spot_img
Beranda blog

Satu Dekade Gets Premiere Semarang, Saujana Local Market Jadi Ruang Kolaborasi UMKM

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Memasuki satu dekade perjalanan, Gets Premiere Semarang menggelar berbagai kegiatan dalam rangkaian 10th Anniversary bertema “Beyond 10”. Salah satunya melalui Saujana Local Market yang menjadi ruang kolaborasi hotel dengan pelaku UMKM lokal.

Bazar tersebut berlangsung pada 1–18 Oktober 2026 di area Gets Premiere Semarang. Masyarakat dapat mengunjungi Saujana Local Market setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB tanpa dikenakan biaya masuk.

Beragam produk UMKM lokal ditawarkan dalam kegiatan tersebut. Selain berbelanja, pengunjung juga dapat mengenal produk dan karya pelaku usaha lokal yang ikut ambil bagian.

Pembukaan Saujana Local Market pada 1 Oktober 2026 turut dimeriahkan dengan tarian sambutan dari Sanggar Kusuma Wiratama Semarang, fashion show produk UMKM, serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Samsul Bahri Siregar, S.H., M.M.

General Manager Gets Premiere Semarang, Rusli Arsyad, mengatakan Saujana Local Market tidak hanya ditujukan sebagai tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas interaksi dengan masyarakat.

“Kami ingin Saujana Local Market tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk mereka dan bertemu dengan lebih banyak masyarakat,” ujar Rusli.

Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perayaan 10 tahun perjalanan Gets Premiere Semarang bersama masyarakat, UMKM, komunitas, dan berbagai pihak yang selama ini mendukung hotel tersebut.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 2 Oktober 2026 yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Gets Premiere Semarang menggelar kegiatan membatik gratis yang diperuntukkan bagi tamu yang sedang menginap.

Melalui kegiatan tersebut, para tamu dapat mengikuti proses membatik secara langsung sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia.

Saujana Local Market merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju puncak perayaan 10th Anniversary Gets Premiere Semarang. Setelah berbagai agenda sepanjang tahun, rangkaian perayaan tersebut akan ditutup melalui Fun Run pada 29 November 2026.

“Tema Beyond 10 bagi kami bukan hanya tentang merayakan perjalanan selama 10 tahun, tetapi juga tentang bagaimana Gets Premiere Semarang terus berkembang dan membuka lebih banyak kolaborasi. Puncaknya nanti akan kami hadirkan melalui Fun Run pada 29 November,” kata Rusli.

Gets Premiere Semarang berharap rangkaian perayaan satu dekade tersebut dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat, pelaku UMKM, komunitas, serta para mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan hotel selama 10 tahun.

SPDP Dikembalikan, Kuasa Hukum Pertanyakan Kelanjutan Kasus Rumah Irjen Sofyan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Perkembangan penanganan kasus robohnya rumah Irjen Pol. Sofyan Nugroho di Perumahan Puri Anjasmoro, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, kembali menjadi sorotan.

Kuasa hukum Irjen Pol. Sofyan, Bangkit Mahanantiyo, S.H., M.H., dari Solidarity Law Office Semarang, mengungkapkan bahwa Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dalam perkara tersebut telah dikembalikan pihak kejaksaan kepada Polda Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Bangkit seusai bertemu Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Anwar, di Kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Jalan Pahlawan Nomor 1, Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan, Kamis (1/10/2026).

Bangkit mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang memuat sejumlah rencana tindakan penyidik untuk melengkapi perkara.

Dari empat agenda penyidikan yang tercantum dalam SP2HP tersebut, dua di antaranya disebut telah dilakukan. Sementara dua agenda lainnya berkaitan dengan pemeriksaan ahli konstruksi bangunan gedung dan ahli pengkajian bangunan teknis.

Menurut Bangkit, pemeriksaan ahli diperlukan untuk mengukur dan menilai total kerugian yang dialami Irjen Pol. Sofyan akibat robohnya rumah yang diduga berkaitan dengan pembangunan rumah milik Beni Setiawan alias BS.

“Ahli itu diperlukan untuk mengukur dan menilai kerugian total yang dialami oleh Irjen Sofyan akibat rumahnya roboh dari pembangunan Benny,” ujar Bangkit.

Ia menyebut pemeriksaan terhadap kedua ahli tersebut sebelumnya direncanakan dilakukan dalam waktu dekat. Setelah pemeriksaan ahli selesai, penyidik Polda Jateng rencananya kembali mengirimkan berkas perkara kepada jaksa penuntut umum.

Namun, Bangkit mengaku kemudian memperoleh informasi bahwa SPDP perkara tersebut telah dikembalikan oleh pihak kejaksaan kepada Polda Jawa Tengah.

Menurutnya, pengembalian SPDP tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kelanjutan proses hukum yang telah berjalan.

“Kalau SPDP dikembalikan berarti perkara harus diulangi lagi, harus dimulai penyidikan baru lagi,” katanya.

Bangkit menilai persoalan tersebut menjadi serius karena perkara telah berjalan sejak 2022-2023, sementara proses hukum kini memasuki 2026.

Menurut dia, terdapat perubahan ketentuan hukum pidana dan hukum acara yang perlu diperhatikan apabila proses penyidikan kembali dimulai.

Ia menyebut petunjuk jaksa sebelumnya telah mengarahkan penyidik untuk melengkapi unsur perkara, salah satunya berkaitan dengan nilai kerugian bangunan milik Irjen Pol. Sofyan.

Karena itu, pihaknya mempertanyakan konsekuensi pengembalian SPDP terhadap proses penyidikan yang sebelumnya telah berjalan.

“Percuma kita mendapatkan SP2HP yang mana P19 petunjuknya menyuruh melengkapi kerugian nilai dari bangunan Irjen Sofyan menjadi sia-sia karena SPDP dikembalikan oleh kejaksaan,” ujarnya.

Meski demikian, Bangkit mengapresiasi respons Dirreskrimum Polda Jateng yang menurutnya bersedia mendengarkan berbagai masukan terkait perkembangan perkara.

Ia mengatakan penyidik juga akan melakukan gelar perkara untuk memastikan langkah hukum selanjutnya tidak menimbulkan persoalan prosedural.

Menurut Bangkit, gelar perkara tersebut penting dilakukan sebelum perkara kembali dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Rumah Beni Akan Diblokir

Selain membahas persoalan SPDP, pertemuan tersebut juga membahas rencana pemblokiran aset berupa rumah milik Beni Setiawan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Bangkit mengatakan, berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan jajaran Polda Jateng, proses pemblokiran terhadap rumah tersebut akan dilakukan.

“Intinya hari ini setelah hasil gelar dengan teman-teman Polda, rumah Benny diblokir. Cuma itu bagian kecil, substansinya adalah SPDP kembali,” katanya.

Ia berharap proses pemblokiran tetap berjalan sehingga tidak terjadi pengalihan aset selama perkara masih berproses.

Menurut Bangkit, pihaknya juga masih menunggu perkembangan administrasi dari BPN terkait proses pemblokiran tersebut.

“Harapannya tetap harus diblokir. Permen ATR/BPN Nomor 13 Tahun 2017 jelas, kalau ada sengketa di atasnya ya harus diblokir,” ujarnya.

Di sisi lain, Bangkit mengaku belum menerima konfirmasi maupun komunikasi dari pihak Beni Setiawan terkait perkembangan perkara tersebut.

Ia juga mengatakan belum mengetahui adanya pihak tertentu yang melakukan tekanan atau intervensi terhadap proses hukum.

“Saya enggak tahu siapa yang menekan atau ada intervensi. Tapi kita bicara fakta peristiwa hukumnya,” katanya.

Bangkit berharap penanganan perkara tetap berjalan secara transparan dan profesional. Ia menilai pengawalan masyarakat sipil diperlukan agar proses hukum berlangsung terbuka.

“Peran civil society untuk mengawal agar perkara ini menjadi transparan. Perkara yang buktinya sudah jelas, putusan perdatanya sudah terang, fisik bangunannya juga sudah roboh,” ujarnya.

Kasus tersebut bermula dari robohnya rumah Irjen Pol. Sofyan Nugroho di kawasan Perumahan Puri Anjasmoro, Semarang Barat. Kuasa hukum Irjen Pol. Sofyan menyebut robohnya bangunan tersebut berkaitan dengan pembangunan rumah milik Beni Setiawan alias BS yang diduga melanggar ketentuan peraturan daerah.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat konfirmasi dari pihak Beni Setiawan terkait pernyataan kuasa hukum Irjen Pol. Sofyan.

Proses hukum selanjutnya masih menunggu langkah penyidik Polda Jawa Tengah, termasuk gelar perkara dan tindak lanjut setelah pengembalian SPDP oleh pihak kejaksaan.

Pramuka Ponpes Askhabul Kahfi Wakili Jateng di PPSN VI 2026 Malang

0

MALANG (Pertamanews.id) — Pramuka Pondok Pesantren Askhabul Kahfi Semarang menjadi bagian dari Kontingen Provinsi Jawa Tengah dalam Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

PPSN VI 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan berskala nasional tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan keterampilan, kemandirian, kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan bekerja sama melalui kegiatan kepramukaan.

Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, di antaranya Lomba Kuliner, Drama, UMPI, Teknologi Tepat Guna (TTG), serta sejumlah cabang kegiatan lainnya.

Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Dr. H. Fatkhuronji, berharap keikutsertaan Kontingen Jawa Tengah tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi.

Menurutnya, PPSN juga menjadi kesempatan bagi para santri untuk menambah pengalaman, mempererat persaudaraan antarpesantren, serta menunjukkan kemampuan santri dalam bidang kreativitas, inovasi dan keterampilan.

Perwakilan Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, Dr. Muhamad Rikza Saputro, M.Pd., M.M., M.H., atau Gus Rikza, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan Pramuka Askhabul Kahfi menjadi bagian dari Kontingen Jawa Tengah.

“Mohon doa dari keluarga besar Pondok Pesantren Askhabul Kahfi, para wali santri, alumni, dan masyarakat Jawa Tengah. Semoga para santri diberikan kesehatan, kelancaran, dan kemudahan selama mengikuti PPSN VI serta mampu memberikan penampilan terbaik,” kata Gus Rikza.

Ia berharap para santri tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membawa pulang pengalaman, persaudaraan, kedisiplinan, dan semangat baru untuk mengabdi kepada pesantren, masyarakat, agama, dan bangsa.

Sementara itu, Titin Pristi, S.Pd., M.Pd. dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga kekompakan, sportivitas, kedisiplinan, serta nama baik Jawa Tengah selama mengikuti PPSN VI.

Menurutnya, PPSN juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan Pramuka Santri Nusantara sekaligus membentuk generasi santri yang mandiri, tangguh, terampil, kreatif, dan peduli terhadap sesama.

Keikutsertaan Pramuka Pondok Pesantren Askhabul Kahfi dalam Kontingen Jawa Tengah menjadi bagian dari upaya pesantren mengembangkan potensi santri melalui pendidikan kepramukaan sekaligus memperluas jejaring persaudaraan antarsantri di Indonesia.***

Dosen Undip Sebut PLTP Gunung Ungaran Minim Kebutuhan Air Saat Beroperasi

0

JAKARTA (Pertamanews.id) — Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip), Yoga Aribowo, menilai Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran tidak membutuhkan air dalam jumlah besar dalam pengoperasiannya, selain untuk kebutuhan domestik dan operasional fasilitas.

“Setelah memproduksi listrik, PLTP tidak akan ada lagi kebutuhan air yang besar, paling hanya untuk domestik kantor atau mess, dan fasilitas lain. Itu kebutuhan airnya tidak akan signifikan,” kata Yoga.

Menurut Yoga, kebutuhan air dalam pengembangan panas bumi merupakan bagian dari kebutuhan teknis yang telah diperhitungkan operator.

“Pada tahap pengeboran, kebutuhan air dapat mencapai sekitar 100–200 meter kubik per hari, bergantung pada kedalaman dan kondisi pengeboran,” katanya.

Sumber air, kata Yoga, dapat direncanakan dari sumber yang tidak digunakan masyarakat, termasuk akuifer dalam, atau melalui penampungan terlebih dahulu. Langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas dan kuantitas sumber air eksisting.

“Bisa dengan mengambil air dari akuifer dalam, ratusan meter, yang tidak digunakan warga, atau terlebih dahulu membuat pond,” ujarnya.

Yoga menjelaskan sekitar 95% fluida yang diproduksikan dari reservoir panas bumi berupa air.

“Fluida tersebut mengandung sejumlah mineral terlarut seperti natrium, kalium, magnesium, klorida, sulfat dan bikarbonat, serta unsur seperti litium dan boron dalam konsentrasi lebih rendah,” ujarnya.

Menurutnya, fluida panas bumi dapat dikelola melalui treatment dan reinjeksi sehingga tidak memengaruhi kualitas air permukaan maupun air dekat permukaan.

Secara hidrologis, reservoir panas bumi dan akuifer air tanah juga merupakan sistem yang berbeda.

Di sisi lain, Yoga menilai PLTP Gunung Ungaran berpotensi membantu menekan emisi sektor ketenagalistrikan. Ia menyebut emisi CO2 PLTP sekitar 100 gram per kWh, jauh di bawah PLTU batu bara yang mencapai sekitar 900 gram per kWh.

“Semakin banyak porsi PLTP menggantikan PLTU, akan berkontribusi positif bagi kualitas lingkungan, baik udara, laut maupun air,” katanya.

Dengan rencana kapasitas sekitar 55 megawatt (MW), Yoga menilai PLTP Gunung Ungaran dapat menambah pasokan listrik berbasis panas bumi sekaligus meningkatkan porsi energi dengan emisi lebih rendah dalam sistem ketenagalistrikan.

“Pengembangannya tetap perlu dilakukan bertahap dan berbasis kajian agar pengelolaan lingkungan dan kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian dari perencanaan proyek,” pungkasnya.***

OMODA O4 EV Resmi Diperkenalkan di Semarang, Ada Promo untuk 1.000 Pemesan Pertama

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – OMODA & JAECOO Indonesia memperkenalkan OMODA O4 untuk pertama kalinya di Jawa Tengah dalam gelaran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (30/9).

Peluncuran regional tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya untuk melakukan pre-booking OMODA O4 EV.

OMODA O4 mengusung konsep desain “Cyber Mecha Design” dengan tampilan futuristis melalui garis bodi yang tegas dan ekspresif.

Business Unit Director OMODA & JAECOO Indonesia, Jim Ma, mengatakan kehadiran OMODA O4 di Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan teknologi kendaraan terbaru.

“Setiap konsumen memiliki kebutuhan dan karakter berkendara yang berbeda. Karena itu, OMODA & JAECOO membawa OMODA O4 dengan inovasi dan teknologinya ke Jawa Tengah untuk pertama kalinya,” ujar Jim.

Untuk varian listrik, OMODA O4 EV dibekali baterai berkapasitas 67 kWh. Berdasarkan pengujian CLTC, kendaraan tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 611 kilometer.

Bagi konsumen yang melakukan pre-booking, OMODA & JAECOO menawarkan free upgrade senilai Rp50 juta untuk 1.000 pemesan pertama.
Paket tersebut meliputi Exclusive Diecast, upgraded electrochromatic panoramic roof, upgraded AI features, gratis langganan AI internet selama satu tahun, serta upgraded wall charger 3 in 1.

Selain OMODA O4 EV, JAECOO J5 EV dan JAECOO J8 SHS-P ARDIS turut dipamerkan dalam ajang otomotif tersebut.

JAECOO J5 EV mengusung konsep “The Real SUV” dengan teknologi kendaraan listrik. Secara nasional, JAECOO mencatat penjualan J5 EV sebanyak 23.359 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Khusus masyarakat Semarang, JAECOO J5 EV Premium ditawarkan dengan harga Rp326.900.000.

JAECOO juga menghadirkan pilihan personalisasi melalui JAECOO Genuine Body Kit yang merupakan aksesori resmi untuk menyesuaikan tampilan kendaraan.

Sementara JAECOO J8 SHS-P ARDIS dipamerkan sebagai SUV premium yang mengutamakan kenyamanan, ruang kabin dan performa. Model tersebut juga tercatat meraih rekor MURI dengan jangkauan hingga 1.660 kilometer dalam satu kali pengisian baterai dan bahan bakar.

Selama GIIAS Semarang 2026, OMODA & JAECOO menempati Booth G1 di Muladi Dome Undip.

Sebanyak empat unit kendaraan dipamerkan, yakni dua unit JAECOO J5 EV, satu JAECOO J8 SHS-P ARDIS dan satu unit OMODA O4 EV.
GIIAS Semarang 2026 berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Pengunjung dapat melihat langsung jajaran kendaraan OMODA & JAECOO yang dipamerkan selama pameran berlangsung.***

GIIAS Semarang 2026, BYD Tawarkan Teknologi PHEV di Tengah Tantangan Infrastruktur

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT BYD Motor Indonesia membawa strategi berbeda untuk memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah melalui ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026.

Berlangsung di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada 30 September hingga 4 Oktober 2026, BYD menghadirkan sejumlah produk dan teknologi elektrifikasi yang menyasar kebutuhan mobilitas masyarakat di luar kota-kota besar.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, GIIAS Semarang menjadi kesempatan bagi BYD untuk memperkenalkan teknologi elektrifikasi secara lebih dekat kepada konsumen di Jawa Tengah.

Menurut Luther, proses adopsi kendaraan elektrifikasi di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata.

“Memang kita mengerti dalam proses transisinya beberapa hal masih perlu proses, khususnya infrastruktur pengecasan. Kemudian adopsi kendaraan listrik juga tidak mudah, khususnya di luar kota-kota besar,” ujar Luther saat ditemui di GIIAS Semarang 2026.

Kondisi tersebut membuat teknologi elektrifikasi dengan fleksibilitas penggunaan menjadi salah satu opsi yang diperkenalkan BYD. Salah satunya melalui teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Teknologi PHEV memungkinkan kendaraan memanfaatkan tenaga listrik untuk berkendara, sementara mesin pembakaran internal tetap tersedia ketika dibutuhkan. Skema tersebut memberikan alternatif bagi konsumen yang belum memiliki akses charging station secara mudah.

“Untuk menjawab infrastruktur pengecasan yang belum komplet, kita buat dia bisa mengecas sendiri melalui pengisian bahan bakar,” jelasnya.

Luther mengatakan sistem tersebut juga memungkinkan kendaraan mengoptimalkan penggunaan energi listrik dibandingkan bahan bakar.

“Artinya, dia lebih mengoptimalkan penggunaan listrik daripada bensin,” katanya.

Bagi BYD, karakter tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab kebutuhan konsumen di wilayah yang infrastruktur pengisian kendaraan listriknya masih berkembang.

Selain teknologi penggerak, aspek fitur juga menjadi perhatian konsumen kendaraan elektrifikasi. Luther mengatakan konsumen kini memiliki ekspektasi terhadap fitur yang lebih lengkap, terutama karena harga kendaraan hybrid cenderung berada di atas mobil konvensional.

“Ekspektasinya ini menyamai fitur-fitur kendaraan yang premium,” ujarnya.

BYD kemudian membekali kendaraan elektrifikasinya dengan sejumlah fitur keselamatan dan kenyamanan. Salah satunya Advanced Driver Assistance System (ADAS), selain sensor dan berbagai fitur pendukung berkendara.

Kelengkapan tersebut dinilai relevan dengan karakter konsumen di luar kota besar yang membutuhkan kendaraan untuk berbagai kebutuhan harian.

“Apalagi di luar kota besar biasanya kendaraan pertama harus punya dan yang bisa dipakai setiap hari,” katanya.

Melalui GIIAS Semarang 2026, BYD tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga memperkenalkan pilihan teknologi elektrifikasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Jawa Tengah.

Pameran tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi calon konsumen untuk mengeksplorasi langsung teknologi kendaraan elektrifikasi, mulai dari sistem penggerak hingga fitur keselamatan dan kenyamanan yang ditawarkan.***

Kajati Teguh Subroto Pimpin Aslinmas Jateng, 243.543 Satlinmas Didorong Makin Profesional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 243.543 anggota Satlinmas di Jawa Tengah kini mendapat penguatan organisasi melalui Aslinmas. Teguh Subroto, SH, MH, yang juga menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, dikukuhkan sebagai Ketua DPD Aslinmas Jawa Tengah.

Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Apel Akbar Satlinmas sekaligus Pengukuhan DPD-DPC Aslinmas dan DPC Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) se-Jawa Tengah di Stadion Pandanaran, Wujil, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9).

Pengukuhan Teguh dilakukan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappidsus) Aris Marsudiyanto.

Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan besarnya potensi perlindungan masyarakat di Jawa Tengah. Tercatat 243.543 anggota Satlinmas tersebar di 8.562 desa dan kelurahan di seluruh Jawa Tengah.

Mereka tidak hanya diarahkan untuk membantu menjaga ketertiban lingkungan, tetapi juga memiliki peran dalam penanganan bencana, menjaga kelestarian lingkungan, mendukung ketahanan pangan hingga membantu pelaksanaan program pemerintah.

Kegiatan tersebut dihadiri Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani selaku Pembina Satlinmas. Hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani, sejumlah pejabat, serta para kepala kejaksaan negeri se-Jawa Tengah.

Ketua Bappidsus Aris Marsudiyanto mengatakan, besarnya jumlah anggota Aslinmas secara nasional merupakan potensi yang perlu terus dikembangkan.

Saat ini, jumlah anggota Aslinmas disebut mencapai sekitar 1,2 juta orang, sedangkan Abpednas sekitar 500 ribu anggota.

Dengan basis anggota yang besar dan berada dekat dengan masyarakat, Aris melihat kedua organisasi tersebut dapat mengambil peran lebih luas dalam membantu penanggulangan bencana maupun menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Bagus sekali organisasi ini, harus digodok dan ditumbuhkan terus, termasuk untuk kesejahteraan anggotanya,” ujar dia..

Ia juga mengungkapkan rencana agar model apel akbar Satlinmas di Jawa Tengah dapat diterapkan di daerah lain.

Menurutnya, rencana tersebut telah dibicarakan dengan Reda Manthovani selaku Pembina Satlinmas.

“Ini bagus sekali, tadi saya sudah berbicara dengan Pembina Satlinmas, yakni Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Prof Reda Manthovani, agar apel akbar ini juga dilaksanakan di tempat lain,” katanya.

Apel akbar tersebut juga membawa pesan pembaruan melalui konsep “Hansip Reborn”.

Konsep tersebut diarahkan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama ini melekat pada hansip, tetapi dengan pola kerja yang lebih profesional dan menyesuaikan tantangan masyarakat saat ini.

Tidak hanya soal keamanan lingkungan, perhatian juga diarahkan pada tantangan di ruang digital.

Dalam kegiatan tersebut dicanangkan Gerakan Nasional Jempol Baik, yang mengajak masyarakat lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

Aris meminta masyarakat membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum meneruskan sebuah informasi, khususnya informasi yang berpotensi menimbulkan konflik atau mengandung ujaran kebencian.

“Saring dulu setiap ada berita, jangan langsung di-share,” tegasnya.

Setelah dikukuhkan sebagai Ketua DPD Aslinmas Jawa Tengah, Teguh Subroto menegaskan keberadaan Aslinmas harus bermuara pada manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, posisi Satlinmas yang tersebar hingga desa dan kelurahan menjadi kekuatan tersendiri karena anggota bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Karena itu, peran Aslinmas perlu dikembangkan tidak hanya dalam menjaga ketertiban, tetapi juga dalam penanganan kebencanaan, kegiatan sosial, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan dan mendukung program pemerintah.

“Aslinmas harus menjadi bagian dari kekuatan masyarakat yang hadir ketika masyarakat membutuhkan. Karena anggotanya berada sampai tingkat desa dan kelurahan, perannya sangat strategis dalam menjaga ketertiban, membantu penanganan bencana dan mendukung berbagai program pemerintah,” ujar Teguh.

Ia menilai besarnya jumlah anggota harus diikuti dengan penguatan kapasitas organisasi.

Selain peningkatan kemampuan, koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan dan unsur masyarakat juga perlu diperkuat agar keberadaan Aslinmas semakin efektif.

“Kita ingin Aslinmas semakin solid, profesional dan memiliki kemampuan yang sesuai dengan tantangan saat ini. Semangat gotong royong tetap menjadi dasar, tetapi pelaksanaannya harus semakin tertata dan profesional,” katanya.

Sebelumnya, penguatan Aslinmas di Jawa Tengah berlangsung tidak lama setelah Reda Manthovani menghadiri Kemah Bhakti Satya Linmas dan pengukuhan Aslinmas se-Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Kamis (24/9).

Dalam kegiatan tersebut, Reda juga menekankan pentingnya soliditas serta kerja nyata jajaran Aslinmas setelah pengukuhan.

Di Jawa Tengah, Reda kembali hadir langsung sebagai Pembina Satlinmas dalam apel akbar yang diikuti ribuan anggota dari berbagai wilayah.

Kehadiran tersebut menjadi bagian dari rangkaian penguatan organisasi Aslinmas di sejumlah daerah, dengan penekanan agar keberadaan organisasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

Jateng Catat Jumlah Aslinmas Terbesar

Dalam kegiatan tersebut, Jawa Tengah mendapat penghargaan sebagai provinsi dengan jumlah anggota Aslinmas terbanyak secara nasional, mencapai 75.738 anggota.

Kabupaten Semarang menjadi daerah dengan jumlah anggota Aslinmas terbanyak di Jawa Tengah, yakni 32.854 anggota.

Berikutnya Kabupaten Brebes memiliki lebih dari 24 ribu anggota, Wonosobo 5.087 anggota, Boyolali 2.703 anggota, dan Batang 2.458 anggota.

Data tersebut menunjukkan besarnya basis organisasi Aslinmas di Jawa Tengah. Dengan dukungan 243.543 anggota Satlinmas yang tersebar di ribuan desa dan kelurahan, penguatan organisasi diharapkan mampu memperluas peran perlindungan masyarakat sekaligus menjaga semangat gotong royong di tingkat akar rumput.

Semangat “Hansip Reborn” pun menjadi penanda bahwa perlindungan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai keamanan, tetapi juga tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana, kepedulian sosial, lingkungan, ketahanan pangan, serta kemampuan masyarakat menghadapi tantangan informasi di era digital.

Hadir di GIIAS Semarang 2026, JETOUR T2 i-DM Andalkan Teknologi PHEV

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT JETOUR Sales Indonesia membawa JETOUR T2 i-DM ke ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Semarang 2026.

Dalam pameran tersebut, JETOUR sekaligus mengumumkan harga resmi JETOUR T2 i-DM sebesar Rp705 juta on the road (OTR) Semarang.

Kehadiran SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tersebut menjadi bagian dari upaya JETOUR memperluas akses kendaraan elektrifikasi bagi masyarakat Jawa Tengah.

Marketing Director PT JETOUR Sales Indonesia Moch Ranggy Radiansyah mengatakan JETOUR T2 i-DM dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian sekaligus perjalanan jarak jauh.

“Melalui Intelligent Dual Mode, JETOUR T2 i-DM dirancang untuk menghadirkan keduanya, efisiensi tenaga listrik untuk mobilitas sehari-hari sekaligus fleksibilitas dan kemampuan untuk perjalanan jarak jauh,” kata Ranggy.

Menurut dia, kehadiran JETOUR T2 i-DM di Semarang juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan memperluas akses masyarakat Jawa Tengah terhadap teknologi elektrifikasi.

JETOUR T2 i-DM mengusung teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin 5th Generation ACTECO 1.5 TGDI Hybrid Engine, 3-Speed Dedicated Hybrid Transmission (3DHT), dan Dual Electric Motor.

Kombinasi sistem tersebut menghasilkan tenaga gabungan hingga 360 PS dan torsi maksimum 610 Nm.

Mobil ini menggunakan CATL LFP Battery berkapasitas 18,4 kWh. Dengan baterai tersebut, JETOUR T2 i-DM memiliki jarak tempuh dalam mode listrik hingga 90 kilometer.

Sementara itu, kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer.

Untuk pengisian daya, JETOUR T2 i-DM mendukung DC Fast Charging dari 30 persen hingga 80 persen dalam waktu sekitar 27 menit.

Semarang menjadi salah satu kota yang dinilai strategis untuk mobilitas antarkota di Jawa Tengah. Dari kota ini, masyarakat dapat melakukan perjalanan menuju sejumlah destinasi seperti Dieng, Magelang, Solo, Yogyakarta hingga kota-kota di Jawa Timur dan Bali.

Dengan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik hingga 90 kilometer serta jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.200 kilometer, JETOUR T2 i-DM ditujukan untuk kebutuhan mobilitas dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.

Sebagai Adventure PHEV SUV, kendaraan ini juga membawa sejumlah fitur yang mendukung aktivitas luar ruang. JETOUR T2 i-DM menggunakan Hardtop Cage Body Monocoque dengan 80 persen high-strength steel, static load hingga 300 kilogram, dan torsion rigidity mencapai 32.000 Nm/degree.

Desain boxy menjadi salah satu ciri eksterior kendaraan. JETOUR juga membekali kendaraan dengan Tie-Down Point untuk mendukung kebutuhan membawa perlengkapan saat melakukan aktivitas luar ruang.

Fitur V2L Function berdaya 3,3 kW turut tersedia dan dapat digunakan sebagai sumber listrik portabel. Pengisian daya dapat dilakukan melalui DC Fast Charging, AC Charging, maupun Portable AC Charger.

Dari sisi keselamatan, JETOUR T2 i-DM dilengkapi 15 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 dan enam airbag.

Kendaraan ini juga memiliki sistem 540° Surround Vision yang membantu pengemudi melihat kondisi di sekitar kendaraan ketika bermanuver.

JETOUR turut menawarkan program kepemilikan melalui paket Fearless Adventure. Program tersebut mencakup garansi kendaraan dan mesin selama enam tahun tanpa batasan kilometer, serta garansi Power Battery & Drive System selama delapan tahun atau 160.000 kilometer.

Konsumen juga mendapatkan gratis biaya perawatan berkala selama tiga tahun atau hingga 30.000 kilometer sesuai jadwal perawatan.

JETOUR T2 i-DM tersedia dalam lima pilihan warna, yakni Khaki White, Carbon Crystal Black, Aviation Silver, Highway Gray, dan Electroplated Green.

Untuk pilihan warna Electroplated Green dan Highway Gray, konsumen dikenakan biaya tambahan Rp10 juta.

Selama GIIAS Semarang 2026, pengunjung dapat melihat langsung JETOUR T2 i-DM dan mengikuti sesi test drive di area pameran.

JETOUR juga menawarkan sejumlah program khusus selama pameran. Pengunjung yang mengikuti test drive berkesempatan mendapatkan exclusive JETOUR luggage.

Selain itu, pembelian JETOUR DASHING, JETOUR X70 Plus, dan JETOUR T2 selama periode GIIAS Semarang 2026 berkesempatan memperoleh Special Lucky Dip hingga Rp5 juta.***

ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta Sajikan Dua Kreasi Prancis dengan Sentuhan Lokal

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta berkolaborasi dengan Institut français d’Indonésie (IFI) Yogyakarta menghadirkan eksplorasi gastronomi Prancis melalui program Rendez-Vous Rasa: France-Indonesia Gastronomy Week 2026.

Program tersebut berlangsung secara nasional pada 23 September hingga 4 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan sejumlah pelaku gastronomi di Indonesia untuk menginterpretasikan karakter gastronomi Prancis melalui kreasi kuliner masing-masing.

Di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, eksplorasi tersebut hadir melalui dua menu khusus yang tersedia di TERA All Day Dining. Executive Chef Herman Jojo menggabungkan teknik dan karakter rasa Prancis dengan elemen kuliner Indonesia.

“Kami ingin membawa karakter Prancis ke dalam sajian yang tetap terasa dekat dengan apa yang kita kenal. Jadi bukan sekadar membuat makanan Prancis, tetapi bagaimana teknik, bahan, dan karakter rasanya bisa kami eksplorasi dan interpretasikan kembali,” ujar Executive Chef ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta.

Dua menu yang dihadirkan yakni Madurese Duck Confit dan French Beef Navarin. Madurese Duck Confit memadukan karakter bebek Madura dengan teknik gastronomi Prancis.

Hidangan tersebut terdiri dari crispy deep-fried duck leg, sambal hijau khas bebek Madura, mashed potato purée, dan duck jus. Menu ini dibanderol Rp65.000.

Sementara itu, French Beef Navarin menyajikan tender braised beef yang dilengkapi glazed root vegetables, baby potato, dan rich herb juice. Menu tersebut tersedia dengan harga Rp75.000.

General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Reza Farhan, mengatakan program tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gastronomi, budaya, dan kreativitas.

“Bagi kami, gastronomi bukan hanya tentang apa yang tersaji di atas meja, tetapi juga tentang cerita, budaya, dan kreativitas yang menyertainya. Rendez-Vous Rasa memberikan kesempatan untuk mempertemukan karakter gastronomi Prancis dengan interpretasi kreatif dari tim kami di Yogyakarta,” ujar Reza.

Kolaborasi dengan IFI Yogyakarta juga menjadi bagian dari upaya ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta mempertemukan hospitality, art, culture, dan creativity melalui pengalaman kuliner.

IFI Yogyakarta sendiri aktif menghadirkan berbagai program yang berkaitan dengan bahasa dan budaya Prancis, mulai dari seni, film, pendidikan hingga kegiatan kebudayaan.

Melalui Rendez-Vous Rasa, pengunjung dapat menikmati interpretasi gastronomi Prancis yang dipadukan dengan perspektif kuliner lokal. Kedua menu tersebut tersedia secara terbatas di TERA All Day Dining hingga 4 Oktober 2026.

Air Mata Jamintel Reda di Tengah Tunanetra, Kejaksaan Hadir dengan Kartu Donor Darah Braille Pertama di Indonesia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan menghadirkan terobosan di bidang sosial dan kemanusiaan melalui inisiasi Kartu Donor Darah dan Golongan Darah Braille bagi penyandang tunanetra. Inovasi tersebut diperkenalkan sebagai terobosan pertama di Indonesia untuk memberikan akses informasi golongan darah yang lebih mudah dan mandiri bagi penyandang tunanetra.

Peluncuran dilakukan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Manthovani bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, di Pondok Pesantren (Ponpes) Sahabat Mata, Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/9).

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial dan kemanusiaan Kejaksaan yang diarahkan untuk memperkuat aksesibilitas serta memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas.

Kartu yang dilengkapi informasi dalam huruf Braille tersebut diharapkan membantu penyandang tunanetra mengetahui golongan darahnya secara mandiri. Informasi tersebut juga memiliki arti penting ketika dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan, termasuk dalam situasi yang memerlukan penanganan secara cepat.

Suasana haru mewarnai kegiatan, ketika Prof. Reda Mantovani menyampaikan sambutan di hadapan ratusan penyandang tunanetra.

Prof. Reda tampak terharu dan sempat terisak. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Kajati Jawa Tengah Teguh Subroto yang dinilainya telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

Reda juga menyampaikan terima kasih kepada Kajati Teguh Subroto karena dinilai memberikan contoh bahwa tugas seorang jaksa tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

“Kalau jaksa hanya menekankan kewenangan semata, yang kita dapatkan hanya keadilan yang semu dan tidak terasa di masyarakat,” ujar Reda.

Menurutnya, penegakan hukum perlu berjalan seiring dengan pendekatan yang mampu menyentuh kehidupan masyarakat.

“Kalau penegak hukum dan metodenya humanis, keadilan akan terasa di hati masyarakat,” lanjutnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan yang mempertemukan institusi penegak hukum dengan komunitas penyandang tunanetra tersebut.

Selain peluncuran kartu Braille, dalam kegiatan di Ponpes Sahabat Mata juga dilakukan peresmian Gedung Pondok Pesantren Sahabat Mata.

Gedung tersebut diharapkan dapat memperkuat kegiatan pendidikan dan pemberdayaan penyandang disabilitas.

Pada kesempatan yang sama, Kejaksaan menyerahkan meja pingpong untuk penyandang tunanetra. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan olahraga sekaligus memperluas ruang interaksi dan aktivitas sosial para penyandang tunanetra.

Pimpinan Ponpes Sahabat Mata, Basuki, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan Kejaksaan.

Menurut Basuki, bantuan tersebut memberikan dukungan nyata bagi Sahabat Mata dalam menjalankan berbagai kegiatan pendidikan dan pemberdayaan penyandang tunanetra.

1000 Pasang Sepatu untuk Siswa SLB

Masih dalam rangkaian kegiatan sosial dan kemanusiaan, di lokasi berbeda, Kejaksaan juga melakukan penyerahan 1.000 pasang sepatu kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Semarang Raya.

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan anak-anak penyandang disabilitas yang sedang menempuh pendidikan.

Penyerahan sepatu tersebut sekaligus memperluas cakupan kegiatan kemanusiaan, dari pemberian akses informasi melalui kartu Braille bagi penyandang tunanetra hingga dukungan terhadap kebutuhan pendidikan siswa SLB.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas para siswa, baik dalam proses pembelajaran maupun kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kajati Jateng Teguh Subroto menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan dari Bapak Jamintel ini sangat bermanfaat bagi Yayasan Sahabat Mata dan saudara-saudara kita penyandang tunanetra,” kata Teguh.

Ia berharap berbagai bantuan dan fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.

“Semoga semuanya memberikan manfaat dan dapat mendukung saudara-saudara kita, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Diketahui, Yayasan Sahabat Mata merupakan lembaga sosial di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang pendidikan, pemberdayaan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Sahabat Mata mulai beraktivitas pada 1 Mei 2008 dan mengembangkan berbagai program, antara lain pendidikan Al-Qur’an Braille, penyediaan dan distribusi Al-Qur’an Braille, pendidikan dan pelatihan, pemanfaatan teknologi aksesibel serta pengembangan kemandirian penyandang disabilitas.

Di kawasan Mijen, Sahabat Mata juga mengembangkan pondok pesantren sebagai ruang pendidikan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap penyandang disabilitas dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai dari membuka akses informasi, menyediakan fasilitas olahraga, memperkuat pendidikan hingga membantu kebutuhan sehari-hari.

Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan upaya mempertemukan pelaksanaan tugas penegakan hukum dengan nilai kemanusiaan, kepedulian sosial dan aksesibilitas masyarakat.