spot_img
Beranda blog

Temani Malam di Jakarta, Rooms Inc Sudirman Sajikan Menu Comfort Food Lewat “The Late Shift”

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Ketika aktivitas Jakarta mulai mereda, sebagian orang justru baru memiliki waktu untuk bersantai. Momen setelah jam kerja menjadi kesempatan untuk menikmati hidangan, bertemu teman, atau sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Menangkap kebiasaan tersebut, ARTOTEL Group menghadirkan “The Late Shift”, sebuah campaign kuliner yang dirancang untuk menemani berbagai aktivitas masyarakat di penghujung hari.

Melalui program tersebut, Rooms Inc Sudirman Jakarta menawarkan sejumlah menu yang dinilai sesuai untuk dinikmati setelah aktivitas seharian. Pilihan hidangan yang tersedia antara lain Gultik dengan harga Rp65.000 nett, Grilled Chicken Ramen Rp75.000 nett, Steak & Egg Ramen Rp89.000 nett, serta Congee with Homemade Chili Oil seharga Rp45.000 nett.

Sementara untuk pilihan minuman, tersedia Crush Koffie & Cream dengan harga Rp45.000 nett.

Hotel Manager Rooms Inc Sudirman Jakarta, M. Iqbal, mengatakan kehadiran “The Late Shift” tidak hanya ditujukan sebagai pilihan bersantap malam, tetapi juga sebagai ruang bagi para tamu untuk menikmati waktu dengan lebih santai.

“Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan pilihan kuliner yang dapat menemani para tamu setelah aktivitas seharian. Baik untuk berkumpul, menikmati hidangan, maupun sekadar bersantai, kami berharap setiap sajian dapat menjadi bagian dari cerita di penghujung hari,” ujar M. Iqbal.

Menurutnya, suasana setelah aktivitas harian dapat menjadi waktu yang tepat untuk memperlambat ritme sejenak, menikmati makanan, sekaligus menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

“The Late Shift” kini sudah dapat dinikmati di Rooms Inc Sudirman Jakarta. Informasi mengenai menu dan pemesanan dapat diperoleh melalui WhatsApp di 08118608787.

Tak Sekadar Menginap, Rooms Inc Sudirman Jakarta Tawarkan Paket “Booked for The Bowl”

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Rooms Inc Sudirman Jakarta menghadirkan paket menginap terbaru bertajuk “Booked for The Bowl”, sebuah penawaran yang memadukan akomodasi dengan pengalaman kuliner dalam satu paket.

Program tersebut menyasar tamu yang menginginkan pengalaman menginap praktis sekaligus mendapatkan pilihan kuliner selama berada di Jakarta.

Melalui paket “Booked for The Bowl”, tamu mendapatkan kesempatan menginap selama satu malam di Incredible 20 Room. Paket tersebut juga mencakup satu porsi Chicken Ramen dan Ice Tea, serta sarapan untuk dua orang.

Tidak hanya itu, tamu juga memperoleh welcome drink saat melakukan check-in dan potongan harga 10 persen untuk makanan dan minuman (F&B) selama periode menginap.

Konsep tersebut membuat tamu dapat menikmati waktu beristirahat sekaligus mencicipi sajian kuliner tanpa harus keluar dari area hotel. Perpaduan antara akomodasi dan kuliner menjadi bagian dari upaya Rooms Inc Sudirman Jakarta menghadirkan pengalaman menginap yang praktis namun tetap memberikan nilai tambah.

Hotel Manager Rooms Inc Sudirman Jakarta, M. Iqbal, mengatakan paket tersebut dihadirkan untuk memberikan alternatif pengalaman menginap yang lebih lengkap bagi para tamu.

“Melalui Booked for The Bowl, kami ingin memberikan pengalaman menginap yang praktis sekaligus memberikan nilai tambah bagi para tamu. Kami berharap perpaduan akomodasi dan kuliner ini dapat melengkapi kebutuhan tamu, baik untuk perjalanan bisnis maupun rekreasi di Jakarta,” ujar Iqbal.

Dengan konsep modern dan dinamis, “Booked for The Bowl” menjadi salah satu pilihan paket yang ditawarkan Rooms Inc Sudirman Jakarta bagi tamu yang ingin menggabungkan kebutuhan akomodasi dengan pengalaman kuliner dalam satu kunjungan.

Informasi lebih lanjut mengenai paket dan reservasi dapat diperoleh melalui WhatsApp 0811-8608-787.

Kejati Jateng Berbagi untuk Negeri di Nusakambangan, Kajati Teguh dan IAD Kunjungi dan Gelar Baksos untuk Warga Binaan

0

CILACAP (Pertamanews.id) – Di balik tembok lembaga pemasyarakatan Pulau Nusakambangan, kehidupan terus berjalan. Ada mereka yang sedang menjalani masa pidana, ada pula yang tengah belajar kembali menata masa depan melalui berbagai program pembinaan.

Suasana itu terasa ketika Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Tengah Ariastuti Teguh Subroto dan jajaran hadir menyapa warga binaan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (15/9).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kedinasan. Teguh datang untuk melihat lebih dekat proses pembinaan sekaligus berbagi perhatian dan kebahagiaan bersama warga binaan melalui kegiatan bakti sosial.

Kajati Jateng Teguh Subroto mengatakan, kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian Kejaksaan kepada warga binaan sekaligus bentuk dukungan terhadap proses pembinaan yang sedang mereka jalani.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga binaan. Kami ingin menyapa, berbagi, sekaligus memberikan semangat agar mereka tetap mengikuti proses pembinaan dengan baik. Harapannya, berbagai keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Bagi warga binaan, perhatian semacam itu memiliki makna tersendiri. Di tengah masa yang harus dijalani dan berbagai keterbatasan kehidupan di dalam lapas, sapaan, kepedulian, serta dorongan untuk terus memperbaiki diri menjadi bagian penting dari proses menuju kehidupan berikutnya.

Teguh bersama rombongan kemudian meninjau program pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Nusakambangan. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tambak Sidat Nusakambangan, salah satu lokasi kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan.

Di tempat tersebut, aktivitas terlihat berbeda dari gambaran umum tentang kehidupan di balik lembaga pemasyarakatan. Warga binaan tidak hanya menjalani rutinitas, tetapi juga belajar bekerja, mengembangkan keterampilan, dan mengenal proses usaha yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Koordinator Wilayah Nusakambangan dan Cilacap, Irfan, menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian memang diarahkan untuk membangun kemampuan warga binaan agar memiliki bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Irfan.

Dalam kunjungan tersebut, Kejati Jawa Tengah bersama IAD Wilayah Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga binaan serta para pekerja di Tambak Sidat Nusakambangan.

Bantuan itu menjadi bagian dari kegiatan “Berbagi untuk Negeri”, sekaligus rangkaian kepedulian sosial dalam momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kejati Jateng.

“Bakti sosial ini menjadi wujud kepedulian bersama sekaligus memberikan motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dengan baik,” tuturnyaa.

Pertemuan di Nusakambangan itu memperlihatkan sisi lain dari proses penegakan hukum. Bahwa setelah seseorang menjalani konsekuensi hukum, tetap ada proses panjang untuk membangun kembali kesiapan dirinya sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, pembinaan tidak hanya berbicara mengenai keterampilan. Di dalamnya ada harapan, disiplin, kesempatan memperbaiki diri, dan keyakinan bahwa kehidupan setelah masa pidana masih dapat ditata dengan lebih baik.

Kunjungan Teguh Subroto bersama IAD Wilayah Jawa Tengah dan jajaran pun menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kejaksaan dan Pemasyarakatan.

Di Nusakambangan, pesan itu hadir secara sederhana, penegakan hukum tetap berjalan, tetapi kepedulian terhadap manusia yang sedang menjalani proses pembinaan juga tidak boleh ditinggalkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Tindak Pidana Khusus Ade Hermawan, SH, MH, Asisten Pengawasan Andhie Fajar Arianto, SH, MH, Asisten Pembinaan Anik Anifah, SH, MH, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Dr. Setiyowati, SH, MH, serta Kepala Bagian Tata Usaha Deddy Agus Oktavianto, SH, MH.

Temani Waktu Setelah Kerja, Kongsi Rasa ARTOTEL Harmoni Jakarta Hadirkan “The Late Shift”

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Harmoni Jakarta melalui Kongsi Rasa menghadirkan “The Late Shift”, campaign kuliner yang menawarkan pilihan hidangan dan minuman untuk menemani masyarakat menikmati waktu setelah aktivitas sehari-hari berakhir.

Campaign ini menyasar berbagai momen, mulai dari berkumpul bersama teman setelah jam kerja, menikmati hidangan di malam hari, hingga bersantai sembari berbincang sebelum mengakhiri aktivitas.

Melalui “The Late Shift”, Kongsi Rasa menghadirkan sejumlah menu yang memadukan comfort food dengan kreasi bercita rasa eksploratif.

Beberapa pilihan menu yang tersedia antara lain Grilled Chicken Ramen dengan harga Rp75.000++, Congee with Homemade Chili Oil Rp50.000++, dan GulTik Rp95.000++.

Sementara untuk pilihan minuman, pengunjung dapat menikmati Apple Truffle seharga Rp128.000++, Bird in The Jungle dan Black Tee masing-masing Rp100.000++, Spy Spice Rp100.000++, serta Crush Koffie & Cream Rp45.000++.

General Manager ARTOTEL Harmoni Jakarta, Arbiter Gerhard, mengatakan “The Late Shift” dihadirkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat menikmati waktu setelah aktivitas sehari-hari selesai.

“Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan tempat yang nyaman untuk menikmati momen setelah hari selesai, baik untuk berkumpul bersama teman, menikmati hidangan, maupun sekadar memberikan waktu untuk diri sendiri. Karena setiap malam punya ceritanya sendiri,” ujar Arbiter.

Campaign “The Late Shift” dapat dinikmati masyarakat di Kongsi Rasa, ARTOTEL Harmoni Jakarta, hingga 20 September 2026.

Informasi lebih lanjut mengenai pilihan menu dan pemesanan dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 0819 3285 6111.

PDSI Didorong Jadi Induk Bisnis Drilling dalam Streamlining Pertamina

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Serikat Pekerja Pertamina Persada IV (SP Persada IV) mendorong agar rencana streamlining bisnis drilling Pertamina diarahkan untuk memperkuat PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) sebagai induk bisnis drilling nasional.

SP Persada IV menilai langkah tersebut penting untuk memastikan bisnis strategis di sektor pengeboran tetap berada dalam penguasaan negara sekaligus memperkuat kapasitas nasional dalam mendukung kegiatan hulu migas.

Ketua SP Persada IV, Solikin, mengatakan PDSI memiliki pengalaman dan kompetensi yang telah dibangun selama puluhan tahun. Kapasitas tersebut mencakup operasi pengeboran, teknologi dan engineering, standar keselamatan, hingga pengembangan sumber daya manusia.

“PDSI memiliki pengalaman dan kompetensi yang dibangun dalam waktu panjang. Kemampuan tersebut merupakan aset strategis negara yang harus dijaga. Ketika pemerintah melakukan streamlining, orientasinya jangan hanya menyederhanakan struktur perusahaan, tetapi juga memastikan kemampuan strategis yang sudah dimiliki negara semakin kuat,” ujar Solikin.

Menurutnya, streamlining tetap dapat dilakukan sepanjang mampu menciptakan organisasi yang lebih efektif tanpa mengurangi penguasaan negara terhadap bisnis strategis.

Karena itu, SP Persada IV mendorong PDSI menjadi induk dalam konsolidasi bisnis drilling Pertamina. Dengan skema tersebut, integrasi dan efisiensi bisnis dapat dilakukan sekaligus mempertahankan kendali negara terhadap kemampuan strategis di bidang pengeboran.

Sorotan SP Persada IV terutama muncul terhadap opsi yang menempatkan PDSI di bawah PT Elnusa Tbk. Sebagai perusahaan terbuka dengan struktur kepemilikan yang tidak sepenuhnya berada di tangan negara, posisi Elnusa sebagai induk bisnis drilling dinilai perlu dikaji secara menyeluruh.

Solikin mengatakan perubahan struktur tersebut berpotensi mempengaruhi ruang kendali negara terhadap aset, investasi, teknologi, serta arah pengembangan kemampuan drilling nasional.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya siapa yang menjadi induk secara administratif, tetapi bagaimana struktur tersebut mempengaruhi penguasaan dan kendali negara atas kemampuan drilling nasional. Ketika bisnis strategis bagi hulu migas ditempatkan di bawah perusahaan yang tidak 100 persen dikuasai negara, tentu ada konsekuensi strategis yang harus dikaji secara serius,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemandirian energi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi migas. Kemampuan nasional dalam menguasai rantai pendukung produksi juga menjadi bagian penting dari ketahanan energi.

Atas dasar itu, konsolidasi bisnis drilling dinilai perlu diarahkan pada penguatan PDSI sebagai entitas yang sepenuhnya berada dalam penguasaan negara.

“Jika konsolidasi memang diperlukan, PDSI dapat diperkuat sebagai induk bisnis drilling. Dengan begitu, efisiensi dan integrasi bisnis tetap dapat dicapai tanpa mengurangi posisi negara dalam mengendalikan kemampuan strategis di bidang pengeboran,” katanya.

SP Persada IV berharap setiap opsi streamlining dikaji secara komprehensif. Kajian tersebut dinilai perlu mempertimbangkan efisiensi korporasi, penguasaan negara, kepentingan strategis sektor energi, keberlanjutan kompetensi nasional, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Efisiensi tetap penting, tetapi jangan sampai penyederhanaan struktur justru mengurangi kapasitas strategis yang telah dibangun negara selama bertahun-tahun. Kami berharap streamlining menghasilkan PDSI yang lebih kuat, terintegrasi, dan mampu menjadi tulang punggung kemampuan drilling nasional,” pungkas Solikin.

SP Persada IV menilai penataan bisnis Pertamina dapat menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional dengan memastikan aset, teknologi, serta kompetensi strategis di sektor drilling tetap berada dalam kendali negara.***

Lebih dari 50 Varian, Joyday Dorong Pertumbuhan Bisnis Es Krim lewat Jaringan Distributor

0

JAKARTA (Pertamanews.id) — PT Yili Indonesia Dairy terus memperkuat pertumbuhan bisnis es krim Joyday di Indonesia dengan memperluas kolaborasi bersama distributor dan mitra penjualan.

Strategi tersebut salah satunya diwujudkan melalui program apresiasi bagi mitra wisata yang berhasil mencapai target penjualan Joyday. Dua destinasi wisata di Jawa Tengah, yakni Desa Wisata Lembah Asri Serang dan Purbasari Pancuran Mas, menjadi penerima apresiasi atas pencapaian tersebut.

Desa Wisata Lembah Asri Serang mendapatkan apresiasi berupa satu unit Daihatsu Gran Max. Sementara Purbasari Pancuran Mas memperoleh satu unit Mitsubishi Xpander.

Program apresiasi tersebut diberikan oleh distributor sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian target sekaligus upaya memperkuat hubungan jangka panjang dengan mitra penjualan.

Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, mengatakan keberadaan distributor dan mitra penjualan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan Joyday di tengah persaingan pasar es krim Indonesia.

“Bagi YILI, distributor dan mitra penjualan memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan Joyday di Indonesia. Mereka bukan hanya membantu memperluas jangkauan produk, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem yang memastikan Joyday dapat hadir di berbagai momen keseharian konsumen, termasuk saat mereka menikmati waktu bersama keluarga di tempat wisata,” ujar Yu Miao.

Menurut dia, apresiasi terhadap mitra juga menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi dan komitmen yang diberikan dalam mendukung pertumbuhan Joyday.

“Kami mengapresiasi inisiatif distributor dalam memberikan penghargaan kepada mitra yang telah menunjukkan pencapaian baik dan komitmen kuat dalam mendukung pertumbuhan Joyday,” katanya.

Direktur PT Sinergi Makin Maju, Stefany Dharmawan, mengatakan kedua mitra wisata tersebut dinilai berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan.

PT Sinergi Makin Maju merupakan distributor resmi produk es krim Joyday untuk wilayah Banyumas dan sekitarnya.

“Kami memberikan apresiasi kepada Desa Wisata Lembah Asri Serang dan Purbasari Pancuran Mas karena keduanya berhasil mencapai target yang telah diberikan. Bagi kami, pencapaian ini menunjukkan komitmen yang kuat dari para mitra dalam menghadirkan Joyday kepada konsumen,” ujar Stefany.

Ia menambahkan, program tersebut sekaligus menjadi bentuk terima kasih kepada mitra atas kerja sama yang telah terjalin.

“Program apresiasi ini juga menjadi bentuk terima kasih kami atas kerja sama yang telah berjalan dengan baik,” katanya.

Bagi mitra wisata, penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan operasional di kawasan wisata.

Owner Purbasari Pancuran Mas, Junjung, mengatakan satu unit Mitsubishi Xpander yang diterima diharapkan dapat menunjang aktivitas operasional sekaligus memperkuat kerja sama dengan distributor dan Joyday.

“Kami berterima kasih atas apresiasi yang diberikan melalui program ini. Penghargaan berupa 1 unit Mitsubishi Xpander tentu menjadi dukungan yang sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam menunjang kebutuhan operasional di Purbasari Pancuran Mas,” ujarnya.

Menurut Junjung, dukungan tersebut juga menjadi motivasi untuk terus memberikan pengalaman terbaik kepada pengunjung.

“Kerja sama ini juga menjadi dorongan bagi kami untuk terus memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung dan mendukung pertumbuhan Joyday di kawasan wisata kami,” katanya.

Kolaborasi antara produsen, distributor, dan mitra penjualan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas penetrasi Joyday, terutama melalui kanal penjualan yang dekat dengan aktivitas konsumen.

Selain destinasi wisata, Joyday juga terus memperluas ketersediaan produknya melalui pasar modern, pasar tradisional, serta berbagai titik penjualan lainnya.

Saat ini, Joyday disebut telah menjangkau konsumen di lebih dari 400 kota yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Produk yang ditawarkan juga terus berkembang dengan portofolio lebih dari 50 varian dalam tujuh kategori.

Dengan jaringan distribusi yang semakin luas dan penguatan kolaborasi bersama mitra, Yili Indonesia Dairy optimistis Joyday dapat mempertahankan pertumbuhan di pasar es krim nasional.

Ke depan, perusahaan menilai sinergi dengan distributor dan mitra penjualan akan tetap menjadi bagian penting dalam mendekatkan produk kepada konsumen sekaligus memperkuat posisi Joyday di berbagai wilayah Indonesia.

Dukung Pengembangan 59.990 SR Jargas di Surabaya dan Gresik, PGN Perluas Edukasi Gas Bumi melalui City Gas Tour 2026

0

SURABAYA (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menggelar City Gas Tour 2026 di Kota Lama Surabaya, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PGN memperluas edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi sekaligus mendorong masyarakat menggunakan energi yang lebih praktis, aman, dan ramah lingkungan.

City Gas Tour di Surabaya sekaligus mendukung upaya PGN dalam memperluas jaringan gas bumi (jargas). PGN menargetkan pembangunan jargas baru yang dapat melayani sekitar 59.990 sambungan rumah (SR) di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik pada periode 2025–2026.

Setelah sebelumnya digelar di Sidoarjo dan Probolinggo, City Gas Tour 2026 di Surabaya diramaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari Fun Run, Pound Fit, lomba joget India, hingga bazar makanan. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga dan komunitas yang ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III, Hedi Hedianto, mengatakan bahwa City Gas Tour menjadi salah satu upaya PGN untuk terus memperkenalkan GasKita kepada masyarakat.

“City Gas Tour adalah ikhtiar kami untuk terus mempromosikan dan mengenalkan GasKita kepada masyarakat. GasKita merupakan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk rumah tangga di perumahan-perumahan dan usaha kecil yang ada di wilayah operasional PGN,” kata Hedi.

Hedi berharap kehadiran City Gas Tour dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gas bumi sebagai salah satu pilihan energi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Gas bumi adalah energi bersih yang tersedia 24 jam. Energi ini berasal dari bumi Indonesia sendiri, tidak impor, dan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya maupun wilayah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Area Head PGN Surabaya, Arief Nurrachman, menambahkan bahwa edukasi dalam City Gas Tour tidak hanya mengenai pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga, sektor komersial, UMKM, hingga industri, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan keselamatan dalam penggunaan gas bumi. Selain itu, PGN mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga infrastruktur gas bumi yang berada di lingkungan sekitar.

Arief mengungkapkan bahwa saat ini jumlah pengguna gas bumi di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik mencapai sekitar 61.000 pelanggan. Jumlah tersebut mencakup pelanggan rumah tangga, komersial, maupun industri.

Pembangunan jaringan gas bumi dilakukan dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Surabaya serta para pemangku kepentingan terkait. PGN juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan jaringan.

“Kami berharap seluruh masyarakat Kota Surabaya bisa menyambut gembira proses pengembangan jargas dan dapat berlangganan gas PGN. Mengingat gas bumi merupakan energi bersih, ramah lingkungan, efektif, dan efisien,” ujar Arief.

Untuk tahun ini, pembangunan jaringan gas bumi menyasar sejumlah wilayah di Surabaya, meliputi Surabaya Timur, Surabaya Tengah, Surabaya Barat, serta sebagian wilayah Surabaya Utara.

Antusiasme masyarakat terhadap rencana perluasan jaringan tersebut juga cukup tinggi. Hingga Agustus 2026, PGN mencatat telah menerima sekitar 36.000 formulir minat berlangganan atau permintaan pemasangan jaringan gas bumi dari masyarakat.

Bagi masyarakat yang telah menggunakan gas bumi, kemudahan dan kepraktisan menjadi salah satu alasan memilih energi tersebut.

Sindy Wahyudi, warga Jojoran, Surabaya, yang hadir dalam kegiatan City Gas Tour di Kota Lama Surabaya, mengaku telah menggunakan gas bumi selama sekitar satu tahun. Menurutnya, penggunaan gas bumi membuat aktivitas memasak menjadi lebih praktis karena tidak perlu khawatir kehabisan gas.

“Kami merasakan manfaat dari penggunaan gas bumi, lebih murah dan praktis. Kami tidak lagi mengalami kebingungan karena kehabisan gas, terutama kalau malam hari. Selain itu, lebih safety,” ujar Sindy.

Ia juga mengatakan bahwa selama menggunakan gas bumi, aliran gas di rumahnya berjalan tanpa kendala.

Pengalaman serupa disampaikan Maria, warga Rungkut Menanggal Harapan, Surabaya. Ia menilai penggunaan gas bumi memberikan kenyamanan karena praktis dan tidak merepotkan.

“Menggunakan gas bumi sangat nyaman, praktis, aman, dan ekonomis. Yang paling penting, sebagai pengguna kita tidak was-was kehabisan gas, apalagi saat malam hari,” ujarnya.

Program City Gas Tour 2026 digelar di empat wilayah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Probolinggo. Sidoarjo dan Probolinggo telah lebih dahulu menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan. Setelah Surabaya, rangkaian City Gas Tour 2026 akan dilanjutkan ke Bojonegoro.

Dalam pelaksanaan City Gas Tour di Surabaya, PGN juga menggandeng berbagai komunitas. Salah satu kegiatan yang mendapat perhatian adalah Fun Run Night yang diikuti hampir 500 peserta dari sejumlah komunitas, termasuk komunitas Mandarin dan Bollywood.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, City Gas Tour tidak hanya menjadi sarana edukasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan serta keamanan gas bumi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PGN untuk membangun kedekatan dan memperkuat kebersamaan dengan masyarakat.***

Satu Dekade Gets Premiere Semarang, Perayaan Dikemas dengan Olahraga dan Kepedulian

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Memasuki satu dekade perjalanan, Gets Premiere Semarang menggelar rangkaian kegiatan Road to 10th Anniversary dengan mengusung tema “Beyond 10”.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari perayaan 10 tahun Gets Premiere Semarang sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat, tamu, partner, komunitas, serta berbagai pihak yang selama ini turut mendukung perjalanan hotel tersebut.

Sejumlah kegiatan digelar dengan mengedepankan semangat kebersamaan, kesehatan, dan gaya hidup aktif. Agenda tersebut meliputi Fun Walk 5K, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga Fun Run yang akan menjadi acara puncak perayaan ulang tahun ke-10 Gets Premiere Semarang.

Salah satu kegiatan yang telah berlangsung yakni Fun Walk 5K yang diikuti lebih dari 350 peserta dari berbagai kalangan.

Para peserta menempuh jarak sekitar 5 kilometer dengan rute yang melintasi kawasan ikonik Kota Lama Semarang. Selain menjadi kegiatan olahraga bersama, agenda tersebut juga memberikan kesempatan bagi peserta menikmati suasana kawasan heritage Kota Lama dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian Gets Premiere Semarang terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mendorong kesadaran untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat.

General Manager Gets Premiere Semarang, Rusli Arsyad, mengatakan peringatan satu dekade hotel tidak ingin hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum untuk berbagi dan tumbuh bersama masyarakat.

“Memasuki usia ke-10, kami ingin anniversary ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk berbagi dan tumbuh bersama. Melalui Road to 10th Anniversary, kami ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan pengalaman positif sekaligus manfaat bagi masyarakat,” ujar Rusli.

Menurutnya, tema “Beyond 10” menjadi semangat bagi Gets Premiere Semarang untuk terus berkembang serta meningkatkan pelayanan dan pengalaman bagi para tamu.

“Tema Beyond 10 menjadi semangat bagi kami untuk terus berkembang dan memberikan pelayanan serta pengalaman yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Rangkaian Road to 10th Anniversary selanjutnya akan ditutup dengan Fun Run sebagai acara puncak perayaan satu dekade Gets Premiere Semarang.

Kegiatan tersebut akan memadukan olahraga, hiburan, dan kebersamaan. Melalui agenda itu, Gets Premiere Semarang berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat dan komunitas di Kota Semarang.

Menginjak usia satu dekade, Gets Premiere Semarang tidak hanya menjadikan momentum tersebut sebagai refleksi perjalanan selama 10 tahun, tetapi juga sebagai pijakan untuk melanjutkan perjalanan dengan semangat memberikan pengalaman terbaik bagi tamu, partner, komunitas, dan masyarakat.

Semarak Haornas, MORA Group Satukan Karyawan dalam MORA Cup 2026

0

SURABAYA (Pertamanews.id) – MORA Group membuka MORA Cup 2026 sebagai ajang olahraga internal yang mempertemukan karyawan dari berbagai unit hotel dan mitra perusahaan. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026.

MORA Cup 2026 menjadi ajang olahraga internal pertama yang digelar MORA Group. Selain kompetisi, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kebersamaan, membangun relasi antarkaryawan, sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas di lingkungan perusahaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcoming Dinner di Savoria Restaurant, LAMORA Kota Lama Surabaya, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kontingen dari MORAZEN Surabaya, MORAZEN Yogyakarta, Grand Qin Hotel Banjarbaru, Qin Hotel Banjarbaru, LAMORA Kota Lama Surabaya, LAMORA Sagan Yogyakarta, serta WIT.ID yang berada di Bandung, Jakarta, dan Surabaya sebagai mitra perusahaan MORA Group.

Para peserta datang dari sejumlah kota, yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, hingga Banjarbaru. Mereka dipertemukan dalam suasana informal untuk saling mengenal dan membangun kedekatan sebelum mengikuti rangkaian pertandingan.

MORA Cup juga dirancang sebagai kegiatan yang inklusif. Seluruh karyawan mendapat kesempatan untuk berpartisipasi tanpa membedakan jabatan maupun level pekerjaan.

“Melalui MORA Cup, kami ingin mengingatkan bahwa sebuah perusahaan tidak hanya dibangun melalui target dan pencapaian bisnis, tetapi juga melalui hubungan antarmanusia yang kuat. Ketika berada di lapangan, tidak ada batasan jabatan. Kita hadir sebagai satu keluarga, membawa semangat, usaha, dan kebanggaan yang sama untuk MORA Group,” ujar Founder & CEO MORA Group, Andhy Irawan.

Pada malam pembukaan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai alur pertandingan dan ketentuan kompetisi. MORA Cup 2026 mempertandingkan tiga cabang olahraga, yakni padel, bulu tangkis, dan catur.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026 di Zuper Padel Sidoarjo.
Tak hanya olahraga, suasana Welcoming Dinner turut diisi kompetisi karaoke antarkontingen. Kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus ruang bagi para peserta untuk menunjukkan kreativitas dan keberanian di luar rutinitas pekerjaan.

Kompetisi karaoke menghadirkan Citra Permata, figur di industri hiburan Surabaya, sebagai juri tamu.

“Saya senang melihat sebuah perusahaan memberikan ruang bagi karyawannya untuk tampil, berekspresi, dan saling mendukung,” ungkap Citra.

Sementara itu, General Manager LAMORA Kota Lama Surabaya, Hari Wibowo, mengaku bangga dapat menjadi tuan rumah Welcoming Dinner dan menyambut seluruh kontingen MORA Cup 2026.

“Savoria menjadi meja bersama bagi keluarga besar MORA Group malam ini. Kami berharap setiap peserta merasa diterima, semakin mengenal satu sama lain, dan membawa semangat kebersamaan tersebut hingga ke arena pertandingan,” tuturnya.

Melalui MORA Cup 2026, MORA Group berharap budaya kolaborasi yang telah terbangun antarkaryawan dan antarunit semakin kuat.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi pengalaman bersama yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih solid, sehat, sportif, dan penuh kebersamaan.***

PWI Surakarta Dilantik, Akhmad Munir Ingatkan Wartawan Hadapi Hoaks dan Teknologi Deepfake

0

SURAKARTA (Pertamanews.id) – Suasana hangat menyelimuti The Sunan Hotel Solo, Sabtu (12/9/2026) malam. Momentum penting bagi dunia jurnalistik di Solo Raya berlangsung ketika Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, resmi melantik jajaran pengurus PWI Surakarta masa bakti 2026–2031.

Sri Hartanto dipercaya memimpin PWI Surakarta untuk periode lima tahun ke depan. Kepengurusan tersebut memiliki wilayah kerja yang mencakup kawasan Solo Raya, yakni Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Klaten, dan Boyolali.

Pelantikan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah serta Forkopimda dari berbagai daerah di wilayah Solo Raya.

Bagi PWI Surakarta, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda organisasi. Kota Solo memiliki tempat khusus dalam perjalanan sejarah pers Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengingatkan bahwa PWI lahir di Kota Solo pada 9 Februari 1946. Organisasi tersebut dibentuk melalui pertemuan para wartawan pejuang yang kala itu bersatu mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tanggal berdirinya PWI kemudian ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional.

Menurut Munir, sejarah panjang tersebut menjadi amanah bagi PWI Surakarta untuk terus mengambil peran dalam menghadapi dinamika dunia pers yang terus berubah.

Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan dalam menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangan pers berkembang seiring derasnya arus informasi digital.

“Jika pada masa lalu wartawan menghadapi tantangan untuk menyampaikan kisah perjuangan bangsa, kini tantangannya berkembang seiring derasnya arus informasi digital,” ujar Munir.

Di tengah derasnya informasi yang beredar dalam hitungan detik, Munir menilai pers memiliki tugas penting untuk membantu masyarakat menjadi lebih cerdas dalam menerima informasi.

Wartawan juga dituntut mampu memilah dan menyajikan informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, hingga teknologi deepfake.

“Dan juga mampu memilah informasi yang benar di tengah maraknya berita palsu, disinformasi, dan teknologi deepfake,” tegasnya.

Menjaga Marwah Profesi
Ketua PWI Surakarta Sri Hartanto menilai pelantikan pengurus baru menjadi momentum untuk memperkuat marwah dan kehormatan profesi wartawan.

Menurutnya, perubahan teknologi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi.

Informasi kini dapat berpindah dari satu platform ke platform lain hanya dalam hitungan detik. Namun, kecepatan tersebut tidak selalu berjalan beriringan dengan kebenaran informasi.

Karena itu, ia menegaskan bahwa kecepatan dalam menyampaikan berita tidak boleh mengorbankan akurasi.

Popularitas, menurut Tanto, juga tidak boleh menggeser kebenaran. Begitu pula kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik.

“Kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi. Popularitas tidak boleh menggeser kebenaran, dan kepentingan sesaat tidak boleh mengalahkan integritas profesi jurnalistik,” tegasnya.

Komitmen tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi pengurus PWI Surakarta dalam menjalankan organisasi selama lima tahun ke depan.

Pers sebagai Jembatan Pemerintah dan Masyarakat
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut baik komitmen yang disampaikan jajaran pengurus baru PWI Surakarta.

Ia mendorong para wartawan untuk terus menghadirkan informasi yang berkualitas, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Respati menilai pers memiliki posisi strategis dalam membangun ruang publik yang sehat. Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki peran dalam mencerdaskan masyarakat serta mengawal transparansi pemerintahan.

Di sisi lain, pers juga menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, berbagai kebijakan pemerintah dapat diketahui publik. Sebaliknya, suara dan aspirasi masyarakat juga dapat tersampaikan kepada pemerintah.

Pelantikan PWI Surakarta masa bakti 2026–2031 pun menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan perjalanan panjang organisasi pers di Kota Solo.

Dengan sejarah kelahiran PWI yang melekat kuat di kota tersebut, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana berita dapat disampaikan lebih cepat, tetapi bagaimana pers tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya masyarakat di tengah derasnya arus digital.