spot_img
Beranda blog Halaman 80

SCU Bersama SPIL Hadirkan Pusat Riset Logistik, Siapkan Mahasiswa Hadapi Revolusi Industri 4.0

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) melalui penandatanganan MoU di Kampus I SCU Bendan, Semarang, Jumat (25/7).

Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran SPIL Research Center (SRC) yang akan menjadi pusat riset dan inovasi bidang logistik di lingkungan kampus.

Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Bisnis SCU, Dr. R. Probo Y. Nugrahedi, STP, MSc, bersama General Manager Human Capital & Corporate Affairs PT SPIL, Dominikus Putranda Romo Ganggut.

Kerja sama mencakup program magang, rekrutmen mahasiswa, riset kolaboratif, hingga kuliah tamu oleh praktisi industri. Dominikus menegaskan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan industri.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin membuka lebih banyak ruang belajar dan bertumbuh bagi generasi muda,” ujarnya.

Dr. Probo menyebut kehadiran SRC akan menjembatani teori dan praktik di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terlibat dalam proyek-proyek nyata yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” jelasnya.

Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset, dan Publikasi SCU, Robertus Setiawan Aji Nugroho, menambahkan SRC akan menjadi pusat inkubasi riset yang menghubungkan akademik dengan industri.

Sementara Dr. Y. Trihoni Nalesti Dewi dari LPPM SCU menyambut baik kolaborasi ini karena membuka peluang riset sekaligus pengabdian masyarakat berbasis teknologi dan logistik.

Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Prof. Bernardinus Harnadi, menyebut SRC membuka kesempatan pengembangan teknologi AI dan sistem logistik bagi mahasiswa.

“Hal ini penting untuk mempersiapkan mereka bersaing di era digital,” katanya.

Peluncuran SRC dimeriahkan dengan presentasi proyek mahasiswa, seminar teknologi bertema Artificial Intelligence oleh Dimas Luthfianto (Performance Excellence Manager PT SPIL), dan Career Talk bersama Ryan Prasetya, alumni SCU yang kini menjabat Human Capital Manager PT SPIL.

“Melalui seminar dan pelatihan di SRC, PT SPIL berkomitmen untuk mentransfer pengetahuan teknologi mutakhir agar generasi muda dapat menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dengan lebih siap,” ujar Dimas.

Ryan menambahkan, pengalaman langsung dari dunia industri akan mempercepat kesiapan mahasiswa.

“Program ini akan mempercepat adaptasi mahasiswa saat memasuki dunia kerja,” tandasnya.***

Peluncuran Paspor Desain Merah Putih Ditunda, Imigrasi Alihkan Fokus ke Peningkatan Layanan Publik

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi menunda implementasi paspor desain merah putih yang sedianya akan diterbitkan pertama kali pada peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2025.

Keputusan ini diambil dalam rangka melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran bagi kementerian dan lembaga serta sebagai respon terhadap aspirasi masyarakat.

“Setelah melalui evaluasi secara menyeluruh, Ditjen Imigrasi memutuskan untuk menunda implementasi paspor desain merah putih. Keputusan ini diambil dengan penuh pertimbangan dan tanggung jawab, serta melibatkan banyak pihak,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman.

Lebih lanjut Yuldi menjelaskan bahwa efisiensi anggaran mengharuskan Ditjen Imigrasi untuk meninjau ulang kebijakan-kebijakan yang akan dilaksanakan.

Keputusan tersebut juga diambil setelah mempertimbangkan saran dan masukan dari masyarakat, dengan memperhatikan tingkat urgensi serta dinamika ekonomi yang tengah bergulir.

Pasca peluncuran desain baru paspor 17 Agustus 2024 lalu, Ditjen Imigrasi aktif memantau opini publik terkait kebijakan tersebut.

Selama Agustus 2024 s.d. Juli 2025 analisis media sosial dari berbagai macam kanal mengumpulkan 1.642 sampel unggahan.

Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat mengharapkan kebijakan Pemerintah yang lebih fokus pada penguatan substansi paspor, yaitu penguatan posisi paspor Indonesia secara global.

Dari sampel unggahan tersebut juga terlihat kecenderungan masyarakat kepada kebijakan pelayanan dengan dampak yang lebih konkret untuk dirasakan serta selaras dengan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan publik.

Dengan anggaran yang tersedia, Ditjen Imigrasi berupaya memaksimalkan pelayanan dan pengawasan keimigrasian melalui pengembangan serta pemeliharaan sistem berbasis digital.

Inovasi tidak berhenti pada perubahan desain fisik, melainkan berupa penguatan sistem dan pelayanan yang lebih tepat guna.

“Perlu digarisbawahi bahwa ditundanya kebijakan ini bukan berarti fokus untuk memperkuat Paspor Indonesia berhenti dilakukan. Langkah strategis yang melibatkan instansi Pemerintah terkait serta seluruh masyarakat Indonesia diperlukan, dan kami harap kita semua dapat saling mendukung guna memperkuat Paspor Indonesia,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto menyampaikan, “Inovasi Ditjen Imigrasi akan terus berlanjut, dengan fokus pada pengembangan jangka panjang untuk memperkuat paspor Republik Indonesia melalui peningkatan keamanan digital dan efisiensi pelayanan. Kami berterima kasih atas pengertian dan dukungan masyarakat dalam menghadapi penyesuaian ini,” tutup Menteri Agus.

Sido Muncul Raih Penghargaan detikJateng-Jogja Awards 2025 untuk Dedikasi Peningkatan Kesehatan Masyarakat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali membuktikan konsistensinya sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap kesehatan masyarakat.

Pada ajang detikJateng-Jogja Awards 2025, Sido Muncul meraih penghargaan bergengsi dalam kategori Program “Bisnis Terpuji, kategori Dedikasi dalam Peningkatan Kualitas Kesehatan”.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Transmedia, Latif Harnoko, kepada Supervisor Humas Sido Muncul Semarang, Septiana Nur Utami, dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Pemprov Jateng, Kota Semarang, Rabu 23/7) malam.

Fokus pada Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan
Sido Muncul dinilai layak menerima penghargaan ini karena kiprahnya yang konsisten dalam mengembangkan produk berbasis herbal dengan pendekatan ilmiah, sekaligus aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara alami.

Selama bertahun-tahun, perusahaan ini menempatkan penelitian berkelanjutan sebagai pondasi utama dalam menciptakan produk yang tidak hanya aman dan rasional, tetapi juga jujur secara etik.

Tak sekadar berbisnis, Sido Muncul turut memperkenalkan pendekatan naturopati dan gaya hidup sehat melalui pemanfaatan bahan-bahan alami yang dapat diakses masyarakat luas.

Penyemangat Baru

Terpisah, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima dan menyebut hal ini sebagai pengakuan atas kerja keras seluruh tim serta dukungan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini bukan semata-mata milik Sido Muncul, tapi juga bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pendekatan kesehatan herbal yang kami kembangkan selama ini,” ujar Irwan.

“Ke depan, kami akan terus memperluas edukasi kesehatan berbasis alam hingga ke pelosok daerah. Masyarakat perlu tahu bahwa menjaga kesehatan secara preventif bisa dilakukan dengan cara yang alami, aman, dan mudah dijangkau,” tambahnya.

Bentuk Apresiasi terhadap Kontribusi Sosial dan Ekonomi
Ajang detikJateng-Jogja Awards 2025 merupakan bentuk apresiasi detikcom terhadap tokoh, organisasi, dan perusahaan yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Tahun ini, acara mengangkat tema kolaborasi lintas sektor dengan penekanan pada inovasi, pelestarian nilai budaya, dan keberlanjutan.

Selain Sido Muncul, penghargaan juga diberikan kepada individu dan komunitas yang memberikan dampak nyata di berbagai bidang, termasuk penguatan ekonomi lokal, inovasi sosial, hingga pelestarian seni budaya.

Dengan penghargaan ini, Sido Muncul kian menegaskan perannya sebagai pelopor industri jamu modern yang tidak hanya unggul dalam inovasi produk, tetapi juga aktif dalam mendorong transformasi gaya hidup sehat di tengah masyarakat Indonesia.

Lewat TJSL, KAI Bantu Desa Rawan Kekeringan dengan Teknologi Pemanenan Air Hujan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memberikan bantuan teknologi air bersih berbasis pemanfaatan air hujan bagi masyarakat Desa Keradenan dan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah.

Penyerahan bantuan TJSL KAI Program Bina Lingkungan senilai Rp100.000.000,- ini dilakukan oleh Vice President (VP) CSR KAI Sandra Pridasvara kepada perwakilan kedua kecamatan pada hari ini, Kamis (24/7) di Kradenan dan Toroh. Dalam memberikan bantuan, KAI juga berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI).

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa pemberian bantuan ini dilatarbelakangi oleh kondisi geografis wilayah Kradenan dan Toroh yang rentan kekeringan serta minimnya akses air bersih bagi masyarakat, terutama saat musim kemarau.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih. Tidak hanya sebatas memberikan infrastruktur, kami juga turut menghadirkan edukasi agar masyarakat dapat mengelola sumber daya air secara berkelanjutan,” ujar Franoto.

Franoto menambahkan bahwa bantuan yang diberikan berupa sistem pemanenan air hujan yang dikembangkan oleh UI. Sistem ini difungsikan untuk mengatasi masalah air bersih melalui pemanfaatan air hujan yang kemudian melalui proses penyaringan diubah menjadi air bersih yang siap digunakan oleh masyarakat sekitar.

Selanjutnya kedua lokasi yang diberikan bantuan merupakan daerah yang berada di dekat jalur kereta api. Franoto berharap melalui bantuan yang diberikan ini masyarakat dapat turut serta menjaga perjalanan kereta api agar senantiasa selamat dan aman.

“Adanya bantuan ini juga menegaskan peran serta KAI terhadap masyarakat yang berada di sekitar jalur operasional perkeretaapian, khususnya di wilayah yang menghadapi tantangan ketersediaan air bersih.”

Sementara itu Sekretaris Kecamatan Kradenan Azim Tawakal mengatakan bahwa persoalan air bersih di wilayah Kradenan bukanlah hal baru. Ini adalah tantangan yang sudah berlangsung turun-temurun. Wilayah timur Kabupaten Grobogan, seperti Keradenan ini merupakan daerah yang secara geologis memang rawan kekeringan dan kesulitan sumber air bersih.

“Maka dari itu, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Terima kasih kepada seluruh stakeholder yang terlibat, dan kami berharap ini bukan menjadi akhir, melainkan awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan. Tujuan akhirnya bukan untuk kami pribadi, bukan untuk pejabat tertentu, tetapi sepenuhnya demi kepentingan masyarakat,” ungkap Azim.

Menghidupi Semangat Mgr. Soegijapranata dalam Peringatan Wafat ke-62 Tahun

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Sosok Uskup pribumi pertama sekaligus Pahlawan Nasional, Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ, kembali dikenang dalam peringatan wafat ke-62 tahun yang digelar di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang, Selasa (22/7).

Perayaan ini menjadi momen reflektif untuk menggali kembali semangat perjuangan dan spiritualitas “100% Katolik, 100% Indonesia” yang diwariskan tokoh Gereja tersebut.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh empat imam, yaitu Rm. Marcellinus Tanto, Pr, Rm. Sbastianus Prasetya Aditama N, Pr, Rm. Paulus Erwin Sasmita, Pr, dan Rm. Bernadus Himawan, Pr. Hadir dalam misa tersebut sivitas akademika Soegijapranata Catholic University (SCU), serta perwakilan dari Pemuda Katolik, PMKRI, dan WKRI.

Rektor SCU, Dr. Ferdinandus Hindiarto, menyampaikan bahwa semangat Mgr. Soegijapranata terus menjadi pijakan nilai universitas.

“Kami rutin menggelar misa tahunan untuk mengenang beliau sebagai patron universitas. Terus mewarisi, menggali, dan menghidupi nilai-nilai beliau. Salah satunya yang kami tekankan tiga tahun terakhir adalah bagaimana setiap perjumpaan yang beliau lakukan bersama siapapun bisa mengubah dan menggerakkan,” ujarnya.

Tema ini juga menjadi landasan peringatan Dies Natalis ke-43 SCU yang akan jatuh pada 5 Agustus 2025: Spiritualitas Perjumpaan: Pendidikan Personal dan Inklusif yang Mengubah dan Menggerakkan.

“Kami ingin ‘perjumpaan yang mengubah’ selalu hadir dalam proses pendidikan, sehingga kampus bukan sekadar ruang akademik, tapi tempat bertumbuhnya pribadi yang matang dan berdaya ubah,” tandas Ferdinandus.

Mgr. Soegijapranata dikenal sebagai tokoh yang menggabungkan iman dan nasionalisme dalam perjuangannya. Selama menjabat sebagai Vikaris Apostolik Semarang (1940) dan Uskup Keuskupan Agung Semarang (1949), ia aktif dalam jalur diplomasi internasional untuk memperkuat pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia.

Salah satu langkah penting yang ia ambil adalah mengirim surat resmi kepada Vatikan, mendesak pengakuan terhadap kemerdekaan RI.

Di dalam negeri, ia memfasilitasi dialog lintas agama, mendorong dukungan dari para misionaris, serta membuka gereja sebagai tempat perlindungan bagi korban perang.
Uskup kelahiran Surakarta, 25 November 1896 itu juga dikenal sebagai pribadi yang cerdas, rendah hati, dan progresif. Pendidikan yang ditempuh di Belanda turut membentuk pandangannya yang terbuka dan inklusif.

Slogan “100% Katolik, 100% Indonesia” menjadi prinsip yang terus digaungkan hingga kini—terutama di SCU, yang berkomitmen menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial.

Tarif Terjangkau, KA Lokal Daop 4 Jadi Primadona 567.308 Penumpang di Paruh Pertama 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Layanan Kereta Api Lokal (KA Lokal) di wilayah KAI Daop 4 Semarang menunjukkan peran vital dalam mobilitas dan konektivitas antarwilayah selama Semester I tahun 2025. Dalam kurun Januari hingga Juni 2025, sebanyak 567.308 penumpang telah memanfaatkan layanan ini.

Rinciannya, 277.630 penumpang berangkat (naik) dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 4, dan 289.678 penumpang datang (turun) di berbagai kota dan kabupaten tujuan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa tiga KA Lokal Daop 4 yang saat ini beroperasi, KA Blora Jaya, KA Kedungsepur, dan KA Banyubiru, terbukti menjadi moda pilihan masyarakat untuk perjalanan rutin maupun wisata, dengan dukungan tarif yang sangat terjangkau.

“Ketersediaan layanan dengan harga yang ramah di kantong ini memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, pekerja harian, dan pelaku usaha kecil, untuk bepergian dengan nyaman dan efisien,” kata Franoto.

KA Blora Jaya menghubungkan Semarang dengan wilayah timur seperti Grobogan, Blora, dan Cepu, koridor penting yang juga merupakan jalur logistik. Meski saat ini frekuensi perjalanan masih terbatas, tingginya animo masyarakat mencerminkan kebutuhan mobilitas yang terus tumbuh di wilayah ini.

Di jalur tengah, KA Kedungsepur melayani komuter harian dari Demak dan Grobogan menuju Semarang. Layanan ini menjadi solusi transportasi cepat dan murah bagi warga yang bekerja dan bersekolah di ibu kota provinsi.

Sementara itu, KA Banyubiru berperan penting dalam menghubungkan dua kota besar di Jawa Tengah, yakni Semarang dan Solo. Dengan relasi yang menghubungkan dua kota besar di Jateng, KA Banyubiru memperkuat konektivitas segitiga emas Semarang–Solo–Yogyakarta, serta membuka peluang pemerataan ekonomi di sekitarnya.

Franoto menegaskan bahwa KA Lokal bukan hanya sebagai alat angkut, melainkan bagian dari infrastruktur sosial yang menyatukan ruang dan memperkuat interaksi antardaerah.

Dengan tarif yang murah, layanan ini menjadi penghubung utama antara pusat kota dan daerah, mendekatkan warga desa ke pusat layanan dan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang ekonomi dan sosial.

“KAI Daop 4 Semarang akan terus menjaga kualitas layanan KA Lokal, termasuk peningkatan ketepatan waktu, kebersihan, integrasi antarmoda, serta peluang pengembangan rute dan frekuensi. Sinergi dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi fondasi penting untuk memperkuat peran KA Lokal ke depan,” tutup Franoto.

Fakultas Ilmu Budaya UNDIP Gelar Seminar 2 Abad Perang Diponegoro: Inspirasi Semangat Juang Universitas Diponegoro Menatap Masa Depan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (FIB UNDIP) menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “2 Abad Perang Diponegoro: Inspirasi Semangat Juang Universitas Diponegoro Menatap Masa Depan”.

Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro dan relevansinya dalam membentuk karakter kebangsaan generasi masa kini.

Acara yang digelar secara hybrid di Ruang Sidang Besar FIB UNDIP dan disiarkan melalui platform daring dengan Zoom Meeting yang memungkinkan partisipasi dari mahasiswa, dosen, dan publik secara nasional.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber berkompeten. Di antaranya, Drs. Supriyo Priyanto, M.A., peneliti sejarah Pangeran Diponegoro yang memaparkan dimensi spiritual, sosial, dan militer sang pahlawan nasional dalam menghadapi kolonialisme.

Sementara itu, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., Guru Besar FIB UNDIP, membedah nilai-nilai perjuangan Diponegoro seperti keberanian moral, kepemimpinan etis, dan keteguhan prinsip yang dapat dijadikan pijakan dalam menghadapi tantangan global.

Dalam acara ini Aslama Nanda Rizal, S.Sej., M.Hum., selaku penanggung jawab acara memberikan sambutan sekaligus pengantar materi, MC oleh Atika Kurnia Putri, M.Hum., dan dimoderatori oleh Izmy Khumairoh, S.Ant., M.A.

Seminar ini juga dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Alamsyah, M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNDIP. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat juang Diponegoro di tengah krisis keteladanan dan disorientasi nilai dalam masyarakat kontemporer.

“UNDIP sebagai institusi yang menyandang nama besar Pangeran Diponegoro memiliki tanggung jawab moral untuk merawat ingatan kolektif bangsa dan membangun kepemimpinan masa depan yang berkarakter,” tegasnya.

Sebagai penutup, Drs. Supriyo Priyanto, M.A., menyatakan bahwa peringatan dua abad jatuhnya Tegalrejo harus dimaknai sebagai momen kebangkitan UNDIP, yang menyandang nama besar Diponegoro, dalam menatap masa depan dengan spirit perjuangan, kemandirian, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus.

Beliau menegaskan bahwa Diponegoro bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga simbol perlawanan yang menyatukan nilai keislaman, kejawaan, dan nasionalisme.

Sementara itu, Prof. Dr. Singgih Tri Sulistiyono, M.Hum., menyampaikan bahwa semangat kejuangan Pangeran Diponegoro, yang berakar pada keteguhan prinsip, keberanian moral, dan keberpihakan pada rakyat, tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, membawa Diponegoro dari Tanah Jawa ke panggung sejarah nasional berarti menghidupkan kembali semangat perlawanan yang etis, visioner, dan transformatif sebagai inspirasi bagi generasi kini dan mendatang dalam membangun Indonesia yang berdaulat, berkarakter, dan bermartabat.

Melalui kegiatan ini, FIB UNDIP berkomitmen mengangkat kembali spirit perjuangan Diponegoro sebagai inspirasi transformatif bagi pembangunan karakter bangsa yang bermartabat, beretika, dan berdampak.

Seminar ini juga menjadi momentum memperingati dua abad jatuhnya Tegalrejo (20 Juli 1825) yang menandai dimulainya Perang Jawa sebagai salah satu tonggak sejarah paling penting dalam perlawanan terhadap kolonialisme.

Perkuat Ekspansi di Jawa Tengah, FOTILE Gandeng UFO Elektronika Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Produsen peralatan dapur premium, FOTILE, kembali memperkuat eksistensinya di Jawa Tengah dengan membuka penjualan resminya di UFO Elektronika, Jalan MT Haryono, Semarang. Kehadiran ini menandai langkah strategis FOTILE untuk semakin dekat dengan konsumen, khususnya di kawasan Semarang dan sekitarnya.

Acara peresmian yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Direktur FOTILE Indonesia, Sun Ling, serta Direktur UFO Elektronika, Proko Sutomo. Dalam sambutannya, Sun Ling mengungkapkan optimisme tinggi terhadap pasar di wilayah ini.

“Peningkatan penjualan FOTILE terus terjadi setiap tahun. Kami yakin kemitraan dengan UFO Elektronika di Semarang akan semakin memperkuat penetrasi kami di pasar Jawa Tengah,” ujar Sun Ling.

Sementara itu, Proko Sutomo menyebut kolaborasi ini sebagai langkah yang saling menguntungkan.

“Kehadiran FOTILE melengkapi lini produk premium kami dan memberikan kemudahan bagi konsumen di Semarang untuk mendapatkan solusi dapur modern dan berkualitas tinggi,” katanya.

Sebagai bagian dari peluncuran, FOTILE juga menghadirkan demo memasak langsung oleh Chef Jordhi Aldyan, finalis MasterChef Indonesia Season 6, yang menunjukkan keunggulan produk cooker hood dan kompor gas FOTILE. Acara ini turut dihadiri komunitas pecinta kuliner dan pelanggan setia UFO Elektronika.

Tak hanya itu, FOTILE juga memberikan berbagai promo menarik khusus bagi pembeli di hari pembukaan.

National Marketing Head FOTILE, Tommy Pratomo, mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya dapur sehat dan berkualitas mendorong pertumbuhan minat terhadap produk-produk mereka.

“Konsumen kini semakin selektif. Mereka tidak hanya mencari tampilan, tetapi juga fungsi, ketahanan, dan reputasi pabrikan. FOTILE menjadi pilihan karena kami memproduksi sendiri, bukan sekadar menempelkan merek,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen serius di kawasan ini, awal 2025 lalu FOTILE telah mendirikan kantor cabang regional Jawa Tengah dan DIY yang berlokasi di Yogyakarta. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan purna jual serta mempercepat distribusi.

“Kantor regional ini akan mempermudah akses layanan dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap FOTILE di Semarang dan sekitarnya,” tutur Ainur Yanni, Regional Sales Manager FOTILE Jawa Tengah & DIY.

FOTILE saat ini telah hadir di lebih dari 32 negara, termasuk Amerika Serikat, Australia, Singapura, dan Malaysia. Di Indonesia, produk FOTILE sudah menjadi pilihan utama keluarga yang menginginkan dapur modern dengan teknologi canggih.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan promo terbaru, pelanggan dapat mengakses situs resmiid.fotileglobal.com atau akun Instagram @FOTILE_Indonesia, serta layanan bebas pulsa 0-800-1819-777.

Kajati Jateng Hendro Dorong Revisi KUHAP Berbasis Pendekatan Integralistik, Kritik Koordinasi Formalistik antar Aparat Hukum

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. Hendro Dewanto menegaskan pentingnya pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) melalui penguatan peran Kejaksaan dalam membangun sistem peradilan pidana yang terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertema “Menyongsong Pembaharuan KUHAP melalui Penguatan Peran Kejaksaan dalam Mewujudkan Integralitas Sistem Peradilan Pidana Indonesia” yang digelar di Kejati Jateng dan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, di Kampus Tembalang, Kota Semarang, Rabu (24/7).

Kegiatan ini menghadirkan Keynote Speaker secara daring Jaksa Agung RI ST Burhanuddin , Jampidum ASep N Mulyana, Rektor Undip Suharnomo dan Dekan Fakultas Hukum Prof Retno Sarasawati, Guru Besar Fakultas Hukum , Prof. Pujiyono dan Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Prof. Pujiono Suwadi.

Dalam sambutannya, Kajati Hendro menyampaikan evaluasi kritis terhadap substansi RUU KUHAP, khususnya terkait pasal-pasal yang mengatur mekanisme koordinasi antara penyidik dan penuntut umum.

Ia menilai, meskipun terdapat langkah positif melalui penguatan mekanisme prapenuntutan dalam Pasal 59A hingga 59F, namun implementasinya masih jauh dari harapan akan sebuah sistem yang sinergis.

“Penggunaan frasa ‘dapat’ dalam pasal-pasal krusial seperti Pasal 59B dan 59C memberikan ruang diskresi yang terlalu besar dan justru melanggengkan budaya koordinasi yang tidak konsisten. Padahal, dalam penegakan hukum yang modern, kita membutuhkan mekanisme kerja sama yang solid dan saling melengkapi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengkritisi model relasi antarpenegak hukum yang masih berwatak fragmentatif, di mana setiap lembaga berjalan sendiri-sendiri dan terjebak dalam pola pikir sektoral.

Hal ini, menurutnya, telah menimbulkan praktik “serah terima estafet” dalam penanganan perkara, yang tidak mencerminkan prinsip tanggung jawab kolektif terhadap keadilan.

Pendekatan Integralistik sebagai Solusi

Sebagai solusi, Kajati Jateng menawarkan pendekatan integralistik yang merujuk pada pemikiran Soepomo dan para tokoh hukum nasional seperti Prof. Barda Nawawi Arief dan Prof. Romli Atmasasmita. Pendekatan ini menempatkan sistem hukum sebagai satu kesatuan organik yang bekerja dalam harmoni demi kepentingan masyarakat.

“Sudah saatnya kita membangun sistem peradilan pidana yang terintegrasi, di mana jaksa tidak hanya sebagai pengawas formil, tetapi menjadi mitra strategis sejak awal proses penyidikan. Sistem ini harus berbasis kolaborasi aktif, bukan sekadar formalitas koordinasi,” ujar Hendro.

Ia menyampaikan enam pilar penting reformasi sistem peradilan pidana, yaitu pengakuan terhadap penyidik dan penuntut umum sebagai satu tim hukum negara, keseimbangan kewenangan antar lembaga, bukan dominasi tunggal, diversifikasi lembaga penyidikan sesuai karakteristik kejahatan modern, unifikasi lembaga penuntutan dalam satu standar dan akuntabilitas nasional, kolaborasi aktif di setiap tahap proses hukum, dari penyidikan hingga eksekusi dan peran hakim yang lebih proaktif dalam menjamin keadilan prosedural.

Dalam kesempatan tersebut, Hendro juga menyampaikan komitmen Kejati Jateng untuk menjadi pelopor implementasi pendekatan integralistik dalam sistem peradilan pidana.

Ia menyebut Jawa Tengah siap menjadi “laboratorium pembaruan KUHAP” dan tidak hanya menjadi penonton dalam proses reformasi hukum.

“Kami di Jawa Tengah siap menjadi pionir. Kami tidak ingin hanya mengamati, tapi terlibat aktif dalam menciptakan sistem peradilan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia menutup sambutan dengan ajakan kolaboratif kepada seluruh pemangku kepentingan, akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan, untuk merancang sistem peradilan yang tidak hanya modern secara prosedural, tetapi juga manusiawi dan berakar pada nilai-nilai bangsa.

“Keadilan sejati bukan ditentukan oleh seberapa sempurna pasal-pasal undang-undang kita, tapi oleh seberapa besar manfaatnya dirasakan oleh rakyat,” ujar dia.

Seminar nasional ini menjadi ruang reflektif sekaligus forum strategis dalam merespons proses legislasi RUU KUHAP yang tengah berlangsung di DPR.

Kejaksaan, menurut Hendro, memiliki peran sentral bukan hanya dalam menegakkan hukum, tetapi juga membangun integritas sistemik bagi penegakan keadilan di Indonesia.

Semangat pembaruan ini diharapkan tidak berhenti pada retorika akademis, tetapi menjadi langkah konkret menuju sistem hukum nasional yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

UMKM Pangan Ambil Bagian dalam Transformasi Gizi Nasional

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – UMKM berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau industri besar. Keberadaan UMKM menjadi penopang penting ketersediaan makanan sehat di masyarakat. Peran UMKM terbukti memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka stunting dan peningkatan literasi gizi masyarakat yang sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kegiatan PPM Badan Gizi Nasional ini berlangsung selama dua di Hotel Grand Whiz Simatupang pada 21 – 23 Juli 2025 di Hotel Grand Whiz Simatupang. Acara ini dihadiri ratusan pengusaha dan pelaku UMKM yang siap mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Acara pemberdayaan pelaku usaha di Jakarta Selatan ini dibuka oleh perwakilan Badan Gizi Nasional Rima Nurisa Brahmani, Praktisi UMKM Fransisca Exferina Edwar, Trainer Wirausaha Gatot Subroto, dan para pelaku UMKM.

Badan Gizi Nasional membuka Pelatihan Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat yang diwakilkan oleh Rima Nurisa Brahmani. Pada kesempatannya, Rima menyampaikan BGN merupakan lembaga tunggal yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan program MBG.

“BGN adalah inisiatif strategis pemerintah Indonesia yang bertugas melaksanakan pemenuhan gizi masyarakat Indonesia. Kami fokus pada peningkatan kualitas hidup melalui intervensi yang terstruktur dan berbasis data,” ucap Rima Nurisa.

Setelah berjalan hampir satu tahun, saat ini BGN sudah memilik ribuan mitra dapur sehat dan akan terus bertembah kedepannya diseluruh Indonesia.

“Untuk mewujudkan program tersebut hingga menjadi menyeluruh di seluruh Indonesia kita juga membutuhkan support khususnya dari Pelaku Usaha Daerah, UMKM dan Masyarakat yang menjadi 3 aspek penting untuk proses tersebut,” imbuh Rima.

“Maka dari kita harus sama sama bersinergi untuk memajukan bisnis kita baik UMKM atau Usaha lainnya. Siapa tau kedepannya masyarakat bisa menjadi salah satu mitra BGN. Mari sama sama kita bersinergi untuk mewujudkan Program Presiden RI Prabowo Subianto,” tambahnya.

Kemudian, Praktisi UMKM yang diwakilkan Fransisca Exferina Edwar menyampaikan peran gizi dan UMKM dalam mendukung program MBG.

“Angka stunting di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 19,8%, menurun dari 21,5% pada tahun 2023. Penurunan ini merupakan indikator adanya perbaikan dalam penanganan gizi masyarakat, namun angka tersebut masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak,” papar Fransisca.

Gizi yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dan meningkatkan daya tahan tubuh seseorang. Apabila seseorang kekurangan gizi dapat menyebabkan stunting (pertumbuhan anak terganggu), Wasting (berat badan rendah), dan Anemia.

Dalam program MBG, UMKM adalah mitra strategis dalam upaya nasional perbaikan gizi. Dengan menyediakan makanan bergizi, aman, dan berbahan local. Dukungan serta edukasi akan memperkuat UMKM sebagai agen perubahan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif.

UMKM berperan penting dalam penyediaan akses makanan bergizi dengan menjual produk dalam porsi kecil dan harga terjangkau, UMKM membuat makanan sehat lebih mudah diakses masyarakat, termasuk yang berpenghasilan rendah.

Pelaku usaha masyarakat berpotensi menjadi ujung tombak transformasi gizi masyarakat. Melalui inovasi produk, penyuluhan, dan distribusi pangan sehat, Dengan strategi yang tepat, dukungan pemerintah, kemitraan, digitalisasi, dan kemasan yang edukatif, UMKM tidak hanya meraih keuntungan usaha, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesehatan jangka panjang masyarakat Indonesia.
Meski begitu, adapun tantangan yang dihadapi UMKM dengan minimnya pengetahuan tentang gizi dan standar kesehatan pangan. Untuk itu pelatihan dan pendampingan tentang gizi ini menjadi terobosan baru dalam mewujudkan generasi emas Indonesia.

Untuk mencapai visi ini, Indonesia membutuhkan manusia yang unggul, berdaya saing global, dan mampu mendorong inovasi di berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi. Kualitas manusia yang unggul akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan nasional, serta menjadikan Indonesia sebagai pemain penting di panggung global.

UMKM bukan hanya motor ekonomi, tetapi juga aktor penting dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Dukungan terhadap UMKM pangan yang bergizi akan berdampak langsung pada terciptanya generasi sehat, produktif, dan berdaya saing.***