TEMANGGUNG (Pertamanews.id) – Media sosial milik desa diharapkan dimanfaatkan untuk memasarkan potensi yang ada di wilayahnya, baik sektor UMKM, wisata, atau potensi lainnya. Sehingga, dapat berguna untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Hal itu ditekankan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Temanggung, Gotri Wijianto Wuriatmojo, saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa/ Kelurahan se-Kecamatan Kranggan, Rabu (2/8/2023).

Menurutnya, media sosial bisa disalahgunakan oleh sejumlah pihak, baik untuk kepentingan positif maupun negatif. Masyarakat dituntut bijak menyikap informasi-informasi yang datang, dengan memberikan informasi yang benar dan akurat, sekaligus untuk menangkal berita-berita hoaks.

Ditambahkan, banyaknya pengguna medsos pun mesti dimanfaatkan benar oleh masyarakat. Seperti, menjadikan medsos desa sebagai sarana pemasaran potensi lokal yang ada di wilayah masing-masing, baik sektor UMKM, wisata, atau potensi lainnya.

“Setelah dilakukan pendampingan oleh tim monev kepada admin, saya berharap untuk aktif lagi dalam meng-upload atau menginformasikan kegiatan-kegiatan yang ada di desa,” beber Gotri.

Pranata Humas Ahli Muda Dinkominfo, Farida Istiningsih menambahkan, medsos dibuat bukan untuk kepentingan Dinkominfo, akan tetapi untuk kepentingan desa, khususnya dalam mempromosikan dan mengenalkan desanya di dunia maya. Selain itu, media sosial yang dimiliki desa tidak hanya menginformasikan kegiatan pemerintahan desa, tetapi kegiatan-kegiatan keseharian masyarakat, mengangkat UMKM, potensi wisata, dan kesenian-kesenian yang ada di desa.

“Jangan lupa, setiap meng-upload informasi untuk diberi keterangan tentang kegiatannya, waktu, tempat atau mengandung unsur 5W 1H,” tambahnya.