spot_img
Beranda blog

Tersangka Sudah Ada, Kasus Rumah Rusak Irjen Sofyan Nugroho Belum Juga Tuntas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Penanganan kasus kerusakan berat rumah Irjen Pol. Dr. Drs. Sofyan Nugroho kembali disorot. Setelah berjalan lebih dari lima tahun, kuasa hukum Sofyan mendesak penyidik memberikan kepastian mengenai kelanjutan perkara tersebut.

Desakan itu disampaikan kuasa hukum Sofyan, Bangkit Mahanantiyo, S.H., M.H. dari Solidarity Law Office, dalam konferensi pers di Semarang, Senin (21/9).

Bangkit mengatakan perkara bermula dari kerusakan bangunan rumah Sofyan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembangunan rumah di lahan sebelahnya.

Laporan perkara tersebut dibuat pada 22 April 2022 melalui Polda Jawa Tengah dengan nomor STTLP 85/IV/2022/SPKT Polda Jawa Tengah dan laporan polisi nomor LP 253.

Menurut Bangkit, proses penyidikan telah berlangsung cukup panjang. Pihaknya kembali meminta penjelasan mengenai perkembangan perkara setelah berulang kali mempertanyakan penanganannya kepada penyidik.

“Perkara ini sudah lebih dari lima tahun. Karena itu, kami ingin memastikan bagaimana sistem peradilan pidana dan penegakan hukum berjalan dalam perkara ini,” kata Bangkit.

Dalam perkembangan terakhir, penyidik disebut masih akan melakukan sejumlah langkah tambahan, termasuk pemeriksaan ahli konstruksi, koordinasi dengan akademisi, serta melengkapi berkas sebelum kembali dikirim kepada jaksa penuntut umum.

Namun, pihak kuasa hukum mempertanyakan mengapa pelimpahan berkas belum juga dilakukan setelah proses penyidikan berjalan bertahun-tahun.

“Ini sudah masuk pemanggilan ketiga. Sebelumnya penyidik menyampaikan akan dilakukan pelimpahan, tetapi sampai minggu berikutnya belum ada pelimpahan,” ujarnya.

Bangkit mengatakan, dalam pertemuan dengan penyidik pada Senin pagi, pihaknya mendapat informasi bahwa masih akan ditambahkan seorang ahli untuk menilai besaran kerugian.

Padahal, menurut dia, tim hukum telah menghadirkan ahli yang memberikan kajian mengenai kerusakan bangunan sekaligus perhitungan kerugian.

“Kami sudah memberikan ahli tersebut. Jadi, bagi kami, seharusnya tidak ada lagi alasan untuk menunda. Kami ingin jelas bagian mana yang belum berjalan, apakah di penyidik atau pada tahap penuntutan,” katanya.

Kuasa hukum juga memaparkan hasil kajian ahli konstruksi dan geoteknik yang mereka hadirkan. Salah satunya disebut bernama Dr. Heri Ludiro.

Berdasarkan kajian yang disampaikan tim hukum, kerusakan rumah Sofyan diduga berkaitan dengan penurunan tanah tidak merata atau differential settlement setelah adanya pembangunan di lahan sebelah.

Bangkit membantah anggapan bahwa kerusakan rumah semata-mata disebabkan faktor usia bangunan atau karena tidak dirawat.
Ia mengatakan Sofyan bersama istrinya, dr. Niken Diah Anitasari, Sp.PD, masih tinggal di rumah tersebut.

“Pak Sofyan dan Bu Niken sampai sekarang masih tinggal di sana. Bahkan kami dari tim hukum sudah menyarankan agar beliau mencari tempat lain karena kondisi bangunan berisiko terhadap keselamatan,” ujarnya.

Menurut Bangkit, kondisi bangunan yang bersebelahan juga menjadi salah satu pembanding dalam kajian yang disampaikan pihaknya.

“Kalau memang faktor usia, seharusnya kondisi bangunan yang menjadi rumah kembar tersebut relatif sama. Tetapi faktanya satu masih berdiri, sementara yang lainnya mengalami kerusakan berat,” katanya.

Tim hukum juga menyoroti pembangunan rumah milik Benny Setiawan yang berada di sebelah kediaman Sofyan.

Bangkit menyebut aktivitas pembongkaran bangunan berlangsung sekitar 2018, sedangkan pembangunan disebut mulai berjalan pada 2019. Sementara dokumen perizinan yang dipaparkan dalam konferensi pers disebut baru diajukan dan diterbitkan pada 2020.

Tim hukum juga mempersoalkan dugaan peninggian permukaan tanah dalam pembangunan tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan Bangkit, peninggian tanah diduga lebih dari satu meter. Sementara ketentuan daerah yang dijadikan rujukan oleh tim hukum disebut menetapkan batas maksimal peninggian 50 sentimeter.

Klaim tersebut masih menjadi bagian yang menurut tim hukum akan diuji melalui proses penyidikan dan keterangan para ahli.

“Dari ahli kami, penyebab runtuhnya rumah Pak Sofyan adalah penurunan tanah di area rumah N15 milik Benny Setiawan. Istilah ahlinya adalah differential settlement,” kata Bangkit.

Kerusakan bangunan tersebut juga telah dihitung oleh ahli. Berdasarkan pemaparan tim hukum, nilai kerusakan pada 2025 mencapai sekitar Rp3,1 miliar.

Bangkit menegaskan angka tersebut merupakan hasil perhitungan ahli, bukan nominal yang dituntut secara pribadi oleh Sofyan.

Menurut dia, kliennya tidak memprioritaskan pembayaran ganti rugi dalam bentuk uang. Sofyan disebut menginginkan rumah tersebut dikembalikan ke kondisi seperti sebelum mengalami kerusakan.

“Pak Sofyan dan Bu Niken tidak meminta satu sen pun. Keinginannya hanya rumah itu dikembalikan seperti semula. Soal berapa nilainya, itu kewenangan ahli,” ujarnya.

Perkara tersebut memasuki babak baru setelah Benny Setiawan ditetapkan sebagai tersangka.
Bangkit mengatakan penetapan tersangka tersebut telah melalui proses hukum dan dinyatakan sah.

Ia menyebut sejumlah pasal dikenakan kepada Benny, di antaranya Pasal 200, Pasal 201, dan Pasal 406 KUHP serta ketentuan terkait bangunan dalam Undang-Undang Bangunan Gedung sebagaimana telah mengalami perubahan melalui regulasi Cipta Kerja.

Meski demikian, proses hukum masih berjalan. Seluruh dugaan tindak pidana yang disangkakan kepada Benny tetap harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan tahapan peradilan.
Bangkit juga menyampaikan Benny tidak masuk dalam daftar pencarian orang.

Berdasarkan informasi yang diterima dari penyidik, Benny disebut masih dapat dihubungi dan bersedia menjalani pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukum.

Kuasa hukum Sofyan menilai persoalan utama saat ini bukan hanya kerusakan bangunan, tetapi juga kepastian hukum setelah perkara berjalan selama bertahun-tahun.

Pihaknya meminta penyidik segera menentukan arah perkara, apakah dilanjutkan ke tahap penuntutan atau dihentikan apabila tidak ditemukan dasar hukum yang cukup.

“Kami ingin melihat dengan jelas di mana posisi persoalannya. Kalau memang perkara ini memenuhi unsur pidana, segera dilanjutkan. Kalau tidak memenuhi unsur, juga harus ada kepastian dan keputusan,” tegas Bangkit.

Ia mengatakan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada penyidik menyelesaikan pemeriksaan tambahan. Namun, jika kembali tidak terdapat perkembangan yang jelas, mekanisme pengawasan internal maupun eksternal akan dipertimbangkan.

“Harapan kami perkara ini segera selesai. Jangan sampai persoalan yang sudah berjalan lebih dari lima tahun kembali tertunda karena alasan yang seharusnya bisa diselesaikan,” ujarnya.

Kasus tersebut kini menunggu langkah lanjutan penyidik dan jaksa. Di tengah proses hukum yang telah berlangsung lebih dari lima tahun, pihak kuasa hukum meminta adanya kejelasan mengenai status dan arah penyelesaian perkara.***

JNE Berangkatkan 1.200 Karyawan Umrah, Keberangkatan Dimulai 16 September 2026

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – JNE kembali memberikan apresiasi kepada karyawan melalui program perjalanan spiritual dengan memberangkatkan lebih dari 1.200 Ksatria dan Srikandi JNE beserta keluarga untuk menunaikan ibadah umrah.

Program tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan pengabdian karyawan yang telah bekerja di JNE selama lebih dari 12 tahun.

Sebanyak 1.200 karyawan diberangkatkan dalam 20 kloter secara bertahap. Rangkaian keberangkatan berlangsung mulai 16 September hingga 16 Desember 2026.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, turut hadir dalam acara pelepasan kloter pertama yang berlangsung di Anara Hotel, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu, 16 September 2026.

Feriadi mengatakan, program umrah tersebut menjadi bagian dari komitmen JNE dalam memberikan apresiasi kepada karyawan sekaligus meneruskan nilai-nilai yang diwariskan pendiri JNE, almarhum H. Soeprapto Soeparno.

“Program ini adalah wujud nyata pengamalan nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh almarhum pendiri JNE, H. Soeprapto Soeparno. Memberikan kesempatan bagi Ksatria dan Srikandi JNE untuk beribadah ke Tanah Suci adalah tradisi apresiasi atas loyalitas tanpa batas yang mereka berikan kepada perusahaan,” ujar Feriadi.

Menurutnya, perjalanan ke Tanah Suci diharapkan menjadi momentum spiritual yang memberikan pengalaman dan semangat baru bagi para peserta.

“Umrah adalah momentum menapaki jejak Rasulullah SAW dalam menyebarkan kebaikan. Kami berharap sekembalinya dari Tanah Suci, para karyawan membawa energi dan semangat baru untuk terus memberikan pelayanan prima,” katanya.

Feriadi menambahkan, program tersebut juga sejalan dengan tagline JNE, “Connecting Happiness”. Menurutnya, JNE tidak hanya berfokus pada pengiriman barang, tetapi juga berupaya menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga besar perusahaan dan masyarakat.

Program perjalanan spiritual tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 36 tahun JNE yang mengusung tema “Melesat Hebat”.

“Kami berharap perjalanan ini tidak hanya menjadi rezeki bagi mereka, tetapi juga menjadi motivasi untuk selalu bersemangat dalam bekerja,” ujar Feriadi.

Sementara itu, Human Capital Development Division Head JNE, Fikri Al Haq Fachryana, mengatakan program umrah dirancang sebagai bagian dari pembinaan internal perusahaan.

“Program Umrah dan Perjalanan Spiritual ini bukan sekadar reward atau bentuk apresiasi. Umrah sebagai kurikulum terbaik dari Allah adalah instrumen pembinaan internal,” jelas Fikri.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki dua tujuan utama. Pertama, mendorong peserta untuk meningkatkan penyerahan diri kepada Allah sekaligus memiliki visi dan misi hidup yang jelas untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kedua, perjalanan spiritual tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan ketakwaan yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun tempat kerja.

“Ksatria dan Srikandi JNE diharapkan mengimplementasikan ketakwaannya di masyarakat, di rumah dan di lingkungan kerja. Bekerja produktif dengan penuh rasa amanah dan menjalankan core value JNE, yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab dan visioner, sebagai bagian dari perintah Allah,” ungkapnya.

Peserta program umrah tahun ini berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka antara lain berasal dari Bogor, Bandung, Tarakan, Semarang, Balikpapan, Bandar Lampung, Pontianak dan Yogyakarta.

Selama berada di Tanah Suci, para peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan pendampingan Ustadz Jajang Al-Hajj.

Selain karyawan, program perjalanan spiritual tahun ini juga memberikan kesempatan kepada sejumlah penerima penghargaan JNE. Salah satunya adalah pemenang JNE Content Competition 2026.

Idris Prasetyawan, pemenang Best of The Best Kategori Foto Jurnalis Media asal Makassar, dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada awal Desember 2026.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada JNE. Bisa berkunjung ke Baitullah adalah impian terbesar saya yang akhirnya diijabah Allah SWT melalui perantara JNE. Semoga keberkahan ini turut menular kepada seluruh Ksatria dan Srikandi JNE yang terus berdedikasi bagi negeri,” kata Idris.

Hal serupa disampaikan Utomo Priyambodo, pemenang Best of The Best Kategori Writing Jurnalis Media asal Depok.

“Kesempatan menunaikan ibadah Umrah dari JNE adalah anugerah luar biasa yang memberikan pengalaman spiritual mendalam. Semoga JNE terus melangkah maju dan membawa inspirasi kebaikan bagi sesama,” ujarnya.

Apresiasi juga diberikan kepada anggota JNE Loyalty Card (JLC) melalui program JLC Race 2025. Golbi Tranado, anggota JLC dengan transaksi tertinggi sekaligus pemenang JLC Race 2025, turut mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umrah.

“Berawal dari setiap resi pengiriman bersama JNE, siapa sangka berbuah panggilan ke Tanah Suci. Menerima rezeki umrah dari program JLC JNE adalah momen paling mengharukan dalam perjalanan usaha kami. Terima kasih JNE atas apresiasi dan kebaikan yang tak terhingga ini,” tutur Golbi.

Sementara itu, suasana haru terlihat pada keberangkatan kloter pertama. Para peserta bersiap menuju Tanah Suci untuk menjalankan rangkaian ibadah dan mengunjungi Masjidil Haram.

Salah satu peserta, Dasef Kurniawan, Kurir JNE Jakarta Inbound Departemen, mengaku tidak menyangka pengabdiannya selama lebih dari 12 tahun berujung pada kesempatan menunaikan ibadah umrah.

“Saya merasa ini adalah undangan langsung dari Allah SWT yang hadir melalui JNE. Mengabdi lebih dari 12 tahun di perusahaan ini mengajarkan saya arti loyalitas, dan hari ini saya merasakan balasan terindah yang pernah ada,” ungkap Dasef.

Ia juga mengapresiasi perhatian JNE terhadap kesejahteraan spiritual karyawan.

“Kepedulian JNE terhadap kesejahteraan spiritual karyawan membuat saya semakin bangga menjadi bagian dari keluarga besar JNE. Saya yakin, dengan kebersamaan yang solid ini, JNE akan terus melaju pesat dan membawa kebahagiaan bagi banyak orang,” pungkasnya.***

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, Dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pengembangan pembangkit panas bumi Gunung Ungaran, Jawa Tengah, menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengakselerasi transisi energi, mendukung ketahanan energi, sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menugaskan PT PLN (Persero) untuk mengembangkan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran dengan kapasitas hingga 55 megawatt (MW) sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Stakeholders Panas Bumi Gunung Ungaran yang diselenggarakan Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Kamis (17/9). Dialog tersebut mempertemukan legislatif, pemerintah daerah, akademisi, masyarakat dan pemangku kepentingan untuk membahas potensi panas bumi Gunung Ungaran, kebutuhan energi Jawa Tengah, serta aspek lingkungan dan sosial dalam pengembangannya.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto mengatakan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan ketahanan energi Indonesia. Menurutnya, kebutuhan energi akan terus meningkat, sementara ketergantungan terhadap energi fosil menghadirkan tantangan dari sisi ketahanan energi, ekonomi, maupun lingkungan.

“Kalau kita bicara energi, ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu energy security, affordability, dan sustainability. Ketiganya harus berjalan bersama,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, panas bumi menjadi salah satu sumber EBT berbasis domestik yang penting karena dapat menyediakan listrik secara berkelanjutan. Indonesia sendiri memiliki potensi panas bumi yang besar, namun pemanfaatannya masih relatif rendah.

“Indonesia adalah negara dengan potensi panas bumi nomor dua terbesar di dunia setelah Amerika. Potensi panas bumi kita kurang lebih 24,7 gigawatt (GW). Inilah salah satu renewable energy yang andal, karena bisa menjadi base-load atau 24 jam nyala, dengan emisi rendah,” imbuhnya.

Namun Sugeng menekankan, pengembangan panas bumi perlu dilakukan secara hati-hati karena potensi tersebut banyak berada di kawasan yang memiliki fungsi lain, termasuk kawasan hutan maupun wilayah yang memiliki nilai sosial dan budaya. Karena itu, aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat perlu menjadi bagian dari proses pengembangan.

Sementara itu Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Priatin Hadi Wijaya mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan pemanfaatan panas bumi sebagai bagian dari bauran energi nasional.

Hadi menyebut kapasitas pembangkit panas bumi ditargetkan terus meningkat hingga mencapai sekitar 4,1 GW pada 2030 dan bertambah menjadi sekitar 7,5 GW pada 2034. Dalam jangka panjang, pemanfaatan panas bumi ditargetkan mencapai sekitar 23 GW pada 2060 untuk mendukung target Net Zero Emission.

“Panas bumi ini merupakan salah satu energi terbarukan yang andal karena dapat menjadi base-load, sehingga dapat beroperasi secara berkelanjutan untuk mendukung sistem kelistrikan,” ujar Hadi.

Untuk Gunung Ungaran, Hadi menjelaskan bahwa pemerintah baru menugaskan PLN untuk melakukan pengembangan WKP tersebut. Prosesnya masih membutuhkan tahapan eksplorasi dan kajian untuk membuktikan potensi serta menentukan lokasi sumur yang tepat.

“Untuk membuktikan potensinya membutuhkan waktu. Ini proses yang tidak mudah, sampai kemudian menentukan titik sumur dan melakukan pengeboran eksplorasi,” katanya.

Hadi menegaskan, penentuan lokasi sumur eksplorasi maupun fasilitas produksi nantinya akan dilakukan melalui kajian dan koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Executive Vice President Panas Bumi PLN John Rembet mengatakan PLN siap menjalankan penugasan pemerintah untuk mengembangkan WKP Ungaran dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Menurut John, pengembangan panas bumi merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber daya energi domestik. Panas bumi dimanfaatkan di lokasi sumbernya untuk menghasilkan listrik bagi kebutuhan dalam negeri, sehingga pengembangannya turut mendukung pemanfaatan energi yang tersedia di dalam negeri.

“Panas bumi merupakan sumber energi domestik yang pemanfaatannya berada di dalam negeri. Karena itu, pengembangannya menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional,” ujar John.

Dalam konteks tersebut, PLN mendapat penugasan pemerintah untuk mengembangkan WKP Ungaran melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 134 Tahun 2026. Berdasarkan RUPTL 2025–2034, WKP Ungaran memiliki kapasitas pengembangan hingga 55 MW.

John menjelaskan, WKP Ungaran memiliki luas sekitar 29.800 hektare. Namun, luasan wilayah kerja tersebut tidak berarti seluruh area akan digunakan untuk pembangunan fasilitas panas bumi. Pemanfaatan lahan akan ditentukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan teknis dan hasil kajian pengembangan.

“Luas wilayah kerja memang sekitar 29.800 hektare, tetapi bukan berarti kita mengembangkannya di seluruh luasan itu. Tapak yang digunakan untuk fasilitas panas bumi relatif terbatas dan akan ditentukan berdasarkan hasil kajian,” ujar John.

Saat ini, PLN masih berada pada tahap studi. Pengembangan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, mulai dari studi pendahuluan, feasibility study, kajian lingkungan dan sosial, pemenuhan perizinan, pengadaan lahan apabila diperlukan, hingga eksplorasi.

“Yang utama adalah memastikan proses yang ada terpenuhi terlebih dahulu. Studi dan perencanaan di tahap awal harus benar-benar dilakukan dengan baik,” kata John.

Pengembangan panas bumi Gunung Ungaran tidak hanya diarahkan untuk menambah pasokan listrik bersih, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan panas bumi bagi kegiatan ekonomi masyarakat.

“Pengembangan panas bumi bukan hanya sekadar mendukung transisi energi maupun penyediaan tenaga listrik, tetapi bagaimana juga berdampak positif untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

Salah satu contoh terdapat di PLTP Lahendong, Sulawesi Utara, di mana panas bumi selain dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik juga digunakan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat.

Menurut John, peluang manfaat serupa dapat dibahas bersama pemerintah daerah dan masyarakat sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan wilayah sekitar Gunung Ungaran.

Di tengah besarnya potensi energi, PLN menegaskan bahwa pengembangan Gunung Ungaran tetap harus berjalan dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan sosial di sekitar wilayah kerja. John mengatakan PLN akan melakukan kajian sosial dan lingkungan serta social mapping untuk memahami kondisi masyarakat dan pemangku kepentingan di sekitar rencana pengembangan.

“Pada prinsipnya, pengembangan panas bumi bukan hanya mengenai tujuan mendukung transisi energi maupun penyediaan tenaga listrik, tetapi bagaimana juga berdampak untuk masyarakat sekitar. Karena itu, kami akan melakukan social mapping dan berdiskusi dengan seluruh stakeholder,” katanya.

Aspek pelestarian kawasan juga menjadi perhatian, termasuk keberadaan kawasan cagar budaya seperti Candi Gedong Songo. Penentuan lokasi pengeboran dan fasilitas panas bumi akan mempertimbangkan hasil kajian serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengalaman pengembangan panas bumi di wilayah lain dapat menjadi referensi dalam melihat bagaimana kegiatan panas bumi dapat berjalan berdampingan dengan situs budaya dan fungsi kawasan lainnya. Salah satunya adalah PLTP Dieng di Jawa Tengah yang telah beroperasi di kawasan yang juga memiliki sejumlah situs budaya.

Sementara itu, Ahli Geothermal Departemen Fisika Fakultas Sains dan Matematika Undip, Agus Setyawan, mengatakan kajian ilmiah terhadap potensi panas bumi Gunung Ungaran telah dilakukan sejak 2002. Hasil berbagai penelitian menunjukkan adanya indikasi sistem panas bumi di kawasan tersebut, namun pembuktian potensi dan penentuan lokasi pengembangan tetap membutuhkan data serta kajian lanjutan.

Agus juga menilai keterlibatan berbagai pemangku kepentingan menjadi penting dalam membahas rencana pengembangan tersebut, termasuk aspek teknis, lingkungan, konservasi, sosial, dan keterlibatan masyarakat.

Dengan proses yang dilakukan secara bertahap dan berbasis kajian, pengembangan PLTP Gunung Ungaran diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pasokan listrik Jawa Tengah sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi panas bumi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Semarak HUT ke-38, PT KIW Libatkan UMKM Tiga Kelurahan dan Siapkan Sembako Murah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 751 paket sembako murah disiapkan PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) atau PT KIW (Persero) untuk masyarakat dalam KIW Bazaar Festival 2026, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-38 PT KIW (Persero) yang jatuh pada 7 Oktober 2026.

Tak hanya sembako murah, kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar kawasan industri itu juga diisi Fun Walk sejauh 3,8 kilometer, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah.

Fun Walk menjadi pembuka rangkaian KIW Bazaar Festival 2026. Kegiatan ini diikuti masyarakat, karyawan PT KIW, tenant, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Jarak 3,8 kilometer dipilih sebagai simbol usia perusahaan yang memasuki tahun ke-38. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan PT KIW dengan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Sejumlah warga dari Kelurahan Karanganyar, Randugarut, dan Tugurejo turut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Usai Fun Walk, masyarakat dapat mengikuti KIW Bazaar Festival yang tahun ini kembali menghadirkan program sembako murah. Program tersebut telah digelar selama tiga tahun berturut-turut.

Dari 751 paket yang disediakan, masing-masing paket memiliki nilai Rp150.000. Namun masyarakat cukup membayar Rp50.000 melalui sistem voucher.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial PT KIW untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di sekitar kawasan industri.

Direktur Utama PT KIW (Persero), Rezza Arta, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan perusahaan.

“KIW Bazaar Festival bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk terus hadir, berbagi manfaat, dan memperkuat hubungan yang harmonis dengan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, mendukung UMKM lokal, serta mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kepedulian sosial,” ujar Rezza.

Libatkan UMKM Tiga Kelurahan

Selain sembako murah, PT KIW juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM lokal melalui bazar yang melibatkan pelaku usaha dari Kelurahan Randugarut, Karanganyar, dan Tugurejo.

Para pelaku UMKM mendapat kesempatan memperkenalkan produk sekaligus memperluas pemasaran kepada masyarakat dan pengunjung kegiatan.

Direktur Pengembangan dan Operasional PT KIW (Persero), Sugeng Riyanto, mengatakan keterlibatan UMKM menjadi bagian dari upaya perusahaan agar keberadaan kawasan industri turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin keberadaan kawasan industri tidak hanya memberikan manfaat dari sisi aktivitas usaha, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan bagi masyarakat di sekitarnya. Melalui bazar UMKM ini, kami berharap para pelaku usaha lokal dapat memperkenalkan produknya, memperluas pasar, dan membangun jejaring yang mendukung perkembangan usahanya,” kata Sugeng.

Ada Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah

Rangkaian kegiatan juga diperkuat dengan program sosial di bidang kesehatan. Masyarakat mendapat akses pemeriksaan kesehatan gratis yang didukung Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan PT Kimia Farma Diagnostika.

PT KIW juga menggandeng PMI Provinsi Jawa Tengah untuk menggelar donor darah.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT KIW (Persero), Yogi Putra Wijaya, mengatakan keberlanjutan perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kontribusi yang diberikan kepada masyarakat dan lingkungan.

“Bagi PT KIW (Persero), keberlanjutan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian kinerja bisnis, tetapi juga dengan bagaimana perusahaan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Yogi.

Menurut dia, kegiatan sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, dan donor darah menjadi bentuk kontribusi sosial perusahaan yang diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Pelaksanaan KIW Bazaar Festival 2026 juga melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI-Polri, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Puskesmas Mangkang, PMI Jawa Tengah, tenant, mitra, dan sejumlah sponsor.

KIW Bazaar Festival 2026 merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-38 PT KIW (Persero) yang mengusung tema “Expanding Bigger, Evolving Better” atau bertumbuh semakin besar dan terus berevolusi menjadi lebih baik.

Melalui tema tersebut, PT KIW menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan kawasan industri sekaligus memperkuat pelayanan, inovasi, tata kelola, keberlanjutan, serta kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar.***

Sebanyak 230 Lulusan PUtech Jadi Talenta Baru untuk Pembangunan Infrastruktur Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) mengukuhkan 230 lulusan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 Tahun 2026 di Kampus 2 PUtech, Sabtu (19/9).

Di tengah kebutuhan tenaga terampil untuk pembangunan infrastruktur, lulusan PUtech dituntut tak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi standar kerja industri yang semakin dinamis.

Sebanyak 230 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan sebagai Ahli Madya Teknik. Mereka berasal dari tiga program studi, yakni 72 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Air, 82 lulusan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta 76 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.

Menteri Pekerjaan Umum Ir. Dody Hanggodo, M.PE. yang hadir melepas para lulusan menegaskan, integritas harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi di sektor konstruksi.

Menurutnya, kualitas infrastruktur dan kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga keberanian untuk bekerja secara jujur dan bertanggung jawab.

“Hari ini bukanlah akhir perjalanan Saudara, melainkan awal dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Saya berpesan agar Saudara senantiasa memperkuat integritas, menjaga profesionalisme, memiliki semangat belajar sepanjang hayat, serta terus mengasah kemampuan adaptif dan kolaboratif,” ujar Dody.

Dody juga meminta lulusan tidak berhenti belajar setelah meninggalkan kampus. Perkembangan teknologi konstruksi, kata dia, menuntut tenaga profesional untuk terus memperbarui kompetensi.

Penguasaan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM) dan Internet of Things (IoT) dinilai semakin penting untuk mendukung efisiensi pekerjaan dan pengelolaan proyek konstruksi.

Selain kemampuan teknis, Dody menekankan pentingnya penerapan budaya keselamatan kerja atau safety first, kemampuan komunikasi, serta kolaborasi dalam tim.

Ia juga mendorong dunia industri memperkuat kemitraan dengan PUtech melalui penyediaan program magang berkualitas dan keterlibatan praktisi dalam proses pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Direktur PUtech Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan sebagian lulusan bahkan telah memperoleh pekerjaan sebelum prosesi wisuda berlangsung.

Sebanyak 64 wisudawan tercatat telah bekerja atau diterima bekerja. Dari jumlah tersebut, 42 persen berada di bidang Sumber Daya Air (SDA), 17 persen di bidang Jalan dan Jembatan, serta 12 persen di bidang Bangunan Gedung.

Selain itu, 57 wisudawan lainnya masih menjalani proses seleksi di sejumlah kontraktor BUMN.

Brawijaya menargetkan lebih dari separuh lulusan dapat terserap dunia kerja pada minggu pertama setelah wisuda.

“Melangkahlah dengan percaya diri, tetaplah rendah hati, jaga integritas, dan jadikan ilmu serta keterampilan yang Saudara miliki sebagai bekal untuk memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Wakil Direktur II PUtech Iriandi Azwartika menambahkan, kesiapan lulusan memasuki dunia kerja menjadi salah satu perhatian utama kampus.

Menurutnya, tingkat lulusan yang telah terserap maupun sedang berada dalam proses menuju dunia kerja menunjukkan tren peningkatan.

Kesiapan tersebut tidak lepas dari pola pendidikan vokasi yang diterapkan PUtech. Pembelajaran dirancang dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Para mahasiswa juga mendapatkan pengalaman magang dan kerja praktik selama enam bulan yang melibatkan Kementerian PU, dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, serta mitra pendidikan.

Selain pengalaman lapangan, mahasiswa dibekali sertifikasi kompetensi pada jenjang konstruksi sebagai bagian dari persiapan memasuki pasar kerja.

Wisuda ke-5 ini sekaligus menandai perjalanan lima angkatan PUtech dalam menyiapkan tenaga terampil di bidang konstruksi di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.

Bagi 230 lulusan yang dikukuhkan, prosesi wisuda bukan sekadar penutup masa pendidikan. Mereka kini dihadapkan pada tuntutan dunia kerja yang membutuhkan tenaga konstruksi dengan kemampuan teknis, adaptasi teknologi, disiplin keselamatan, serta integritas profesional.

PUtech berharap para lulusan mampu membawa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional dan terus mengembangkan kemampuan sepanjang perjalanan karier mereka.

Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-5 PUtech turut dihadiri Sekretaris Jenderal PU, Kepala BPSDM PU, Inspektur Jenderal PU, perwakilan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Direktorat Jenderal Bina Marga, jajaran Senat PUtech, mitra dunia usaha dan industri, serta keluarga wisudawan.***

PLN Peduli Dorong Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya Tumbuh Jadi Destinasi Unggulan di Kabupaten Semarang

0

KAB SEMARANG (Pertamanews.id) – Gemericik air Sungai Serang, hamparan alam yang asri, serta semangat masyarakat untuk mengembangkan potensi desanya menjadi bagian dari wajah baru Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Melalui pengembangan Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya, potensi alam dan kehidupan masyarakat setempat kini mulai dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik bagi masyarakat.

Dukungan terhadap pengembangan tersebut semakin nyata setelah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UIP Jawa Bagian Tengah melalui PLN Peduli selesai direalisasikan. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi ekonomi lokal.

Desa Duren sendiri memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Selain keindahan alam dan aliran sungai yang menjadi lokasi pengembangan wisata river tubing, desa ini juga memiliki potensi pertanian dan perikanan yang membuka peluang untuk dikembangkan menjadi wisata berbasis edukasi maupun agrowisata.

Kepala Desa Duren menyampaikan bahwa pengembangan Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya merupakan inisiatif yang dilakukan bersama masyarakat untuk mengoptimalkan potensi alam yang dimiliki desa.

“Saat ini kita akan fokus untuk meningkatkan Desa Wisata Duren Wahyu Tirta Mulya. Desa Duren memiliki potensi alam yang sangat luar biasa indah dan kami mempunyai inisiatif bersama masyarakat untuk mengembangkan desa wisata ini. Saat ini kami juga sedang melakukan penataan sarana dan prasarana secara bertahap,” ungkapnya.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam proses pengembangan tersebut. Selain memanfaatkan dukungan dari APBD, Pemerintah Desa Duren juga mendapatkan perhatian melalui program PLN Peduli yang membantu meningkatkan sarana dan prasarana pendukung desa wisata.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan, partisipasi, dan kepedulian dari PLN Peduli yang sudah memberikan bantuan ke Desa Duren. Semoga bantuan ini bisa mempercepat kemajuan dan perkembangan Desa Duren,” tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Camat Tengaran, Sri Sulistyorini, mengatakan bahwa Kecamatan Tengaran yang terdiri dari 15 desa memiliki potensi wisata yang sangat beragam. Desa Duren menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

“Kecamatan Tengaran terdiri atas 15 desa yang memiliki potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya Desa Duren yang memiliki potensi alam, termasuk potensi air, pertanian, dan perikanan yang bisa dikembangkan menjadi lokasi wisata,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya telah resmi dicanangkan sebagai salah satu desa wisata di Kecamatan Tengaran dan menjadi salah satu destinasi yang terus didorong pengembangannya, termasuk melalui wisata river tubing.

“Atas program PLN Peduli untuk pengembangan wisata di Desa Duren, Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya, kami mengucapkan terima kasih. Semoga program PLN Peduli dalam pemberdayaan masyarakat, utamanya pengembangan desa wisata, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami di wilayah Kecamatan Tengaran, khususnya Desa Duren, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD),” kata Sri.

Ke depan, Pemerintah Kecamatan Tengaran berharap pengembangan Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya dapat terus diperluas dengan menghadirkan berbagai konsep wisata lainnya.

“Ke depan, kami sangat berharap desa wisata ini semakin berkembang, mungkin bisa dikembangkan agrowisata dan eduwisata yang semakin menambah kelengkapan Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya,” lanjutnya.

Kini, manfaat dari pengembangan tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat yang datang menikmati wisata di Desa Duren. Salah seorang pengunjung bahkan mengungkapkan kesannya secara sederhana setelah mencoba aktivitas wisata yang tersedia.

“Seru banget, ketagihan. Pengen ke sini terus,” ungkap salah seorang warga.

General Manager PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa kehadiran PLN melalui program TJSL tidak hanya ditujukan untuk membangun fasilitas, tetapi juga mendorong agar potensi masyarakat dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

“PLN Peduli hadir memberikan energi positif bagi masyarakat di sekitar Desa Duren. Kami berharap bantuan TJSL ini dapat mendukung pengembangan Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya, meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan, keberhasilan program TJSL tidak hanya dilihat dari selesainya pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya oleh masyarakat.

“Harapannya, fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh masyarakat sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan perekonomian Desa Duren,” tambahnya.

Melalui sinergi antara PLN, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Wisata Wahyu Tirta Mulya kini memiliki pijakan baru untuk terus berkembang. Aliran sungai yang dahulu menjadi bagian dari keseharian masyarakat kini mulai menjadi daya tarik wisata, sementara potensi pertanian, perikanan, budaya, dan UMKM membuka peluang baru bagi tumbuhnya ekonomi desa.

Bagi PLN, langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus menghadirkan manfaat yang melampaui penyediaan energi listrik. Melalui PLN Peduli, energi positif dihadirkan untuk mendorong masyarakat tumbuh, berdaya, dan bersama-sama membangun masa depan desa yang lebih sejahtera.

Temani Malam di Jakarta, Rooms Inc Sudirman Sajikan Menu Comfort Food Lewat “The Late Shift”

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Ketika aktivitas Jakarta mulai mereda, sebagian orang justru baru memiliki waktu untuk bersantai. Momen setelah jam kerja menjadi kesempatan untuk menikmati hidangan, bertemu teman, atau sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Menangkap kebiasaan tersebut, ARTOTEL Group menghadirkan “The Late Shift”, sebuah campaign kuliner yang dirancang untuk menemani berbagai aktivitas masyarakat di penghujung hari.

Melalui program tersebut, Rooms Inc Sudirman Jakarta menawarkan sejumlah menu yang dinilai sesuai untuk dinikmati setelah aktivitas seharian. Pilihan hidangan yang tersedia antara lain Gultik dengan harga Rp65.000 nett, Grilled Chicken Ramen Rp75.000 nett, Steak & Egg Ramen Rp89.000 nett, serta Congee with Homemade Chili Oil seharga Rp45.000 nett.

Sementara untuk pilihan minuman, tersedia Crush Koffie & Cream dengan harga Rp45.000 nett.

Hotel Manager Rooms Inc Sudirman Jakarta, M. Iqbal, mengatakan kehadiran “The Late Shift” tidak hanya ditujukan sebagai pilihan bersantap malam, tetapi juga sebagai ruang bagi para tamu untuk menikmati waktu dengan lebih santai.

“Melalui The Late Shift, kami ingin menghadirkan pilihan kuliner yang dapat menemani para tamu setelah aktivitas seharian. Baik untuk berkumpul, menikmati hidangan, maupun sekadar bersantai, kami berharap setiap sajian dapat menjadi bagian dari cerita di penghujung hari,” ujar M. Iqbal.

Menurutnya, suasana setelah aktivitas harian dapat menjadi waktu yang tepat untuk memperlambat ritme sejenak, menikmati makanan, sekaligus menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

“The Late Shift” kini sudah dapat dinikmati di Rooms Inc Sudirman Jakarta. Informasi mengenai menu dan pemesanan dapat diperoleh melalui WhatsApp di 08118608787.

Tak Sekadar Menginap, Rooms Inc Sudirman Jakarta Tawarkan Paket “Booked for The Bowl”

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Rooms Inc Sudirman Jakarta menghadirkan paket menginap terbaru bertajuk “Booked for The Bowl”, sebuah penawaran yang memadukan akomodasi dengan pengalaman kuliner dalam satu paket.

Program tersebut menyasar tamu yang menginginkan pengalaman menginap praktis sekaligus mendapatkan pilihan kuliner selama berada di Jakarta.

Melalui paket “Booked for The Bowl”, tamu mendapatkan kesempatan menginap selama satu malam di Incredible 20 Room. Paket tersebut juga mencakup satu porsi Chicken Ramen dan Ice Tea, serta sarapan untuk dua orang.

Tidak hanya itu, tamu juga memperoleh welcome drink saat melakukan check-in dan potongan harga 10 persen untuk makanan dan minuman (F&B) selama periode menginap.

Konsep tersebut membuat tamu dapat menikmati waktu beristirahat sekaligus mencicipi sajian kuliner tanpa harus keluar dari area hotel. Perpaduan antara akomodasi dan kuliner menjadi bagian dari upaya Rooms Inc Sudirman Jakarta menghadirkan pengalaman menginap yang praktis namun tetap memberikan nilai tambah.

Hotel Manager Rooms Inc Sudirman Jakarta, M. Iqbal, mengatakan paket tersebut dihadirkan untuk memberikan alternatif pengalaman menginap yang lebih lengkap bagi para tamu.

“Melalui Booked for The Bowl, kami ingin memberikan pengalaman menginap yang praktis sekaligus memberikan nilai tambah bagi para tamu. Kami berharap perpaduan akomodasi dan kuliner ini dapat melengkapi kebutuhan tamu, baik untuk perjalanan bisnis maupun rekreasi di Jakarta,” ujar Iqbal.

Dengan konsep modern dan dinamis, “Booked for The Bowl” menjadi salah satu pilihan paket yang ditawarkan Rooms Inc Sudirman Jakarta bagi tamu yang ingin menggabungkan kebutuhan akomodasi dengan pengalaman kuliner dalam satu kunjungan.

Informasi lebih lanjut mengenai paket dan reservasi dapat diperoleh melalui WhatsApp 0811-8608-787.

Kejati Jateng Berbagi untuk Negeri di Nusakambangan, Kajati Teguh dan IAD Kunjungi dan Gelar Baksos untuk Warga Binaan

0

CILACAP (Pertamanews.id) – Di balik tembok lembaga pemasyarakatan Pulau Nusakambangan, kehidupan terus berjalan. Ada mereka yang sedang menjalani masa pidana, ada pula yang tengah belajar kembali menata masa depan melalui berbagai program pembinaan.

Suasana itu terasa ketika Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, bersama Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Tengah Ariastuti Teguh Subroto dan jajaran hadir menyapa warga binaan di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (15/9).

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kedinasan. Teguh datang untuk melihat lebih dekat proses pembinaan sekaligus berbagi perhatian dan kebahagiaan bersama warga binaan melalui kegiatan bakti sosial.

Kajati Jateng Teguh Subroto mengatakan, kunjungan tersebut merupakan wujud kepedulian Kejaksaan kepada warga binaan sekaligus bentuk dukungan terhadap proses pembinaan yang sedang mereka jalani.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga binaan. Kami ingin menyapa, berbagi, sekaligus memberikan semangat agar mereka tetap mengikuti proses pembinaan dengan baik. Harapannya, berbagai keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Bagi warga binaan, perhatian semacam itu memiliki makna tersendiri. Di tengah masa yang harus dijalani dan berbagai keterbatasan kehidupan di dalam lapas, sapaan, kepedulian, serta dorongan untuk terus memperbaiki diri menjadi bagian penting dari proses menuju kehidupan berikutnya.

Teguh bersama rombongan kemudian meninjau program pembinaan kemandirian di Lapas Terbuka Nusakambangan. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tambak Sidat Nusakambangan, salah satu lokasi kegiatan produktif yang melibatkan warga binaan.

Di tempat tersebut, aktivitas terlihat berbeda dari gambaran umum tentang kehidupan di balik lembaga pemasyarakatan. Warga binaan tidak hanya menjalani rutinitas, tetapi juga belajar bekerja, mengembangkan keterampilan, dan mengenal proses usaha yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat.

Koordinator Wilayah Nusakambangan dan Cilacap, Irfan, menjelaskan bahwa program pembinaan kemandirian memang diarahkan untuk membangun kemampuan warga binaan agar memiliki bekal setelah menyelesaikan masa pidana.

“Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani pembinaan dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Irfan.

Dalam kunjungan tersebut, Kejati Jawa Tengah bersama IAD Wilayah Jawa Tengah juga menyerahkan bantuan sosial kepada warga binaan serta para pekerja di Tambak Sidat Nusakambangan.

Bantuan itu menjadi bagian dari kegiatan “Berbagi untuk Negeri”, sekaligus rangkaian kepedulian sosial dalam momentum Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah Mardi Santoso menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kejati Jateng.

“Bakti sosial ini menjadi wujud kepedulian bersama sekaligus memberikan motivasi bagi warga binaan untuk terus mengikuti program pembinaan dengan baik,” tuturnyaa.

Pertemuan di Nusakambangan itu memperlihatkan sisi lain dari proses penegakan hukum. Bahwa setelah seseorang menjalani konsekuensi hukum, tetap ada proses panjang untuk membangun kembali kesiapan dirinya sebelum kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Karena itu, pembinaan tidak hanya berbicara mengenai keterampilan. Di dalamnya ada harapan, disiplin, kesempatan memperbaiki diri, dan keyakinan bahwa kehidupan setelah masa pidana masih dapat ditata dengan lebih baik.

Kunjungan Teguh Subroto bersama IAD Wilayah Jawa Tengah dan jajaran pun menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kejaksaan dan Pemasyarakatan.

Di Nusakambangan, pesan itu hadir secara sederhana, penegakan hukum tetap berjalan, tetapi kepedulian terhadap manusia yang sedang menjalani proses pembinaan juga tidak boleh ditinggalkan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Tindak Pidana Khusus Ade Hermawan, SH, MH, Asisten Pengawasan Andhie Fajar Arianto, SH, MH, Asisten Pembinaan Anik Anifah, SH, MH, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Dr. Setiyowati, SH, MH, serta Kepala Bagian Tata Usaha Deddy Agus Oktavianto, SH, MH.

GIIAS Semarang 2026 Siap Digelar Dengan Deretan Merek Kendaraan Baru dan Terlengkap

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Setelah sukses melaksanakan gelaran pameran otomotif GIIAS di ICE BSD, Surabaya, dan Bandung, rangkaian GIIAS The Series melanjutkan perjalanannya ke Kota Semarang. GIIAS Semarang 2026 akan dibuka untuk umum tepatnya pada 30 September – 04 Oktober 2026 di Muladi Dome UNDIP, Semarang.

Memasuki penyelenggaraan kelima kalinya, Semarang konsisten menjadi kota penting dalam rangkaian GIIAS The Series. Pameran ini menjadi ajang utama untuk memperkenalkan berbagai inovasi dan teknologi kendaraan terkini, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan industri otomotif di wilayah Jawa Tengah.

Sekretaris Umum GAIKINDO, Kukuh Kumara menyampaikan bahwa gelaran GIIAS Semarang 2026 bertujuan untuk memperluas pasar otomotif nasional sekaligus mengoptimalkan potensi Jawa Tengah sebagai wilayah strategis bagi perkembangan industri otomotif nasional. “Jawa Tengah memiliki peluang yang sangat besar bagi industri otomotif nasional. Data penjualan nasional menunjukkan bahwa hingga April 2026, Jawa Tengah berhasil mencatatkan penjualan sebanyak 14.195 unit, atau menyumbang sekitar 5,1% dari total penjualan kendaraan secara nasional,” ujar Kukuh.

Kukuh menambahkan, potensi pasar Jawa Tengah kini semakin kuat seiring dengan berkembangnya ekosistem kendaraan listrik di wilayah tersebut. Berdasarkan data Humas Jawa Tengah, pada 15 Juni 2026, masuknya investasi senilai sekitar Rp15 triliun ke Kawasan Industri Seafer (KIS) di Kabupaten Kendal menjadi bukti nyata besarnya kepercayaan investor terhadap perkembangan industri otomotif lokal. Investasi besar ini mencakup pengembangan komponen penting kendaraan listrik, seperti pembuatan baterai, ban, hingga suku cadang untuk kendaraan listrik komersial dan sepeda motor listrik. “Kuatnya potensi pasar di daerah ini ditambah dengan dukungan investor dalam mendukung perkembangan industri otomotif, khususnya kendaraan listrik di wilayah Kabupaten Kendal menjadi bukti tingginya minat dan daya beli masyarakat Jawa Tengah,” tambah Kukuh. Terselenggaranya GIIAS Semarang 2026 diharapkan dapat menjadi wadah untuk terus mendukung tren perkembangan otomotif tersebut.

Semakin Lengkap dan Semarak Dengan Deretan Merek Baru

Siap menyapa masyarakat, GIIAS Semarang 2026 hadir dengan total 19 merek kendaraan otomotif global yang terdiri dari kategori kendaraan penumpang dan sepeda motor. Pada kategori kendaraan penumpang, 18 merek yang turut hadir diantaranya BAIC, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, GAC AION, Geely, Honda, Jetour, KIA, Leap Motor, Mazda, Omoda Jaecoo, Suzuki, Toyota, Vinfast, dan Wuling. Sementara itu, pada kategori sepeda motor diwakili oleh Polytron. Yang menjadikan gelaran GIIAS Semarang kali ini tidak boleh dilewatkan oleh pecinta otomotif semarang adalah hadirnya 7 merek baru dan kembali hadir di penyelenggaraan GIIAS Semarang, yakni Changan, Geely, Jetour, KIA, Leap Motor, Omoda Jaecoo, serta Polytron.

Deretan merek yang hadir di GIIAS Semarang 2026 akan menawarkan kesempatan lebih luas bagi masyarakat Jawa Tengah untuk melihat dan merasakan langsung berbagai kendaraan dengan teknologi terbaru yang telah meluncur di kota-kota penyelenggaraan GIIAS The Series sebelumnya.

Untuk menikmati berbagai kegiatan seru serta teknologi terbaru yang ada di GIIAS Semarang 2026, pengunjung dapat memanfaatkan penawaran tiket khusus dalam presale yang akan hadir pada 16-18 September 2026 melalui aplikasi Auto360, yakni dengan promo Buy 1 Get 1 seharga Rp 15.000 untuk weekdays maupun weekends. Pembelian tiket secara langsung (on-the-spot) juga dapat dilakukan di lokasi pameran dengan harga Rp 20.000 untuk weekdays dan Rp 30.000 untuk weekend.

Keseruan juga akan bertambah dengan hadirnya sponsor yang turut memeriahkan GIIAS Semarang 2026. Tahun ini, Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Finance (TAF) kembali hadir sebagai Platinum Financial Partner di GIIAS Semarang 2026, beserta sponsor lainnya, yakni Kopi Kenangan.

GIIAS The Series 2026 Hadir di Lima Kota Besar

Setelah pameran di ICE BSD Tangerang, Surabaya, dan Bandung, rangkaian GIIAS The Series akan berlanjut ke penyelenggaraan ke-empat, yaitu GIIAS Semarang 2026 yang akan berlangsung pada 30 September–4 Oktober 2026 di Muladi Dome, Semarang, dan rangkaian periode 2026 akan ditutup dengan GIIAS Makassar pada 28 Oktober–1 November 2026 di Summarecon Mutiara Makassar.

Selain rangkaian di tahun ini, juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan pameran dengan menambah satu kota baru yang akan diselenggarakan pada awal tahun depan. GIIAS Bali dijadwalkan hadir pada 27–31 Januari 2027 di The Meru Sanur, Bali, sekaligus menjadi destinasi baru yang melengkapi kesuksesan rangkaian pameran otomotif GIIAS ke wilayah Indonesia bagian timur.