spot_img
Beranda blog

Indosat Dorong Ekonomi Kreatif, Sediakan Akses Adobe Express dan Pelatihan AI Gratis

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan Adobe meluncurkan kolaborasi strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Program ini membuka akses gratis Adobe Express selama enam bulan bagi pelanggan Indosat, sekaligus menghadirkan peluang monetisasi bagi kreator Indonesia.

Kolaborasi tersebut diumumkan di Jakarta, Selasa (17/6/2026), sebagai upaya mendorong masyarakat mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi nyata di tengah meningkatnya penetrasi digital di Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, mengatakan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat.

“Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,” kata Riefky dalam keterangannya.

Ia menilai kemitraan pemerintah dan industri menjadi langkah penting untuk membekali generasi muda dengan kemampuan dan kepercayaan diri agar mampu bersaing di tingkat global.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut Indonesia memiliki talenta kreatif yang besar, namun membutuhkan akses terhadap perangkat, keterampilan, dan kesempatan yang tepat.

“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengatakan Adobe ingin memperluas kesempatan bagi kreator Indonesia untuk menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.

Melalui kerja sama tersebut, seluruh pelanggan Indosat akan memperoleh akses premium gratis ke Adobe Express selama enam bulan.

Adobe dan Indosat juga menyiapkan materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Program pelatihan tersebut dirancang untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam bidang storytelling digital, pembuatan konten, komunikasi visual, hingga pemanfaatan AI dalam proses kreatif.

Tak hanya itu, Adobe juga memilih Indonesia sebagai negara pertama peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.

Program ini memungkinkan kreator memperoleh penghasilan dari template desain yang dibuat dan dipublikasikan melalui platform Adobe Express.

Peserta terpilih nantinya berkesempatan menampilkan karya mereka dalam ajang IdeaFest, sehingga dapat memperluas jaringan dengan pelaku industri serta membuka peluang kolaborasi dan pasar baru.

Kolaborasi ini turut terintegrasi dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang diinisiasi Kemenekraf.

Program tersebut berfokus pada peningkatan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan teknologi digital dan AI, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, Indosat akan memanfaatkan platform pemberdayaan generasi muda GENSi (Generasi Terkoneksi) untuk menjangkau lebih banyak kreator muda.

Setelah membekali lebih dari 10.000 peserta melalui berbagai program literasi digital, GENSi menargetkan dapat menjangkau 15.000 anak muda di seluruh Indonesia sepanjang 2026.

Indosat juga tengah menyiapkan penawaran khusus Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri guna memperluas akses terhadap perangkat kreatif berbasis AI.

Melalui kolaborasi ini, Kemenekraf, Indosat, dan Adobe berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat bertransformasi dari sekadar belajar menjadi berkarya, lalu mengembangkan karya tersebut menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan di sektor ekonomi kreatif.***

MORAZEN Yogyakarta Rayakan Empat Tahun Perjalanan dengan Berbagi Sehat untuk Sesama

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) – Memperingati hari jadinya yang ke-4, MORAZEN Yogyakarta memilih merayakan momen spesial dengan berbagi manfaat bagi masyarakat.

Hotel yang berada di kawasan Kulon Progo ini menggelar program kesehatan berupa medical check up (MCU), donor darah, serta seminar edukasi kesehatan, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan bertajuk “Strong 4ward” tersebut terselenggara berkat kolaborasi dengan RSUD R.A.A. Purworejo, PMI Kulon Progo, dan Prodia Lab. Sebanyak 51 peserta yang terdiri atas warga sekitar, mitra perusahaan, instansi, hingga komunitas turut ambil bagian dalam rangkaian acara.

General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan perayaan ulang tahun keempat menjadi momentum untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menghadirkan kontribusi nyata di luar layanan perhotelan.

“Empat tahun perjalanan MORAZEN Yogyakarta merupakan hasil dari dukungan banyak pihak, mulai dari tamu, rekanan, komunitas, hingga masyarakat sekitar. Melalui kegiatan MCU, donor darah, dan seminar kesehatan ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang nyata. Tema Strong 4ward mencerminkan semangat kami untuk terus tumbuh, bergerak maju, dan memberi dampak positif secara konsisten,” ujar David.

Ia menambahkan, tema Strong 4ward merepresentasikan komitmen MORAZEN Yogyakarta untuk terus melangkah lebih kuat dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya perusahaan membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.

Selain layanan pemeriksaan kesehatan dan aksi donor darah, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan melalui seminar yang menghadirkan dr. Ria Pravitasari, dokter umum dari Prodia Lab. Dalam sesi tersebut, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini penyakit, penerapan pola hidup sehat, hingga kesadaran melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat kegiatan tersebut.

“Kami merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan donor darah seperti ini. Selain menambah pengetahuan melalui seminar, kegiatan ini juga membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan MORAZEN Yogyakarta,” ungkap salah seorang peserta.

Melalui perayaan anniversary ke-4, MORAZEN Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan menjadi bagian dari perkembangan Yogyakarta melalui berbagai program yang relevan, inklusif, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.***

BYD Tech Culture Fest Sambangi Semarang, Suguhkan Pengalaman Langsung Mobil Listrik dan Hybrid

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT BYD Motor Indonesia resmi membuka BYD Tech Culture Fest 2026 di Plaza Gajah Mada, kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Rabu (17/6/2026).

Setelah sukses diselenggarakan di Jakarta dan Medan, ajang edukasi teknologi otomotif tersebut hadir di Semarang selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi upaya BYD dalam mempercepat adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia melalui pendekatan edukasi sekaligus pengalaman langsung bagi masyarakat untuk mengenal berbagai inovasi kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dan teknologi plug-in hybrid terbaru yang dikembangkan perusahaan.

Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Puput Widhiatmoko Hadinugroho.

Eagle Zhao mengatakan, Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang, merupakan salah satu wilayah strategis dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Menurutnya, tren penggunaan kendaraan listrik di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan.

“Jika tahun lalu masih berada di kisaran 2 persen, kini meningkat menjadi sekitar 8 persen. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi terus bertumbuh,” ujar Eagle.

Ia menambahkan, penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026 diharapkan dapat semakin memperluas pemahaman masyarakat terhadap teknologi kendaraan ramah lingkungan yang saat ini terus berkembang.

Selama lima hari pelaksanaan, pengunjung dapat menikmati beragam zona interaktif yang disiapkan BYD, mulai dari Technology Zone, Exhibition Display, Monster Truck Area, hingga Test Drive Area.

PR Manager PT BYD Motor Indonesia, Oka Mahendra, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat mengenai perkembangan teknologi elektrifikasi.

“Selama lima hari penuh masyarakat memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi seluruh teknologi yang kami hadirkan. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai model kendaraan BYD yang dipasarkan di Indonesia sekaligus memahami teknologi yang menjadi fondasi kendaraan listrik maupun hybrid kami,” ujarnya.

Di Technology Zone, pengunjung dapat mempelajari lebih dalam berbagai teknologi unggulan BYD, seperti Blade Battery, e-Platform 3.0, sistem plug-in hybrid DM-i, hingga platform kendaraan yang menjadi andalan pabrikan asal Tiongkok tersebut.

Sementara pada area Exhibition Display, masyarakat dapat melihat lebih dekat jajaran kendaraan BYD yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari desain eksterior hingga interior berbagai model.

BYD juga membuka kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung pengalaman berkendara melalui area test drive dan test ride. Sejumlah model seperti Atto 3, Seal, Sealion, hingga BYD M6 DM-i dapat dicoba secara langsung.

Tak hanya itu, pengalaman berbeda ditawarkan melalui wahana off-road yang memperlihatkan kemampuan Denza B5, SUV berteknologi DMO (Dual Mode Off-road), dalam melintasi berbagai rintangan.

Eagle menjelaskan bahwa teknologi DM-i bukan sekadar diterapkan pada satu produk kendaraan, melainkan sebuah platform yang akan digunakan pada berbagai model BYD di masa mendatang.

“Ke depan kami akan menghadirkan lebih banyak model yang menggunakan platform DM-i untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang semakin beragam,” katanya.

Selain memperkenalkan inovasi teknologi, BYD juga terus memperkuat jaringan bisnisnya di Indonesia.

Perusahaan menargetkan pembangunan sekitar 100 showroom yang akan menjangkau kota-kota tingkat kedua dan ketiga agar akses masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi serta layanan purna jual semakin luas.

Menurut Eagle, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut menjadi faktor yang mendorong masyarakat mulai mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi. Banyak pengguna kendaraan konvensional kini beralih karena mencari kendaraan yang lebih hemat dan efisien.

“Mayoritas konsumen yang melakukan pemesanan merupakan pengguna kendaraan konvensional yang mulai beralih karena mempertimbangkan efisiensi dan biaya operasional yang lebih rendah,” jelasnya.

Pemerintah Kota Semarang menyambut positif penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026.

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Puput Widhiatmoko Hadinugroho, menilai kendaraan listrik menjadi bagian penting dari masa depan mobilitas perkotaan yang lebih bersih, modern, dan berkelanjutan.

“Melalui ajang tersebut, masyarakat Semarang mendapat kesempatan untuk melihat langsung perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi sekaligus memahami arah transformasi transportasi masa depan,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026, BYD berharap dapat memperluas literasi masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi sekaligus mempercepat transisi menuju ekosistem transportasi rendah emisi di Indonesia.***

GranDhika Pemuda Semarang Tawarkan Pengalaman Liburan Lengkap, dari Kamar Tematik hingga BBQ All You Can Eat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Memasuki musim libur sekolah, banyak keluarga mulai merencanakan agenda liburan maupun staycation bersama anak-anak.

Menjawab kebutuhan tersebut, Hotel GranDhika Pemuda Semarang menghadirkan berbagai promo spesial yang dirancang untuk menciptakan pengalaman menginap yang lebih berkesan bagi seluruh anggota keluarga.

Berlokasi strategis di pusat Kota Semarang, Hotel GranDhika Pemuda Semarang menawarkan paket School Holiday yang menghadirkan suasana menginap berbeda untuk si kecil.

Dalam paket ini, kamar akan dilengkapi dekorasi khusus serta perlengkapan mainan yang dapat menemani aktivitas anak selama berada di hotel.

Promo School Holiday dibanderol mulai Rp750.000 per kamar per malam dan berlaku sepanjang Juni hingga Juli 2026.

Tak hanya itu, hotel juga menyiapkan kegiatan kreatif berupa kelas merangkai bouquet bunga yang akan digelar pada Minggu, 28 Juni 2026.

Dengan biaya Rp170.000 per orang, peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, mulai dari special gift atau souvenir, cupcake, lunch buffet hingga diskon 10 persen untuk pembelian makanan dan minuman di hotel.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi alternatif aktivitas edukatif dan menyenangkan bagi keluarga selama masa liburan sekolah.

Selain paket keluarga, Hotel GranDhika Pemuda Semarang juga menawarkan promo Friday Staycation yang memadukan pengalaman menginap dengan sajian kuliner spesial melalui program BBQ Night.

Hanya dengan Rp678.000 per kamar per malam, tamu sudah dapat menikmati fasilitas menginap lengkap dengan sarapan dan paket BBQ Night untuk satu orang. Promo ini berlaku mulai 1 Juni hingga 18 Desember 2026, khusus untuk tamu yang melakukan check-in setiap hari Jumat.

BBQ Night menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan hotel. Berlokasi di area yang memungkinkan tamu menikmati panorama Kota Semarang pada malam hari, acara ini menghadirkan beragam menu pilihan mulai dari seafood segar, ikan, aneka olahan daging, dessert hingga berbagai minuman.

Konsep all you can eat dengan live cooking memberikan kesempatan bagi tamu untuk menikmati hidangan sepuasnya selama acara berlangsung, yakni mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB.

Dengan kombinasi lokasi yang strategis, fasilitas lengkap, serta beragam aktivitas menarik untuk keluarga, Hotel GranDhika Pemuda Semarang menjadi salah satu pilihan ideal untuk mengisi momen libur sekolah tahun ini.

Untuk informasi dan reservasi, tamu dapat menghubungi WhatsApp resmi di 0811-2850-1712 atau telepon (024) 2920 7788. Informasi promo terbaru juga dapat diperoleh melalui akun Instagram @grandhikapemudasemarang.***

BYD Uji M6 Dual Mode di Jalur Menanjak Jawa Tengah, Hemat BBM hingga 65 Km per Liter

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – BYD tak sekadar menawarkan klaim efisiensi kendaraan elektrifikasi. Pabrikan otomotif asal Tiongkok itu mencoba membuktikannya langsung di medan jalan nyata melalui kegiatan BYD Media Challenge dan test drive teknologi Dual Mode (DM) di Jawa Tengah, Senin (15/6/2026).

Dalam pengujian tersebut, teknologi yang menggabungkan tenaga listrik dan mesin berbahan bakar itu diklaim mampu mencatat efisiensi hingga 65 kilometer per liter, sekaligus menawarkan jarak tempuh lebih dari 1.100 kilometer dalam satu siklus penggunaan.

Pengujian melibatkan sejumlah jurnalis otomotif dan media dengan rute dari dealer BYD Haka Semarang menuju kawasan Kopeng, Salatiga, melintasi jalan menanjak dan tikungan perbukitan, lalu berlanjut ke Kopi Banaran Tuntang sebelum kembali ke Jalan Kompol Maksum, Semarang.

Rute tersebut sengaja dipilih untuk menggambarkan kondisi perjalanan harian masyarakat tanpa rekayasa khusus.

Peserta tak hanya menjajal performa kendaraan di berbagai karakter jalan, tetapi juga mengikuti tantangan efisiensi energi listrik dan bahan bakar untuk melihat bagaimana sistem bekerja dalam penggunaan riil.

Head of Marketing, PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi ketiga pembuktian performa teknologi Dual Mode setelah Jakarta dan Medan.

Menurutnya, wilayah ini memiliki karakter jalan yang cukup representatif untuk menguji kemampuan kendaraan elektrifikasi di berbagai kondisi.

Namun lebih dari sekadar pembuktian teknologi, BYD melihat kehadiran Dual Mode sebagai jawaban atas tantangan transisi kendaraan listrik di Indonesia.

Luther menjelaskan, teknologi DM sengaja dibawa ke pasar nasional untuk menjawab keraguan sebagian masyarakat yang belum siap sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV).

“Memang teknologi DM ini terkesan baru di Indonesia, tetapi secara global sudah sangat berkembang. Kami melihat saat ini adalah momen yang tepat untuk membawa teknologi ini ke Indonesia,” ujar Luther.

Secara global, BYD mencatat telah menjual sekitar 16,5 juta kendaraan. Menariknya, hampir 50 persen penjualan tersebut berasal dari kendaraan berteknologi Dual Mode, yang mengombinasikan mesin konvensional dengan sistem elektrifikasi.

Menurut Luther, kondisi infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di sejumlah daerah masih menjadi tantangan utama, terutama di luar kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

Di sisi lain, tingkat kesiapan konsumen untuk langsung berpindah ke kendaraan listrik penuh juga dinilai belum terlalu tinggi.

“Kami melihat masih ada tantangan dari sisi infrastruktur. Selain itu, kesiapan konsumen untuk langsung berpindah ke kendaraan listrik penuh juga belum terlalu tinggi,” jelasnya.

Faktor harga bahan bakar yang relatif tinggi juga menjadi pertimbangan BYD menghadirkan teknologi ini.

Melalui sistem Dual Mode, konsumen dinilai tetap bisa menikmati efisiensi kendaraan elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya.

“Teknologi ini memberikan solusi bagi konsumen yang masih memiliki kekhawatiran soal jarak tempuh dan pengisian daya. Dengan DM, pengguna memiliki fleksibilitas karena tetap ada opsi menggunakan bahan bakar,” katanya.

Sementara itu, Product Expert BYD Indonesia, Boby Bharata, menjelaskan sistem Dual Mode dirancang bekerja secara otomatis untuk menentukan sumber tenaga paling efisien sesuai kebutuhan kendaraan.

“Pengemudi cukup mengemudi seperti biasa. Sistem akan membaca kondisi jalan dan kebutuhan tenaga kendaraan untuk menentukan kapan menggunakan tenaga listrik dan kapan mesin bekerja demi menjaga efisiensi optimal,” jelasnya.

Menurut Boby, teknologi tersebut menawarkan tiga keunggulan utama, yakni efisiensi energi tinggi, biaya operasional lebih rendah, serta emisi gas buang yang lebih kecil dibanding kendaraan konvensional.

Dalam penggunaan harian di perkotaan, kendaraan lebih banyak memanfaatkan tenaga listrik sehingga konsumsi bahan bakar dapat ditekan signifikan.

Sementara untuk perjalanan jauh, sistem secara otomatis mengombinasikan tenaga listrik dan mesin bensin agar performa tetap optimal tanpa kekhawatiran kehabisan daya.

Selain aspek teknologi, BYD juga mengklaim menghadirkan produk yang disesuaikan dengan karakter konsumen Indonesia. Luther menyebut masyarakat Indonesia cenderung mencari kendaraan dengan kapasitas besar, tangguh, nyaman, serta harga yang kompetitif.

“Karakter kendaraan yang diinginkan masyarakat Indonesia adalah kendaraan yang bisa membawa banyak penumpang, durable, kuat, dan tentu dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.

Untuk pasar Indonesia, BYD M6 Dual Mode ditawarkan dengan harga mulai Rp298 juta hingga sekitar Rp380 juta secara nasional dengan lima pilihan varian, mulai tipe standar hingga premium.

“Untuk wilayah Semarang masih kami kalkulasi lagi, tetapi secara nasional harganya mulai Rp298 juta sampai Rp380 juta,” ujarnya.

BYD mengaku respons pasar terhadap kendaraan ini cukup tinggi sejak harga diumumkan. Saat ini, perusahaan masih melakukan penyesuaian antara kapasitas pasokan unit dan jumlah pemesanan konsumen.

“Antusias masyarakat cukup tinggi setelah kami memperkenalkan harga. Jumlah peminatnya sudah mencapai ribuan, sehingga kami masih melakukan kalkulasi supply dan order,” katanya.

Untuk mendukung layanan purna jual, BYD memastikan jaringan yang dimiliki telah disiapkan untuk menangani kendaraan dengan teknologi baru tersebut.

Saat ini perusahaan memiliki sekitar 97 jaringan layanan yang telah dilengkapi fasilitas perawatan kendaraan, termasuk untuk teknologi Dual Mode.

“Ketika membangun jaringan distribusi, kami sudah mempersiapkan fasilitas untuk maintenance dan pengelolaan kendaraan, termasuk untuk teknologi DM ini,” jelas Luther.

Di Jawa Tengah, BYD melihat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat. Dari sekitar 1.600 kendaraan listrik yang beredar di wilayah tersebut, kontribusi BYD disebut telah mencapai sekitar 40 persen.

Penguatan jaringan penjualan juga terus dilakukan. Selain dua jaringan di Kota Semarang, BYD telah hadir di Solo, Yogyakarta, dan sejumlah kota lainnya.

“Pada 17 Juni nanti kami juga akan membuka secara bersamaan empat showroom baru di Jawa Tengah. Ini bagian dari komitmen kami memperkuat layanan dan mendekatkan kendaraan listrik kepada masyarakat,” pungkasnya.***

PLN UIP JBT Perkuat Sinergi dengan Kejati Jateng untuk Kawal Pembangunan Infrastruktur Kelistrikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan guna memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berjalan tepat waktu, sesuai regulasi, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mempererat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) melalui koordinasi dan pendampingan hukum dalam pelaksanaan berbagai proyek ketenagalistrikan di wilayah Jawa Tengah.

Penguatan sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan hukum dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Dukungan dari Kejati Jateng diharapkan dapat membantu mengantisipasi berbagai potensi kendala hukum yang mungkin muncul selama proses pembangunan berlangsung.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan merupakan bagian dari upaya PLN dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Oleh karena itu, kolaborasi dengan aparat penegak hukum menjadi faktor penting untuk memastikan proyek-proyek strategis dapat berjalan lancar dan akuntabel.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis, tetapi juga dukungan tata kelola yang kuat. Sinergi dengan Kejati Jawa Tengah menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai koridor hukum, transparan, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kami optimis kolaborasi ini akan semakin memperkuat upaya PLN dalam menghadirkan listrik yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi energi di Jawa Tengah,” tutur Kishartanto.

Dalam kesempatan tersebut, PLN UIP JBT bersama PLN Group se-Jawa Tengah juga memaparkan perkembangan berbagai proyek pembangunan transmisi, gardu induk, serta infrastruktur pendukung transisi energi yang tengah berlangsung di Jawa Tengah.

Selain meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, proyek-proyek tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung target pemerintah menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Teguh Subroto, SH., MH. menyambut baik upaya PLN dalam membangun koordinasi yang erat dengan institusi penegak hukum.

Pendampingan hukum yang diberikan diharapkan dapat memberikan kepastian dalam pelaksanaan proyek, sehingga pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat diselesaikan secara efektif, transparan, dan sesuai peraturan yang berlaku.

Melalui sinergi yang semakin kuat antara PLN UIP JBT dan Kejati Jateng, diharapkan berbagai proyek strategis ketenagalistrikan di Jawa Tengah dapat terus berjalan dengan baik, mendukung keandalan pasokan listrik bagi masyarakat, sektor industri, serta mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang berkelanjutan.***

Wujudkan Jabar Terang, Pemprov Jawa Barat Bersama PLN Sambungkan Listrik Gratis bagi 85 Keluarga di Cipongkor, Bandung Barat

0

BANDUNG BARAT (Pertamanews.id) – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan seluruh masyarakat menikmati akses listrik terus diwujudkan melalui langkah nyata.

Sebagai tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT PLN (Persero) terkait penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, sebanyak 85 keluarga di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat menerima bantuan penyambungan listrik baru secara gratis.

Program bantuan tersebut menyasar masyarakat yang belum memiliki akses listrik mandiri.

Sebanyak 63 pelanggan berasal dari Desa Sarinagen dan 22 pelanggan berasal dari Desa Karangsari. Seluruh penerima manfaat mendapatkan sambungan listrik baru dengan daya 900 VA atau total daya tersambung sebesar 76.500 VA sehingga dapat menikmati layanan listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan.

Program ini merupakan implementasi nyata dari komitmen yang sebelumnya disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bahwa tidak boleh ada warga Jawa Barat yang hidup tanpa akses listrik.

Melalui kolaborasi dengan PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pemerataan energi hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, Zainal Arifin, mengatakan bahwa program bantuan penyambungan listrik gratis merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan akses energi.

“Alhamdulillah berkat kolaborasi kami dengan PLN, masih bisa memberikan bantuan (pasang baru) listrik bagi masyarakat. Ini merupakan langkah awal. Kami juga berharap, pada saat Bapak Ibu sudah dipasang listriknya, tentunya tujuannya bukan hanya untuk penerangan saja, tapi juga harus bisa meningkatkan nilai ekonomi keluarga. Terima kasih khususnya kepada PLN yang hadir selalu membawa cahaya untuk warga,” ujar Zainal.

Ia menambahkan bahwa bantuan ini diberikan kepada masyarakat prasejahtera yang belum mampu melaksanakan pemasangan listrik.

“Kita ketahui bersama masyarakat Jawa Barat yang belum menikmati listrik secara mandiri masih sangat banyak. Bantuan ini diberikan untuk kriteria masyarakat yang dinilai layak karena belum mampu. Kami menyadari bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ini adalah tahap awal. Saat ini kami prioritaskan dahulu yang benar-benar layak,” tambah Zaenal.

Dalam pelaksanaan program tersebut, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) turut mendukung proses penyambungan listrik bagi seluruh penerima manfaat sehingga bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat.

Senior Manager Operasi Konstruksi I PLN UIP JBT, Onda Irawan menyampaikan rasa syukurnya atas kolaborasi dengan Pemprov Jabar atas terlaksananya penyaluran bantuan ini.

Dirinya berharap bantuan ini mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat khususnya bagi keluarga penerima manfaat.

“Kami bersyukur atas kolaborasi yang sangat baik ini dengan Pemprov Jabar. Mudah-mudahan sinergi dan kolaborasi kami dengan Pemprov Jabar memberi nilai tambah, manfaat, kemudahan dan juga bisa meningkatkan taraf hidup Bapak Ibu masyarakat di sekitar Kecamatan Cipongkor ini. Kami sampaikan juga bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap dan harapan kami jumlah penerima manfaat di tahap berikutnya bisa lebih banyak lagi,” kata Onda.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, menegaskan kesiapan PLN dalam mendukung penuh program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperluas akses ketenagalistrikan di seluruh wilayah Jawa Barat.

“PLN sangat mendukung penuh komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup tanpa akses listrik. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan bersama Bapak Direktur Utama PLN dan Bapak Gubernur Jawa Barat yang salah satu fokus utamanya adalah memperluas akses ketenagalistrikan bagi masyarakat yang belum menikmati listrik secara mandiri,” ujar Kishartanto.

Menurutnya, kehadiran listrik tidak hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, informasi, dan berbagai aktivitas ekonomi yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Kami juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan program ini. Semoga sinergi yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus kita lanjutkan untuk menghadirkan lebih banyak manfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” lanjutnya.

Dengan tersambungnya 85 pelanggan baru di Kecamatan Cipongkor, sebanyak 85 keluarga kini dapat menikmati listrik secara mandiri untuk mendukung aktivitas rumah tangga, pendidikan anak, hingga kegiatan ekonomi produktif.

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PLN dalam menghadirkan energi yang berkeadilan serta mewujudkan cita-cita bersama bahwa tidak ada lagi warga Jawa Barat yang hidup tanpa penerangan listrik.***

Tak Kejar Laporan Cantik, Irwan Hidayat Pilih Sehatkan Bisnis Sido Muncul Sebelum Regenerasi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Di usia 79 tahun, sosok di balik kesuksesan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, justru kembali mengambil peran strategis sebagai Chief Executive Officer (CEO). Langkah tersebut bukan untuk mengejar prestasi pribadi, melainkan menuntaskan sebuah tanggung jawab moral sebelum menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya.

Dalam wawancara bersama Guru Besar dan praktisi bisnis, Rhenald Kasali, Irwan menegaskan dirinya ingin menjadi CEO terakhir dari generasi ketiga keluarga pendiri Sido Muncul.

“Saya punya ikatan moral yang kuat dengan Sido Muncul. Takdir saya ada di sini. Saya ingin memastikan perusahaan ini menjadi perusahaan yang full compliance, sempurna, tidak boleh salah, sebelum saya serahkan kepada generasi penerus,” ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Irwan, masa kepemimpinannya sebagai CEO hanya akan berlangsung sekitar satu tahun. Setelah itu, kepemimpinan akan diserahkan kepada generasi keempat yang kini telah memiliki pengalaman kerja dan pendidikan yang memadai.

Di tengah sorotan pasar modal terhadap penurunan kinerja penjualan Sido Muncul pada kuartal pertama, Irwan justru mengungkapkan bahwa kondisi tersebut merupakan keputusan yang disengaja.

Ia menjelaskan bahwa sebelum kembali menjabat CEO, perseroan menghadapi persoalan stok produk yang menumpuk di tingkat distributor hingga mencapai tiga bulan persediaan, terutama untuk produk andalan Tolak Angin dan Kuku Bima.

“Kami sengaja menahan penjualan. Saya lebih memilih kondisi yang sehat daripada sekadar tampilan laporan keuangan yang bagus,” kata Irwan.

Menurutnya, penumpukan stok terjadi akibat strategi penjualan yang mendorong distributor membeli dalam jumlah besar demi mengejar target dan mempercantik laporan penjualan.

Dampaknya, harga produk di pasar mulai mengalami tekanan akibat persaingan antar-distributor yang menjual dengan harga lebih rendah untuk mengurangi stok.

“Kami ingin stok kembali normal. Idealnya satu bulan di pabrik dan dua minggu di distributor. Kalau stok terlalu banyak, itu tidak sehat bagi sistem distribusi maupun merek,” jelasnya.

Irwan menegaskan bahwa penurunan penjualan yang tercatat bukan disebabkan melemahnya permintaan konsumen. Justru konsumsi produk Sido Muncul tetap stabil, bahkan meningkat di sejumlah wilayah.

“Demand konsumen tidak turun. Yang kami tahan adalah pengiriman ke distributor supaya stok mereka tidak berlebihan,” katanya.

Irwan juga menanggapi keluarnya saham Sido Muncul dari indeks MSCI yang sempat menjadi perhatian investor.

Baginya, ukuran utama keberhasilan perusahaan bukanlah posisi dalam indeks pasar modal, melainkan kepercayaan konsumen terhadap produk.

“Yang penting produk tetap diminati masyarakat. Perusahaannya tetap dihormati orang. Itu yang utama,” ujarnya.

Ia menilai banyak perusahaan saat ini terlalu fokus pada tampilan kinerja jangka pendek.

“Kalau saya yang penting isinya. Jangan tampilannya bagus tapi kenyataannya tidak sehat,” tegasnya.

Menyiapkan Generasi Keempat

Salah satu fokus utama Irwan saat ini adalah memastikan proses regenerasi berjalan baik. Namun, ia menegaskan bahwa jabatan tertinggi perusahaan tidak otomatis diberikan kepada anak kandungnya.

Meski putrinya kini menjabat sebagai Direktur Marketing dan menjadi anggota generasi keempat yang paling senior, keputusan kepemimpinan akan tetap mempertimbangkan kemampuan dan kesiapan.

“Belum tentu anak saya yang dipilih. Yang terpenting siapa yang paling siap memimpin perusahaan,” katanya.

Saat ini terdapat 13 anggota generasi keempat keluarga besar Sido Muncul yang aktif membangun komunikasi dan mempersiapkan masa depan perusahaan melalui forum internal yang mereka bentuk sendiri, yakni “family chapter”.

Irwan mengaku sengaja memberi ruang bagi generasi muda untuk menyusun aturan dan kesepakatan mereka sendiri.

“Mereka punya hukum adat mereka sendiri. Kalau kami ikut campur nanti malah kacau karena cara berpikir kami berbeda,” ujarnya sambil tersenyum.

Berbeda dengan banyak perusahaan keluarga yang terpecah akibat konflik internal, Irwan menilai fondasi utama Sido Muncul adalah nilai-nilai yang ditanamkan orang tua dan pendiri perusahaan.

Ia mengenang pesan sang ibu yang selalu mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antarsaudara.

“Kalau sama saudara saja tidak baik, apalagi dengan orang lain. Kalau saudara berantem terus, kepercayaan orang juga turun,” kenangnya.

Menurut Irwan, perbedaan pendapat dalam keluarga merupakan hal yang wajar. Namun konflik tidak boleh berkembang menjadi pertikaian yang merusak.

“Beda pendapat itu biasa. Yang penting jangan sampai kehilangan kesadaran bahwa saudara adalah partner terbaik yang kita miliki,” ujarnya.

Berbasis Ilmiah, Kunci Keberhasilan Tolak Angin

Dalam wawancara tersebut, Irwan juga mengungkap salah satu keputusan paling penting dalam sejarah Sido Muncul, yakni mengubah industri jamu tradisional menjadi berbasis penelitian ilmiah.

Gagasan itu muncul sejak 1985 ketika ia melihat produk farmasi memiliki tingkat kepercayaan tinggi karena didukung penelitian dan pembuktian ilmiah.

“Saya berpikir, kalau konsumen dihadapkan pada beberapa produk dan hanya satu yang punya bukti ilmiah, pasti dia memilih yang ada buktinya,” katanya.

Namun cita-cita tersebut baru dapat diwujudkan setelah Sido Muncul membangun fasilitas produksi modern pada 2002 yang memenuhi standar industri farmasi.

Sejak saat itu, berbagai produk Sido Muncul menjalani uji praklinis, uji toksisitas, dan pembuktian khasiat secara ilmiah.

Menurut Irwan, langkah tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Tolak Angin menjadi pemimpin pasar jamu masuk angin di Indonesia.

Di penghujung perbincangan, Irwan kembali menegaskan filosofi hidup yang selama ini menjadi pegangan dalam membangun bisnis.

Menurutnya, kesuksesan dan kekayaan bukanlah sesuatu yang bisa dikejar secara langsung.

“Kekayaan itu tidak bisa dikejar. Yang ada justru kita yang dikejar oleh kekayaan. Caranya sederhana, lakukan segala sesuatu dengan baik, sungguh-sungguh, dan bangun kepercayaan,” ujarnya.

Baginya, keberhasilan Sido Muncul bukan semata hasil kecerdasan bisnis, melainkan kombinasi kerja keras, nilai keluarga, dan keberuntungan yang diberikan Tuhan.

“Kalau saya bisa seperti sekarang, itu karena beruntung. Yang 10 persen kemampuan, 90 persen keberuntungan,” kata Irwan.

Kini, setelah hampir delapan dekade perjalanan hidupnya, Irwan Hidayat tengah menyiapkan babak baru dalam sejarah Sido Muncul: menyerahkan perusahaan yang dibangun keluarganya selama lebih dari 70 tahun kepada generasi berikutnya dengan fondasi tata kelola yang lebih kuat, sehat, dan berkelanjutan.

Kepala BPOM Tegaskan Produk Berizin Edar Telah Teruji Keamanannya, Sido Muncul Soroti Viralitas Hoaks

0

UNGARAN (Pertamanews.id) – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. menegaskan bahwa seluruh produk minuman energi yang telah memperoleh izin edar BPOM, termasuk Kuku Bima Energi, aman dikonsumsi masyarakat sepanjang digunakan sesuai petunjuk dan batas konsumsi yang dianjurkan.

Penegasan tersebut disampaikan di tengah maraknya berbagai informasi di media sosial yang mempertanyakan keamanan minuman energi tanpa didukung data ilmiah maupun kajian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Taruna Ikrar menjelaskan bahwa setiap produk yang mendapatkan nomor izin edar BPOM telah melalui proses evaluasi ketat dan berlapis, mulai dari aspek keamanan, mutu, kualitas, hingga pemenuhan standar regulasi yang berlaku.

“Kalau sudah memiliki nomor izin edar BPOM, itu artinya produk tersebut telah melalui proses penilaian keamanan dan kualitas yang ketat,” tegas Taruna saat peresmian Laboratorium Farmakologi Sido Muncul di kompleks pabriknya di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (9/6).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu ragu mengonsumsi produk yang telah terdaftar secara resmi selama penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada kemasan.

BPOM juga terus melakukan pengawasan terhadap produk pangan dan minuman yang beredar di pasaran guna memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga.

Di kesempatan yang sama, Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menegaskan bahwa seluruh produk yang diproduksi perusahaan, termasuk Kuku Bima Energi, telah melewati berbagai tahapan pengujian sebelum memperoleh izin edar dari BPOM.

Menurutnya, pengujian tersebut mencakup aspek keamanan, mutu, hingga efektivitas produk sesuai ketentuan regulator.

“Semua produk kami, termasuk Kuku Bima Energi, sudah melalui uji keamanan dan mendapatkan izin edar BPOM. Jadi secara regulasi itu aman,” ujar dia.

Ia mengakui bahwa perkembangan media sosial menghadirkan tantangan baru bagi industri karena informasi yang tidak berbasis fakta ilmiah sering kali lebih cepat menyebar dan dipercaya publik.

“Kadang di media sosial itu lebih cepat viral daripada fakta ilmiah. Padahal kami sudah melakukan uji toksisitas, uji khasiat, dan berbagai pengujian lain,” katanya.

Irwan menilai edukasi kepada masyarakat menjadi penting agar publik mampu membedakan informasi yang didukung penelitian ilmiah dengan konten yang hanya mengandalkan opini atau spekulasi.

Sementara itu, BPOM mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip Cek KLIK, yaitu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi suatu produk.

Menurut Taruna, langkah sederhana tersebut merupakan cara paling efektif bagi konsumen untuk memastikan keamanan produk yang digunakan sekaligus menghindari risiko akibat mengonsumsi produk ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.

“Cek KLIK itu sederhana tetapi sangat penting. Itu cara paling mudah memastikan produk aman digunakan,” ujarnya.

BPOM menegaskan akan terus memperkuat pengawasan dan edukasi publik guna meningkatkan literasi masyarakat dalam menyikapi informasi terkait keamanan pangan dan minuman, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengedepankan data ilmiah dan informasi dari sumber resmi dalam mengambil keputusan konsumsi.

Setahun Setelah Electrifying Marine, Petani Tambak Pati Rasakan Efisiensi dan Produktivitas yang Lebih Baik

0

PATI (Pertamanews.id) – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Marine yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, terus menunjukkan dampak positif bagi masyarakat.

Setelah menerima bantuan peralatan berbasis listrik dan pelatihan pada tahun 2025, kini para petani tambak mulai merasakan manfaat nyata dari transformasi teknologi yang diterapkan dalam aktivitas budidaya mereka.

Perkembangan paling signifikan terlihat dari semakin tingginya penggunaan peralatan berbasis listrik di kalangan petani tambak.

Jika sebelumnya sebagian besar aktivitas budidaya masih mengandalkan peralatan konvensional berbahan bakar minyak (BBM), saat ini hampir seluruh petani tambak telah beralih menggunakan peralatan listrik, terutama kincir listrik yang menjadi salah satu sarana utama dalam pengelolaan tambak.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa perubahan tersebut menunjukkan bagaimana pemanfaatan energi listrik dapat menjadi pendorong produktivitas sekaligus meningkatkan efisiensi usaha masyarakat.

“Program Electrifying Marine tidak hanya bertujuan menghadirkan bantuan peralatan, tetapi juga mendorong perubahan cara kerja yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Kami bersyukur melihat bahwa masyarakat dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan baik, bahkan kini hampir seluruh aktivitas budidaya tambak sudah memanfaatkan peralatan berbasis listrik. Ini menunjukkan bahwa energi listrik mampu memberikan nilai tambah yang nyata bagi sektor produktif masyarakat,” kata Kishartanto.

Menurut para petani tambak, penggunaan kincir listrik memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap biaya operasional usaha mereka. Dibandingkan menggunakan kincir berbahan bakar minyak, penggunaan kincir listrik mampu menghemat biaya operasional hingga sekitar 70 persen.

Selain lebih hemat, peralatan listrik juga dinilai lebih praktis dan efisien dalam penggunaannya. Para petani mengakui bahwa peralatan berbasis listrik memiliki kinerja yang lebih cepat, mudah dioperasikan, serta membutuhkan perawatan yang lebih sederhana dibandingkan peralatan konvensional.

Perangkat Desa Bulumanis Kidul, Suparlan, mengungkapkan bahwa bantuan PLN telah membawa perubahan besar dalam aktivitas budidaya tambak yang dijalankan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan adanya bantuan dari PLN dengan peralatan-peralatan seperti kincir listrik, itu sangat membantu sekali untuk petani tambak di Desa Bulumanis Kidul. Itu kalau dulu pakai peralatan yang pakai solar itu biaya operasionalnya bisa Rp 1 juta, kalau sekarang bisa sekitar Rp 300 ribu-an. Harapannya ke depan, mohon PLN peduli dengan kita sebagai amsyarakat kecil. Dengan bantuan ini, sangat membantu sekali,” kata Suparlan.

Ia menambahkan bahwa kehadiran listrik juga memberikan kemudahan saat proses panen berlangsung pada malam hari.

“Dulu kami sering menghadapi keterbatasan saat panen, terutama untuk pengoperasian alat sedot dan aktivitas di malam hari. Sekarang semuanya lebih mudah karena sudah didukung listrik. Saat panen malam, penerangan juga tersedia sehingga pekerjaan bisa dilakukan dengan lebih aman dan efektif. Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas bantuan dan pendampingan yang telah diberikan.”

Keberhasilan program Electrifying Marine di Desa Bulumanis Kidul menjadi salah satu bukti bahwa pemanfaatan energi listrik tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha masyarakat, tetapi juga mampu mendorong modernisasi sektor perikanan dan budidaya tambak.
Melalui program ini, PLN tidak hanya menghadirkan listrik sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sejalan dengan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), PLN akan terus mendorong program-program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan, peningkatan produktivitas, serta penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan energi listrik yang lebih luas dan produktif.***