SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang meresmikan Rumah Sigap (Siapkan Generasi Anak Berprestasi) yang terintegrasi dengan Rumah Pelita di Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, Selasa (8/8).

Berbagai inovasi dalam mengatasi persoalan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Pada kesempatan tersebut, Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan perbedaan keduanya. Menurutnya, Rumah Pelita lebih menitikberatkan pada penanganan anak-anak yang sudah mengalami stunting. Sedangkan Rumah Sigap lebih menitikberatkan pada penanganan pra stunting ataupun anak-anak yang memiliki resiko stunting.

“Alhamdulillah hari ini sudah terealisasi, namanya Rumah Sigap, yang mana Rumah Sigap ini terintegrasi dengan Rumah Pelita. Di mana Rumah Sigap ini lebih banyak melakukan penanganan pra stunting atau anak-anak yang memiliki resiko stunting. Sementara di Rumah Pelita ini adalah untuk penanganan anak-anak yang stunting. Jadi ini adalah rumah yang sudah terintergasi,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Ita.

Rumah Sigap sendiri merupakan bentuk kerja sama kemitraan antara Tanoto Foundation dengan Pemerintah Daerah, dalam hal ini adalah Pemerintah Kota Semarang. Keunggulan dari program kemitraan ini adalah memberikan pelayanan penanganan mental, motorik, edukasi, kegiatan konsultasi kepada anak maupun orang tuanya, termasuk juga melakukan stimulasi yang cukup supaya membantu pertumbuhan dan perkembangan otak anak-anak.

Wali kota perempuan pertama di Kota Semarang tersebut juga menyampaikan jika pihaknya akan meluncurkan program baru untuk membantu menurunkan angka stunting di Kota Semarang. Program baru ini nantinya akan melibatkan organisasi kepemudaan seperti GenRe (Generasi Berencana), Forum Anak, Karang Taruna, Forum OSIS dan lain sebagainya.

“Tanggal 17 Agustus nanti, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan launching, namanya Melon Mas singkatan dari Milenial Gotong Royong Atasi Stunting. Jadi itu kolaborasi kami mengajak milenial, karena milenial ini akan juga bisa membantu memberi penjelasan kepada teman-temannya. Ini nanti bisa menjadi contoh, bagaimana anak milenial mendorong upaya penurunan stunting,” ujarnya.

Mbak Ita berharap dengan adanya Rumah Pelita dan Rumah Sigap ini nantinya dapat menurunkan kasus stunting, termasuk juga dalam upaya pencegahan terjadinya kasus stunting baru. Target dari Pemerintah Kota Semarang sendiri mengenai masalah stunting di Kota Semarang adalah nol kasus stunting pada tahun 2024. “Semoga dengan adanya Rumah Sigap dan juga Rumah Pelita dapat menurunkan dan juga mencegah, baik ibu anemia maupun anak-anak yang resiko stunting,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Departemen Pendidikan dan Pengembangan Anak Usia Dini Tanoto Foundation, Eddy Henry mengapresiasi inovasi Pemerintah Kota Semarang dengan membuat Rumah Pelita. Dirinya juga mengungkapkan akan mendampingi program integrasi antara Rumah Pelita dengan Rumah Sigap selama 3 tahun ke depan. Lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan studi perihal dampak dari program yang sudah dilaksanakan ini.

“Ini adalah kombinasi yang sangat tepat sekali, perlu kita garis bawahi ini adalah pertama kali yang kita saksikan di Indonesia. Ini adalah inovasi yang luar biasa dari Pemerintah Kota Semarang. Kami akan dampingi terus minimum selama 3 tahun dan kita akan lakukan studi mengenai dampaknya,” pungkas Eddy.