spot_img
Beranda blog

Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka

0

Diduga Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Kredit Fiktif Bank Pelat Merah Ditahan Kejati Jateng

Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Negara Rugi Rp4,9 Miliar

Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka

Kredit Fiktif Bank Pelat Merah Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) melakukan penahanan terhadap dua tersangka berinisial ISBL dan IW dalam perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja pada salah satu bank pelat merah di Semarang.

Penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan di Kantor Kejati Jawa Tengah. Selanjutnya, keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng Arfan Triono, SH., mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit modal kerja kepada CV Mekar Jaya Makmur yang terjadi pada kurun waktu 2009 hingga 2011.

“Tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja kepada CV Mekar Jaya Makmur,” kata Arfan di Semarang Jumat (28/8).

Dalam perkara tersebut, tersangka IW selaku Direktur CV Mekar Jaya Makmur diduga menyerahkan jaminan berupa benda bergerak, yakni persediaan barang yang diikat dengan jaminan fidusia.

Namun, berdasarkan hasil penyidikan, persediaan barang yang dijadikan jaminan tersebut diduga tidak ada atau fiktif.

Selain itu, jaminan berupa benda tidak bergerak, yakni tanah dan bangunan, diduga telah dilakukan mark-up nilai.

Sementara itu, tersangka ISBL yang saat itu menjabat sebagai Senior Relationship Manager (SRM) pada bank pelat merah tersebut diduga melakukan pengumpulan data, verifikasi, analisis serta mengusulkan pemberian kredit kepada Pemimpin SKC Semarang selaku pemutus kredit pada periode 2009-2010.

Dalam proses tersebut, penyidik menduga terdapat penyimpangan terkait data dan jaminan yang digunakan dalam pengajuan kredit.

Akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp4,9 miliar.

Arfan menjelaskan, penetapan tersangka dalam perkara tersebut dituangkan dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor B-7943/M.3/Fd.2/08/2026 tanggal 22 Agustus 2026.

Setelah menjalani pemeriksaan, kedua tersangka kemudian dilakukan penahanan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Dijerat Pasal Korupsi

Dalam perkara ini, kedua tersangka disangkakan dengan ketentuan pidana korupsi.

Untuk dakwaan primair, tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan untuk dakwaan subsidair, tersangka disangkakan melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 618 juncto Pasal 20 huruf a atau c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kejati Jateng masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk mengungkap secara menyeluruh proses pemberian kredit, penggunaan jaminan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang menimbulkan kerugian negara tersebut.

Penyidik juga akan terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan untuk mengungkap fakta hukum dalam perkara tersebut serta memastikan pertanggungjawaban pidana masing-masing pihak sesuai perannya.

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

0

BALI (Pertamanews.id) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking proyek-proyek yang siap menjadi akselerator energi baru terbarukan (EBT) nasional di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).

Pada tahap awal, program tersebut mencakup 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan implementasi mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah melalui pemanfaatan EBT.

Presiden Prabowo mengatakan pengembangan energi surya menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya kemandirian dan swasembada energi Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan potensi energi terbarukan harus dilakukan secara masif agar kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber energi domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, Pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS, salah satunya PLTS Gilimanuk sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut. Di Bangka Belitung, PLTS Pulau Rengit juga kini telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.

Oleh karena itu, pengembangan energi surya dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia melalui beragam skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pengembangan PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

“Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama yang mencakup eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mencapai 30,97 GWp, PLTS terapung sebesar 10,72 GWp, PLTS atap sebesar 9,35 GWp, PLTS 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebesar 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif sebesar 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri sebesar 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

“Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah,” ucap Bahlil.

Menurut Bahlil, pengembangan PLTS dalam skala besar juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dari sisi ketenagakerjaan, program ini berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja yang terdiri dari sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Pada tahap awal, program ini akan memberikan dampak ekonomi positif melalui potensi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Pengembangan proyek-proyek tersebut sekaligus menjadi katalisator ekonomi di daerah melalui peningkatan aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71.3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah,” jelas Bahlil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN siap mendukung penuh visi Pemerintah dalam mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi nasional. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, serta pengembangan proyek PLTS dapat berjalan optimal.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, atas dukungan dan arahan dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, maupun masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Darmawan.

Dirinya menambahkan, khusus di wilayah Bali sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan 5 Klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh. Langkah besar ini merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem energi bersih di Bali, sebagai destinasi pariwisata utama dan wajah Indonesia di mata dunia.

“Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk,” ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan, ke depan pengembangan PLTS 100 GWp tidak hanya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Lebih lanjut, program ini juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi,” pungkas Darmawan.***

Kotta Hotel Semarang Presents “Taste of Nusantara” A Month of Indonesian Flavors, Culture, and Community

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan, Kotta Hotel Semarang menghadirkan Taste of Nusantara, sebuah kampanye spesial yang mengajak masyarakat untuk merayakan kekayaan Indonesia melalui cita rasa, budaya, dan berbagai pengalaman yang mempererat kebersamaan. Sepanjang bulan Agustus, Kotta Hotel Semarang menghadirkan rangkaian program yang mencakup sajian kuliner khas Nusantara, promo spesial Hari Kemerdekaan, hingga aktivitas komunitas yang terbuka bagi masyarakat.Melalui kampanye ini, Cemil Dining dan Kobi’s Brew menghadirkan berbagai pilihan menu makanan dan minuman yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Indonesia. Mengangkat cita rasa lokal dengan sentuhan modern, setiap sajian dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang hangat sekaligus mengajak para tamu menikmati keberagaman rasa yang dimiliki Nusantara.Sebagai bagian dari semangat perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kotta Hotel Semarang juga menghadirkan Promo Spesial 17 Agustus yang dapat dinikmati selama periode kemerdekaan. Melalui berbagai penawaran menarik, Kotta Hotel Semarang ingin menghadirkan momen kebersamaan yang lebih berkesan, baik bagi tamu yang ingin menikmati pengalaman bersantap maupun menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat.Kotta Hotel Semarang juga mengajak masyarakat untuk merayakan bulan kemerdekaan melalui berbagai aktivitas yang mengedepankan kreativitas, budaya, dan gaya hidup sehat. Sebagai hotel yang terus membuka ruang kolaborasi bersama komunitas lokal, Kotta Hotel Semarang menghadirkan dua workshop spesial yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.Kotta Hotel Semarang akan menghadirkan dua workshop spesial yang diselenggarakan secara bersamaan di Plataran Kotta Hotel Semarang. Bersama Meyta Yoga, peserta dapat mengikuti sesi yoga yang dirancang untuk menghadirkan momen relaksasi sekaligus menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Di waktu yang sama, Setitik akan mengajak peserta mengenal sekaligus mencoba secara langsung proses membatik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai seni dan tradisi.Melalui Taste of Nusantara, Kotta Hotel Semarang berharap dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dinikmati melalui sajian makanan dan minuman, tetapi juga melalui aktivitas yang mempertemukan masyarakat dengan budaya, kreativitas, dan komunitas. Rangkaian program ini menjadi bagian dari komitmen Kotta Hotel Semarang untuk terus menghadirkan pengalaman yang relevan dengan gaya hidup masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Meet n’ Eat Rooms Inc Semarang Bidik Anak Muda Lewat Promo Kuliner “The Late Shift”

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Meet n’ Eat Resto and Space, Rooms Inc Semarang, menghadirkan promo kuliner terbaru bertajuk “The Late Shift” bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan lezat dalam suasana nyaman dan modern selepas beraktivitas.

Promo tersebut berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026, setiap hari mulai pukul 18.00 WIB. Program ini menyasar pekerja kantoran, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum yang ingin bersantai sekaligus menikmati pilihan kuliner pada malam hari.

Melalui “The Late Shift”, Meet n’ Eat menawarkan beragam menu spesial dengan harga mulai Rp50.000. Pilihan makanan yang tersedia antara lain Chicken Ramen, Gultik, Ramen Steak, serta Congee with Homemade Chilli Oil.

Tak hanya makanan, tersedia pula sejumlah pilihan minuman seperti Spy Spice, Black Tee, Bird in the Jungle, Crush Koffie & Cream, dan Apple Truffle.

Promo tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Rooms Inc Semarang untuk terus menghadirkan inovasi di sektor Food and Beverage, sekaligus memperkuat Meet n’ Eat sebagai salah satu pilihan tempat kuliner dan berkumpul di Kota Semarang.

General Manager Rooms Inc Semarang, Kusnadi, mengatakan “The Late Shift” dihadirkan untuk memperkuat posisi Meet n’ Eat Resto and Space sebagai destinasi kuliner yang menawarkan pengalaman berbeda bagi tamu maupun masyarakat umum.

“Kami tetap memperhatikan kualitas sekaligus harga yang terjangkau. Meet n’ Eat diharapkan menjadi tempat favorit untuk bersantai, berkumpul bersama teman maupun keluarga, atau sekadar menikmati waktu selepas beraktivitas sepanjang hari,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Communication Rooms Inc Semarang, Nathania Justine, mengatakan promo tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat, khususnya anak muda Kota Semarang, yang mencari tempat kuliner untuk menikmati waktu selepas bekerja maupun pada malam hari.

“Promo ini kami hadirkan sebagai salah satu pilihan menu bagi masyarakat, terutama anak muda Kota Semarang yang mencari kuliner selepas pulang kerja atau saat malam hari,” katanya.

Promo “The Late Shift” dapat dinikmati setiap hari selama periode 20 Juli hingga 20 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB, di Meet n’ Eat Resto and Space, Rooms Inc Semarang, yang berada di kawasan strategis DP Mall Semarang.

Informasi lebih lanjut mengenai promo dan reservasi dapat diperoleh melalui akun Instagram @meet atau dengan menghubungi Rooms Inc Semarang.***

Lokakarya Nasional di FH UNDIP Fokus Wujudkan Alternatif Pemidanaan dalam KUHP-KUHAP Baru

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Penerapan KUHP dan KUHAP baru menuntut perubahan paradigma aparat penegak hukum dalam menangani perkara pidana. Pemidanaan tidak lagi semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga diarahkan pada pemulihan, rehabilitasi, dan penyelesaian yang lebih proporsional.

Hal tersebut mengemuka dalam Lokakarya Nasional KUHP dan KUHAP Baru yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, 19–21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penyelarasan Ide Dasar Pembaruan KUHP dan KUHAP dalam Mewujudkan Alternatif Pemidanaan di Indonesia.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan pemahaman terhadap ide dasar pembaruan hukum pidana dengan praktik penegakan hukum, khususnya dalam mendorong hadirnya alternatif pemidanaan yang tidak selalu berujung pada pidana penjara.

Ketua Umum ASPERHUPIKI, Fachrizal Afandi, S.Psi., S.H., M.H., Ph.D., menegaskan seluruh aparat penegak hukum, mulai polisi, jaksa hingga hakim, terikat pada ketentuan KUHP dan KUHAP baru. Karena itu, perubahan regulasi harus diikuti perubahan cara pandang dalam penegakan hukum.

“Kita sekarang punya paradigma baru, tidak hanya orientasinya membalas kejahatan, retributif, tapi juga pemulihan dan rehabilitasi,” kata Fachrizal di sela kegiatan di Fakultas Hukum UNDIP, Semarang, Jumat (21/8).

Menurut Fachrizal, tantangan penerapan KUHP dan KUHAP baru bukan sekadar memahami pasal demi pasal. Lebih dari itu, diperlukan kesamaan pemahaman di antara aparat penegak hukum agar semangat pembaruan hukum pidana tidak berhenti pada perubahan aturan tertulis.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pemahaman kalangan akademisi, khususnya dosen hukum. Akademisi dinilai memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan perubahan hukum pidana ke dalam pendidikan sekaligus praktik hukum di masyarakat.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum UNDIP, Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum., menilai penyelarasan pemahaman menjadi kebutuhan mendesak dalam implementasi KUHP baru.

“Jadi, keseimbangan formal dan keseimbangan material. Begitupun asas elastisitas,” ujarnya.

Pujiyono juga menyoroti budaya pemidanaan yang selama ini cenderung menjadikan pidana penjara sebagai pilihan utama. Hampir setiap tindak pidana dikaitkan dengan ancaman penjara, sementara kapasitas lembaga pemasyarakatan terus menghadapi persoalan kelebihan penghuni.

“Selama ini kalau kita lihat suatu tindak pidana itu ancaman semuanya kan selalu pidana penjara. Pidana penjara selalu diterapkan sehingga LP penuh,” katanya.

Dalam KUHP baru, pidana penjara memang tetap dipertahankan. Namun, penggunaannya didorong lebih selektif dan proporsional dengan mempertimbangkan karakter tindak pidana, tingkat kesalahan pelaku, dampak terhadap korban, serta kepentingan masyarakat.

Sejumlah alternatif pemidanaan juga mendapat ruang, di antaranya pidana pengawasan, kerja sosial, denda, tindakan tertentu hingga pendekatan restorative justice.

Lokakarya tersebut turut membahas sejumlah mekanisme baru dalam sistem peradilan pidana, seperti deferred prosecution agreement, plea bargaining, dan denda damai.

Persoalannya kini bergeser dari sekadar pembentukan aturan menuju tahap implementasi. Perubahan undang-undang dinilai tidak otomatis mengubah praktik apabila polisi, jaksa, hakim, pemasyarakatan, dan akademisi masih memiliki tafsir maupun tingkat kesiapan yang berbeda.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan implementation gap, yakni kesenjangan antara aturan yang telah ditetapkan dengan penerapannya di lapangan.

Karena itu, lokakarya yang diikuti sekitar 100 akademisi tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi akademik dan kelembagaan guna mendukung penerapan KUHP dan KUHAP baru secara selaras.

Pertaruhan pembaruan hukum pidana Indonesia pada akhirnya bukan hanya soal berlakunya KUHP dan KUHAP baru. Tantangan terbesarnya adalah memastikan aparat penegak hukum benar-benar meninggalkan budaya pemidanaan yang terlalu bergantung pada penjara dan mulai menerapkan paradigma pemidanaan yang lebih adil, proporsional, serta berorientasi pada pemulihan.***

PLN UIP JBT Perkuat Komitmen Transisi Energi dengan Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Lingkungan Kantor

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui berbagai langkah nyata, baik dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi bersih maupun implementasi budaya rendah emisi di lingkungan kerja.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di lingkungan kantor sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

Sebagai unit yang berperan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan strategis, PLN UIP JBT tidak hanya mendorong peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), tetapi juga memastikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Hal ini diwujudkan melalui penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik secara bertahap di lingkungan unit induk maupun unit pelaksana.

Saat ini, transformasi tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari total 84 kendaraan operasional yang dimiliki PLN UIP JBT, sebanyak 51 kendaraan telah beralih menjadi kendaraan listrik atau mencapai 60,71% dari keseluruhan armada operasional.

Proses transisi ini dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan infrastruktur pendukung, serta ditargetkan mencapai 100% kendaraan operasional berbasis listrik pada penghujung tahun 2026.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa transformasi penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus memberikan contoh nyata penerapan transisi energi di lingkungan kerja.

“Sebagai perusahaan yang berada di garis depan transisi energi, kami tidak hanya berperan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa budaya transisi energi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penggunaan kendaraan listrik ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan bahwa transformasi armada operasional dilakukan secara bertahap agar berjalan optimal tanpa mengganggu kinerja.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, PLN UIP JBT optimistis target penggunaan 100% kendaraan operasional listrik pada akhir tahun 2026 dapat tercapai.

Di samping itu, PLN UIP JBT juga menyediakan berbagai infrastruktur pendukung, di antaranya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dapat dimanfaatkan oleh kendaraan listrik milik pegawai, maupun masyarakat umum. Selain itu, PLN UIP JBT juga menyediakan fasilitas home charging guna memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengisian daya kendaraan listrik.

Keberadaan SPKLU dan fasilitas home charging menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik sekaligus mendorong semakin luasnya adopsi kendaraan rendah emisi di lingkungan kerja.

Langkah ini juga sejalan dengan berbagai program keberlanjutan yang dijalankan PLN, mulai dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung integrasi energi baru terbarukan, pengembangan sistem kelistrikan yang andal, hingga penerapan operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan kantor, PLN UIP JBT berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon, mempercepat transformasi energi nasional, serta menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup dan budaya kerja yang berkelanjutan.

Upaya ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan inovasi dalam operasional sehari-hari demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.***

Liburan Bareng Keluarga Makin Seru, Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Promo Stay Fun Family

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut terasa di Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Mengusung nuansa merah putih, hotel ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan dan pengalaman spesial bagi tamu maupun karyawan sepanjang momentum kemerdekaan.

Memasuki suasana perayaan kemerdekaan, area Hotel Grandhika Pemuda Semarang dihiasi dekorasi bernuansa merah putih.

Para tamu yang menginap juga mendapatkan pengalaman berbeda melalui welcome drink dengan sajian minuman khas berbahan rempah lokal.

Tak hanya menghadirkan kemeriahan di dalam hotel, Grandhika Pemuda Semarang juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial melalui donasi buku yang telah dipersiapkan oleh InJourney Hospitality.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi sekaligus mendukung penguatan budaya literasi.

Semangat kemerdekaan juga dirasakan seluruh karyawan melalui berbagai perlombaan tradisional khas perayaan 17 Agustus. Mulai dari lomba makan kerupuk, estafet bola, hingga permainan lainnya digelar untuk membangun suasana kebersamaan.

Bagi manajemen, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Berbagai perlombaan menjadi sarana mempererat komunikasi, kekompakan, serta kerja sama antarkaryawan.

Tak berhenti pada rangkaian kegiatan, Hotel Grandhika Pemuda Semarang juga menghadirkan promo spesial Agustus yang menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu bersama keluarga.

Ada paket Spirit of Independence dengan harga mulai Rp645.000, serta Stay Fun Family seharga Rp699.000.

Khusus paket Stay Fun Family, tamu mendapatkan free playing kit di dalam kamar sehingga anak-anak tetap memiliki aktivitas menyenangkan selama menginap.

Dengan berbagai fasilitas dan aktivitas tersebut, keluarga tidak perlu repot menyusun agenda ke luar hotel.

Momen liburan dapat dinikmati dengan lebih praktis sekaligus tetap menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan.

Melalui rangkaian dekorasi, kegiatan sosial, perlombaan karyawan hingga promo menginap, Hotel Grandhika Pemuda Semarang ingin menjadikan perayaan HUT RI ke-81 bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk berbagi, mempererat kebersamaan, dan menciptakan pengalaman positif bagi para tamu.***

Nexa Resmi Hadirkan Internet Rumah Bernama TitanHome, Diperkenalkan Mealui Turnamen Padel Nasional dan Konser Musik Terbesar di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Kebutuhan akan koneksi internet rumah yang cepat dan stabil di wilayah Jawa Tengah kini meningkat seiring peningkatan aktivitas bekerja dan belajar dari rumah. Menjawab tantangan tersebut, PT Internet Mulia Untuk Negeri (NEXA), perusahaan Internet & Digital Solutions yang telah berpengalaman lebih dari 16 tahun melayani 10.000+ pelanggan corporate, kini secara resmi meluncurkan TitanHome, layanan internet khusus rumah tangga, Pada (21/08/2026).

Kajian komparatif terhadap literatur teknis global mengenai konektivitas internet menunjukkan bahwa jaringan fiber optik unggul dalam pemanfaatan bandwidth dan kualitas layanan dibanding teknologi nirkabel, meski biaya pemasangan awal relatif lebih tinggi. Riset lain mencatat bahwa stabilitas latensi jaringan fiber tetap terjaga bahkan saat trafik padat, karakteristik yang berkontribusi pada hasil pembelajaran daring dan layanan kesehatan jarak jauh yang lebih baik, karena keduanya bergantung pada transfer data cepat dan konsisten.

Temuan ini sejalan dengan pertimbangan NEXA memilih fiber optik murni sebagai basis TitanHome, sekaligus memperkuat alasan ekspansi ke segmen rumah tangga di Jawa Tengah.

Layanan ini dibangun di atas infrastruktur fiber optik dengan koneksi unlimited tanpa FUP, dan tersedia dalam empat tingkatan paket yaitu Essential, Pro, Elite, dan Ultima dengan kecepatan mulai dari 30 Mbps hingga 200 Mbps. Untuk proses beralih dari provider lain, TitanHome menyediakan One Day Switching Service tanpa biaya, serta fitur Smart Device Priority yang mengatur prioritas trafik antar perangkat secara otomatis.

Diferensiasi & Keunggulan Layanan TitanHome

TitanHome menghadirkan sejumlah fasilitas unggulan:

  1. One Day Switching Service: Proses perpindahan dari provider lama tanpa biaya migrasi dan selesai hanya dalam 1 hari kerja.
  2. Smart Device Priority: Teknologi yang otomatis memprioritaskan kelancaran koneksi pada aktivitas penting keluarga di tengah padatnya pemakaian perangkat di rumah.
  3. SLA Grade Reliability: Jaminan kestabilan jaringan berstandar korporasi bisnis agar koneksi selalu minim gangguan.

Kemeriahan Spesial Peluncuran TitanHome: Hadirkankan Atlet Internasional Hingga Deretan Artis Ternama

Peresmian TitanHome ditandai dengan dua rangkaian kegiatan besar di Kota Semarang:

  • Turnamen Padel “Clash of Titans” (Soft Launch): Turnamen padel korporat pertama di Indonesia yang sukses digelar pada 11–12 April 2026 di Main Padel Semarang. Diikuti lebih dari 200 peserta korporasi nasional, event ini menyalurkan CSR Impact Fund senilai Rp40.000.000 serta menghadirkan laga eksibisi atlet padel internasional (Elisabeth Nogueras & Marc Bernils) dan atlet nasional (Novhela Rheza & Rafael Jose).
  • Konser Musik “Home of Sound” (Grand Launch): Digelar di Marina Convention Center (MCC) Semarang pada 21 Juni 2026, menyedot antusiasme lebih dari 10.000 penonton. Konser ini menghadirkan Vierratale, Juicy Luicy, Guyon Waton, IDGITAF, Juan Reza, dan APV, serta dilengkapi instalasi teknologi TitanHome Booth dan Giant Cube Landmark.

“Jika NEXA tumbuh dari kepercayaan perusahaan untuk solusi internet bisnis, maka TitanHome lahir untuk tumbuh dari kedekatan dan kepercayaan keluarga Indonesia. Melalui pendekatan yang aktif lewat olahraga di Clash of Titans dan konser hiburan di Home of Sound, kami ingin TitanHome tidak hanya dikenal sebagai layanan internet cepat, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung sejak hari pertama kehadirannya” ungkap Priyo Suyono, CEO NEXA.

Tentang TitanHome

TitanHome merupakan layanan internet rumah dari NEXA yang dirancang untuk mendukung kebutuhan rumah modern yang semakin dinamis dan terkoneksi. Menghadirkan pilihan paket Essential, Pro, dan Elite. TitanHome dengan cakupan area layanan yang kini telah aktif melayani wilayah Jawa Tengah dan Jakarta, menawarkan koneksi cepat dan stabil, tanpa batas kuota, serta layanan pelanggan yang responsif. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website titanhome.net.id dan follow instagram di @titanhome.id.

Perluas Akses Bacaan Berkualitas, Dinas Arsip Semarang Kolaborasi dengan Balai Bahasa Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS).

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.

Penandatanganan RKS berlangsung dalam acara Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini Bersama Gol A Gong sekaligus Penyerahan Hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026 di Aula Cipto Mangunkusumo, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan literasi lintas daerah dan instansi, di antaranya Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar, Bunda Literasi Kabupaten Semarang Hj. Peni Ngesti Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang M. Taufiqur Rahman, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Musyarofah, serta Duta Baca Indonesia Gol A Gong.

Turut hadir para pegiat literasi, komunitas baca, penulis, penerjemah, dan ilustrator.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dwi Laily Sukmawati menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi segera diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Literasi tidak dapat dibangun oleh satu lembaga saja. Literasi tumbuh ketika pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama,” ujar Laily.

Dalam kerja sama tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah akan mendukung penyediaan koleksi digital maupun cetak karya Balai Bahasa untuk dimanfaatkan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Selain itu, kolaborasi juga mencakup pembinaan dan pelatihan literasi bahasa dan sastra di Kota Semarang. Sejumlah platform dan sumber literasi yang dikembangkan Balai Bahasa, seperti SABDA (Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah) dan Sibaja (Senarai Istilah Budaya Jawa), juga dapat dimanfaatkan di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Ini menjadi sebuah langkah kolaboratif dalam upaya kita bersama untuk memperkuat ekosistem literasi. Karenanya, kami berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan semua pihak yang memiliki komitmen kuat untuk dapat bersama-sama mencerdaskan bangsa dan masyarakat,” kata Huda.

58 Buku Cerita Anak Dwibahasa Diluncurkan

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran 58 judul Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026.

Buku-buku tersebut merupakan hasil kolaborasi antara penulis, penerjemah, dan ilustrator lokal. Kehadirannya diharapkan dapat menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan menarik bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya.

Dalam kesempatan yang sama, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga mendapat apresiasi atas prestasinya meraih penghargaan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai UPT dengan Kontributor Karya Cetak dan Karya Rekam Digital Terbaik.

Gol A Gong Bekali Peserta Teknik Menulis Fiksi Mini

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini yang dipandu langsung oleh Gol A Gong.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai teknik menulis fiksi mini sekaligus mendorong peserta dari berbagai latar belakang untuk berani menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah, lembaga kebahasaan, perpustakaan, komunitas, dan pegiat literasi diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan serta mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kota Semarang.****

Limbah Dapur dan Pertanian Disulap Jadi POC, KKN Undip Libatkan KWT Se-Kecamatan Bulu

0

SUKOHARJO (Pertamanews.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 mengajak masyarakat mengolah limbah organik rumah tangga dan pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PKK Dusun Baseng, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mahasiswa menggelar sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gentan tersebut menjadi program kerja multidisiplin pertama Tim KKN II Undip dengan melibatkan mahasiswa dari sembilan program studi.

Pelatihan digelar bersamaan dengan kegiatan perkumpulan rutin KWT se-Kecamatan Bulu. Kegiatan tersebut turut dihadiri perangkat desa serta perwakilan Dinas Pertanian Kecamatan Bulu.

Program ini dilatarbelakangi belum optimalnya pengelolaan limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan pertanian masyarakat.

Limbah seperti sisa panen, kulit buah, dan sampah sayuran sebagian masih dibakar bersama sampah anorganik atau dibuang ke sungai yang telah mengering.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan metode sederhana mengolah limbah organik menjadi POC dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh masyarakat, seperti air cucian beras, molase, dan EM4 sebagai aktivator.

Tidak hanya mengolah limbah organik, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan kembali limbah anorganik berupa galon bekas sebagai komposter.

Dua galon bekas dimodifikasi dengan cara dilubangi, digabungkan, dan dilengkapi keran sehingga dapat digunakan sebagai wadah fermentasi.

Bahan organik kemudian dimasukkan ke dalam komposter dan dicampur dengan air cucian beras, tanah kasar, serta larutan molase dan EM4.

Metode tersebut diharapkan tidak hanya memberikan alternatif pengolahan sampah organik, tetapi juga mengurangi limbah rumah tangga berupa wadah plastik bekas.

Seluruh tahapan pembuatan dipraktikkan secara langsung oleh anggota KWT dan PKK dengan pendampingan mahasiswa KKN. Mulai dari pemilahan bahan, memasukkan limbah ke dalam komposter, pencampuran bahan aktivator, hingga proses fermentasi dilakukan bersama selama kegiatan.

POC selanjutnya difermentasi selama kurang lebih 14 hari sebelum dapat dimanfaatkan.

Sebagai tindak lanjut untuk memastikan program dapat diterapkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir, Tim KKN II Undip menyerahkan 14 unit komposter percontohan kepada KWT.

Setiap komposter dilengkapi pupuk siap pakai. Tim KKN juga menyerahkan sekitar 30 bibit tanaman sebagai media percontohan untuk mengaplikasikan pupuk tersebut pada tanaman.

Peralatan dan bahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan KWT untuk mengembangkan praktik pengolahan sampah sekaligus penggunaan pupuk organik di lahan pertanian warga.

Ketua KWT Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Yayuk, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang disertai pemberian alat, bahan, serta pupuk siap pakai membuat teknologi pengolahan limbah lebih mudah diterapkan.

“Pelatihan yang juga memberikan alat, bahan, serta pupuk siap pakai seperti ini lebih mudah diaplikasikan ke tanaman-tanaman yang sudah dimiliki di kebun KWT dan dapat mendukung keberlanjutan pemakaian ke depannya,” ujar Yayuk.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi langkah awal bagi masyarakat Dusun Baseng dan wilayah Kecamatan Bulu dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan pertanian.

Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, pembuatan POC dinilai dapat menjadi solusi sederhana untuk mengurangi pembakaran dan pembuangan limbah sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat digunakan kembali untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Tim KKN II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Ishak Yodistian selaku Koordinator Desa, Meily Fathimah sebagai Wakil Koordinator Desa, Nadhira Mazaya sebagai Sekretaris, Muhammad Luthfi sebagai Bendahara, Rahmatika Alya sebagai Humas, Najwa Aulia Suharyono dan Naurah Izzati sebagai PDD (Publikasi dan Dokumentasi), Aurelia Ramadina sebagai Logistik, serta Riksi Cici sebagai Konsumsi.