spot_img
Beranda blog

Gets Premiere Semarang Hadirkan Kejutan Manis untuk Tamu yang Menginap

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Ada cara sederhana yang dilakukan Gets Premiere Semarang untuk merayakan Hari Pelanggan Nasional. Hotel tersebut memberikan kejutan kecil kepada para tamu yang tengah menginap dengan membagikan cokelat secara langsung.

Kegiatan ini menjadi agenda tahunan Gets Premiere Semarang sebagai bentuk apresiasi sekaligus ucapan terima kasih kepada para pelanggan yang telah memberikan kepercayaan kepada hotel.

Momentum Hari Pelanggan Nasional dimanfaatkan manajemen dan tim hotel untuk berinteraksi lebih dekat dengan para tamu. Satu per satu tamu yang sedang melakukan stay disapa dan diberikan cokelat sebagai tanda perhatian.

Meski sederhana, kejutan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang menyenangkan dan memberikan kesan positif bagi para tamu selama menginap.

“Kegiatan ini sudah menjadi salah satu agenda tahunan kami setiap memperingati Hari Pelanggan Nasional. Kami ingin memberikan apresiasi secara langsung kepada tamu sebagai bentuk terima kasih atas kepercayaan mereka kepada Gets Premiere Semarang,” ujar Yefta, Marketing Communication Gets Premiere Semarang.

Menurutnya, pelanggan memiliki peran penting dalam perjalanan dan perkembangan hotel. Karena itu, apresiasi kepada pelanggan tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan sehari-hari, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang mampu membangun hubungan lebih dekat dengan para tamu.

Pembagian cokelat tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi tim hotel untuk berinteraksi secara langsung dengan pelanggan. Suasana hangat pun tercipta melalui sapaan dan kejutan kecil yang diberikan kepada para tamu.

Bagi Gets Premiere Semarang, perhatian sederhana menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman menginap yang berkesan.

Melalui kegiatan tahunan tersebut, Gets Premiere Semarang berharap hubungan baik dengan pelanggan dapat terus terjaga. Di saat yang sama, hotel berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dari waktu ke waktu demi memberikan pengalaman terbaik bagi para tamu.

Kajati Jateng Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berujung pada Pemulihan Aset

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mempercepat penyelesaian barang rampasan dan aset perkara agar hasil penegakan hukum tidak berhenti setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Melalui lelang serentak, Kejati Jateng telah memulihkan penerimaan negara sebesar Rp4,69 miliar.

Kepala Kejati Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH menegaskan, penyelesaian barang bukti, barang rampasan, dan aset yang berkaitan dengan perkara merupakan bagian tak terpisahkan dari penegakan hukum.

Menurut Teguh, Kejati Jateng terus mendorong agar aset hasil perkara segera diidentifikasi, diselesaikan, dan dikembalikan kepada negara secara profesional, transparan, serta sesuai ketentuan hukum.

“Penegakan hukum tetap berjalan sesuai koridor. Kemudian bagaimana hasil dari proses penegakan hukum itu dapat memberikan manfaat dan dikembalikan kepada negara, termasuk melalui pemulihan aset,” kata Teguh di Semarang, Jumat (4/9).

Dalam pelaksanaannya, Bidang Pemulihan Aset Kejati Jateng berkoordinasi dengan 37 Kejaksaan Negeri, DJKN, dan lima KPKNL di Jawa Tengah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mempercepat proses identifikasi, penilaian hingga pelelangan barang rampasan.

Lelang serentak berlangsung pada 10–14 Agustus 2026 melalui KPKNL Semarang, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, dan Surakarta. Hingga saat ini, hasil lelang yang telah terbayarkan mencapai Rp4.699.860.270.

Selain lelang, Kejati Jateng juga melakukan pendampingan penyelesaian aset di sejumlah daerah. Salah satunya di Kejari Sukoharjo, dengan identifikasi 38 bidang tanah yang disita dalam perkara korupsi PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dan entitas anak usahanya.

Di Kejari Kota Semarang, pendampingan dilakukan terhadap dua bidang tanah dan bangunan yang diperhitungkan sebagai uang pengganti dari terpidana Untung Arifin.

Teguh meminta seluruh jajaran menjaga kekompakan dan meningkatkan kinerja agar penyelesaian aset dapat dilakukan secara tuntas sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan.

“Pesan saya kepada seluruh jajaran, jaga kekompakan dan kembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan, khususnya Jawa Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Pemulihan Aset (Aspema) Kejati Jateng Dzakiyul Fikri menyebut capaian Rp4,69 miliar tersebut diperoleh dari lelang serentak yang dilakukan dalam waktu relatif singkat.

Kejati Jateng, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan bidang Tindak Pidana Khusus untuk menyelesaikan aset perkara lainnya.

Kepala Kanwil DJKN Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Nikodemus Sigit Rahardjo mengatakan, Kementerian Keuangan mendukung percepatan pemulihan aset melalui pelayanan lelang.

Barang rampasan yang telah terjual kemudian memberikan penerimaan kepada negara sesuai ketentuan yang berlaku.

Beasiswa Rp21,15 Juta Disalurkan BRI Salatiga untuk Dua Mahasiswi UKSW

0

SALATIGA (Pertamanews.id) – BRI Salatiga kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan melalui program BRIKasih. Kali ini, bantuan beasiswa diberikan kepada dua mahasiswi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp21.150.000. Beasiswa tersebut menjadi bentuk dukungan BRI Salatiga bagi mahasiswa agar dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, dan mengejar cita-cita.

Melalui program BRIKasih, BRI tidak hanya memberikan dukungan finansial. Program tersebut juga membawa pesan kepedulian dan harapan bagi generasi muda untuk terus menempuh pendidikan dan meningkatkan prestasi.

BRI Salatiga berharap bantuan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi kedua penerima beasiswa dalam menjalani perkuliahan. Mereka juga diharapkan mampu mengembangkan potensi dan kelak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta bangsa.

Pemberian beasiswa tersebut dihadiri Ketua Yayasan BRIKasih Pusat, Anugro Joko Lestariyo, yang didampingi Ketua Oikumene BRI Salatiga, Anugerah Agung.

Melalui program BRIKasih, BRI Salatiga berupaya memperluas kontribusi di bidang pendidikan sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dorong Transaksi dan Layanan, Agen BRILink Salatiga Raih Penghargaan

0

SALATIGA (Pertamanews.id) – Pemanfaatan fasilitas dana talangan menjadi salah satu dukungan bagi Agen BRILink dalam menjaga ketersediaan dana untuk melayani kebutuhan transaksi masyarakat. Fasilitas tersebut terutama membantu agen ketika menghadapi peningkatan kebutuhan pencairan dana dari pelanggan.

Salah satu Agen BRILink kelolaan BRI BO Salatiga, Ibu Sundari, berhasil menunjukkan optimalisasi pemanfaatan fasilitas tersebut. Atas kinerjanya, Sundari meraih penghargaan Best Disbursement Pencairan Dana Talangan dari salah satu anak perusahaan BRI Group.

Penghargaan tersebut menjadi gambaran atas tingginya pemanfaatan fasilitas dana talangan sekaligus aktivitas transaksi yang dilayani oleh Agen BRILink.

Keberadaan agen juga semakin memperkuat akses masyarakat terhadap layanan perbankan. Masyarakat kini tidak hanya mengandalkan mesin ATM, tetapi dapat melakukan berbagai transaksi melalui Agen BRILink yang lokasinya lebih dekat dan mudah dijangkau.

Dalam mendukung optimalisasi fasilitas tersebut, Petugas Penunjang Bisnis Keagenan BRI Kantor Salatiga, Dewi Kartika, turut memberikan informasi dan pendampingan kepada para Agen BRILink.

Pendampingan dilakukan mulai dari memberikan informasi mengenai pilihan pembiayaan, simulasi fasilitas, hingga program cashback yang dapat mencapai 100 persen bagi agen yang memenuhi ketentuan dalam mengakses fasilitas dana talangan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu agen memahami manfaat sekaligus mekanisme fasilitas yang tersedia, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan usaha dan meningkatkan aktivitas transaksi.

Capaian yang diraih Ibu Sundari sekaligus menjadi motivasi bagi Agen BRILink lainnya, khususnya di wilayah kelolaan BRI BO Salatiga, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan volume transaksi.

Seiring meningkatnya aktivitas transaksi, agen juga memiliki peluang untuk mencapai kelas keagenan yang lebih tinggi serta memperoleh akses terhadap fasilitas pendukung usaha sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Salah satu fasilitas yang tersedia adalah Pinang Dana Talangan, yakni pinjaman digital dari anak perusahaan BRI Group yang dirancang untuk memberikan kemudahan dan kecepatan akses pembiayaan bagi agen.

Melalui fasilitas tersebut, Agen BRILink kelas Jawara dan Juragan dapat memperoleh dukungan likuiditas untuk membantu memenuhi kebutuhan dana dalam melayani transaksi nasabah. Dengan dukungan tersebut, agen diharapkan mampu meningkatkan kapasitas transaksi sekaligus memberikan pelayanan yang lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat.

Selain fasilitas Pinang Dana Talangan, Agen BRILink juga memiliki kesempatan mengikuti Program Undian Super Agen yang diselenggarakan BRI Kantor Pusat.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi para agen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas aktivitas transaksi, serta mengembangkan usaha keagenan.

Keberhasilan Ibu Sundari pun menunjukkan bahwa optimalisasi fasilitas pendukung yang tersedia dapat menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan bisnis Agen BRILink sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi masyarakat.

The Market Bloom District Bawa 80 Brand Nasional ke Semarang, Banyak yang Belum Punya Toko Fisik

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Event belanja dan lifestyle The Market Bloom District hadir di DP Mall Semarang selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, 4–6 September 2026. Acara tersebut menghadirkan sekitar 115 tenant dan 80 brand dari berbagai daerah di Indonesia.

Mengusung konsep fantasi dengan nuansa jalanan, The Market Bloom District menyasar berbagai kalangan, khususnya generasi muda yang mengikuti perkembangan produk dan tren kekinian. Beragam produk fashion untuk perempuan, laki-laki, hingga anak-anak tersedia dalam event tersebut.

Penyelenggara The Market Bloom District, Christian Kurniawan, mengatakan, sebagian besar tenant yang hadir berasal dari luar Kota Semarang. Sekitar 85 persen tenant berasal dari berbagai daerah, sementara sisanya berasal dari Semarang.

Menurutnya, kehadiran brand dari luar daerah menjadi daya tarik tersendiri karena sebagian besar belum memiliki toko fisik di Kota Semarang.

“Kami memang ingin menghadirkan brand-brand yang belum punya store di Semarang. Selama ini mungkin masyarakat hanya bisa membeli secara online, sekarang kami hadirkan secara offline,” kata Christian.

Dengan hadirnya berbagai brand tersebut, masyarakat Semarang diharapkan dapat melihat dan membeli langsung produk yang selama ini hanya tersedia melalui platform belanja daring.

“Harapan kami selama tiga hari ini, masyarakat Semarang yang ingin belanja produk-produk yang biasanya tidak bisa didapatkan secara langsung, sekarang bisa melihat barangnya dan membeli secara tatap muka,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan kali ini, pihak panitia menargetkan kunjungan sekitar 30 ribu hingga 45 ribu orang selama tiga hari.

Target tersebut mengacu pada penyelenggaraan event sebelumnya yang mampu menarik sekitar 10 ribu hingga 15 ribu pengunjung setiap harinya.

Selain jumlah pengunjung, nilai transaksi selama acara juga ditargetkan mencapai miliaran rupiah.

Christian mengatakan, banyaknya tenant dan brand yang terlibat membuka peluang terjadinya transaksi dalam jumlah besar selama event berlangsung. Penyelenggara juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk memberikan kemudahan transaksi dan berbagai promo bagi pengunjung.

Pemegang kartu Mandiri, kata dia, dapat memanfaatkan sejumlah program promo dan diskon khusus. Selain itu, tenant juga menawarkan harga spesial selama event berlangsung.

“Biasanya tenant memberikan harga khusus di event seperti ini, sebelum mereka menjual produknya sendiri di store mereka. Jadi, ada penawaran yang bisa dimanfaatkan pengunjung,” katanya.

Tak hanya menjadi tempat berburu produk fashion dan lifestyle, The Market Bloom District juga menawarkan pengalaman visual yang berbeda melalui konsep dekorasi yang diusung.

Christian menjelaskan, tema acara kali ini memadukan suasana jalanan dengan dunia fantasi. Sejumlah elemen yang biasa ditemui dalam kehidupan sehari-hari ditampilkan dalam bentuk dan ukuran yang tidak biasa.

Salah satunya adalah ornamen bunga yang dibuat dalam ukuran besar untuk menciptakan suasana berbeda bagi para pengunjung.

“Konsepnya sebenarnya seperti jalanan, tetapi kami bawa ke arah dunia fantasi. Sesuatu yang biasanya kecil, seperti bunga, kami buat menjadi besar. Jadi, orang yang masuk ke sini diharapkan melihat konsep yang berbeda,” ujarnya.

The Market sendiri bukan kali pertama digelar di Semarang. Event tersebut telah berlangsung sekitar 15 hingga 16 kali dan rutin digelar dua kali dalam setahun.

Selama ini, The Market hanya diselenggarakan di Kota Semarang dengan lokasi yang berpindah-pindah di sejumlah pusat perbelanjaan. Penyelenggaraan The Market Bloom District di DP Mall Semarang menjadi yang pertama bagi event tersebut.

Sebelumnya, The Market pernah digelar di pusat perbelanjaan lain di Kota Semarang, termasuk Paragon.

Christian menilai, masyarakat Semarang memiliki minat yang cukup tinggi terhadap brand dari luar daerah, terutama produk yang belum memiliki toko fisik di kota tersebut. Brand dari Jakarta, Surabaya, hingga Bandung, menurutnya, cukup diminati oleh konsumen Semarang.

“Kalau brand-brand dari luar Semarang yang belum ada di sini, ternyata masyarakat cukup mengejar. Penjualannya selama ini juga cukup bagus,” katanya.

Melalui The Market Bloom District, masyarakat tidak hanya dapat berbelanja berbagai produk dari brand nasional, tetapi juga menikmati suasana dan konsep visual yang berbeda.

Selama tiga hari penyelenggaraan, event tersebut diharapkan menjadi salah satu pilihan destinasi belanja bagi masyarakat Semarang dan sekitarnya.

Kejati Jateng Tahan HWK, Mantri Bank BUMN Dugaan Penyimpangan Kredit Rp4,5 Miliar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menahan HWK, tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan pemberian kredit pada salah satu bank BUMN di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

HWK ditahan Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Jateng pada Kamis (3/9/2026). Ia merupakan Mantri atau petugas lapangan yang menangani pemasaran dan penyaluran kredit pada bank tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Arfan Triono, SH mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit yang terjadi pada kurun waktu 2023 hingga 2025.

Menurutnya, penyidik menemukan sejumlah dugaan penyimpangan dalam proses penyaluran kredit yang dilakukan oleh tersangka HWK.

“Penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara ini untuk mengungkap seluruh rangkaian perbuatan serta pihak-pihak lain yang diduga terlibat,” kata dia.

Berdasarkan hasil penyidikan, HWK diduga melakukan penyimpangan dalam proses pemberian Kredit Umum Pedesaan (Kupedes), Kupedes Rakyat (Kupra), Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta Kredit Ultra Mikro jenis Kredit Cepat (Kece).

Dalam proses pemberian kredit tersebut, HWK diduga bekerja sama dengan FM selaku agen. Penyidik juga menemukan dugaan penggunaan data nasabah atau debitur fiktif dalam pengajuan kredit.

Arfan menjelaskan, dugaan penyimpangan antara lain dilakukan dengan tidak melaksanakan proses pra-screening terhadap calon debitur sebagaimana mestinya.

Pengecekan data dan riwayat calon debitur diduga tidak dilakukan melalui wawancara secara langsung maupun kunjungan lapangan atau On The Spot (OTS).

Selain itu, HWK diduga tidak melakukan pemeriksaan atau review terhadap dokumen pencairan kredit sebelum dana dicairkan.

Dokumen pencairan, baik dokumen digital maupun dokumen fisik, diduga tidak direview sebagaimana mestinya sebelum proses pencairan dilakukan.

“Dalam perkara ini, penyidik juga menemukan dugaan penggunaan dana setoran nasabah atau debitur untuk kepentingan pribadi,” ujar Arfan.

Berdasarkan hasil penyidikan, nilai kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp4.529.993.316 atau sekitar Rp4,5 miliar.

Atas perkara tersebut, Tim Penyidik Kejati Jateng melakukan penahanan terhadap HWK untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.Tersangka kemudian dititipkan di Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang selama masa penahanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Arfan menegaskan, Kejati Jateng masih mengembangkan perkara tersebut. Penyidik terus melakukan pendalaman guna mengungkap secara utuh dugaan penyimpangan dalam pemberian kredit, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Pihaknya, berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Penanganan perkara ini merupakan bagian dari komitmen Kejati Jawa Tengah dalam melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian keuangan negara,” tegas Arfan.

Ia menambahkan, pemberantasan korupsi juga diarahkan untuk mencegah praktik yang dapat mengganggu pelaksanaan pembangunan serta perekonomian masyarakat.

Dugaan Korupsi Smart Classroom di 13 Kabupaten/Kota, Kejati Jateng Sita Rp3 Miliar dan Periksa 50 Saksi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan smart classroom atau papan interaktif digital (interactive flat panel) yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Perkara yang ditangani Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jateng tersebut telah naik ke tahap penyidikan. Penyidik kini mendalami dugaan penyimpangan dalam proyek yang bersumber dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2024.

Sejauh ini, sekitar 50 saksi telah diperiksa. Penyidik juga telah menyita uang Rp3 miliar dari sebuah perusahaan swasta yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Asisten Pidsus Kejati Jateng, Ade Hermawan, SH, MH mengatakan penyidik menemukan bukti awal yang mengarah pada dugaan tindak pidana dalam pengadaan smart classroom.

Salah satu dugaan yang didalami berkaitan dengan pengadaan barang dari luar negeri yang kemudian disebut seolah-olah berasal dari principal tertentu, disertai dugaan penggantian label dan kenaikan harga atau mark up.

“Modusnya barang dikirim dari luar negeri, seolah-olah principal, dari Cina kemudian diganti labelnya, mark up (harganya),” kata Ade saat konferensi pers HUT ke-81 Kejaksaan di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Rabu (2/9).

Dugaan penggantian label dan mark up tersebut menjadi bagian penting yang tengah ditelusuri penyidik. Penyidik mendalami proses pengadaan sejak barang diperoleh hingga didistribusikan ke daerah penerima.

Menurut Ade, dugaan permainan dalam pengadaan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara karena terdapat indikasi perbuatan melawan hukum.

Namun, Kejati Jateng belum mengungkap pihak yang diduga melakukan mark up. Identitas pihak-pihak yang bertanggung jawab masih didalami berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang telah diperoleh.

“Yang kami tangani ada di 13 kabupaten/kota di Jateng, betul sudah ada penyitaan uang (Rp3 miliar),” ujar Ade.

Penyidik Pidsus Kejati Jateng terus mengembangkan perkara dengan memeriksa pihak-pihak yang dinilai mengetahui proses pengadaan.

Hingga kini, sekitar 50 saksi telah dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengurai mekanisme pengadaan, pihak yang terlibat, aliran pembayaran, hingga dugaan penyimpangan dalam penyediaan smart classroom.

Salah satu pejabat yang telah diperiksa adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno. Ia telah dimintai keterangan oleh penyidik pada Senin (16/3).

Selain Sumarno, penyidik juga memeriksa pejabat pada bagian Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pemeriksaan masih terus berjalan. Kejati Jateng belum menyampaikan siapa saja pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban karena penyidik masih melakukan pendalaman terhadap alat bukti dan rangkaian proses pengadaan.

Berawal dari Bantuan Keuangan Pemprov Jateng

Pengadaan smart classroom tersebut menggunakan anggaran yang berasal dari Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2024.

Program tersebut kemudian diduga mengalami penyimpangan, khususnya terkait pengadaan papan interaktif digital yang digunakan untuk mendukung fasilitas pembelajaran.

Penyidik kini menelusuri dugaan mark up, penggantian label barang, serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan di 13 kabupaten/kota.

Penyitaan uang Rp3 miliar menjadi salah satu langkah penyidik dalam mengamankan barang bukti sekaligus menelusuri dugaan aliran dana dalam perkara tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto menegaskan komitmen Kejati Jateng untuk menangani perkara tindak pidana khusus secara transparan dan berdasarkan alat bukti.

Penanganan perkara ini terus dikembangkan untuk mengungkap secara terang dugaan penyimpangan pengadaan smart classroom, termasuk pihak yang terlibat dan potensi kerugian keuangan negara.

Harlah ke-81 Kejaksaan RI, Kejati Jateng Padukan Capaian Penegakan Hukum dan Bakti Sosial

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah memaparkan sejumlah capaian kinerja dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Kejati Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (2/9).

Dalam kesempatan tersebut, Teguh memaparkan kinerja jajaran Kejati Jateng dan Kejaksaan Negeri se-Jawa Tengah, khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana khusus serta upaya penyelamatan dan pemulihan keuangan negara.

Kajati Teguh didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah, Waito Wongateleng, SH, MH. Turut hadir Asisten Pembinaan Anik Anifah, SH, MH, Asisten Intelijen Edy Winarko, SH, MH, Asisten Pidana Umum Indah Laila, SH, MH, Asisten Pidana Khusus Ade Hermawan, SH, MH, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Dr. Setiyowati, SH, MH, Asisten Pengawasan Andhie Fajar Arianto, SH, MH, Kepala Tata Usaha Deddy Agus Oktavianto, SH, MH, Asisten Pidana Militer Allan Hermit Prastyo, SH, MH, serta Asisten Bidang Penelusuran Aset Dzakiyul Fikri, SH, MH.

Dalam paparannya, Teguh menyampaikan bahwa bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) mencatat penanganan perkara mulai dari tahap penyelidikan hingga eksekusi.

Tercatat sebanyak 89 perkara berada dalam tahap penyelidikan, sementara 70 perkara masuk tahap penyidikan.

Pada tahap penuntutan, terdapat 33 perkara tindak pidana korupsi. Selain itu, terdapat 3 perkara tindak pidana kepabeanan, 5 perkara tindak pidana cukai, dan 5 perkara tindak pidana perpajakan.

Sementara pada tahap eksekusi, tercatat sebanyak 73 perkara.

Data tersebut menunjukkan aktivitas penanganan perkara Pidsus yang mencakup berbagai jenis tindak pidana, tidak hanya perkara korupsi, tetapi juga tindak pidana di bidang kepabeanan, cukai dan perpajakan.

Selain penanganan perkara, Kejati Jateng juga mencatat sejumlah nilai penyelamatan keuangan negara dalam perkara tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pada tahap penyidikan, nilai penyelamatan keuangan negara tercatat sebesar Rp.3.744.004.000. Sedangkan pada tahap penuntutan mencapai Rp.8.413.830.589,28.

Selain itu, terdapat Rp560.000.000 dari denda, Rp9.349.352.224 uang pengganti, serta Rp.10.430.215.734 uang rampasan hasil lelang.

Adapun biaya perkara yang tercatat dalam penanganan perkara tersebut sebesar Rp.495.000.

Untuk perkara tindak pidana perpajakan, kepabeanan, cukai dan TPPU, Kejati Jateng juga mencatat penyelamatan keuangan negara sebesar Rp416.897.654.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada proses hukum terhadap pelaku, tetapi juga diarahkan pada upaya mengamankan dan memulihkan keuangan negara sesuai dengan ketentuan hukum.

Kegiatan Sosial

Peringatan Harlah Ke-81 Kejaksaan RI tingkat Kejati Jawa Tengah tidak hanya diisi dengan evaluasi dan pemaparan capaian kinerja. Berbagai kegiatan sosial dan kebersamaan juga digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan.

Kegiatan tersebut antara lain upacara dan ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang, Pekan Olahraga (POR) yang diisi lomba senam dan tarik tambang, serta berbagai kegiatan sosial.

Kejati Jawa Tengah juga menggelar donor darah dan pembagian sembako kepada pengemudi ojek online (ojol). Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat kedekatan institusi dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan melibatkan pegawai Kejati Jawa Tengah, pegawai Kejaksaan Negeri Kota Semarang, serta Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Tengah.

Kegiatan donor darah juga mendapat partisipasi dari unsur instansi lain sebagai bentuk sinergi dan kepedulian dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

Peringatan Harlah Ke-81 Kejaksaan RI mengusung tema “Mengembalikan Kepercayaan Publik Melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”

Tema tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kinerja penegakan hukum perlu berjalan beriringan dengan upaya membangun kepercayaan publik dan menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Melalui momentum Harlah ke-81, Kejati Jawa Tengah tidak hanya mengevaluasi capaian penanganan perkara dan penyelamatan keuangan negara, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian sosial dan komitmen menjalankan tugas penegakan hukum secara berintegritas, adil dan humanis.

Ekonomi Desa Jadi Fokus, BRI Catat Pertumbuhan Desa BRILiaN Signifikan di Wilayah Semarang

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat kemerdekaan terasa kuat di Alun-Alun Sumowono, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (22/8/2026). Ribuan semangat kebersamaan masyarakat menyatu dalam kegiatan Semarak Merah Putih Kemerdekaan HUT ke-81 Republik Indonesia yang digelar BRI Regional Office Semarang.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat, pelaku usaha mikro, tokoh daerah, dan Insan BRILiaN untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus mendorong potensi ekonomi lokal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H., Anggota DPRD Kabupaten Semarang Handika Gusni Rahmulya, S.Psi., Camat Sumowono Agung Heru Suryono, S.H., Kapolsek Sumowono AKP Kuseni, S.H., M.H., Danramil 10/Sumowono Lettu Arm Deni Rusmawan, serta para tokoh masyarakat, pelaku UMKM dan warga Kecamatan Sumowono.

Regional CEO BRI Regional Office Semarang Bernadi Kurniawan mengatakan, peringatan HUT ke-81 RI tahun ini menjadi momentum untuk kembali memperkuat persatuan, kepedulian, gotong royong dan kebersamaan.

“Di tengah suasana tersebut, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali menguatkan semangat persatuan, gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan sebagai bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa duka dan belasungkawa atas berbagai musibah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. BRI, kata dia, turut menyampaikan doa dan simpati kepada masyarakat yang terdampak serta berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.

Menurut Bernadi, semangat kemerdekaan bagi BRI tidak berhenti pada seremoni. Nilai tersebut diwujudkan melalui kebanggaan sebagai Insan BRILiaN, membangun kolaborasi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program Semarak Merah Putih Kemerdekaan, BRI menggelar berbagai kegiatan secara serentak di 18 titik Desa BRILiaN. Rangkaian kegiatan meliputi UMKM BRILiaN, lomba kemerdekaan, BRI Peduli Activity hingga panggung hiburan kemerdekaan.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat desa. Perkembangan Desa BRILiaN di wilayah kerja BRI Regional Office Semarang menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2024 tercatat terdapat 18 Desa BRILiaN. Jumlah tersebut meningkat menjadi 33 desa pada 2025 dan kembali bertambah menjadi 62 Desa BRILiaN pada 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin luasnya pengembangan desa melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan potensi ekonomi dan UMKM lokal.

“Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan Insan BRILiaN dan masyarakat, mendukung UMKM lokal, serta memperkuat kontribusi sosial BRI di berbagai wilayah Indonesia,” kata Bernadi.

Ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi energi bersama untuk terus membangun kolaborasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Merdeka!” pungkasnya.***

Kejati Jateng Semarakkan Harlah Kejaksaan ke-81 dengan Pekan Olahraga

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bukan sekadar mengejar kemenangan, semangat kebersamaan dan kekompakan menjadi warna utama Pekan Olahraga (POR) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah yang digelar di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Senin (31/8).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut Hari Lahir (Harlah) Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026. Hadir Wakajati Jateng, Waito Wongateleng, SH, MH, Pejabat Utama, pegawai Kejati Jateng, hingga jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan olahraga dan permainan.

Kepala Kejati (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH mengatakan POR menjadi momentum untuk membangun semangat sportivitas sekaligus memperkuat kerja sama di antara jajaran Korps Adhyaksa.

“Semangat, sportivitas, dan kerja sama tim menjadi tujuan dan harapan bersama dari penyelenggaraan POR ini,” kata Teguh.

Menurutnya, olahraga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Di dalamnya terdapat nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam menjalankan tugas, seperti kedisiplinan, kejujuran, kekompakan, dan kemampuan bekerja sebagai sebuah tim.

Karena itu, ia berharap semangat yang tumbuh selama POR dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Sehingga sportivitas serta kerja sama dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujarnya.

Sejumlah perlombaan turut memeriahkan kegiatan tersebut. Mulai dari senam bersama, joget bola, hingga tarik tambang. Perlombaan berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, namun tetap mengedepankan sportivitas.

Bagi Teguh, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pegawai untuk sejenak keluar dari rutinitas kedinasan yang padat. Interaksi dalam suasana nonformal dinilai dapat mempererat hubungan antarpersonel sekaligus meningkatkan rasa persaudaraan.

“Pekan olahraga ini bukan sekadar agenda rutin untuk mencari pemenang atau juara di setiap cabang olahraga. Lebih dari itu, momentum POR ini merupakan wadah bagi kita semua untuk melepas penat sejenak dari rutinitas kedinasan yang padat, sekaligus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa kebersamaan, rasa persaudaraan, dan kekompakan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kualitas sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional para personelnya. Kondisi fisik yang sehat dan mental yang kuat juga menjadi bagian penting dalam menunjang pelaksanaan tugas.

“Institusi yang kuat membutuhkan insan Adhyaksa yang tidak hanya cerdas dan berintegritas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tubuh yang sehat dan jiwa yang tangguh,” kata Teguh.

Ia menambahkan, olahraga mengajarkan banyak nilai yang sejalan dengan prinsip kerja insan Adhyaksa. Kejujuran, disiplin, kerja sama tim dan semangat pantang menyerah menjadi karakter yang harus terus dijaga.

“Melalui olahraga, kita menanamkan nilai-nilai penting yang sangat relevan dengan tugas kita sehari-hari, yaitu kejujuran, disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah,” jelasnya.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan juga diwarnai pelepasan burung merpati dan balon warna-warni. Prosesi tersebut menjadi simbol harapan agar Kejaksaan terus berkembang, semakin dekat dengan masyarakat, dan semakin kuat dalam menjalankan pengabdian.

Momentum Harlah Kejaksaan ke-81 melalui POR tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memperkuat soliditas internal. Semangat sehat, kompak, dan sportif diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Kejati Jateng dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya kepada masyarakat.