spot_img
Beranda blog

MONDIAL Perkuat Segmen Men’s Jewelry Lewat Kampanye Bersama Nathan Tjoe-A-On

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Di tengah euforia Piala Dunia 2026, brand perhiasan mewah MONDIAL menunjuk pemain Tim Nasional Indonesia Nathan Tjoe-A-On sebagai wajah baru koleksi men’s jewelry melalui kampanye “For the Man Who Deserves It All”.

Melalui kampanye tersebut, MONDIAL menampilkan sisi lain Nathan yang dikenal sebagai pesepak bola profesional. Tak hanya berprestasi di lapangan, pemain berdarah Belanda-Indonesia itu juga dinilai memiliki karakter kuat serta gaya personal yang elegan di kehidupan sehari-hari.

General Manager MONDIAL, Leslie Christian Saputra, mengatakan momentum Piala Dunia menjadi inspirasi untuk mengangkat nilai sportivitas, dedikasi, dan perjuangan sebagai filosofi yang sejalan dengan koleksi perhiasan pria MONDIAL.

“Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi kami dalam menghadirkan men’s jewelry sebagai simbol apresiasi atas setiap pencapaian seorang pria. Nathan merepresentasikan karakter tersebut melalui kepercayaan diri, integritas, dan kerja keras, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Leslie dalam keterangan resminya, Senin (20/7/2026).

Nathan mengaku kerja sama tersebut memiliki makna yang dekat dengan nilai yang selama ini ia pegang. Menurutnya, perhiasan bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi juga dapat menjadi simbol perjalanan hidup dan pencapaian.

“Salah satu perhiasan yang paling berarti bagi saya adalah gelang pemberian orang tua. Itu selalu mengingatkan saya kepada orang-orang yang mendukung saya hingga bisa menjadi versi terbaik dari diri sendiri,” kata Nathan.

Pemain kelahiran Rotterdam itu juga menyebut kesempatan membela Tim Nasional Indonesia sebagai salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya.

Dalam kampanye tersebut, Nathan mengenakan berbagai koleksi men’s jewelry MONDIAL yang memadukan berlian berkualitas tinggi dengan batu mulia, termasuk Blue Sapphire. Koleksi tersebut menghadirkan kesan modern, maskulin, dan elegan yang dinilai selaras dengan karakter serta gaya personal Nathan.

Melalui kampanye “For the Man Who Deserves It All”, MONDIAL ingin mengajak para pria untuk memaknai kesuksesan bukan hanya dari hasil yang diraih, tetapi juga dari proses, dedikasi, dan karakter yang dibangun sepanjang perjalanan.

Seluruh koleksi men’s jewelry yang dikenakan Nathan dalam kampanye ini tersedia secara eksklusif di butik MONDIAL.

Sebagai international luxury jewelry brand, MONDIAL mengusung konsep House of Brands* dengan menghadirkan berbagai koleksi perhiasan berlian premium, mulai dari MONDIAL Excellent Cut Ultimate (MEC), Light of Mondial, Brilliant Rose, hingga beragam designer collections. MONDIAL juga menghadirkan Mondial Excellent Pearl, koleksi mutiara murni bersertifikat GIA yang menjadi salah satu inovasi unggulannya di industri perhiasan mewah.***

Kejari Kota Semarang Maksimalkan Asset Recovery, Rp4,98 Miliar Hasil Lelang Masuk Kas Negara

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang menyerahkan uang hasil lelang barang rampasan negara senilai Rp4.989.200.000 sebagai pembayaran uang pengganti dalam perkara tindak pidana korupsi atas nama terpidana Agus Hartono. Dana tersebut disetorkan ke Kas Negara sebagai bagian dari upaya pemulihan kerugian keuangan negara.

Penyerahan hasil lelang dilakukan pada Kamis (23/7/2026) setelah putusan perkara memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht). Eksekusi dilaksanakan berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 209 K/Pid.Sus/2024 tanggal 5 Februari 2024 yang menguatkan Putusan Pengadilan Tinggi Semarang Nomor 21/Pid.Sus-TPK/2023/PT Smg serta Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang Nomor 16/Pid.Sus-TPK/2023/PN Smg.

Uang tersebut merupakan hasil lelang barang rampasan negara yang dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Seluruh hasil lelang kemudian disetorkan ke Kas Negara sebagai pembayaran uang pengganti yang menjadi kewajiban terpidana.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang Andhie Fajar Arianto, melalui perwakilannya, menegaskan bahwa pelaksanaan eksekusi merupakan bentuk komitmen Kejaksaan dalam menindaklanjuti putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap sekaligus mengoptimalkan pemulihan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Menurutnya, keberhasilan penegakan hukum dalam perkara korupsi tidak hanya diukur dari pemidanaan pelaku, tetapi juga dari keberhasilan mengembalikan aset dan kerugian negara agar dapat dimanfaatkan kembali untuk kepentingan masyarakat.

“Setiap rupiah yang berhasil dipulihkan merupakan wujud tanggung jawab Kejaksaan dalam mengamankan hak negara,” ujar Andhie.

Ia menambahkan, proses eksekusi dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum sehingga hasil lelang barang rampasan dapat disetorkan ke Kas Negara sebagai bentuk nyata pemulihan kerugian negara.

“Kejaksaan akan terus mengoptimalkan pelaksanaan eksekusi terhadap barang rampasan maupun pembayaran uang pengganti dalam setiap perkara tindak pidana korupsi. Penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada penghukuman pelaku, tetapi juga penyelamatan dan pengembalian aset negara,” tegasnya.

Prosesi penyerahan uang hasil lelang turut dihadiri Pemimpin Bank BJB Kantor Cabang Semarang, Risto Livian Surbakti, sebagai mitra dalam proses penyetoran dana ke Kas Negara. Kegiatan tersebut juga disaksikan sejumlah awak media.

Kejari Kota Semarang menegaskan akan terus menjalankan tugas penegakan hukum secara profesional, akuntabel, dan berintegritas dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selain memberikan efek jera kepada pelaku, langkah pemulihan aset negara diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum serta memastikan kerugian negara kembali untuk sebesar-besarnya kemakmuran masyarakat.***

UMKM Bojonegoro Didorong Gunakan Gas Bumi, Operasional Lebih Efisien

0

BOJONEGORO (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro terus mendorong pelaku usaha memanfaatkan gas bumi sebagai energi yang efisien dan berkelanjutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Sinergi Bersama PGN Area Bojonegoro: Wujudkan UMKM Tangguh, Hemat Energi, dan Berdaya Saing” yang digelar di Hotel Eastern, Jalan Veteran, Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Bina Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) Kabupaten Bojonegoro Yuri Nur Rahmawati, perwakilan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Bojonegoro Wiega Bagus Andriyanto, pelaku usaha laundry, UMKM, restoran, serta anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Area Head PGN Area Bojonegoro, Faishal Arief, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen PGN dalam memperkenalkan gas bumi sebagai sumber energi yang aman, praktis, efisien, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Menurutnya, penggunaan gas bumi dapat membantu UMKM menekan biaya operasional sekaligus memperoleh pasokan energi yang lebih andal untuk mendukung keberlangsungan usaha.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Disdagkop UM dan Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Bojonegoro yang terus mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif serta pemanfaatan energi berkelanjutan di Bojonegoro,” ujar Faishal.

Sementara itu, Kabid Bina Usaha Perdagangan Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Yuri Nur Rahmawati, menyampaikan pihaknya memiliki tugas menjaga stabilitas stok dan ketersediaan barang kebutuhan pokok maupun barang penting, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi.

Terkait pengembangan jaringan gas (jargas) PGN, Yuri menilai masyarakat Bojonegoro sangat menantikan perluasan layanan tersebut karena gas bumi menawarkan pasokan yang stabil dan cocok dimanfaatkan oleh pelaku usaha.

“Kami berharap jaringan gas bumi PGN dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang merasakan manfaatnya,” kata Yuri.

Dalam kesempatan yang sama, narasumber dari Dewan Asosiasi Laundry Indonesia, Dimas Setiawan, memaparkan hasil risetnya mengenai potensi bisnis laundry di Bojonegoro. Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama lebih dari satu tahun, ia menilai prospek usaha laundry di Bojonegoro lebih menjanjikan dibandingkan Lamongan maupun Tuban.

“Saya lebih dari setahun melakukan riset sebelum membuka usaha laundry di Bojonegoro. Hasilnya menunjukkan potensi daerah ini sangat besar, bahkan lebih baik dibandingkan Lamongan dan Tuban,” ungkap Dimas.

Ia menambahkan, pihaknya telah mendampingi lebih dari 300 mitra usaha laundry di berbagai daerah di Indonesia. Dalam paparannya, Dimas juga membagikan strategi membangun bisnis laundry yang efisien, termasuk memanfaatkan gas bumi PGN untuk menekan biaya operasional.

Selain membahas peluang usaha, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai keamanan penggunaan gas bumi. Sales PGN Area Bojonegoro, Eko Suprayitno, menjelaskan karakteristik gas bumi, prosedur keselamatan, hingga langkah penanganan darurat apabila terjadi kebocoran.

Menurut Eko, gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan daripada udara sehingga mudah menguap ke atmosfer, tidak mudah meledak, lebih ramah lingkungan, serta telah diberi zat pembau (odorant) agar kebocoran dapat lebih cepat terdeteksi.

Ia mengimbau pelanggan menjaga instalasi gas tetap aman, seperti menjauhkan pipa dari sumber api dan instalasi listrik, menempatkan instalasi di area yang kering dan memiliki ventilasi baik, serta memastikan meter gas tidak mudah dijangkau anak-anak.

Apabila terjadi kebocoran gas, masyarakat diminta tetap tenang, tidak menyalakan api maupun peralatan listrik, menutup seluruh kran gas, membuka pintu dan ventilasi agar sirkulasi udara lancar, serta memeriksa sambungan pipa menggunakan air sabun.

“Jika kebocoran terjadi pada instalasi rumah, segera tutup kran gas dan hubungi Pertamina Call Center 135 atau layanan WhatsApp PGN untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tegas Eko.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta. Ketua IWAPI Bojonegoro, Sri Artiningsih atau yang akrab disapa Bunda Arva, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai pemanfaatan gas bumi untuk mendukung kegiatan usaha.

Ia menilai gas bumi PGN tidak hanya cocok digunakan rumah tangga, tetapi juga mampu membantu pelaku UMKM dan industri karena lebih hemat, praktis, efisien, tersedia selama 24 jam, serta ramah lingkungan.

“Gas bumi ini benar-benar dapat membantu meringankan biaya operasional usaha. Selain hemat dan praktis, pasokannya juga tersedia sepanjang waktu serta lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.***

Hari Kebaya Nasional Jadi Momentum KoenoKoeni Hotel Semarang Kenalkan Konsep Luxury Berbasis Budaya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KoenoKoeni Hotel Semarang menandai rangkaian pra-pembukaan (pre-opening) dengan menggelar perayaan Hari Kebaya Nasional 2026.

Mengusung tema “Anggun Berkebaya, Bangga Berkarya” , kegiatan ini menjadi langkah awal hotel dalam memperkenalkan identitasnya sebagai luxury boutique hotel yang mengusung kekayaan budaya Indonesia.

Digelar di KoenoKoeni Café, Sabtu (19/7/2026), acara tersebut dihadiri tamu undangan, media, serta content creator yang diajak merayakan kebaya sebagai simbol warisan budaya sekaligus identitas perempuan Indonesia.

Tidak sekadar seremoni, perayaan ini menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan budaya dan gaya hidup.

Make Over mengisi acara melalui sesi beauty class yang memberikan inspirasi riasan modern untuk melengkapi penampilan berkebaya.

Sementara Wayang Shakti menampilkan koleksi kain dan wastra Nusantara yang memperlihatkan kekayaan seni tekstil Indonesia.

Director of Sales KoenoKoeni Hotel Semarang, Stephanie Putri, mengatakan peringatan Hari Kebaya Nasional dipilih sebagai momentum untuk memperkenalkan hotel kepada masyarakat melalui pendekatan budaya.

“Kami percaya hospitality bukan hanya tentang memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memiliki cerita, nilai, dan makna. Melalui kolaborasi bersama Make Over dan Wayang Shakti, kami ingin menghadirkan ruang untuk mengapresiasi keindahan kebaya sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas, media, dan para mitra yang telah mendukung perjalanan kami menuju pembukaan resmi hotel,” ujarnya.

Menurut Stephanie, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KoenoKoeni Hotel Semarang dalam menghadirkan pengalaman menginap yang memadukan unsur budaya, gaya hidup, dan pelayanan premium.

Menjelang soft opening pada kuartal ketiga (Q3) 2026, KoenoKoeni Hotel Semarang akan terus menghadirkan berbagai program dan kolaborasi yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia sebagai ciri khas pengalaman bagi setiap tamu yang berkunjung.***

CSR JNE Bantu Gratis Ongkir, Petani Mojogedang Kini Mampu Bersaing di Jakarta

0

KARANGANYAR (Pertamanews.id) – Panen yang melimpah akan memberikan nilai lebih bagi petani apabila didukung akses pasar dan distribusi yang memadai.

Hal itulah yang dirasakan Kelompok Tani (Poktan) Tani Mulyo di Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, yang kini mampu memperluas pemasaran beras organik berkat dukungan distribusi dari JNE.

Penggerak Poktan Tani Mulyo, Hasyim Ashari, mengatakan kelompok taninya telah mengembangkan berbagai jenis beras berkualitas sejak 2013.

Namun, kualitas produk saja belum cukup untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Tantangan terbesar justru terletak pada pemasaran dan biaya distribusi yang membuat harga jual menjadi kurang kompetitif.

Selama bertahun-tahun, Poktan Tani Mulyo telah memiliki pelanggan tetap hingga Jakarta. Meski demikian, konsumen kerap mengeluhkan harga beras yang dinilai lebih tinggi dibanding produk sejenis dari daerah lain.

Menurut Hasyim, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya ongkos kirim yang akhirnya dibebankan kepada konsumen.

“Kalau ongkos kirim ditanggung produsen, tentu akan mengurangi keuntungan petani. Tetapi kalau dibebankan ke konsumen, harga jual menjadi lebih mahal,” ujar Hasyim.

Solusi atas persoalan tersebut hadir melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) JNE. Sejak Maret 2026, JNE memberikan fasilitas pengiriman gratis dari Mojogedang menuju Jakarta sehingga harga beras yang diterima konsumen menjadi lebih terjangkau.

“Kalau kita flashback, kami sudah menampung hasil panen petani sejak 2013. Namun kerja sama dengan JNE baru dimulai pada Maret 2026. Bantuan ini benar-benar membantu kami,” kata Hasyim.

Kerja sama itu bermula ketika Hasyim bertemu perwakilan JNE dalam sebuah forum diskusi. Saat itu ia menyampaikan kendala distribusi yang selama ini dihadapi petani. Salah satu pelanggan mereka, Nadya Pratiwi, pemilik Warung Nasi Peda Pelangi di kawasan SCBD Jakarta, juga menjadi penghubung hingga akhirnya komunikasi dengan JNE terjalin.

“Dari JNE akhirnya memberikan CSR berupa bebas ongkir dari Mojogedang ke Jakarta. Masalah harga yang selama ini dikeluhkan konsumen akhirnya bisa teratasi,” jelasnya.

Dampak kerja sama tersebut langsung dirasakan para petani. Jika sebelumnya pengiriman hanya berkisar 700 kilogram hingga 1 ton dalam sekali kirim, kini volume pengiriman meningkat menjadi 1,5 hingga 2 ton, dengan frekuensi pengiriman rata-rata dua kali setiap bulan.

“Setelah mengenal JNE, pesanan terus meningkat. Sekarang sekali kirim bisa mencapai 1,5 sampai 2 ton,” ungkap Hasyim.

Peningkatan permintaan tersebut tidak hanya membuka pasar yang lebih luas, tetapi juga memberikan kepastian penyerapan hasil panen petani di Mojogedang.

Branch Business Partner JNE Solo, Riki Yulianto, mengatakan program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung petani lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami kepada petani lokal sekaligus upaya menggerakkan perekonomian daerah. Harapannya masyarakat juga bisa memperoleh beras berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.

Riki menjelaskan, sejak April 2026 JNE secara rutin memfasilitasi pengiriman beras organik Poktan Tani Mulyo ke Jakarta. Dalam setiap pengiriman, rata-rata sekitar satu ton beras dikirim melalui program CSR tersebut.

“Hingga hari ini kami sudah melakukan delapan kali pengiriman untuk membantu pendistribusian beras dari Kelompok Tani Mulyo Karanganyar,” tutupnya.

Kuliner Khas Nusantara Naik Kelas, Up^Peak Hotel Semarang Suguhkan Mangut Kepala Manyung

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang menghadirkan sajian kuliner khas Nusantara melalui menu spesial Mangut Kepala Manyung, hidangan tradisional yang menawarkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan kaya rempah.

Marketing Communication Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang, Ruth Novita Lusiani, mengatakan menu terbaru tersebut menjadi salah satu andalan yang dapat dinikmati tamu di Up^Petite Restaurant.

Menurutnya, Mangut Kepala Manyung diolah menggunakan kepala ikan manyung pilihan yang dimasak dengan racikan bumbu tradisional dan santan, sehingga menghasilkan cita rasa autentik khas Indonesia.

“Dengan harga Rp135.000 nett per porsi, Mangut Kepala Manyung dapat dinikmati oleh dua orang. Menu ini cocok disantap bersama pasangan, keluarga, maupun rekan kerja saat makan siang atau makan malam,” ujar Ruth.

Selain Mangut Kepala Manyung, Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang juga menghadirkan Mangut Ikan Pari sebagai menu spesial selama periode Juli hingga September 2026. Menu tersebut ditawarkan dengan harga Rp60.000 nett per porsi.

Untuk melengkapi pengalaman bersantap, hotel juga menawarkan beragam pilihan minuman segar, seperti Peak^Blanc, Strawberry Fun Drink, dan Free Time Frappe. Seluruh minuman tersebut dibanderol Rp35.000 nett per gelas.

Ruth menjelaskan, promo kuliner ini merupakan upaya Up^Peak Hotel Simpang Lima Semarang untuk mengangkat kembali kekayaan cita rasa kuliner Indonesia dalam suasana restoran yang nyaman, modern, dan cocok untuk berbagai momen kebersamaan.

“Menu spesial ini tidak hanya dapat dinikmati oleh tamu yang menginap, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menikmati hidangan berkualitas tanpa harus menginap di hotel,” katanya.

Promo kuliner tersebut berlangsung mulai Juli hingga September 2026 di Up^Petite Restaurant. Masyarakat yang ingin mengetahui informasi terbaru mengenai promo dan program lainnya dapat mengunjungi akun Instagram @uppeakhotelsemarang.

Caleg Suara Terbanyak Tersingkir Proyek Komandante, Kuasa Hukum Soroti Dugaan Cacat Proses Penetapan KPU

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Polemik sistem Komandante di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kembali mencuat. Kuasa hukum para caleg yang mengaku menjadi korban, Zainal Abidin Petir, melontarkan tudingan serius terkait dugaan pelanggaran dalam proses penetapan calon legislatif terpilih.

Tak hanya menuding sistem Komandante bertentangan dengan Undang-Undang Pemilu, ia juga mempertanyakan profesionalitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Menurut Zainal, sedikitnya 32 caleg PDIP di Jawa Tengah yang memperoleh suara terbanyak berdasarkan hasil rekapitulasi KPU justru gagal dilantik menjadi anggota DPRD karena penerapan sistem Komandante.

Padahal, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu serta Peraturan KPU secara tegas mengatur bahwa penetapan calon legislatif dilakukan berdasarkan perolehan suara terbanyak.

“Undang-undang sudah jelas. Yang berhak menjadi anggota DPRD adalah calon yang memperoleh suara terbanyak. Tetapi faktanya, mereka digantikan karena aturan internal partai melalui sistem Komandante,” ujar Zainal, saat di jumpai di Semarang, Senin (20/7).

Ia menduga penggantian tersebut dilakukan melalui mekanisme surat pengunduran diri yang telah dipersiapkan bahkan sebelum hari pencoblosan.

Menurutnya, setiap caleg diminta menandatangani surat pengunduran diri tanpa tanggal. Setelah hasil pemilu keluar dan diketahui siapa yang memperoleh suara terbanyak, surat tersebut baru diberi tanggal untuk dijadikan dasar pergantian calon terpilih.

“Surat pengunduran diri dibuat sebelum pencoblosan, tanggalnya dikosongkan. Setelah caleg menang, surat itu baru diberi tanggal seolah-olah mengundurkan diri setelah pemilu. Menurut kami, ini merupakan modus,” tegasnya.

Tak hanya mengkritik sistem internal partai, Zainal juga menilai KPU patut dimintai pertanggungjawaban atas proses perubahan penetapan calon terpilih.

Ia mempertanyakan mengapa KPU menerima surat pengunduran diri tersebut tanpa memastikan langsung kepada caleg yang bersangkutan.

“KPU seharusnya memanggil langsung calon yang dikatakan mengundurkan diri. Jangan hanya menerima surat dari partai. Kalau klarifikasi saja tidak dilakukan kepada orangnya langsung, bagaimana bisa memastikan surat itu benar dibuat atas kehendaknya sendiri?” katanya.

Menurut Zainal, apabila benar klarifikasi tidak dilakukan kepada pihak yang mengundurkan diri, maka keputusan perubahan penetapan calon terpilih berpotensi menimbulkan persoalan hukum.

Ia bahkan mengingatkan agar KPU tidak dianggap lalai menjalankan kewenangannya sebagai penyelenggara pemilu.

“Jangan sampai publik menilai KPU tidak profesional. Penyelenggara pemilu harus bekerja sesuai undang-undang, bukan hanya berdasarkan administrasi yang disampaikan partai,” ujarnya.

Selain KPU, Zainal juga menyoroti sikap Bawaslu yang dinilai tidak mengambil tindakan meski, menurutnya, terdapat dugaan pelanggaran terhadap ketentuan pemilu.

“Kalau memang ada dugaan pelanggaran terhadap undang-undang, seharusnya ada pengawasan dan penelusuran. Jangan sampai muncul anggapan Bawaslu tidak menjalankan fungsinya,” katanya.

Sementara itu, salah satu korban sistem Komandante, Bonar Novi Priatmoko, caleg PDIP Daerah Pemilihan Sidorejo, Kota Salatiga, mengaku sempat menerima tawaran kompensasi dari DPD PDIP Jawa Tengah.

Namun Bonar menolak tawaran tersebut karena menganggap persoalan yang dihadapinya bukan soal materi, melainkan hak politik yang dijamin undang-undang.

“Saya memang pernah menerima tawaran kompensasi dari DPD. Tetapi yang kami perjuangkan bukan uang atau kompensasi. Yang kami tuntut adalah hak kami sebagai caleg yang memperoleh suara terbanyak sesuai hasil pemilu,” kata Bonar.

Lebih lanjut, Zainal mengatakan pihaknya kini tengah menyiapkan langkah lanjutan dengan melaporkan persoalan tersebut ke DPP PDIP.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan akan ditempuh upaya hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran pidana maupun pelanggaran administrasi pemilu.

Menurutnya, apabila benar terdapat caleg yang memperoleh suara terbanyak namun digantikan melalui mekanisme yang tidak sesuai ketentuan, maka persoalan tersebut bukan lagi sekadar konflik internal partai, melainkan menyangkut penghormatan terhadap hasil pemilu dan kepastian hukum.***

Dari Tandur hingga Konservasi Burung, Siswa SMP Cokroaminoto Dapat Pengalaman Belajar Berbeda

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Mengisi akhir pekan dengan kegiatan edukatif, siswa SMP Cokroaminoto Banjarmangu mengunjungi Ruang Literasi Konservasi Kayunan, Minggu (19/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk mengenalkan pengembangan karakter, literasi, serta pentingnya pelestarian lingkungan kepada para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan berbagai program unggulan yang dikembangkan di Ruang Literasi Konservasi Kayunan.

Mulai dari Program Tandur sebagai gerakan menanam dan merawat lingkungan, kelas Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kelas Public Speaking guna membangun kepercayaan diri, hingga program konservasi burung yang mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga keanekaragaman hayati sebagai penyangga keseimbangan ekosistem.

Tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, para siswa juga diajak berinteraksi langsung dengan para pegiat, berdiskusi, serta mengikuti berbagai aktivitas edukatif.

Melalui pengalaman tersebut, mereka diajak memahami bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh dari lingkungan, alam, dan masyarakat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Cokroaminoto Banjarmangu, Fatimah Nur Isnaini, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menyenangkan.

“Kami ingin siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih luas. Di sini mereka tidak hanya melihat, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap kegiatan. Harapannya, mereka dapat mengenali potensi daerahnya, memiliki kepedulian terhadap lingkungan, serta tumbuh menjadi generasi yang aktif, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.

Salah seorang siswa, Numaira, mengaku antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, berbagai program yang diperkenalkan memberikan pengalaman baru yang tidak diperoleh di dalam kelas.

“Saya senang sekali bisa berkunjung ke Ruang Literasi Konservasi. Program-programnya menarik, terutama konservasi burung dan public speaking. Saya juga jadi tahu kalau belajar bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan langsung dari alam maupun masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Pegiat Ruang Literasi Konservasi Kayunan, Buyung Kahayunan, menjelaskan bahwa ruang tersebut dibangun sebagai pusat belajar terbuka yang mengintegrasikan pendidikan, literasi, dan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan bertujuan membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan keterampilan hidup.

“Kami ingin menghadirkan tempat belajar yang menyenangkan, di mana anak-anak dapat mengenal alam, mengembangkan kemampuan diri, sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan. Melalui Program Tandur, kelas Bahasa Inggris, public speaking, hingga konservasi burung, kami berharap siswa tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga membawa cerita, pengalaman, serta kepedulian yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Buyung.

Ia menambahkan, Ruang Literasi Konservasi Kayunan diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi bagi sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam mencetak generasi yang memiliki wawasan lingkungan, keterampilan, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa aktif mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, hingga mencoba berbagai aktivitas yang telah disiapkan oleh para pegiat.

Melalui kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membawa pengalaman, inspirasi, dan semangat untuk terus belajar.

Pembelajaran berbasis pengalaman nyata ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kecintaan pada potensi lokal, serta membentuk karakter generasi muda yang lebih adaptif dan berdaya saing.***

Gets Group Ekspansi ke Dunia Olahraga, Resmikan Gets Court di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kabar baik bagi pecinta olahraga di Kota Semarang. Gets Court resmi membuka fasilitas sport & lifestyle terbaru yang menghadirkan pengalaman bermain padel, pickleball, hingga berbagai aktivitas kebugaran dalam satu kawasan modern.

Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Gets Court hadir sebagai salah satu pusat olahraga modern yang menyasar masyarakat dari berbagai kalangan. Grand opening ini sekaligus menjadi tonggak baru bagi Gets Group yang selama ini dikenal di industri perhotelan dan hospitality untuk merambah sektor olahraga dan gaya hidup sehat.

Mengusung konsep sport & lifestyle, Gets Court menyediakan enam lapangan padel berstandar internasional serta satu lapangan pickleball yang dapat digunakan oleh pemain pemula maupun profesional. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab tingginya minat masyarakat terhadap olahraga padel yang kini semakin populer.

Tak hanya menawarkan fasilitas olahraga, Gets Court juga dilengkapi berbagai sarana pendukung seperti playground untuk anak, sauna, cold plunge, mushola, meeting room, loker, area parkir yang luas, hingga layanan valet parking guna memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Menariknya, kawasan ini tidak hanya difungsikan sebagai tempat berolahraga. Gets Court juga dirancang sebagai ruang berkumpul yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari pesta ulang tahun, arisan, gathering komunitas, corporate event, hingga acara sosial lainnya dengan konsep yang modern.

Manager Gets Court, Jagat, mengatakan kehadiran Gets Court merupakan bagian dari komitmen Gets Group dalam menghadirkan fasilitas yang mendukung gaya hidup sehat sekaligus membangun ruang interaksi bagi masyarakat.

“Kehadiran Gets Court merupakan langkah baru Gets Group dalam menghadirkan gaya hidup sehat bagi masyarakat Semarang. Kami berharap Gets Court tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, dan membangun komunitas melalui berbagai aktivitas positif,” ujarnya.

Gets Court beroperasi setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB. Masyarakat dapat menikmati fasilitas padel dengan tarif sewa lapangan mulai Rp140.000 per jam, menjadikannya salah satu pilihan olahraga modern dengan harga yang kompetitif di Kota Semarang.

Dengan lokasi yang strategis, fasilitas lengkap, serta konsep yang menggabungkan olahraga dan gaya hidup, Gets Court optimistis menjadi destinasi baru bagi warga Semarang yang ingin berolahraga, bersosialisasi, hingga menggelar berbagai kegiatan dalam satu tempat.

Dari Kelas ke Alam, Siswa SMP Cokroaminoto Dalami Budidaya Lebah Madu dan Konservasi

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Mengisi akhir pekan setelah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa yang tergabung dalam Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) Komisariat SMP Cokroaminoto Banjarmangu mengikuti edukasi budidaya lebah madu di Kampung Literasi Konservasi Kayunan, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (18/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi media pembelajaran luar kelas yang memadukan edukasi lingkungan, konservasi, serta pengenalan kewirausahaan berbasis potensi lokal.

Selama kegiatan, para siswa dikenalkan dengan berbagai jenis lebah madu, cara membedakan koloni, teknik perawatan, hingga proses panen madu. Mereka juga berkesempatan melihat langsung rumah-rumah lebah dan memahami pentingnya menjaga habitat alami agar populasi lebah tetap lestari.

Tak hanya mempelajari teknik budidaya, peserta juga mendapat edukasi mengenai peran penting lebah sebagai penyerbuk alami yang mendukung keseimbangan ekosistem dan produktivitas pertanian.

Melalui pengalaman tersebut, siswa diajak memahami bahwa menjaga kelestarian lingkungan berarti turut menjaga keberlangsungan kehidupan berbagai makhluk hidup yang memberikan manfaat bagi manusia.

Wakil Kepala SMP Cokroaminoto Banjarmangu Bidang Kesiswaan, Fatimah Nur Isnaini, mengatakan kegiatan belajar di alam terbuka mampu memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi peserta didik.

“Kami ingin siswa belajar langsung dari alam. Melalui kegiatan seperti ini mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mencintai lingkungan, menghargai proses, serta mengenali potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi peluang di masa depan,” ujarnya.

Ketua SEPMI Komisariat SMP Cokroaminoto Banjarmangu, Numaira Ndalu Cahyani, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, melihat langsung proses budidaya lebah madu menjadi pengalaman baru yang menambah wawasan.

“Saya baru tahu kalau lebah memiliki peran yang sangat besar bagi lingkungan dan pertanian. Ternyata beternak lebah juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Kegiatannya seru dan menambah wawasan,” katanya.

Sementara itu, Pegiat Konservasi Lembah Maliu, Khairil Anwar, menegaskan bahwa keberadaan lebah madu memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam.

“Lebah bukan hanya menghasilkan madu, tetapi juga menjadi penyerbuk alami bagi berbagai jenis tanaman. Keberadaan lebah sangat bergantung pada lingkungan yang sehat. Karena itu, menjaga hutan, menanam pohon, dan melestarikan keanekaragaman hayati merupakan langkah nyata untuk menjaga keberlangsungan kehidupan lebah sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kami berharap para siswa tumbuh menjadi generasi yang mencintai alam dan memiliki kepedulian terhadap upaya konservasi sejak dini,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Siswa aktif berdiskusi, mengamati aktivitas koloni lebah, hingga mencicipi madu hasil panen.

Melalui kegiatan edukatif ini, SEPMI Komisariat SMP Cokroaminoto Banjarmangu berharap para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan, kreatif, serta mampu melihat potensi lokal sebagai peluang yang bernilai bagi masa depan.