spot_img

PLN UIP JBT Perkuat Komitmen Transisi Energi dengan Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Lingkungan Kantor

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui berbagai langkah nyata, baik dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi bersih maupun implementasi budaya rendah emisi di lingkungan kerja.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di lingkungan kantor sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

Sebagai unit yang berperan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan strategis, PLN UIP JBT tidak hanya mendorong peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), tetapi juga memastikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Hal ini diwujudkan melalui penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik secara bertahap di lingkungan unit induk maupun unit pelaksana.

Saat ini, transformasi tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari total 84 kendaraan operasional yang dimiliki PLN UIP JBT, sebanyak 51 kendaraan telah beralih menjadi kendaraan listrik atau mencapai 60,71% dari keseluruhan armada operasional.

Baca juga:  SIG Fokus Ekspansi Global, Dermaga Tuban Siap Pacu Ekspor ke Amerika

Proses transisi ini dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan infrastruktur pendukung, serta ditargetkan mencapai 100% kendaraan operasional berbasis listrik pada penghujung tahun 2026.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa transformasi penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus memberikan contoh nyata penerapan transisi energi di lingkungan kerja.

“Sebagai perusahaan yang berada di garis depan transisi energi, kami tidak hanya berperan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa budaya transisi energi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penggunaan kendaraan listrik ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Kishartanto.

Baca juga:  Penuh Makna, JNE Rayakan Idul Adha 1446 H dengan 2.500 Besek Kurban

Ia menambahkan bahwa transformasi armada operasional dilakukan secara bertahap agar berjalan optimal tanpa mengganggu kinerja.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, PLN UIP JBT optimistis target penggunaan 100% kendaraan operasional listrik pada akhir tahun 2026 dapat tercapai.

Di samping itu, PLN UIP JBT juga menyediakan berbagai infrastruktur pendukung, di antaranya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dapat dimanfaatkan oleh kendaraan listrik milik pegawai, maupun masyarakat umum. Selain itu, PLN UIP JBT juga menyediakan fasilitas home charging guna memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengisian daya kendaraan listrik.

Keberadaan SPKLU dan fasilitas home charging menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Baca juga:  Sosialisasi Program MBG: Memahami Gizi Anak Menuju Indonesia Emas 2045

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik sekaligus mendorong semakin luasnya adopsi kendaraan rendah emisi di lingkungan kerja.

Langkah ini juga sejalan dengan berbagai program keberlanjutan yang dijalankan PLN, mulai dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung integrasi energi baru terbarukan, pengembangan sistem kelistrikan yang andal, hingga penerapan operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan kantor, PLN UIP JBT berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon, mempercepat transformasi energi nasional, serta menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup dan budaya kerja yang berkelanjutan.

Upaya ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan inovasi dalam operasional sehari-hari demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.***

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini