SEMARANG (Pertamanews.id) – National Paralympic Committee (NPC) Indonesia secara resmi memperkenalkan Reda Manthovani sebagai Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade 2024 Paris. Perkenalan Reda Manthovani sebagai CdM Paralimpiade 2024 kepada atlet dan pengurus NPC Indonesia di Solo, Jawa Tengah, beberapa Waktu lalu.

Reda Manthovani saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) di Kejaksaan Agung RI. Reda dikenal sebagai jaksa yang cerdas, penuh canda namun tegas. Sehingga kepemimpinannya sebagai CdM Paralimpiade 2024 Paris, dinilai mampu membawa para atlet untuk semangat berlatih dan kerja keras sehingga mampu meraih hasil yang diharapkan.

Bagi Pria kelahiran Jakarta 20 Juni 1969 itu, olah raga bukanlah hal baru dan olahraga sudah menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupannya. Sejak usia muda, Reda menyukai olah raga lari dan menggeluti cabor bela diri yakni taekwondo dan pencak silat.

Bahkan Reda juga tercatat banyak mendukung kiprah atlet-atlet Indonesia, seperti yang baru saja dilakukannya bersama Rildo, Djan Faridz dan Raffi Ahmad, dengan membiayai Tim Nasional Tenis U 16 Davis Cup Junior dan Billie Jean King Cup Junior yang bakal membela Merah Putih di Kazakhstan, seperti dikutip ayotenis.com.

Dalam rutinitas kesehariannya yang sangat padat sebagai Jaksa, dirinya juga menyempatkan Waktu untuk berolah raga lari pagi.

Tidak hanya memiliki karier yang cemerlang, mantan Kajati DKI Jakarta ini sukses dibidang akademik hingga memperoleh gelar Profesor, sebagai guru besar bidang ilmu hukum pidana Universitas Pancasila.

Saat dikukuhkan, Reda membahas penanggulangan dan pencegahan hoax dan hate speech di tahun politik 2024.
Penetapan Reda Manthovani sebagai profesor dalam bidang ilmu hukum/hukum pidana berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor: 2957/E4/KP/2023 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen.

Dr Reda Manthovani ditetapkan menjadi profesor dalam bidang ilmu hukum/hukum pidana dengan angka kredit sebesar 922. Penetapan ini terhitung mulai 1 Desember 2023.

Ditunjuknya Reda sebagai CdM Indonesia untuk Paralimpiade 2024, disambut gembira oleh Ketua Umum NPC Indonesia, Senny Marbun.

Pihaknya berharap,Reda Manthovani dapat memberi banyak motivasi bagi atlet untuk meraih prestasi maksimal dalam Paralimpiade nanti.

“Pak Reda ini adalah seorang olahragawan. Jadi patut kita berbangga karena Pak Reda akan memimpin kita ke Paralimpiade Paris 2024. Beliau merupakan sosok yang luar biasa, baik di pemerintahan maupun di olah raga,” ujarnya.

Untuk target di Paralimpiade 2024, Senny selalu menekankan kepada pelatih supaya tidak memasang target yang terlalu besar.

“Target yang ditetapkan harus serealistis mungkin. Kalaupun nanti dapat medali lebih banyak, prestasi itu merupakan karunia dari Tuhan,” kata dia.

“Saya yakin dengan kehadiran Pak Reda dan seluruh stakeholder di sini, saya optimis kita bisa berbuat yang terbaik dan bisa melebihi target satu medali emas yang ditetapkan,” katanya.

Pihaknya juga berpesan, keberhasilan atlet didukung dengan berbagai faktor, diantaranya pikiran, kesadaran dan body (badan).

“Pertama kita harus menetapkan target yang harus kita raih. Apa yang kita harapkan, apa yang kita inginkan dan apa yang kita targetkan harus divisualisasikan, kemudian berlatihlah dengan keras. Jangan ada keluhan atau pikiran negatif karena akan mempengaruhi pikiran dan perasaan yang kelak akan berpengaruh bagi target yang telah ditetapkan. Pikiran dan perasaan harus selaras. Hindari pikiran dan perkataan negatif,” ujarnya.

Untuk meraih prestasi bagus di Paralimpiade 2024, Reda berharap kekompakan seluruh atlet, NPC harus satu visi dan satu target sehingga saling support dan menjadi selaras.

Reda Manthovani yang ditemui, saat melakukan kunjungan ke Pemusatan Latihan Nasional (pelatnas) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Solo mengatakan, kunjungannya ini untuk melihat langsung persiapan para atlet NPC Indonesia, dari semua cabang olahraga yang akan berlaga di Paralimpiade 2024 Paris, Agustus mendatang.

“ Kedatangan kami untuk melihat kesiapan para atlet yang tinggal beberapa bulan kedepan (Juni-Juli). Atlet-atlet kita sudah profesional dan kualifikasi dunia. Tinggal mempertahankan mental juara atau spririt untuk ditingkatkan,” katanya.

Pihaknya mengaku terkesan dengan semangat para atlet, yang menunjukan tekad yang kuat, kerja keras, semangat berlatih dan tak kenal menyerah yang dilakukan atlet-atlet penyandang disabilitas

Paralimpiade 2024 akan diadakan di Paris pada 28 Agustus hingga 8 September 2024. Hingga saat ini, Indonesia telah meloloskan 23 atlet ke pesta olah raga disabilitas dunia tersebut.

Profil Reda Manthovani

Prof. Dr. Reda Manthovani, SH,MH,LLM,S.Kom saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa 31 Oktober 2023 lalu.

Pria kelahiran Jakarta 20 Juni 1969 itu sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten 2021 dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta pada Februari 2022.

Sebelumnya Reda pernah menjabat sebagai Kabag TU Kejati DKI (2011), pada 2012 menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon (2012), kemudian pada 2013 menjabat Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Kejaksaan Agung, serta Konsultan Hukum atau Kejaksaan pada Konsulat Jenderal RI di Hong Kong (2014-2015).

Pendidikan S1 diselesaikannya di Fakultas Hukum Universitas Pancasila (1988-1992), S2 di Faculte de Droit de l’UniversitedAix, Marseille III France (2001 – 2002). Selanjutnya, gelar S3 didapat dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), hingga memperoleh gelar Profesor dan menjadi guru besar di Universitas Pancasila.

Buku hasil karya Reda Manthovani diantaranya:

  1. Panduan Jaksa Penuntut Umum dalam: Penanganan Harta Hasil Perolehan Kejahatan
  2. Problematika Penuntutan Kejahatan Cyber di Indonesia
  3. Rezim Anti Pencucian Uang dan Perolehan Hasil Kejahatan
  4. Konvensi Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Legislasi Uni Eropa – Pengaruhnya Terhadap Sistem Hukum Nasional Negara-Negara Anggota dan Penandatangan Konvensi dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian di Indonesia