spot_img
Beranda blog

Kunjungi Gedung Pers, Solusi Bangun Indonesia Jalin Sinergi Strategis dengan PWI Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Bangun Solusi Indonesia Tbk Pabrik Cilacap, bagian dari Semen Indonesia  Group mengadakan kunjungan silaturahmi ke kantor PWI Jawa Tengah  di Gedung Pers, Semarang, Selasa 12 Mei 2026.

Visitasi  ini bertujuan untuk mempererat kemitraan dengan media sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan insan pers di wilayah operasional.

Putut Hardi Suseno, Corporate Communication Superintendent Region 2 Bangun Solusi Indonesia menjelaskan, media relations bersama PWI dan puluhan wartawan di Semarang ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi, edukasi produksi, dan transparansi informasi program strategis kepada publik.

“Selain bersilaturahmi, kunjungan ini juga memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan terkait teknologi produksi semen dan komitmen korporasi dalam praktik bisnis yang ramah lingkungan. Kami juga siap bersinergi dengan wartawan melalui berbagai kegiatan,” kata Putut.

Kunjungan Putut diterima Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, Wakil Sekretaris Bakhtiar Rivai, Ketua Dewan Kehormatan Amir Machmud NS, serta Ketua Badan Pengembangan Usaha Organisasi Aning Karindra Ariyanti.

Dalam kesempatan tersebut, Putut memaparkan sejarah Solusi Bangun Indonesia yang memiliki jangkauan operasional luas, termasuk di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan. Dengan produk andalan Dynamix, dia juga menjelaskan bagaimana pabrik ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar (market leader) semen di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Dia menambahkan, Dynamix adalah produk semen kantung unggulan dari Solusi Bangun Indonesia. Lokasi pabrik berada di empat titik strategis yaitu Cilacap, Tuban, Naragong, dan Lhoknga.

Tak ketinggalan, Putut menyinggung penerapan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) oleh perusahaan untuk mengolah berton-ton sampah kota menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Ketua PWI Setiawan Hendra Kelana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tim dari Solusi Bangun Indonesia. Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kolaborasi antara insan pers dan perusahaan sehingga terjalin komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif.

”Selama ini, hubungan PWI dengan SIG dan anak usaha yang lain juga bagus, misalnya sinergi melalui peningkatan kompetensi wartawan, gathering media, dan kunjungan pabrik. Semoga ke depan, kolaborasi PWI dengan Solusi Bangun Indonesia terus diperkuat,” tambahnya. **

Sosialisasi MBG di Desa Empat Balai Dorong Gizi dan Ketahanan Pangan Daerah

0

Kampar, Riau (Pertamanews.id) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja kembali digelar di Aula Pondok Pesantren Muhammadiyah Hamzah Yunus Kuok Nosa Pandan, Dusun Kebuh Tengah, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (8/5). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin, Kepala Desa Sumber Makmur Abdi Sukri, S.T., serta Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP., MSi.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. H. Sahidin menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Menurutnya, tingginya angka stunting, gizi buruk, dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.

“Program MBG hadir sebagai langkah nyata untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Ir. H. Sahidin.

Ia menjelaskan, sasaran utama program meliputi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/pesantren, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Selain memberikan manfaat kesehatan, program ini juga diyakini mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui keterlibatan UMKM, petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal di Riau menjadi kekuatan penting agar program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin juga menegaskan pentingnya pengawasan agar pelaksanaan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di Dapil Riau II,” tegasnya.

Program MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Para peserta berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.***

Kongres SneX 2026 Jadi Sorotan, Muchamad Lutfi Al Farizi Muncul sebagai Figur Pembaharu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – ​Bursa calon pemimpin kelompok suporter fanatik PSIS Semarang, SneX (Semarang Extreme) periode 2026-2029 kian memanas.

Pemilihan punggawa atau Ketua Umum SneX sendiri akan berlangsung 17 Mei 2026 melalui gelaran Konggres di Aula Balaikota Semarang.

Yang menarik adalah munculnya nama Muchamad Lutfi Al Farizi sebagai kandidat Ketua Umum. Sosok ini diharapkan banyak kalangan bisa membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi komunitas suporter di Kota Atlas.

​Lutfi, yang merupakan sosok berpengalaman di jajaran pengurus SneX periode 2023-2026, memantapkan diri untuk maju dengan membawa visi besar: menjadikan SneX sebagai organisasi suporter yang solid, cerdas, beretika, dan berbudaya.

​Tidak hanya modal semangat di atas tribun, Lutfi memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng.

Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) dengan IPK 3,8 ini membuktikan figur suporter masa kini adalah mereka yang mampu memadukan intelektualitas dengan loyalitas tanpa batas kepada klub kebanggaan, PSIS Semarang.

​Selama masa jabatannya di kepengurusan sebelumnya, Lutfi dikenal sebagai “arsitek” di balik manajemen massa dan administrasi organisasi yang rapi.

Ia terbukti piawai dalam mengelola database anggota, perizinan, hingga menjaga hubungan harmonis dengan pihak eksternal dan manajemen klub.

​Membawa Misi “Suporter Modern”

​Dalam pernyataannya, Lutfi menegaskan SneX ke depan harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi klub, tapi juga bagi masyarakat Semarang dan lingkungan sepak bola nasional.

​”Kami ingin membangun ekosistem di mana dukungan kepada PSIS dilakukan dengan sportivitas tinggi, tanpa kekerasan, dan menolak rasisme. SneX harus menjadi kebanggaan Kota Semarang,” tegas Lutfi dalam visi-misinya.

​Salah satu poin revolusioner yang ia usung adalah pembangunan Ekosistem Ekonomi Kolektif.

Lutfi berencana mewadahi potensi dan bakat anggota SneX ke dalam bentuk usaha kreatif guna menopang kemandirian finansial organisasi.

​Fokus Kedisiplinan dan Kreativitas

​Jika terpilih, Lutfi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas koordinasi tribun dan koreografi yang selama ini menjadi identitas Semarang Extreme.

Dengan bekal keahlian problem solving dan crisis management, ia siap menghadapi tantangan manajemen konflik yang sering terjadi di dunia suporter.

​”SneX harus lebih solid, kreatif, dan tertib. Citra positif adalah harga mati agar kita bisa menjadi mitra strategis bagi klub dan memberikan teror mental yang sportif bagi lawan di stadion,” tambahnya.

​Kini, mata seluruh pendukung PSIS Semarang tertuju pada proses pemilihan ini. Apakah tangan dingin Lutfi Al Farizi akan membawa SneX ke era baru yang lebih profesional? Menarik untuk ditunggu. (***)

Tolak Angin Gandeng PERDAMI Gelar Operasi Katarak Gratis di Kapuas Hulu

0

PUTUSSIBAU (Pertamanews.id) — Di tengah masih banyaknya warga kurang mampu yang belum terjangkau layanan operasi mata, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk Tolak Angin kembali menggelar operasi katarak gratis di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (8/5/2026).

Dalam aksi sosial tersebut, Tolak Angin bekerja sama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kalimantan Barat membantu operasi untuk 100 mata pasien dengan total bantuan senilai Rp150 juta.

Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro, Paulus Miki, S.Farm.

Penyerahan turut disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Sudarso, S.Pd., MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Triwati, S.P., M.Si., serta Ketua PERDAMI Cabang Kalimantan Barat dr. Wisudawan Abdullah, Sp.M.

Irwan Hidayat menegaskan, operasi katarak gratis menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum bisa menjalani operasi meski telah ada program BPJS.

“Kalau seseorang kehilangan penglihatan, maka 50 persen kualitas hidupnya ikut hilang. Karena itu kami terus berupaya membantu masyarakat melalui operasi katarak gratis,” ujar Irwan Hidayat.

Ia menyebut, sejak 2011 Sido Muncul bersama PERDAMI telah membantu lebih dari 58 ribu operasi mata di berbagai daerah di Indonesia. Namun angka penderita katarak yang belum tertangani dinilai masih cukup besar.

“Kami bersyukur masih bisa terus berbakti melalui operasi katarak gratis. Tapi kami juga tahu masih begitu banyak masyarakat yang belum mendapatkan operasi. Karena itu kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan,” katanya.

Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, pihak rumah sakit, AMCF, dan PERDAMI yang mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, rumah sakit, AMCF, dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap para pasien yang telah menjalani operasi dapat kembali melihat dengan lebih baik dan menjalani aktivitas secara normal.

“Semoga para pasien yang dioperasi hari ini dapat melihat dunia dengan lebih baik lagi dan kualitas hidupnya meningkat. Saya berharap semuanya sehat,” tutup Irwan Hidayat.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga aktif menjalankan berbagai program sosial lain seperti operasi bibir sumbing gratis dan penanganan stunting.

Perusahaan bahkan berencana memperluas program sosial untuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).***

NIMATS 2026 UNNES Perluas Partisipasi, Libatkan LPK Pemagangan Jepang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Lomba Akademik NIMATS Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 kembali digelar sebagai wadah pengembangan kemampuan bahasa Jepang bagi pelajar.

Mengusung tema 夕暮に光、睡蓮咲く (Yuugure ni Hikari Suiren Saku) yang berarti “indahnya teratai melepas senja”, kegiatan ini merepresentasikan semangat transisi menuju masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan dan kompetisi.

Rangkaian lomba yang menjadi bagian dari festival budaya Jepang Nihon Matsuri ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di kampus Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Semarang.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Musyafa’ Mudzakir Sa’id, menjelaskan bahwa ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi diri bagi pelajar yang menekuni bahasa Jepang.

“Lomba Akademik Bahasa Jepang NIMATS kami harapkan dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengukur dan mengembangkan kemampuan bahasa Jepang mereka. Tahun ini, kami juga memperluas partisipasi dengan melibatkan peserta dari LPK agar pengalaman kompetisi semakin beragam dan bermakna,” ujarnya.

Adapun kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Lomba Cerdas Cermat Bahasa Jepang (LCC), Kana Taikai (baca tulis huruf kana), serta lomba pidato berbahasa Jepang.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa SMA/SMK serta peserta dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dosen pembina kegiatan, Dwi Puspitosari, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa NIMATS telah menjadi agenda tahunan yang dinanti sekaligus memiliki nilai strategis dalam pengembangan pembelajaran bahasa Jepang.

“Lomba Akademik bahasa Jepang NIMATS yang diselenggarakan setiap tahun ini diharapkan menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar dalam membuktikan kemampuan dan pengetahuan tentang Jepang. Mulai tahun ini, kami juga mengajak partisipasi aktif dari LPK pemagangan ke Jepang sebagai bagian dari pelajar bahasa Jepang di jalur nonformal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan diharapkan mampu menciptakan tantangan positif bagi pelajar, guru, maupun instruktur dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang.

“Semoga langkah ini mendorong peningkatan kompetensi dan pengembangan diri, baik di pendidikan formal maupun nonformal,” imbuhnya.

Dalam kompetisi tahun ini, sejumlah sekolah dan lembaga pelatihan berhasil meraih prestasi. Pada kategori Lomba Cerdas Cermat (LCC), SMAN 1 Yogyakarta keluar sebagai juara pertama, disusul SMAN 5 Semarang di posisi kedua, dan SMKN 1 Pringapus di posisi ketiga.

Sementara itu, pada kategori Kana Taikai, Nathania Filia Renata dari SMA Ciputra Kasih Semarang meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Marchel Ridho Maulana dari SMAN 10 Semarang, dan juara ketiga diraih Daniel Jastin Manuela Tunggal dari SMK Wishuda Karya Kudus.

Pada kategori pidato bahasa Jepang, Febrian Ristianto dari LPK Global Bahtera College berhasil meraih juara pertama, diikuti Muh Salman dari lembaga yang sama sebagai juara kedua, serta Muhammad Iqbal dari LPK Shiawase Lestari Indonesia sebagai juara ketiga.

Dengan terselenggaranya NIMATS 2026, UNNES kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong pengembangan kompetensi global, khususnya dalam bidang bahasa dan budaya Jepang.

Ajang ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi dan membuka peluang di kancah internasional.***

Tolak Angin Masih Jadi Primadona, Penjualannya Stabil dan Terus Tumbuh

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ekspansi pasar dan inovasi produk menjadi fokus utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dalam menjaga pertumbuhan bisnis herbal nasional.

Di tengah tren gaya hidup sehat berbasis bahan alami yang terus meningkat, perusahaan optimistis produk herbal Indonesia masih memiliki peluang besar berkembang, baik di pasar domestik maupun internasional.

Saat ini, produk unggulan Tolak Angin masih mendominasi pasar herbal nasional dengan penguasaan sekitar 72 persen market share.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Sido Muncul sebagai salah satu perusahaan herbal terbesar di Indonesia.

Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk DR (HC) Irwan Hidayat mengatakan, keberhasilan perusahaan bertahan di tengah ketatnya persaingan tidak lepas dari pengalaman panjang dalam memahami perilaku pasar dan kebutuhan konsumen.

“Saya tahu market itu seperti apa dan saya tahu apa yang saya lakukan,” ujar Irwan, di Semarang, Jumat (8/5).

Menurutnya, kekuatan utama Sido Muncul terletak pada kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk yang dijaga secara konsisten melalui riset dan uji klinis.

Hal tersebut membuat produk herbal perusahaan tetap memiliki permintaan tinggi di pasaran.

Irwan menilai kondisi pasar herbal sebenarnya sangat dipengaruhi stabilitas ekonomi dan sentimen publik.

Selama kondisi ekonomi berjalan baik dan tidak muncul isu negatif, permintaan masyarakat terhadap produk herbal akan tetap stabil.

“Kalau tidak ada berita negatif dan ekonomi tetap berjalan baik, demand biasanya tetap kuat,” katanya.

Selain memperkuat pasar nasional, Sido Muncul kini agresif memperluas ekspor ke sejumlah negara seperti China dan India.

Langkah ini dilakukan untuk menangkap peluang pasar produk kesehatan berbasis herbal yang dinilai terus berkembang di tingkat global.

“Perusahaan menilai peluang produk herbal Indonesia di pasar internasional masih sangat besar, terutama untuk produk kesehatan berbasis bahan alami,” kata Irwan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perusahaan juga menyiapkan inovasi produk baru yang dijadwalkan meluncur pada Agustus mendatang.

Meski belum mengungkap detailnya, Irwan memastikan produk tersebut telah dipersiapkan dengan matang.

“Kalau saya membuat sesuatu, saya harus yakin produk itu pasti laku,” katanya.

Kinerja positif Sido Muncul turut dirasakan para distributor dan pedagang grosir di berbagai daerah. Permintaan produk Tolak Angin disebut masih stabil bahkan terus meningkat, termasuk di pusat perdagangan besar seperti Pasar Beringharjo Yogyakarta.

“Penjualannya masih bagus dan permintaannya terus meningkat,” ujar Bintoro, pedagang grosir di Pasar Beringharjo.

Dengan dominasi pasar yang tetap kuat, ekspansi ekspor yang terus berjalan, serta inovasi produk baru yang segera diluncurkan, Sido Muncul optimistis mampu mempertahankan tren pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia di pasar internasional.***

Donor Darah Bersama PMI, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta Perkuat Komitmen CSR Kesehatan

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) — Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan donor darah bertema “Berbagi Darah, Berbagi Kehidupan” pada Rabu (6/5/2026).

Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Gambuh Function Room hotel setempat.

Dalam kegiatan tersebut, panitia berhasil mengumpulkan delapan kantong darah yang berasal dari karyawan serta jajaran manajemen hotel.

Meski jumlah pendonor masih terbatas, aksi kemanusiaan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Denny Jatnika, mengatakan kegiatan donor darah ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan hotel maupun masyarakat sekitar.

“Ini adalah langkah awal kami. Satu kantong darah bisa menyelamatkan hingga tiga nyawa. Artinya, hari ini kita telah membantu memberi harapan bagi banyak orang. Ke depan, kami akan mengajak lebih banyak staf, tamu, dan masyarakat untuk bergabung dalam kegiatan donor darah berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo, Ririn, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan pihak hotel dalam mendukung ketersediaan stok darah di wilayah Kulon Progo.

“Setiap kantong darah sangat berarti, terutama untuk golongan darah langka. Kami berterima kasih kepada Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta atas kepeduliannya melalui program ini dan siap mendukung agar kegiatan selanjutnya dapat menjangkau lebih banyak pendonor,” katanya.

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola oleh Swiss-Belhotel International. Hotel ini memiliki 166 kamar dengan berbagai fasilitas berstandar internasional, seperti restoran, lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, hingga rooftop lounge dengan panorama hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh.

Lokasinya juga strategis karena hanya sekitar tujuh menit dari Yogyakarta International Airport.
Informasi terkait pemesanan kamar dan promo lainnya dapat diperoleh melalui akun Instagram @swissbelhotelairportjogja atau facebook Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dan situs resmi swiss-belhotel.com.***

Sahidin Tegaskan MBG Jadi Langkah Nyata Wujudkan Generasi Sehat Indonesia Emas

0

Kampar, Riau (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung terciptanya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan sosialisasi MBG bersama mitra kerja kali ini digelar di Gedung Serbaguna Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (7/5), dan dihadiri oleh ratusan masyarakat setempat. 

Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin, Lurah Lipat Kain Andi Sukma, serta Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP., MSi sebagai narasumber. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, serta manfaat Program MBG bagi kesehatan dan perekonomian masyarakat. 

Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin menegaskan bahwa Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan akses makanan bergizi yang layak. Ia menyebut masih tingginya angka stunting dan gizi buruk menjadi perhatian serius yang harus ditangani bersama.

“Program MBG hadir sebagai langkah nyata untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Ir. H. Sahidin. 

Ia menjelaskan bahwa sasaran program meliputi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/pesantren, termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Menurutnya, program ini juga memiliki dampak ekonomi yang besar karena melibatkan UMKM, petani, nelayan, dan penyedia bahan pangan lokal.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal di Riau menjadi kekuatan penting agar program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” lanjutnya. 

Ir. H. Sahidin juga menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mengawal pelaksanaan program agar berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya. 

Program MBG bukan hanya tentang pemberian makanan, tetapi juga tentang membangun masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi daerah melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang serta mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai langkah bersama menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.***

Di Hadapan Mahasiswa FK Unnes, Irwan Hidayat Tegaskan Jamu Siap Masuk Dunia Medis Modern

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) — Transformasi jamu Indonesia menuju panggung kesehatan modern menjadi sorotan dalam kunjungan industri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (FK Unnes) ke pabrik PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Sido Muncul, Irwan Hidayat, yang membagikan perjalanan panjang industri herbal Indonesia, mulai dari akar tradisional hingga strategi digital untuk membawa jamu masuk ke ranah medis modern.

Di hadapan para calon dokter, Irwan menegaskan bahwa tren dunia kini mulai kembali melirik pengobatan berbasis alam atau back to nature setelah puluhan tahun didominasi obat sintetis.

Ia mengawali paparannya dengan mengulas sejarah farmasi dunia sejak 1897, saat ilmuwan Jerman Felix Hoffmann berhasil menciptakan Aspirin dari senyawa salisin pohon willow.

“Sebelum 1897, semua obat berasal dari alam. Aspirin menjadi sintesa obat pertama yang sukses dan sejak itu dunia perlahan meninggalkan obat alami karena obat kimia dianggap lebih cepat dan praktis,” ujar Irwan.

Namun menurutnya, perubahan tren global membuka peluang besar bagi kebangkitan jamu Indonesia, asalkan dibarengi pendekatan ilmiah yang kuat dan mampu diterima dunia medis.

Irwan mengungkapkan, tantangan terbesar industri herbal bukan lagi soal bahan baku, melainkan validasi ilmiah dan birokrasi regulasi internasional yang panjang serta mahal.

Karena itu, Sido Muncul memilih langkah percepatan melalui pengembangan Sido Herbalpedia, sebuah portal literatur berbasis riset yang dirancang menjadi pusat edukasi herbal bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi jembatan antara pengetahuan tradisional dan pendekatan medis modern berbasis data.

“Kita tidak bisa hanya menunggu proses bertahun-tahun. Kalau semua harus menunggu lisensi formal dengan biaya besar, inovasi akan berjalan lambat. Maka kami melakukan uji pra-klinis mandiri untuk membuktikan manfaat herbal secara nyata,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah produk seperti Sambiroto dan Temulawak yang kini terus diuji melalui pendekatan riset cepat namun tetap akurat.

“Kalau hasilnya tidak signifikan, kami langsung evaluasi dan mencari formula baru. Jadi yang kami bangun bukan sekadar klaim, tetapi keyakinan ilmiah berbasis hasil,” tambahnya.

Dalam suasana yang hangat dan penuh inspirasi, Irwan juga membagikan sisi personal perjalanan hidupnya yang jarang diketahui publik.

Ia mengaku masa kecilnya dipenuhi berbagai penyakit berat, mulai dari malaria yang tak terdeteksi selama berbulan-bulan, gangguan ginjal, hingga depresi dan fobia kesehatan.

Kondisi tersebut bahkan membuat berat badannya sempat turun drastis hingga 32 kilogram.
Pengalaman panjang melawan sakit itulah yang kemudian membentuk pandangannya tentang pentingnya hidup sehat, pengendalian pola makan, hingga praktik autophagy atau puasa intermiten.

“Dulu saya sering sakit-sakitan. Tapi saya belajar, selain menjaga tubuh, kontribusi kepada orang lain juga menjadi obat terbaik. Karena itu Sido Muncul harus bisa memberi manfaat dan inspirasi bagi masyarakat,” kenangnya.

Cerita tersebut membuat suasana diskusi terasa lebih emosional. Para mahasiswa tidak hanya mendapat wawasan tentang industri herbal, tetapi juga pelajaran tentang ketekunan, inovasi, dan semangat hidup dari salah satu tokoh besar industri jamu nasional.

Kegiatan kunjungan ditutup dengan penyerahan cinderamata dari FK Unnes kepada Irwan Hidayat, dilanjutkan sesi foto bersama di kawasan pabrik Sido Muncul yang dikenal mengusung konsep hijau dan ramah lingkungan.

Melalui kunjungan ini, FK Unnes berharap kolaborasi antara dunia akademik dan industri herbal nasional semakin erat, sekaligus memperkuat posisi jamu Indonesia sebagai bagian penting dari kedaulatan kesehatan nasional.***

DPR RI Ajak Masyarakat Kawal Program Makan Bergizi Gratis

0

Rokan Hilir (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan sebagai upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Kegiatan sosialisasi yang digelar di Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi anak.

Anggota Komisi IX DPR RI, dr. Maharani, M.M, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.

“Mari kita bersama-sama mendukung dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis ini agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa,” ujar dr. Maharani saat sosialisasikan program MBG di Kecamatan Tanjung Puih Tanjung Melawan Selasa, (5/5).

Ia menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik memiliki peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif. Oleh karena itu, Program MBG hadir sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkualitas.

Lebih lanjut, dr. Maharani menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta keluarga dalam menyukseskan program ini. Tanpa kolaborasi yang kuat, implementasi program dinilai tidak akan berjalan optimal.

Selain itu, program MBG juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Keterlibatan petani lokal, pelaku usaha kecil, serta tenaga kerja dalam rantai pelaksanaan program menjadi faktor penting dalam mendorong perputaran ekonomi di daerah.

Program ini diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang semakin meningkat, sehingga Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan Indonesia.***