JAKARTA (Pertamanews.id) – Pelaku penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Mustopa, diketahui aktivitas hariannya hanya seorang petani. Namun Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan mutasi transaksi debit/kredit bernilai total ratusan juta rupiah pada rekening pelaku.

Transaksi di rekening pelaku tersebut dinilai kurang wajar, sehingga beberapa pihak menyarankan aparat terkait segera menyelidikanya.

Humas PPTAK M. Natsir Kongah mengatakan, temuan transaksi itu diperoleh berdasarkan data transaksi sejak 2021.

“Perputaran dana yang ada di beliau mencapai Rp 800 juta. Itu tidak sesuai dengan profilnya sebagai petani,” kata Natsir, Rabu (3/5).

Natsir memasikan, PPATK akan menelusuri sumber dana rekening Mustofa, apakah aliran dana itu legal atau tidak.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Bidang Hukum dan HAM, Ikhsan Abdullah, mendesak kepolisian untuk mengusut transaksi janggal Mustopa, penembak Kantor MUI. Menurut dia, transaksi itu patut ditelisik lebih jauh untuk menemukan dugaan aktor di balik aksi penembakan kantor majelis ulama.

“Agar terungkap sebenarnya orang ini berdiri sendiri atau ada aktor di belakang yang mendorong dia melakukan penembakan,” kata Ikhsan.

Transaksi tersebut dinilai Ikhsan sangat janggal. Jumlah nilai transaksimya pun dinilai tidak wajar mengingat latar belakanga Mustofa yang seorang petani.

Kejanggalan lainnya adalah munculnya dugaan bahwa Mustopa mengidap gangguan jiwa, sehingga membuat temuan transaksi itu semakin janggal. Ikhsan mempertanyakan bagaimana orang yang mengidap gangguan jiwa bisa memiliki uang sebegitu banyak.

Awal.id, berita jakarta, penembakan kantor mui, pelaku hanya petani, transaksi janggal di rekening