spot_img
Beranda blog

Kejati Jateng Semarakkan Harlah Kejaksaan ke-81 dengan Pekan Olahraga

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bukan sekadar mengejar kemenangan, semangat kebersamaan dan kekompakan menjadi warna utama Pekan Olahraga (POR) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah yang digelar di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Senin (31/8).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026. Hadir Wakajati Jateng, Waito Wongateleng, SH, MH, Pejabat Utama, pegawai Kejati Jateng, hingga jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan olahraga dan permainan.

Kepala Kejati (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH mengatakan POR menjadi momentum untuk membangun semangat sportivitas sekaligus memperkuat kerja sama di antara jajaran Korps Adhyaksa.

“Semangat, sportivitas, dan kerja sama tim menjadi tujuan dan harapan bersama dari penyelenggaraan POR ini,” kata Teguh.

Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam menjalankan tugas, seperti kedisiplinan, kejujuran, kekompakan, dan kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.

Karena itu, ia berharap semangat yang tumbuh selama POR dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga sportivitas serta kerja sama dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Sejumlah perlombaan turut memeriahkan kegiatan tersebut. Mulai dari senam bersama, joget bola, hingga tarik tambang. Perlombaan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, namun tetap mengedepankan sportivitas.

Bagi Teguh, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pegawai untuk sejenak keluar dari rutinitas kedinasan yang padat. Interaksi dalam suasana nonformal dinilai dapat mempererat hubungan antarpersonel sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan.

“Pekan olahraga ini bukan sekadar agenda rutin untuk mencari pemenang atau juara di setiap cabang olahraga. Lebih dari itu, momentum POR ini merupakan wadah bagi kita semua untuk melepas penat sejenak dari rutinitas kedinasan yang padat, sekaligus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa kebersamaan, rasa persaudaraan, dan kekompakan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kualitas sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional para personelnya. Kondisi fisik yang sehat dan mental yang kuat juga menjadi bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas.

“Institusi yang kuat membutuhkan insan Adhyaksa yang tidak hanya cerdas dan berintegritas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tubuh yang sehat dan jiwa yang tangguh,” kata Teguh.

Ia menambahkan, olahraga mengajarkan banyak nilai yang sejalan dengan prinsip kerja insan Adhyaksa. Kejujuran, disiplin, kerja sama tim dan semangat pantang menyerah menjadi karakter yang harus terus dijaga.

“Melalui olahraga, kita menanamkan nilai-nilai penting yang sangat relevan dengan tugas kita sehari-hari, yaitu kejujuran, disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah,” jelasnya.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga diwarnai pelepasan burung merpati dan balon warna-warni. Prosesi tersebut menjadi simbol harapan agar Kejaksaan terus berkembang, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin kuat dalam menjalankan pengabdian.

Momentum Harlah Kejaksaan ke-81 melalui POR tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memperkuat soliditas internal. Semangat sehat, kompak, dan sportif diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Kejati Jateng dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat.

BRI Makin Agresif, Kredit Tumbuh 16,2 Persen dan Laba Capai Rp31,2 Triliun

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika ekonomi dan industri perbankan, BRI mampu menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fundamental, kualitas aset, dan profitabilitas.

Hingga akhir Juni 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja tersebut tetap ditopang fokus BRI pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebanyak 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group disalurkan kepada segmen UMKM.

Hal itu disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam pemaparan kinerja BRI di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Senin (31/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Hery didampingi Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto, Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, serta Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.

Hery mengatakan, capaian tersebut diraih di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang masih menunjukkan ketahanan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026 berada di kisaran 5,30 persen, sementara inflasi tercatat 3,34 persen.

Penguatan aktivitas UMKM juga terlihat dari Indeks Bisnis UMKM yang meningkat dari 102,5 pada akhir 2025 menjadi 104,7 pada Triwulan I 2026. Posisi indeks di atas 100 menunjukkan pelaku UMKM secara umum masih berada dalam fase ekspansi dan memiliki optimisme terhadap aktivitas usahanya.

“Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi BRI karena UMKM merupakan core business sekaligus bagian penting dari fundamental perekonomian nasional. Di tengah transformasi yang terus kami jalankan, satu hal yang tidak berubah adalah komitmen BRI untuk terus tumbuh bersama UMKM dan ekonomi kerakyatan Indonesia,” ujar Hery.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BRI terus menjalankan transformasi melalui BRIVolution Reignite. Transformasi tersebut diarahkan pada dua agenda utama, yakni memperkuat funding franchise serta melakukan penyempurnaan bisnis inti sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru.

Dari sisi pendanaan, BRI fokus memperbesar basis dana murah melalui pendekatan berbasis ekosistem. Perseroan juga mengoptimalkan berbagai kanal digital, mulai dari akuisisi merchant, penguatan transaksi BRImo, QRIS, hingga BRILink Agen.

Selain itu, BRI memperkuat bisnis mikro melalui penyempurnaan proses bisnis, peningkatan kapabilitas tenaga pemasar atau mantri, serta penerapan manajemen risiko yang lebih granular.

Perseroan juga mengembangkan sumber pertumbuhan baru melalui akuisisi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mendapatkan nasabah berkualitas, serta memperluas layanan bullion bank.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” kata Hery.

Implementasi transformasi tersebut tercermin dari kinerja keuangan BRI hingga Triwulan II 2026. Secara konsolidasian, aset BRI mencapai Rp2.352 triliun, tumbuh 11,7 persen yoy. Kredit dan pembiayaan meningkat 16,2 persen yoy menjadi Rp1.646 triliun.

Pertumbuhan kredit tersebut didukung Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7 persen yoy. Sementara itu, net interest income BRI meningkat 9,9 persen yoy dari Rp73,3 triliun menjadi Rp80,5 triliun. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) juga tumbuh 12,8 persen yoy menjadi Rp65,7 triliun.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi mulai kami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan dari fundamental yang semakin sehat,” ujar Hery.

Peningkatan profitabilitas BRI juga diikuti perbaikan sejumlah indikator fundamental. Cost of Fund (CoF) secara bank only turun dari 3,0 persen pada Triwulan II 2025 menjadi 2,4 persen pada Triwulan II 2026.

Dari sisi efisiensi, Cost to Income Ratio (CIR) membaik dari 41,9 persen menjadi 39,2 persen. Kualitas aset juga semakin sehat dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0 persen menjadi 2,9 persen. Sementara Cost of Credit (CoC) membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Di sisi profitabilitas, Return on Asset (ROA) BRI tetap berada di kisaran 2,7 persen, sedangkan Return on Equity (ROE) meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

“Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan yang kami capai semakin berkualitas. Funding semakin efisien, efisiensi operasional membaik, kualitas aset semakin sehat, dan kemampuan BRI dalam menghasilkan return juga semakin kuat,” tutur Hery.

Di tengah diversifikasi bisnis, BRI tetap mempertahankan UMKM sebagai core business. Hingga akhir Triwulan II 2026, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen yoy. Dengan demikian, sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit dan pembiayaan BRI Group mengalir ke sektor UMKM.

Menurut Hery, besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi sumber pertumbuhan tidak mengubah karakter utama BRI sebagai bank yang tumbuh bersama ekonomi kerakyatan. Penguatan segmen consumer, small-medium-commercial, corporate, serta pengembangan new core dilakukan untuk membangun struktur bisnis yang lebih terdiversifikasi, sementara UMKM tetap menjadi fondasi utama.

“BRI tetap konsisten menjadikan UMKM sebagai core business. Kami percaya pertumbuhan BRI harus berjalan beriringan dengan pertumbuhan pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Hery.

Komitmen BRI terhadap UMKM tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran pembiayaan, tetapi juga melalui program pemberdayaan yang menyasar pelaku usaha dari tingkat desa hingga komunitas.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa binaan. Program Klasterku Hidupku telah menjangkau lebih dari 44 ribu klaster usaha, sedangkan platform digital LinkUMKM telah menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.

Sementara itu, pendampingan melalui Rumah BUMN telah melibatkan sekitar 596 ribu pelaku UMKM hingga Juni 2026.

Dari sisi pembiayaan, sepanjang Januari hingga Juni 2026 BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur. Secara kumulatif sejak 2015 hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp1.539 triliun kepada 48,4 juta nasabah.

Hery menegaskan, pendekatan tersebut menunjukkan posisi BRI bukan hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga sebagai penggerak dan pemberdaya ekonomi kerakyatan.

“Bagi BRI, pembiayaan dan pemberdayaan merupakan satu kesatuan. Kami ingin menciptakan siklus pertumbuhan yang berkelanjutan: UMKM memperoleh akses keuangan, mendapatkan pemberdayaan dan pendampingan, meningkatkan kapasitas usahanya, kemudian naik kelas dan semakin terintegrasi ke dalam ekosistem ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Menurut Hery, keberhasilan BRI tidak hanya diukur dari pertumbuhan aset, kredit, maupun laba, tetapi juga dari dampaknya terhadap pelaku usaha dan perekonomian masyarakat.

“Dengan fundamental yang semakin kuat dan transformasi yang terus berjalan, BRI akan konsisten tumbuh bersama ekonomi kerakyatan Indonesia,” pungkas Hery.***

ARTSPACE ARTOTEL Gajahmada Semarang Kembali Jadi Ruang Ekspresi Seniman

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – ARTOTEL Gajahmada Semarang kembali menghadirkan ruang bagi perkembangan seni dan kreativitas melalui pameran “Layers of Living”. Pameran ini mempertemukan dua seniman dengan pendekatan artistik berbeda, Horestes Vicha dan Ummi Damas.

“Layers of Living” resmi dibuka melalui Opening Reception pada Kamis, 27 Agustus 2026, di ARTSPACE ARTOTEL Gajahmada Semarang. Pameran tersebut menjadi bagian dari komitmen ARTOTEL Group dalam menghadirkan seni sebagai bagian dari pengalaman hospitality sekaligus mempertemukan seniman, karya, komunitas, dan publik.

Mengusung tema “Layers of Living”, pameran ini melihat kehidupan sebagai proses yang terus bergerak dan membentuk manusia melalui berbagai lapisan pengalaman.

Kata “Layers” merujuk pada lapisan material dalam praktik artistik Horestes Vicha serta lapisan narasi yang hadir dalam karya Ummi Damas. Sementara “Living” menggambarkan proses kehidupan yang terus berubah, berkembang, dan meninggalkan pengalaman bagi setiap individu.

Melalui pendekatan artistik masing-masing, kedua seniman menerjemahkan pengalaman hidup ke dalam karya visual dengan karakter yang berbeda.

Horestes Vicha dikenal melalui eksplorasi material dan proses artistik yang menitikberatkan pada tekstur serta hubungan antara material dan gagasan. Sementara Ummi Damas menghadirkan karya yang mengeksplorasi narasi kehidupan dan pengalaman sehari-hari melalui karakter visual yang personal dan ekspresif.

Perbedaan tersebut menjadi titik temu dalam “Layers of Living”. Pameran ini tidak berupaya menyatukan kedua seniman dalam satu gaya visual. Sebaliknya, masing-masing seniman mendapat ruang untuk menunjukkan perspektif dan praktik artistiknya.

General Manager ARTOTEL Gajahmada Semarang, Rudy Adimulyo, mengatakan penyelenggaraan pameran tersebut menjadi bagian dari upaya ARTOTEL Gajahmada Semarang mengembangkan ARTSPACE sebagai ruang kreatif yang terbuka bagi seniman dan masyarakat.

“Melalui Layers of Living, kami ingin kembali menghadirkan pengalaman seni yang tidak hanya dapat dinikmati secara visual, tetapi juga memberikan ruang bagi pengunjung untuk mengenal cerita dan perspektif di balik setiap karya,” kata Rudy.

Menurut dia, ARTSPACE diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan seniman dengan publik sekaligus menciptakan pengalaman seni yang relevan bagi pengunjung.

Opening Reception “Layers of Living” dihadiri tamu undangan, media, komunitas kreatif, penikmat seni, serta relasi ARTOTEL Gajahmada Semarang.

Rangkaian acara meliputi sambutan, artist session bersama Horestes Vicha dan Ummi Damas, symbolic opening, serta guided exhibition tour. Dalam sesi tersebut, pengunjung mendapat kesempatan mengenal karya secara lebih dekat dan mendengarkan penjelasan langsung dari kedua seniman.

Pameran ini juga menjadi bagian dari perjalanan ARTSPACE ARTOTEL Gajahmada Semarang dalam menghadirkan program seni secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam ekosistem kreatif.

“Layers of Living” dapat dikunjungi publik mulai 27 Agustus hingga 31 Oktober 2026 di ARTSPACE ARTOTEL Gajahmada Semarang, kawasan Gajahmada, Semarang.

Informasi mengenai pameran dan program ARTOTEL Gajahmada Semarang tersedia melalui akun Instagram @artotelgajahmadasemarang.

Rooms Inc Semarang Sambut Anniversary ke-9 dengan Sunset Pound Party

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Rooms Inc Semarang menyiapkan rangkaian acara Road to Anniversary ke-9 melalui kegiatan olahraga dan hiburan bertajuk Sunset Pound Party.

Acara tersebut akan digelar pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Mengusung konsep olahraga yang energik dan menyenangkan, Sunset Pound Party menjadi salah satu agenda menuju perayaan ulang tahun ke-9 Rooms Inc Semarang.

Sunset Pound Party tidak hanya menghadirkan Pound Fit. Peserta juga akan mengikuti sesi Zumba yang dikemas dengan suasana menjelang matahari terbenam.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kolaborasi Pound Fit, penampilan DJ, dan perkusi. Perpaduan musik, hentakan perkusi, serta gerakan Pound Fit diharapkan menciptakan suasana olahraga yang lebih dinamis.

General Manager Rooms Inc Semarang, Kusnadi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, hiburan, dan kebersamaan.

“Melalui Sunset Pound Party, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga entertainment dan kebersamaan. Menjelang Anniversary Rooms Inc Semarang yang ke-9, kami ingin mengajak masyarakat untuk celebrate together melalui kegiatan yang fun, energetic, dan tentunya memorable,” kata Kusnadi.

Marketing Communication Rooms Inc Semarang, Nathania Justine, mengatakan Sunset Pound Party hadir dengan konsep yang lebih segar dan interaktif.

“Sunset Pound Party kami hadirkan dengan konsep yang lebih fresh dan engaging, di mana olahraga dipadukan dengan musik, entertainment, serta berbagai experience menarik. Kami berharap event ini tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi momen untuk berkumpul, bersenang-senang, dan merayakan perjalanan 9 tahun Rooms Inc Semarang bersama masyarakat dan komunitas di Semarang,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat melakukan registrasi dengan biaya Rp99.000. Peserta akan mendapatkan sejumlah benefit, antara lain pouch eksklusif Rooms Inc Semarang, voucher F&B Meet n’ Eat Resto & Space Bar senilai Rp100.000, serta persewaan Ripstix yang digunakan selama sesi Pound Fit.

Selain olahraga, peserta juga dapat mengikuti berbagai aktivitas pendukung, seperti health check dan face painting.

Panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize, termasuk berbagai barang elektronik. Peserta juga berkesempatan mendapatkan grand prize berupa voucher menginap selama 12 bulan di seluruh unit Artotel Group di Indonesia.

Melalui perpaduan olahraga, musik, hiburan, dan aktivitas interaktif, Sunset Pound Party diharapkan menjadi salah satu pilihan kegiatan akhir pekan bagi masyarakat Semarang sekaligus mempererat hubungan Rooms Inc Semarang dengan tamu, komunitas, dan masyarakat.

Informasi dan registrasi Sunset Pound Party dapat diperoleh melalui akun Instagram @roomsinc.semarang.

SEMARANG (Pertamanews.id) – Rooms Inc Semarang menyiapkan rangkaian acara Road to Anniversary ke-9 melalui kegiatan olahraga dan hiburan bertajuk Sunset Pound Party.

Acara tersebut akan digelar pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Mengusung konsep olahraga yang energik dan menyenangkan, Sunset Pound Party menjadi salah satu agenda menuju perayaan ulang tahun ke-9 Rooms Inc Semarang.

Sunset Pound Party tidak hanya menghadirkan Pound Fit. Peserta juga akan mengikuti sesi Zumba yang dikemas dengan suasana menjelang matahari terbenam.

Kegiatan ini semakin semarak dengan kolaborasi Pound Fit, penampilan DJ, dan perkusi. Perpaduan musik, hentakan perkusi, serta gerakan Pound Fit diharapkan menciptakan suasana olahraga yang lebih dinamis.

General Manager Rooms Inc Semarang, Kusnadi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, hiburan, dan kebersamaan.

“Melalui Sunset Pound Party, kami ingin menghadirkan sebuah pengalaman yang tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga entertainment dan kebersamaan. Menjelang Anniversary Rooms Inc Semarang yang ke-9, kami ingin mengajak masyarakat untuk celebrate together melalui kegiatan yang fun, energetic, dan tentunya memorable,” kata Kusnadi.

Marketing Communication Rooms Inc Semarang, Nathania Justine, mengatakan Sunset Pound Party hadir dengan konsep yang lebih segar dan interaktif.

“Sunset Pound Party kami hadirkan dengan konsep yang lebih fresh dan engaging, di mana olahraga dipadukan dengan musik, entertainment, serta berbagai experience menarik. Kami berharap event ini tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi momen untuk berkumpul, bersenang-senang, dan merayakan perjalanan 9 tahun Rooms Inc Semarang bersama masyarakat dan komunitas di Semarang,” ujarnya.

Masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini dapat melakukan registrasi dengan biaya Rp99.000. Peserta akan mendapatkan sejumlah benefit, antara lain pouch eksklusif Rooms Inc Semarang, voucher F&B Meet n’ Eat Resto & Space Bar senilai Rp100.000, serta persewaan Ripstix yang digunakan selama sesi Pound Fit.

Selain olahraga, peserta juga dapat mengikuti berbagai aktivitas pendukung, seperti health check dan face painting.

Panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize, termasuk berbagai barang elektronik. Peserta juga berkesempatan mendapatkan grand prize berupa voucher menginap selama 12 bulan di seluruh unit Artotel Group di Indonesia.

Melalui perpaduan olahraga, musik, hiburan, dan aktivitas interaktif, Sunset Pound Party diharapkan menjadi salah satu pilihan kegiatan akhir pekan bagi masyarakat Semarang sekaligus mempererat hubungan Rooms Inc Semarang dengan tamu, komunitas, dan masyarakat.

Informasi dan registrasi Sunset Pound Party dapat diperoleh melalui akun Instagram @roomsinc.semarang.

Sudut Baca SDN 1 Temon Wetan Dilengkapi 90 Buku dari MORAZEN Yogyakarta

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) – MORAZEN Yogyakarta menambah 90 eksemplar buku di SDN 1 Temon Wetan, Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pendidikan dan budaya literasi sejak dini.

Penambahan koleksi buku tersebut dilakukan saat MORAZEN Yogyakarta meninjau Sudut Baca yang dibangun di sekolah tersebut pada Februari 2026 melalui program Environmental, Social, and Governance (ESG) MORA Impact.

Peninjauan dilakukan untuk melihat pemanfaatan fasilitas sekaligus mengetahui kebutuhan koleksi bacaan bagi siswa sekolah dasar. MORAZEN Yogyakarta kemudian melengkapi Sudut Baca dengan buku yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan siswa.

General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan peninjauan tersebut penting untuk memastikan Sudut Baca dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa.

“Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk melihat bagaimana Sudut Baca dimanfaatkan oleh siswa sekaligus mengidentifikasi kebutuhan koleksi yang dapat mendukung kegiatan literasi mereka,” kata David.

Menurut dia, tambahan 90 buku tersebut terdiri dari berbagai tema, mulai dari pengetahuan umum, cerita anak, ensiklopedia mini hingga komik edukatif.

“Melalui penambahan 90 buku dengan tema yang beragam dan sesuai usia, kami berharap semakin banyak siswa yang tertarik membaca dan memanfaatkan Sudut Baca sebagai bagian dari kegiatan belajar mereka,” ujarnya.

Kepala SDN 1 Temon Wetan, Eni Yuliarti, S.Pd., mengapresiasi dukungan MORAZEN Yogyakarta terhadap pengembangan kegiatan literasi di sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada MORAZEN Yogyakarta atas perhatian dan dukungannya terhadap kegiatan literasi di sekolah kami. Tambahan buku ini sangat bermanfaat bagi siswa karena memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam dan dapat mendorong mereka untuk lebih tertarik membaca,” kata Eni.

Dengan tambahan koleksi tersebut, Sudut Baca SDN 1 Temon Wetan kini memiliki pilihan bacaan yang lebih beragam. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi bagian dari lingkungan belajar siswa sekaligus mendorong kebiasaan membaca sejak usia sekolah dasar.

Program tersebut merupakan bagian dari MORA Impact, inisiatif ESG MORAZEN Yogyakarta yang berfokus pada dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan generasi muda.

Melalui program tersebut, MORAZEN Yogyakarta berupaya memberikan kontribusi kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional hotel, khususnya melalui kegiatan yang mendukung pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

MORAZEN Yogyakarta Gelar Skrining Kesehatan Karyawan, dari TB hingga HIV

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) – MORAZEN Yogyakarta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan UPT Puskesmas Temon II, Palihan, dan diikuti oleh staf MORAZEN Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu karyawan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Sejumlah layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan meliputi antropometri, tanda-tanda vital, pemeriksaan gigi, smoke analyzer, serta skrining Tuberkulosis (TB), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan HIV.

General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan kesehatan karyawan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung produktivitas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka lebih dini. Bagi kami, menjaga kesehatan karyawan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung,” ujar David.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu karyawan mengenali kondisi kesehatan lebih awal. Langkah tersebut juga diharapkan mendorong karyawan untuk lebih memperhatikan pola hidup dan menjaga kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kerja sama dengan UPT Puskesmas Temon II, Palihan juga menjadi bagian dari upaya MORAZEN Yogyakarta membangun hubungan positif dengan fasilitas kesehatan serta masyarakat di sekitar hotel.

Melalui kegiatan tersebut, karyawan dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah di lingkungan kerja. Program ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap aspek kesehatan tenaga kerja.

MORAZEN Yogyakarta berkomitmen melanjutkan berbagai program yang mendukung kesejahteraan karyawan. Perusahaan berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan kerja yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan bersama.

Jurnalis FC Semarang Konsisten Libatkan SSB dalam Pembinaan Usia Dini

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jurnalis FC Semarang memasuki usia keempat pada Agustus 2026. Komunitas wartawan pencinta sepak bola tersebut memperingati hari jadinya dengan menggelar turnamen fun mini soccer dan mini turnamen sepak bola usia dini.

Kegiatan digelar di Kick Off Arena Mini Soccer, Jumat (28/8), dengan melibatkan jurnalis yang bertugas di Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Salatiga. Para jurnalis peserta dibagi menjadi lima tim untuk mengikuti pertandingan fun mini soccer.

Mengusung tema “4 Ever on The Field”, perayaan tahun ini juga diisi mini turnamen yang melibatkan empat sekolah sepak bola (SSB). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Jurnalis FC Semarang dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengapresiasi kegiatan yang digelar Jurnalis FC Semarang.

Menurut Iwan Kelana, olahraga menjadi sarana bagi wartawan untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat silaturahmi antarpekerja media.

“Dengan olahraga kegiatan semacam ini juga mampu menjadi ajang silaturahmi, kumpul dan guyub dengan para mitra media dan narasumber,” katanya saat memberikan sambutan.

Ketua Jurnalis FC Semarang, Budi Arista, mengatakan organisasi tersebut telah memasuki usia empat tahun. Dalam dua tahun terakhir, Jurnalis FC konsisten melibatkan SSB dalam rangkaian perayaan hari jadi.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola usia dini di Kota Semarang.

“Semoga dari kegiatan ini bisa membantu SSB di Semarang untuk tumbuh berkembang, dan misi Jurnalis FC ikut serta melakukan pembinaan atlet usia dini akan terwujud di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ketua Panitia HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang, Mushonifin, menjelaskan mini turnamen tahun ini diikuti empat SSB dengan peserta kelompok usia (KU) 10 tahun dari Semarang dan sekitarnya.

“Peserta berasal dari kelompok usia (KU) 10 tahun dari Semarang dan sekitarnya. Harapannya bisa menjadi ajang pembinaan dan mencari bibit pemain sepak bola untuk Semarang, ataupun Indonesia,” katanya.

Pelatih SSB Tugu Muda, Suwarto, menilai turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mengasah kemampuan pemain muda.

Menurut dia, pertandingan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan latihan rutin. Anak-anak dapat belajar menghadapi lawan dan memahami situasi pertandingan secara langsung.

“Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar bertanding dan berkembang,” ujarnya.

Suwarto berharap turnamen serupa dapat digelar secara rutin dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Menurutnya, kompetisi usia dini menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong perkembangan sepak bola di Kota Semarang.

“Cara ini bisa menjadi cambuk tim untuk berkembang, menjadi pupuk agar sepak bola Semarang lebih bangkit lagi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pelatih Persiba Bandungrejo, Dwi Teguh Rahmanto. Ia mengaku bersyukur timnya mendapat kesempatan mengikuti mini turnamen HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang.

“Kami dari Persiba Bandungrejo sangat berterima kasih karena bisa diikutsertakan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak SSB kami untuk meraih jam terbang yang lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Dwi, pertandingan memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh melalui latihan. Para pemain muda belajar menghadapi lawan, mengelola emosi, bekerja sama, serta merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.

Peringatan HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang turut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan, instansi, dan mitra. Di antaranya PT KAI Daop 4 Semarang, Bank Syariah Indonesia (BSI), Paradise Indonesia, SMC RS Tlogorejo, Gojek (GOTO), dan Pertamina Patra Niaga.

Dukungan juga datang dari Alfamart, PT Alimdo Ampuh Abadi, Dewangga Lil Haj Wal Umroh, DPRD Kota Semarang, Mararas Apuwara, Immoderma, PDAM Tirta Moedal, Ditlantas Polda Jateng, Libas Polrestabes Semarang, Kendal Tornado FC, Dinas Perdagangan Kota Semarang, BPJS Kesehatan, Kejati Jateng, Kokola, Astra Motor, Linggar Jati, Realtimes.id, dan Lingkar.co.

Selain itu, kegiatan turut didukung Mahima Hotel, Radja Hotel, Nusatu by Artotel, Hotel Aruss Semarang, Aston Inn Pandanaran, Up Peak Hotel, Louis Kienne Hotel Pandanaran, Metro Park View Hotel, Gets Premiere Semarang, Rooms Inc Semarang, BSB Village by Arya Group, dan Red Lips Karaoke.***

ARTUGO Pamerkan Teknologi Terbaru Saat Pembukaan Atlanta Elektronik Mataram

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – ARTUGO, brand home appliance asli Indonesia, terus memperkuat jaringan pemasaran dengan meningkatkan dukungan kepada mitra dealer di berbagai daerah.

Terbaru, ARTUGO turut memeriahkan pembukaan kembali Atlanta Elektronik Mataram yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Semarang. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya ARTUGO memperkuat hubungan dengan salah satu mitra dealer di Kota Semarang.

Branch Manager ARTUGO Cabang Semarang, Agung Hananto, mengatakan Atlanta Elektronik merupakan salah satu dealer pilar bagi ARTUGO di wilayah Semarang.

“Atlanta Elektronik merupakan salah satu dealer pilar untuk ARTUGO Cabang Semarang. Menjadi bagian dari momentum istimewa ini adalah salah satu langkah ARTUGO menjaga konsistensi performa serta meningkatkan relasi yang telah terjalin dengan Atlanta,” ujar Agung.

Dalam pembukaan tersebut, ARTUGO menghadirkan berbagai lini produknya sehingga konsumen dapat melihat langsung pilihan produk melalui display yang lebih lengkap.

Sejumlah produk unggulan turut ditampilkan, salah satunya ART-Stone Series. Produk ini merupakan kompor tanam dengan badan kompor berbahan batu sinter yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Material batu sinter membuat ART-Stone Series memiliki karakter kuat dan menjadi alternatif baru untuk kompor tanam yang selama ini banyak menggunakan material kaca.

ARTUGO juga menampilkan ARTUGO Talking Hood, alat penghisap asap dapur yang dapat dioperasikan menggunakan perintah suara. Produk tersebut mendukung perintah suara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pada lini Cool Product, ARTUGO menghadirkan berbagai pilihan chest freezer dengan Wide Range Voltage Compressor. Teknologi tersebut dirancang menjaga kinerja freezer tetap optimal saat terjadi fluktuasi tegangan listrik pada rentang 160 hingga 260 volt.

ARTUGO juga menawarkan chest freezer dengan pilihan teknologi No-Frost dan kompresor inverter.

Sementara itu, lini Hygiene Product menghadirkan berbagai pilihan water heater listrik dan gas, vacuum cleaner, serta produk penyedot debu lainnya.

Selain menghadirkan produk, ARTUGO bersama Atlanta Elektronik memberikan berbagai promo kepada konsumen selama momentum pembukaan. Promo tersebut antara lain hadiah langsung dan cashback hingga ratusan ribu rupiah.

Area Manager ARTUGO wilayah Jawa Tengah-DIY, Mochammad Alwi, mengatakan pembukaan kembali Atlanta Elektronik Mataram menjadi kesempatan bagi ARTUGO untuk lebih dekat dengan konsumen melalui kegiatan Special Food Hacks.

Kegiatan tersebut berupa demo memasak menggunakan sejumlah produk ARTUGO, terutama ART-Stone Series. Konsumen dapat melihat langsung cara penggunaan sekaligus keunggulan produk yang ditampilkan.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman langsung kepada konsumen. Memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan produk-produk ARTUGO merupakan pekerjaan rumah yang tak dapat kami lakukan tanpa kemitraan yang solid dengan mitra dealer,” kata Alwi.

Kegiatan Special Food Hacks juga melibatkan influencer dari Kota Semarang dan menyediakan berbagai hadiah bagi konsumen.

Di sisi lain, Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, mengungkapkan adanya perubahan tren penjualan produk elektronik di jaringan tokonya dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Santoso, sejumlah merek baru mulai mampu melampaui penjualan merek lama yang sebelumnya telah dikenal luas masyarakat.

Tren tersebut terlihat dari perkembangan penjualan selama lima tahun terakhir. Ia menilai kualitas produk menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut, termasuk tingkat keluhan kerusakan yang relatif rendah.

“Kalau kita lihat dari lima tahun penjualan, komplain kerusakannya paling rendah. Ini membuktikan kualitas yang diberikan kepada konsumen juga jauh lebih baik,” ujar Santoso.

Agung mengatakan penguatan kemitraan dengan dealer menjadi bagian penting dalam memperluas akses konsumen terhadap produk ARTUGO.

“Kami berterima kasih kepada Atlanta Elektronik atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini, sehingga ARTUGO dapat mewujudkan Great Product Excellent Service, khususnya bagi konsumen kami di Semarang,” pungkas Agung.***

Pasar Semarang Menggeliat, ARTUGO Kian Agresif Perluas Penetrasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Memasuki tahun keenam perjalanan bisnisnya, ARTUGO semakin agresif memperkuat posisi di pasar peranti rumah tangga Indonesia. Inovasi produk menjadi salah satu senjata utama perusahaan untuk menghadapi persaingan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

CEO ARTUGO, Robert Widjaja, mengatakan sejak awal perusahaan memiliki strategi menghadirkan produk yang berbeda dengan menawarkan nilai tambah bagi konsumen.

“Kami ingin konsisten meluncurkan produk-produk yang memiliki nilai lebih kepada konsumen. ARTUGO tidak hanya ingin produknya unik, tetapi juga useful,” kata Robert.

Dalam dua tahun terakhir, ARTUGO juga semakin memperkuat kategori Hot Product melalui peluncuran sejumlah produk baru. Salah satunya ART-Stone, kompor tanam yang menggunakan material batu sinter sebagai pembeda dari produk sejenis yang umumnya menggunakan kaca.

“Sudah dua tahun ini kami memperkuat kategori hot dengan diluncurkannya ART-Stone. Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga mempunyai nilai estetika dan keunggulan tersendiri,” jelasnya.

Menurut Robert, penggunaan batu sinter memberikan karakter berbeda, baik dari sisi kekuatan maupun tampilan. Tekstur material tersebut juga memberikan kesan premium yang menjadi salah satu keunggulan ART-Stone.

“Batu sinter jauh lebih kuat. Dari sisi keindahan juga berbeda karena mempunyai tekstur dan karakter tersendiri,” ungkapnya.

Tak berhenti pada kompor tanam, ARTUGO terus mengembangkan berbagai produk inovatif lainnya. Di antaranya Talking Hood yang dilengkapi fitur perintah suara serta chest freezer dengan teknologi PCM.

“Produk kami cukup beragam. Ada kompor, freezer dan berbagai produk lainnya dengan total lebih dari 200 SKU. Kami terus mencari bagaimana setiap produk bisa memberikan manfaat lebih kepada konsumen,” ujarnya.

Untuk kategori freezer, ARTUGO menawarkan berbagai pilihan kapasitas, mulai sekitar 100 liter hingga 1.600 liter. Pengembangan produk tersebut juga disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan pasar Indonesia.

Salah satu perhatian ARTUGO adalah kondisi kelistrikan yang berbeda-beda di sejumlah wilayah. Karena itu, perusahaan mengembangkan teknologi pada kompresor Wise Range Voltage agar produk tetap mampu bekerja ketika terjadi perubahan maupun penurunan voltase listrik.

“Kalau voltase turun, biasanya kompresor bisa berhenti bekerja. Kami terus mengembangkan teknologi supaya produk lebih sesuai dengan kondisi kelistrikan di Indonesia,” terangnya.

Semarang Jadi Pasar Strategis

Strategi inovasi tersebut turut mendorong penguatan ARTUGO di pasar Semarang. Robert menyebut kontribusi cabang Semarang terhadap pencapaian nasional mencapai sekitar 14 persen.

“Semarang merupakan salah satu pasar penting bagi ARTUGO. Kontribusi cabang Semarang terhadap pencapaian nasional sekitar 14 persen,” katanya.

Penguatan pasar tersebut juga ditopang oleh jaringan dealer, salah satunya Atlanta Elektronik, yang telah menjadi mitra ARTUGO sejak perusahaan berdiri pada 2020.

Robert menyebut kontribusi Atlanta Elektronik terhadap pencapaian ARTUGO di cabang Semarang mencapai sekitar 23-24 persen.

“Atlanta merupakan dealer pilar ARTUGO untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Dampaknya cukup signifikan karena reputasi Atlanta sangat baik, sehingga produk-produk kami cepat mendapatkan kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Kolaborasi ARTUGO dengan Atlanta Elektronik tidak sebatas pada aktivitas penjualan. Keduanya juga aktif menjalankan berbagai strategi pemasaran bersama, mulai dari radio talkshow, pembuatan konten media sosial hingga berbagai kegiatan promosi.

Menurut Robert, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi ARTUGO dalam memperkuat penetrasi pasar Semarang. Dukungan dealer membuat berbagai inovasi produk ARTUGO lebih mudah dikenal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, pasar UMKM yang sejak awal menjadi salah satu sasaran ARTUGO masih memiliki potensi besar. Namun, kontribusi konsumen rumah tangga kini semakin meningkat sehingga pasar ARTUGO mulai terbagi antara kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha.

Ke depan, ARTUGO memastikan inovasi tetap menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Produk baru yang diluncurkan tidak hanya dituntut memiliki tampilan berbeda, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen.

“Target kami konsisten meluncurkan produk yang memiliki nilai lebih. Jadi ARTUGO tidak hanya unik, tetapi juga useful,” tandasnya. (*)

PLTS Terapung Saguling Jadi Bagian Program Nasional PLTS 100 GWp, Perkuat Ekosistem Energi Bersih Jawa Barat

0

BANDUNG BARAT (Pertamanews.id) – Komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan mewujudkan swasembada energi semakin diperkuat melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Program nasional tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Pada tahap awal, Program PLTS 100 GWp mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp menegaskan bahwa pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemandirian dan swasembada energi nasional.

Pemanfaatan sumber energi baru terbarukan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu bentuk pengembangan energi surya yang sejalan dengan arah kebijakan tersebut adalah pemanfaatan waduk untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung. Di Jawa Barat, PLTS Terapung Saguling di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem energi bersih sekaligus mendukung peningkatan bauran energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Di lokasi tersebut, rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, bersama jajaran pemerintah daerah, PLN, dan para pemangku kepentingan terkait.

Saguling Perkuat Pemanfaatan Potensi Energi Surya

PLTS Terapung Saguling dibangun oleh PT PLN (Persero) melalui PLN Indonesia Power dengan menggandeng ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi.

Pembangkit ini memanfaatkan permukaan Waduk Saguling sebagai lokasi pemasangan panel surya, sehingga mengoptimalkan potensi lahan perairan untuk pengembangan energi bersih.

Pemanfaatan waduk sebagai lokasi PLTS terapung menjadi salah satu inovasi dalam menjawab kebutuhan penambahan kapasitas pembangkit EBT di tengah keterbatasan lahan.

Selain menghasilkan energi listrik bersih, pembangkit ini juga terintegrasi dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali sehingga mendukung peningkatan kontribusi energi baru terbarukan sekaligus menjaga keandalan sistem.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan progress pengembangan PLTS Terapung Saguling saat ini telah mencapai 47 persen.

Dirinya juga mengungkap bahwa pengembangan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dalam mempercepat transisi energi di Jawa Barat.

“Hari ini kita groundbreaking program PLTS 100 Giga Watt Peak yang dibuka langsung oleh Pak Presiden. Beliau di Bali, dan kami semua di Saguling. Alhamdulillah, kita melihat progress di Saguling sudah mencapai 47 persen. Insya Allah akhir April (2027) sudah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan.,” ujar Erwan.

Sejalan dengan semangat tersebut, PLN terus memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan agar pertumbuhan pembangkit EBT dapat terintegrasi secara optimal ke dalam sistem. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung arahan Pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi surya sekaligus menjaga sistem kelistrikan tetap andal, aman, dan berkelanjutan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan PLTS Terapung Saguling menjadi bagian dari langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih di Jawa Barat yang sejalan dengan percepatan Program PLTS 100 GWp secara nasional.

“PLTS Terapung Saguling merupakan bagian dari langkah nyata dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung arah besar Pemerintah melalui Program PLTS 100 GWp. Pemanfaatan Waduk Saguling menunjukkan bahwa pengembangan energi baru terbarukan dapat dilakukan secara inovatif dengan mengoptimalkan potensi lokal yang tersedia, sekaligus tetap memperhatikan keandalan sistem kelistrikan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Kishartanto.

Menurut Kishartanto, percepatan pengembangan EBT tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik hijau, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Dorong Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Pengembangan PLTS Terapung Saguling tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan listrik bersih, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar wilayah proyek.

Kehadiran proyek energi baru terbarukan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, serta peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja pada sektor energi bersih.

Lebih jauh, peningkatan pemanfaatan energi surya menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.

Semakin besar porsi EBT dalam sistem kelistrikan, semakin besar pula peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).

Pengembangan PLTS Terapung Saguling juga memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dengan memadukan potensi energi surya dan pemanfaatan infrastruktur perairan, Jawa Barat memiliki peluang untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan bauran energi bersih nasional.

“Transisi energi bukan hanya tentang menghadirkan pembangkit yang lebih bersih. Di dalamnya terdapat upaya membangun ekosistem yang mampu memperkuat ketahanan energi, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. PLTS Terapung Saguling menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian dari agenda besar Indonesia menuju swasembada energi,” pungkas Kishartanto.

Program PLTS 100 GWp sendiri akan dikembangkan melalui berbagai skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS untuk wilayah 3T, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif, PLTS nonatap untuk kawasan industri, hingga pengembangan kebutuhan listrik melalui hilirisasi dan ekosistem kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, pengembangan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan pemanfaatan energi surya secara masif. Jika seluruh skenario dapat diimplementasikan, program ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO₂ per tahun.

Melalui sinergi Pemerintah, PLN, pemerintah daerah, mitra strategis, pelaku usaha, dan masyarakat, pengembangan PLTS Terapung Saguling diharapkan dapat terus mendukung percepatan transisi energi di Jawa Barat sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan target Program PLTS 100 GWp dan swasembada energi nasional.***