakin erat, sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia sebagai bagian penting dari kedaulatan kesehatan nasional.***

JNE Borong Dua Penghargaan Bergengsi 2026, Bukti Dominasi di Era Digital dan Ketangguhan Merek

0

JAKARTA (Pertamanews.id) — Kinerja konsisten dan inovasi berkelanjutan kembali mengantarkan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) ke panggung prestasi nasional.

Perusahaan logistik terkemuka ini sukses meraih dua penghargaan bergengsi sekaligus, yakni Golden Brand of The Year 2026 dengan predikat Excellent serta Indonesia Digital Popular Brand Award 2026 untuk kategori jasa pengiriman.

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang apresiasi yang diinisiasi oleh Infobrand.id bersama Tras N Co Indonesia dan IMFocus Digimarketing Consultant, yang digelar di Lumire Hotel & Convention Center, Jakarta, pada 28 April 2026.

Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh CEO Tras N Co Indonesia Tri Raharjo dan CEO Media Infobrand Group Susilowati Ningsih, serta diterima oleh Media Communication Department Head JNE, Kurnia Nugraha.

Marketing Group Head JNE, Eri Palgunadi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi energi baru bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan memperkuat layanan kepada pelanggan.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga motivasi bagi kami untuk terus berkembang. JNE akan terus berkomitmen menghadirkan inovasi serta memperkuat peran dalam menghubungkan kebahagiaan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Indonesia Digital Popular Brand Award (IDPBA) 2026 diberikan kepada merek-merek yang berhasil membangun popularitas dan kepercayaan publik melalui platform digital.

Penilaian dilakukan berdasarkan riset Indonesia Digital Popular Brand Index periode November 2025 hingga Januari 2026, dengan tiga indikator utama: performa mesin pencari, aktivitas media sosial, serta kekuatan website resmi.

Keberhasilan JNE meraih penghargaan ini menegaskan posisinya sebagai salah satu brand paling dipercaya oleh masyarakat di era digital, khususnya dalam layanan pengiriman.

Tak hanya unggul secara digital, JNE juga dinilai mampu menjaga eksistensi merek dalam jangka panjang. Penghargaan Golden Brand of The Year 2026 diberikan atas konsistensi perusahaan selama lebih dari 25 tahun dalam menghadapi dinamika bisnis.

Penilaian dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni keberadaan merek (brand existence), dampak merek (brand impact), serta inovasi bisnis (business innovation).

JNE dinilai berhasil mempertahankan relevansi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

Eri menambahkan, selama 35 tahun perjalanan, JNE terus bergerak bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Komitmen kami tidak hanya pada pelayanan terbaik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Kami ingin terus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Dalam setiap operasionalnya, JNE konsisten mengusung semangat “Connecting Happiness” yang berlandaskan nilai berbagi, memberi, dan menyantuni. Filosofi ini diwujudkan melalui berbagai program sosial, olahraga, budaya, hingga edukasi komunitas.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pelanggan, tetapi juga bagi karyawan dan masyarakat secara keseluruhan.

Dengan torehan dua penghargaan ini, JNE semakin menegaskan perannya sebagai perusahaan logistik yang tidak hanya kuat secara bisnis, tetapi juga relevan, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat di era digital.***

PGN Dukung Pengembangan CNG, Tekankan Kesiapan dan Kajian Menyeluruh

0

MAKASSAR (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (“PGN”) menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah dalam mendorong diversifikasi energi nasional, termasuk pengembangan pemanfaatan Compressed Natural Gas (“CNG”).

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber energi domestik, di tengah dinamika harga energi global yang fluktuatif.

Area Head PGN Kawasan Timur Indonesia, Fuad Hamzah, menjelaskan bahwa wacana pemanfaatan CNG untuk berbagai segmen, termasuk rumah tangga, masih dalam tahap pembahasan dan kajian bersama pemerintah serta pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, berbagai aspek teknis dan operasional masih perlu dimatangkan, mulai dari skema distribusi, kesiapan infrastruktur, hingga model pemanfaatan yang paling sesuai bagi masyarakat.

“PGN pada prinsipnya mendukung upaya pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi gas bumi. Namun, implementasinya memerlukan kajian menyeluruh agar dapat berjalan secara efektif, aman, dan berkelanjutan,” ujar Fuad, Selasa (5/5/2026).

PGN menegaskan bahwa pengembangan CNG bukan semata sebagai pengganti energi tertentu, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas pemanfaatan gas bumi domestik.

Sebagai perusahaan dengan pengalaman dalam pengelolaan gas bumi, PGN telah memiliki kapabilitas distribusi baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti CNG dan LNG.

Saat ini, PGN didukung oleh infrastruktur CNG berupa 14 SPBG/Mother Station dan 4 Mobile Refueling Unit (“MRU”), serta telah melayani berbagai segmen pelanggan mulai dari transportasi, komersial, hingga industri di berbagai wilayah.

Di sisi lain, pemerintah terus mengkaji potensi pemanfaatan CNG sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan penguatan kemandirian energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (“ESDM”) Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan bahwa pemanfaatan CNG telah mulai diterapkan di beberapa sektor dan tengah dikembangkan lebih lanjut untuk berbagai kebutuhan energi.

PGN memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan guna mendukung kebijakan energi nasional sesuai dengan kapasitas dan kesiapan yang dimiliki.***

Irma Suryani Pastikan Program MBG Berjalan Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat

0

OKI (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan Komisi IX bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kepada masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan sosialisasi kali ini dilaksanakan di Desa Suka Mulya, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, pada Sabtu, (2/4).  

Dalam kegiatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani yang hadir sebagai pembicara utama menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya.

“Program ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan gizi masyarakat. Kita ingin memastikan anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa,” ujar Irma.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dalam implementasi program agar berjalan sesuai ketentuan.

“Saya menekankan pentingnya pengawasan yang baik. Jika terdapat pelaksana yang tidak menjalankan tugas dengan baik, tentu akan ada evaluasi dan tindakan tegas, karena program ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irma mendorong agar program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari masyarakat setempat.

“Program ini harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, dengan melibatkan potensi lokal. Dengan begitu, selain meningkatkan gizi, kita juga membantu menggerakkan perekonomian desa,” tambahnya.

Program MBG memiliki tujuan yang luas, mulai dari peningkatan gizi, pendidikan, pengentasan kemiskinan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, guru, dan tokoh masyarakat, untuk berperan aktif dalam menyukseskan program MBG agar tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Irma Suryani mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan program ini. “Mari kita jaga bersama pelaksanaan program ini agar berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Keberhasilan program ini adalah keberhasilan kita bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang lebih baik,” pungkasnya.***

Libur Panjang Hari Buruh, KAI Daop 4 Semarang Layani 126 Ribu Lebih Pelanggan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Hari Buruh Nasional yang bertepatan dengan akhir pekan, yakni pada 1 hingga 3 Mei 2026.

Selama periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang telah melayani sebanyak 126.239 pelanggan, dengan rincian 62.037 pelanggan berangkat dan 64.202 pelanggan tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 4 Semarang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat sudah terlihat sejak hari pertama libur panjang.

“Puncak keberangkatan penumpang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026 dengan jumlah mencapai 23.506 pelanggan. Sementara itu, puncak kedatangan terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026 dengan total 27.918 pelanggan tiba di wilayah Daop 4 Semarang,” ujar Luqman.

Ia menambahkan bahwa angka tersebut masih berpotensi mengalami perubahan seiring proses finalisasi data setelah seluruh perjalanan kereta api selesai.

Stasiun Utama Masih Jadi Titik Pergerakan Penumpang

Selama periode libur panjang ini, beberapa stasiun besar di wilayah Daop 4 Semarang masih menjadi simpul utama pergerakan penumpang, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan.

Adapun stasiun dengan volume penumpang tertinggi antara lain:

  • Stasiun Semarang Tawang: 19.309 penumpang naik, 20.791 penumpang turun
  • Stasiun Semarang Poncol: 15.162 penumpang naik, 15.721 penumpang turun
  • Stasiun Tegal: 7.407 penumpang naik, 7.676 penumpang turun
  • Stasiun Pekalongan: 5.506 penumpang naik, 5.318 penumpang turun
  • Stasiun Pemalang: 3.090 penumpang naik, 3.113 penumpang turun

Dukungan Kapasitas Angkutan Selama Libur Panjang

Untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Daop 4 Semarang setiap harinya mengoperasikan rata-rata 34 perjalanan kereta api jarak jauh, dengan kapasitas tempat duduk yang disediakan mencapai 21.128 tempat duduk per hari.

Kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya KAI dalam memastikan ketersediaan layanan transportasi yang memadai, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur panjang nasional.

Kereta Ekonomi Dukung Akses Wisata Antar Kota

Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, layanan kereta api kelas ekonomi masih menjadi pilihan utama pelanggan, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan pendek antar kota.

Sejumlah kereta api ekonomi yang menjadi favorit pelanggan di antaranya:

• KALIGUNG
• AMBARAWA EKSPRES
• AIRLANGGA
• KAMANDAKA
• JOGLOSEMARKERTO
• KEDUNG SEPUR
• MENOREH
• BANYUBIRU
• BLORA JAYA

Ketersediaan layanan tersebut turut mendukung konektivitas menuju berbagai destinasi wisata di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, seperti kawasan heritage Kota Lama Semarang, pesisir utara Jawa, hingga destinasi budaya di wilayah Solo dan Yogyakarta.

Peran Kereta Api dalam Mendorong Pariwisata

KAI Daop 4 Semarang melihat momentum libur panjang tidak hanya sebagai peningkatan mobilitas masyarakat, namun juga sebagai peluang dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata daerah.

Kemudahan akses transportasi yang ditawarkan kereta api menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata, baik ke destinasi unggulan maupun daerah penyangga.

“KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sehingga dapat mendukung aktivitas masyarakat sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah,” tambah Luqman.

Komitmen Layanan dan Imbauan kepada Pelanggan

Selama masa libur panjang ini, KAI Daop 4 Semarang tetap mengoperasikan perjalanan kereta api sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

KAI juga mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk:

  • Datang lebih awal ke stasiun
  • Memastikan jadwal perjalanan sesuai dengan tiket
  • Mematuhi seluruh ketentuan perjalanan yang berlaku