SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali menjadi pusat perayaan budaya Jepang melalui gelaran Nihon Matsuri UNNES (NIMATS) 2026 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang.
Festival tahunan ini sukses menghadirkan beragam pertunjukan budaya, kompetisi kreatif, hingga hiburan modern yang menarik perhatian mahasiswa dan masyarakat umum.
Mengusung tema 「夕暮れに光、睡蓮咲く」(Yugure ni Hikari, Suiren Saku) atau “Teratai Mekar dalam Cahaya Senja”, NIMATS 2026 menjadi simbol perjalanan menuju masa depan yang lebih cerah. Tema tersebut menggambarkan keindahan bunga teratai yang mampu tumbuh dan mekar dengan indah meski berasal dari air yang keruh, selaras dengan semangat perjuangan, ketekunan, dan harapan yang ingin disampaikan penyelenggara.
Berlangsung pada Minggu, 24 Mei 2026 di lingkungan Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, festival ini menghadirkan suasana khas Jepang yang terasa sejak awal acara. Ratusan peserta dan pengunjung memadati area festival untuk menikmati berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia.
Salah satu agenda yang paling mencuri perhatian adalah Odori Longmarch dan Pawai Omikoshi, yang menghadirkan semarak budaya Jepang melalui tarian tradisional serta arak-arakan mikoshi yang mengelilingi kawasan kampus. Suasana semakin meriah dengan penampilan J-Song Competition, Odori Senbonzakura, pertunjukan band, hingga Drama NIMATS Odori Aikatsu yang menampilkan kreativitas mahasiswa dalam mengangkat unsur budaya Jepang.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti Ramen Challenge, Coswalk Competition, serta beragam permainan menarik yang tersebar di area festival. Berbagai tenant makanan khas Jepang, merchandise anime, hingga stan komunitas turut melengkapi pengalaman budaya yang ditawarkan dalam NIMATS 2026.
Tahun ini, NIMATS juga menghadirkan sejumlah bintang tamu yang menjadi daya tarik tersendiri. Mulai dari The Chicken Noodle, AnizuChie, Sequinn, Sorahana, Baby Metal Surabaya, Giga of Spirit, hingga penampilan energik dari DJ Moverave yang sukses menghibur pengunjung hingga penghujung acara.
Ketua Pelaksana NIMATS 2026, Muhammad Musyafa’ Mudzakir Sa’id, menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini memiliki makna mendalam bagi seluruh panitia.
“Tahun ini kami mengusung tema teratai dan senja, 夕暮れに光睡蓮咲く yang dalam bahasa Indonesia berarti teratai yang mekar dalam cahaya senja. Filosofinya, bunga teratai merupakan bunga yang tumbuh di air keruh namun tetap subur serta menghasilkan bunga yang indah, cantik, dan bersih. Kami berharap hal tersebut dapat menjadi penyemangat sekaligus bukti perjuangan seluruh panitia untuk mencapai hari puncak festival,” ujarnya.
Menurutnya, simbol cahaya senja juga memiliki makna tersendiri bagi perjalanan NIMATS.
“Dengan adanya cahaya senja, kami berharap kenangan, kebersamaan, dan rasa kekeluargaan yang diperoleh selama NIMATS tahun ini dapat terus berlanjut dan diteruskan pada NIMATS tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.
Ia berharap NIMATS dapat terus berkembang dan menjadi festival budaya Jepang yang semakin dikenal luas.
“Harapan kami ke depannya NIMATS semakin sukses, semakin berkembang, dan semakin ramai sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa maupun masyarakat umum,” katanya.
Dosen Pembimbing NIMATS 2026, Dwi Puspitosari, S.Pd., M.A., turut memberikan pesan motivasi yang selaras dengan filosofi tema tahun ini.
“Dimanapun kalian berada, jadilah tangguh. Air yang keruh tak selamanya menjadi penghalang tumbuh. Selama usaha kalian bersungguh, selama doa selalu teriring penuh, masa gemilang akan berhasil kalian rengkuh tanpa rasa angkuh, tanpa banyak keluh,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh perjuangan, sebagaimana teratai yang tetap mampu mekar indah meski tumbuh dari lingkungan yang tidak sempurna.
Selain menjadi ajang hiburan, NIMATS 2026 juga menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai komunitas pecinta budaya Jepang. Festival ini mempertemukan peserta dari berbagai daerah dalam beragam kompetisi dan pertunjukan kreatif, sekaligus memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Jepang melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan.
Panitia NIMATS 2026 menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pengunjung, sponsor, komunitas, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut. Besar harapan agar NIMATS dapat terus menjadi wadah pertukaran budaya, kreativitas, dan pengembangan potensi generasi muda.
Informasi mengenai penyelenggaraan NIMATS berikutnya dapat diikuti melalui media sosial resmi NIMATS di Instagram @nimats_unnes, YouTube Nihon Matsuri, dan Facebook Nimats Unnes. Dengan semangat teratai yang mekar di bawah cahaya senja, NIMATS diharapkan terus tumbuh menjadi festival budaya Jepang yang semakin besar dan menginspirasi.



