KENDAL (Pertamanews.id) — Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga Kampung Slamet terlihat dalam gelaran Piala Kemerdekaan Kampung Slamet by CGM yang berlangsung di Lavia Minisoccer. Turnamen tersebut diikuti lima tim, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan CGM.
Pertandingan berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme warga juga terlihat sepanjang turnamen. Menariknya, seluruh pertandingan digelar pada siang hari di tengah teriknya matahari.
Kepala Dusun Slamet, Ary Dimianto, menyambut positif pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kekompakan warga.
“Event ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain olahraga, kegiatan seperti ini bisa mempererat silaturahmi dan kekompakan warga. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus diistiqamahkan.”
Setelah melalui rangkaian pertandingan, RT 01 berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati tim CGM, disusul RT 02 sebagai juara ketiga, RT 04 juara keempat, dan RT 03 juara kelima.
Panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Gelar Top Scorer diraih Sulis dari RT 02 dan Anis dari RT 04. Sementara penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Jarkasi dari RT 01.
Adapun penghargaan Pemain Terbaik diraih Tri Wibowo dari CGM. Sementara itu, RT 01 dinobatkan sebagai Suporter Terbaik berkat dukungan dan antusiasme sepanjang pertandingan.
Panitia penyelenggara, Gus Dr. Muhamad Rikza Saputro, M.Pd., M.M., M.H., mengatakan pemilihan waktu pertandingan pada siang hari bukan tanpa alasan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pesan reflektif dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami sengaja melaksanakan pertandingan pada siang hari, ketika terik matahari benar-benar menyengat. Kami ingin merasakan sedikit bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan dahulu. Mereka mempertahankan Indonesia dengan mengorbankan nyawa, jiwa, raga, keluarga, bahkan seluruh yang mereka miliki.”
Menurut Gus Rikza, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni. Momentum tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Harapan kami, melalui kegiatan sederhana ini warga semakin guyub, semakin dekat satu sama lain, dan olahraga menjadi wasilah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada NKRI. Kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan kegiatan yang memberikan manfaat.”
Antusiasme tidak hanya ditunjukkan para pemain. Para suporter dan tokoh masyarakat juga turut menikmati jalannya pertandingan.
Nila Nadia Latifah, S.Ag., M.Pd., yang hadir sebagai suporter, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen bukan hanya menghadirkan pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga.
“Sangat antusias mendukung tim. Bukan hanya pertandingannya, tetapi perjalanan dan kebersamaannya juga sangat menyenangkan. Kita bisa berkumpul, saling mendukung, dan menikmati momentum kemerdekaan bersama.”
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat sekaligus penggerak PKK, Dwi Handayani. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
“Saya sangat terhibur dengan kegiatan ini. Melihat warga berkumpul, saling mendukung, dan menikmati pertandingan bersama tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat baik untuk kebersamaan masyarakat.”
Piala Kemerdekaan Kampung Slamet by CGM pun tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Turnamen tersebut menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta menghidupkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan olahraga dan kebersamaan, warga Kampung Slamet turut mengisi kemerdekaan dengan semangat gotong royong, persaudaraan, dan kecintaan terhadap NKRI.***



