spot_img
Beranda blog

Waito Wongateleng Jadi Wakajati Jateng, Kajati Teguh Tekankan Profesionalisme dan Integritas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, melantik dan mengambil sumpah Waito Wongateleng, SH, MH sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah.

Pelantikan berlangsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (12/8), dan dihadiri jajaran pejabat struktural serta pegawai di lingkungan Kejati Jateng.

Waito menggantikan Erich Folanda, SH, MHum yang mendapat penugasan baru sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Sebelum dipercaya menduduki jabatan Wakajati Jateng, Waito Wongateleng menjabat sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Penugasan di Jawa Tengah menjadi bagian dari rotasi dan promosi jabatan yang dilakukan Kejaksaan Agung sebagai bagian dari penyegaran sekaligus penguatan organisasi.

Kajati Jateng Teguh Subroto mengatakan, pergantian pejabat di lingkungan Kejaksaan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan kebutuhan organisasi.

Menurut Teguh, rotasi maupun promosi diperlukan untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme dan integritas aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas.

Ia berharap pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan berbagai tantangan penegakan hukum di Jawa Tengah.

“Pergantian jabatan bukan sekadar dinamika struktural, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Kejaksaan,” ujar Teguh.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada Erich Folanda atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjalankan tugas sebagai Wakajati Jateng.

Menurutnya, selama bertugas di Jawa Tengah, Erich telah memberikan kontribusi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kejati Jateng, khususnya dalam upaya penegakan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Diharapkan Perkuat Penegakan Hukum

Dengan pengalaman sebelumnya sebagai Wakajati NTB, Waito diharapkan mampu segera beradaptasi dan memperkuat koordinasi internal di lingkungan Kejati Jateng.

Posisi Wakajati memiliki peran penting dalam membantu Kajati mengendalikan pelaksanaan tugas, melakukan koordinasi antarbidang, serta memastikan kebijakan pimpinan berjalan secara efektif di seluruh satuan kerja.

Tantangan penegakan hukum di Jawa Tengah yang semakin kompleks membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat, baik di internal Kejaksaan maupun dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah.

Salah satu perhatian penting adalah pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah dan upaya pencegahan serta pemberantasan tindak pidana korupsi.

Karena itu, kehadiran Wakajati baru diharapkan dapat mendukung langkah Kajati Jateng dalam memperkuat penegakan hukum yang profesional, berintegritas, berkeadilan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pelantikan Waito Wongateleng sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru di posisi Wakajati Jateng, di tengah tuntutan peningkatan kinerja dan kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan di Jawa Tengah.***

Jaksa Agung Lantik Erich Folanda, Dipercaya Jabat Direktur Pengendalian Operasi Jampidsus

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jaksa Agung melantik Erich Folanda, SH, MHum, sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Penunjukan Erich tersebut menjadi bagian dari rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Kejaksaan Agung, sekaligus menempatkan kembali sosok berpengalaman di bidang tindak pidana khusus pada posisi strategis di tingkat pusat.

Dengan latar belakang dan pengalaman panjang di bidang tindak pidana khusus, Erich dinilai memiliki modal yang cukup kuat untuk menjalankan tugas tersebut. Pengalaman di tingkat pusat maupun daerah membuatnya memahami dinamika penanganan perkara dari sisi teknis, koordinasi maupun pengendalian.

Sebelum menjabat Wakajati Jawa Tengah, Erich pernah dipercaya sebagai Koordinator pada Jampidsus. Ia juga pernah menjabat Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat serta Kepala Sub Seksi Tindak Pidana Korupsi pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.

Rekam jejak tersebut memperlihatkan bidang tindak pidana khusus bukanlah wilayah baru bagi Erich. Ia telah melewati berbagai jenjang penugasan yang bersentuhan langsung dengan penanganan perkara korupsi dan tindak pidana khusus.

Karena itu, penugasan di posisi Direktur Pengendalian Operasi Jampidsus dapat dipandang sebagai penempatan sumber daya manusia yang memiliki pengalaman teknis sekaligus kemampuan manajerial untuk mengendalikan penanganan perkara.

Dalam menjalankan tugas, Erich dikenal memiliki karakter yang tenang dan komunikatif. Ia juga menempatkan ketelitian dalam pembuktian, akuntabilitas serta koordinasi sebagai bagian penting dalam proses penegakan hukum.

Kapabilitas tersebut menjadi semakin relevan ketika penanganan perkara tindak pidana khusus membutuhkan kemampuan membaca persoalan secara komprehensif, mengintegrasikan informasi dari berbagai pihak, sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Tidak hanya berkutat pada penanganan perkara, Erich juga memiliki perhatian terhadap penguatan kesadaran hukum masyarakat. Ketika bertugas di daerah, ia aktif mendorong literasi hukum, pengembangan paralegal serta edukasi antikorupsi.

Seorang pejabat kejaksaan tidak hanya berhadapan dengan perkara pidana atau administrasi hukum, melainkan juga kultur sosial, kepentingan politik lokal, hingga ekspektasi masyarakat yang berbeda-beda

Dalam suatu kesempatan, Erich mengatakan pengalaman ternyata membentuk cara pandangnya terhadap profesi aparat penegak hukum, bukan hanya menjalankan aturan, melainkan juga memahami masyarakat tempat ia bertugas.

“Sebagai abdi negara, saya harus siap ditempatkan untuk mengemban tugas di mana pun wilayah yang ditugaskan,” ujar Erich kepada wartawan baru-baru ini.

Sementara itu, perhatian terhadap pendidikan nonformal bahkan membuat Erich yang biasa disapa tersebut mendapat PKBM Award sebagai Tokoh Peduli Pendidikan Nonformal. Penghargaan itu menjadi salah satu catatan lain dari kiprahnya di luar tugas kedinasan.

Jejak Pendidikan

Kapabilitas Erich juga ditopang oleh latar belakang pendidikan yang kuat. Ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 41 Jakarta Selatan dan SMA Negeri 38 Jakarta Selatan, sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung.

Setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum, Erich memperoleh kesempatan melanjutkan studi Magister Hukum melalui beasiswa pada Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Gelar Magister Hukum diraihnya pada 2004.

Perjalanan pendidikan dan karier tersebut membentuk kombinasi pengalaman akademik dan praktis yang menjadi bekal dalam menjalankan berbagai penugasan di lingkungan Kejaksaan.

Di sisi lain, Erich merupakan putra Betawi yang berasal dari Jakarta Selatan. Perjalanan kariernya dari penugasan di daerah hingga dipercaya menempati posisi strategis di tingkat pusat menjadi gambaran bahwa kapasitas dan kompetensi dapat menjadi modal penting dalam membangun karier di Korps Adhyaksa.

Kini, tantangan baru menanti Erich di Jampidsus. Sebagai Direktur Pengendalian Operasi, ia berada pada posisi yang membutuhkan kemampuan koordinasi, ketelitian, pengalaman serta pemahaman mendalam terhadap karakteristik perkara tindak pidana khusus.

Penugasan tersebut berlangsung di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum yang profesional serta berkeadilan.

Dengan pengalaman yang telah dimiliki, Erich diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam memperkuat pengendalian dan efektivitas penanganan perkara-perkara strategis di lingkungan Jampidsus.***

Sebanyak 33.675 Debitur Terima KUR BRI Salatiga, Penyaluran Tembus Rp944 Miliar

0

SALATIGA (Pertamanews.id) — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Salatiga terus memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga Juli 2026, BRI Kantor Cabang Salatiga telah menyalurkan KUR sebesar Rp944 miliar kepada 33.675 debitur. Penyaluran tersebut mayoritas diarahkan ke sektor produktif yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di wilayah Salatiga dan sekitarnya.

Pemimpin Kantor Cabang BRI Salatiga, Matthew Spencer, mengatakan sekitar Rp600 miliar atau 70 persen dari total penyaluran KUR hingga Juli 2026 disalurkan ke sektor produksi. Sektor tersebut meliputi perdagangan, pertanian, dan jasa.

Menurutnya, akses permodalan melalui KUR diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Salatiga melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Salatiga, khususnya di bidang perdagangan dan pertanian, yang tentunya BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha, baik dalam pendanaan maupun peningkatan kapasitas usaha,” kata Matthew.

Ia menambahkan, dukungan BRI kepada pelaku UMKM tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Perseroan juga memberikan pendampingan usaha, pemberdayaan, serta edukasi finansial agar debitur mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pengembangan UMKM, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha, tetapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” ujarnya.

Matthew juga mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kemampuan digital agar dapat memperluas pasar. Menurutnya, pemanfaatan platform penjualan daring dapat menjadi salah satu strategi bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan bisnis.

“Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegasnya.

Dengan fokus pada pembiayaan sektor produktif serta penguatan kapasitas pelaku UMKM, BRI Kantor Cabang Salatiga optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak perekonomian masyarakat dan mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Aspirasi Mahasiswa UNDIP Bikin Mentan Datang ke Alor, Adriano Dapat Beasiswa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Suara Adriano Jeconia Padama, mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tak berhenti di panggung kampus.

Aspirasi soal mahalnya harga beras di daerah asalnya mendorong Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Alor.

Adriano menyampaikan persoalan tersebut saat orasi ilmiah dalam rangkaian Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNDIP Tahun Akademik 2026/2027 di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, beberapa waktu lalu.

Di hadapan ribuan mahasiswa, Adriano membawa persoalan yang dihadapi masyarakat Alor. Salah satunya harga beras yang dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi terganggu.

Ia juga menyampaikan persoalan pertanian lainnya, mulai dari pupuk, irigasi, regenerasi petani, hama tanaman hingga distribusi pangan.

Aspirasi tersebut langsung mendapat respons Amran. Menteri Pertanian meminta jajarannya menindaklanjuti persoalan yang disampaikan Adriano.

Amran bahkan datang langsung ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan tindak lanjut atas aspirasi tersebut. Langkah itu turut melibatkan Direktur Utama Bulog dan jajaran terkait.

Bagi UNDIP, keberanian Adriano menyampaikan persoalan masyarakat di ruang publik layak mendapat apresiasi. Kampus menyiapkan beasiswa pendidikan bagi Adriano sebagai bentuk penghargaan atas keberaniannya tersebut.

Rektor UNDIP Suharnomo menyebut Adriano sebagai sosok yang menonjol dalam momentum penerimaan mahasiswa baru tahun ini.

“Tahun ini kami memiliki sosok yang ikonik, Mas Adriano. Banyak mahasiswa Undip yang datang ke panggung, tetapi saya rasa yang langsung mengekspresikan perasaan dengan kelihatan sangat tulus bahwa ini tentang masyarakat kami di Alor,” ujar Suharnomo dalam jumpa pers di UNDIP, Senin (10/8/2026).

Menurut Suharnomo, keberanian Adriano menjadi semakin layak diapresiasi karena tidak mudah menyampaikan persoalan daerah asal di hadapan ribuan orang.

Ia juga menilai data yang disampaikan Adriano mengenai kondisi masyarakat Alor telah terverifikasi dan akurat.

“Yang kedua, apresiasi karena tidak gampang untuk menyampaikan itu secara publik di hadapan lima ribu orang. Dan yang paling salut juga datanya sangat verified, sangat akurat,” katanya.

Suharnomo menilai tindak lanjut pemerintah terhadap aspirasi tersebut menjadi bukti bahwa suara mahasiswa dapat menghasilkan dampak nyata.

Menurutnya, persoalan yang disampaikan Adriano tidak berhenti sebagai diskusi dalam forum kampus, tetapi telah mendapat respons hingga pemerintah turun langsung ke daerah.

Sementara itu, Adriano mengapresiasi tindak lanjut pemerintah terhadap aspirasi yang disampaikannya.

“Menurut saya, dari tindakan yang diberikan, saya bisa katakan arahnya menuju ke arah yang lebih baik dan positif,” kata Adriano.

Ia mengatakan tindak lanjut tersebut tidak hanya menyasar satu wilayah, tetapi juga mencakup wilayah lain di Kabupaten Alor.

“Saya yakin itu merupakan suatu hal yang akan membawa perubahan menuju Kabupaten Alor yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Adriano berharap bantuan dari pemerintah maupun UNDIP tidak berhenti pada simbol apresiasi, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Saya berharap bantuan dari Menteri Pertanian maupun UNDIP ini bisa memberikan nilai positif bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menyebut pemerintah daerah Alor memberikan respons positif dan siap bekerja sama dalam menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat.

“Tanggapan dari pemerintah daerah positif. Mereka mendukung dan tentunya akan bekerja sama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Adriano menegaskan, komunikasi dan tindak lanjut menjadi kunci agar persoalan yang telah disuarakannya tidak berhenti setelah kunjungan pemerintah.

“Untuk komunikasi dan tindak lanjut, semuanya sudah diatur. Yang terpenting, apa yang sudah disampaikan terkait persoalan masyarakat bisa ditindaklanjuti dengan baik,” katanya.***

KUR BRI Tembus Rp766 Miliar di Pemalang, 80 Persen Masuk Sektor Produktif

0

PEMALANG (Pertamanews.id) – BRI Kantor Cabang Pemalang, Jawa Tengah terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Juli 2026, BRI Kantor Cabang Pemalang telah menyalurkan KUR sebesar Rp. 766 Miliar ke 18.759 debitur.

Pemimpin Kantor Cabang BRI Pemalang, Mochamad Bayu Ardhika mengatakan, sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh KUR Sektor produksi yang tercatat sebesar Rp 613 Miliar atau sebesar 80% dari total penyaluran hingga Juli 2026. Sektor produksi yang dimaksud mencakup bidang perdagangan dan pertanian yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Pemalang.

Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di wilayah Pemalang memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usahanya, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Selain itu KUR menjadi wujud nyata dari komitmen BRI yang sejalan dengan Astacita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan.

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Pemalang melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Pemalang di bidang perdagangan dan pertanian yang tentunya BRI memliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha” ungkapnya.

Bayu menambahkan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha dan edukasi finansial agar para debitur dapat mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi unggulan.

Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, BRI Kantor Cabang Pemalang optimis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas” tegasnya.

Wamen PU Tantang Mahasiswa UNDIP Ciptakan Solusi untuk Persoalan Masyarakat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) RI Diana Kusumastuti menantang mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga berani menciptakan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Diana saat memberikan kuliah tamu bertajuk “Membangun Generasi Berintegritas melalui Nilai-Nilai Pancasila dan Budaya Antikorupsi” di Gedung Serbaguna Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Jumat (7/8/2026).

Kuliah tamu tersebut menjadi bagian dari Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru UNDIP Tahun Akademik 2026/2027 Tahap III. Sebanyak 4.950 mahasiswa baru atau Dipo Muda hadir dalam kegiatan tersebut.

Diana mengatakan, mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang memiliki integritas dan mampu memberikan manfaat.

“Indonesia tidak kekurangan orang pintar.
Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang dapat dipercaya,” kata Diana.

Ia menilai riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat harus diarahkan untuk menjawab persoalan konkret di lapangan.

Termasuk persoalan pembangunan, pelayanan publik, hingga keberlanjutan lingkungan.

Diana yang merupakan alumnus Departemen Arsitektur Fakultas Teknik UNDIP itu mengatakan pembangunan tidak bisa hanya dilihat dari banyaknya infrastruktur yang dibangun.

Jalan, gedung, sistem penyediaan air, dan fasilitas publik, kata dia, harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

“Teknologi perlu digunakan untuk memperbaiki sistem dan memberi manfaat, bukan justru membuka ruang penyalahgunaan,” tegasnya.

Dalam kuliah tersebut, Diana juga menekankan pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak mahasiswa.

Menurutnya, korupsi tidak selalu dimulai dari tindakan besar. Kebiasaan kecil seperti menyontek, melanggar aturan, mendahulukan kedekatan dibanding ketentuan, hingga membiarkan kesalahan dapat menjadi pintu masuk hilangnya integritas.

“Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil. Datang tepat waktu, tidak menyontek, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, berani berkata benar, dan menolak sesuatu yang tidak semestinya, sekecil apa pun itu,” ujarnya.

Diana menyebut transparansi, akuntabilitas, dan inovasi menjadi tiga hal penting dalam memperkuat sistem sekaligus mempersempit ruang praktik korupsi.

Mahasiswa, lanjut dia, memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi dan kemampuan beradaptasi. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk menciptakan inovasi yang memperkuat pengawasan dan keterbukaan publik.

Diana juga mengingatkan mahasiswa mengenai tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Kemajuan bangsa, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan teknologi.

Kualitas manusia yang mengelola dan memimpin justru menjadi faktor penentu.

“Pribadi yang pintar tanpa integritas akan menjadi ancaman. Sebaliknya, integritas yang kuat membuat ilmu pengetahuan memberi manfaat sebesar-besarnya,” katanya.
Rektor: Jangan Hanya Kejar Gelar
Sementara itu, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., meminta mahasiswa baru tidak menjadikan kelulusan dan gelar sebagai satu-satunya target selama kuliah.

Ia mendorong mahasiswa berani mencoba berbagai hal, memperluas pergaulan, aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, serta mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik.

Suharnomo menyebut sekitar 16.267 mahasiswa diterima UNDIP dari keseluruhan pendaftar. Jumlah tersebut hanya sekitar empat persen dari total pendaftar.

“Berpikir kecil capek, berpikir besar juga capek. Pilih yang besar, pilih yang berdampak besar untuk diri sendiri dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, ilmu yang diperoleh selama berada di kampus harus berujung pada kebermanfaatan bagi masyarakat.

Suharnomo mencontohkan sejumlah inovasi UNDIP, salah satunya teknologi pengolahan air atau water treatment yang telah dimanfaatkan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan pesisir utara Jawa dan daerah yang menghadapi persoalan ketersediaan air.

UNDIP juga terus mengembangkan konsep kampus hijau dan bebas sampah atau zero waste sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

“Sebaik-baik kampus adalah yang paling banyak manfaatnya bagi masyarakat,” pungkas Suharnomo.***

Indosat Percepat Era AI Nasional Lewat Zankore dan AI Factory NVIDIA DSX

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) resmi meluncurkan Zankore by Indosat, platform infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) hasil kolaborasi dengan Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA.

Platform ini diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur AI terbesar di Asia Tenggara dengan target kapasitas AI Factory NVIDIA DSX mencapai 1 gigawatt (GW) .

Peluncuran yang diumumkan pada Kamis (6/8/2026) tersebut menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan komputasi AI berskala besar dan aman di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan AI regional.

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan AI nasional maupun kawasan melalui sinergi sumber daya, talenta, dan kemitraan global.

“Melalui perpaduan kekayaan sumber daya dan talenta Indonesia, keahlian global, dan kemitraan strategis, kita dapat mengakselerasi pembangunan infrastruktur AI yang berdaulat serta bermanfaat bagi bisnis dan masyarakat. Pemerintah siap mendukung penuh inisiatif yang memperkuat daya saing digital Indonesia,” ujarnya.

Group Chief Executive Officer Ooredoo Group, Aziz Aluthman Fakhroo, menilai infrastruktur AI kini menjadi fondasi utama ekonomi digital.

Menurutnya, investasi besar yang dilakukan sejak dini bersama mitra strategis akan membuka peluang pertumbuhan jangka panjang.

“Melalui Zankore by Indosat, kami menggabungkan kekuatan Ooredoo Group, Indosat, NVIDIA, dan Nokia untuk membangun platform yang mendukung ambisi pengembangan AI di Asia Tenggara,” katanya.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menjelaskan bahwa pemanfaatan AI kini telah berkembang dari tahap eksperimen menuju implementasi nyata di berbagai sektor industri.

“Zankore by Indosat menghadirkan fondasi tepercaya untuk mempercepat adopsi AI dalam skala besar, didukung kapabilitas menyeluruh mulai dari model AI seperti Sahabat-AI hingga jaringan cerdas melalui AI Grid dan AI-RAN,” jelasnya.

Dalam pengembangannya, Zankore membangun AI Factory menggunakan NVIDIA DSX sebagai reference architecture yang mengintegrasikan accelerated computing, jaringan, sistem daya, pendinginan, hingga operasional dalam satu ekosistem.

Platform ini menargetkan penyediaan sekitar 200 megawatt (MW) kapasitas AI berbasis NVIDIA GB300 NVL72 pada paruh pertama 2027.

Selain itu, teknologi NVIDIA DSX MaxLPS memungkinkan optimalisasi konsumsi daya GPU secara dinamis sehingga kapasitas komputasi dapat meningkat hingga 40 persen tanpa tambahan kebutuhan listrik.

Kolaborasi ini menghadirkan peran strategis dari masing-masing mitra. Ooredoo Group menyediakan investasi jangka panjang dan memperluas jangkauan regional, Indosat menghadirkan kepemimpinan pasar serta infrastruktur digital di Indonesia, NVIDIA memasok teknologi accelerated computing, GPU generasi terbaru, dan ekosistem AI global, sementara Nokia menghadirkan jaringan AI-native untuk memastikan konektivitas yang aman dan berkinerja tinggi.

President and CEO Nokia, Justin Hotard, mengatakan teknologi jaringan berbasis AI menjadi elemen penting dalam membangun AI factory yang aman, scalable, dan tepercaya.

Sementara itu, Senior Vice President Telecom NVIDIA, Ronnie Vasishta, menyebut AI Factory merupakan infrastruktur penting bagi setiap negara dan industri.

“Dengan dukungan accelerated computing dan model AI terbuka dari NVIDIA, Zankore by Indosat akan memperkuat kemampuan Asia Tenggara dalam membangun masa depan AI yang berkelanjutan serta membuka peluang baru bagi berbagai sektor industri,” ujarnya.

Zankore juga telah membentuk jajaran pimpinan yang dipimpin oleh Vikram Sinha sebagai Director and Chairman of the Board, Aziz Aluthman Fakhroo, Thomas Chevanne, Vishal Gupta, dan Arijit Ranjan Sarker sebagai Directors, serta Ulf Ewaldsson sebagai Chief Executive Officer (CEO).

Dengan hadirnya Zankore by Indosat, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan infrastruktur AI di Asia-Pasifik.

Platform ini dirancang untuk melayani penyedia layanan cloud, pelaku industri, pemerintah, hingga pengembang AI dalam mempercepat inovasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan.

Dalam transaksi ini, Citi bertindak sebagai penasihat keuangan eksklusif bagi Indosat, sementara FTI Capital Advisors menjadi penasihat keuangan bagi Ooredoo Group.***

Ubah Sampah Jadi Cuan, PLN UIP JBT Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Listrik di Salatiga

0

SALATIGA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran PLN Circular Waste Initiative 2026 yang menyasar Bank Sampah Unit (BSU) Bumi Permadani di Pengilon, Kelurahan Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Mengusung tema “Program Circular Waste Initiative Menyalakan Geliat Ekonomi Lewat Bank Sampah”, PLN menghadirkan transformasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan dan pemanfaatan peralatan berbasis listrik (electrifying lifestyle). Program ini diharapkan mampu mempercepat pengolahan sampah dari sumbernya sehingga dapat mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngronggo.

Melalui bantuan TJSL tersebut, BSU Bumi Permadani memperoleh berbagai sarana dan prasarana modern, di antaranya mesin pengepres sampah, mesin bor biopori otomatis, alat pengompos elektrik, spinner peniris minyak elektrik, timbangan digital, serta sistem administrasi dan tabungan sampah berbasis digital.

Tak hanya menyediakan peralatan, PLN juga memberikan pelatihan pengelolaan bank sampah, edukasi ekonomi sirkular, serta sosialisasi pemilahan sampah kepada sekitar 250 kepala keluarga di RW 13 Kelurahan Mangunsari.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, mengapresiasi langkah PLN UIP JBT yang dinilai sejalan dengan program Pemerintah Kota Salatiga dalam memperkuat pengelolaan sampah organik dari sumber serta Gerakan Salatiga Kota Biopori.

“Atas nama Pemerintah Kota Salatiga, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PLN UIP JBT atas kepeduliannya melalui program TJSL Circular Waste Initiative. Penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran PLN dengan teknologi berbasis listrik dan digitalisasi tabungan sampah sangat membantu pemerintah daerah dalam mengurangi beban TPA Ngronggo. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mewujudkan Salatiga yang bersih, sehat, dan mandiri sampah,” ujar Muthoin.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan persoalan sampah membutuhkan penanganan terpadu yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, melalui PLN Circular Waste Initiative, PLN ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik menggunakan teknologi berbasis listrik.

“Sampah yang selama ini dianggap sebagai beban lingkungan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis melalui pemanfaatan energi listrik yang ramah lingkungan. Teknologi berbasis listrik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengolahan sampah sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” kata Kishartanto.

Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 mengenai Penanganan Perubahan Iklim.

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4), Ainanto Nindyo, menegaskan pihaknya akan terus mendampingi implementasi program agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan mulai dari penyediaan sarana berbasis listrik hingga penguatan kelembagaan pengelola bank sampah. Dengan dukungan peralatan tersebut, kapasitas pengolahan sampah BSU Bumi Permadani diproyeksikan meningkat hingga sedikitnya dua ton per bulan serta mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA sekitar 30 persen.

“Kami berharap BSU Bumi Permadani dapat menjadi percontohan bank sampah modern berbasis digital dan electrifying lifestyle di Kota Salatiga, sehingga manfaatnya dapat direplikasi di wilayah lain,” ujar Ainanto.

Melalui kolaborasi antara PLN UIP JBT, Pemerintah Kota Salatiga, dan BSU Bumi Permadani, program ini diharapkan mampu menciptakan pengelolaan sampah yang lebih modern, meningkatkan nilai ekonomi limbah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Inisiatif tersebut juga menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan energi yang tidak hanya menerangi kehidupan, tetapi juga menggerakkan produktivitas dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Ekspansi 5G Berlanjut, SMARTFREN Luncurkan Paket Unlimited untuk Pelanggan di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui merek layanan SMARTFREN resmi meluncurkan paket Unlimited 5G di Kota Semarang, Rabu (5/8/2026).

Paket tersebut menawarkan akses internet tanpa batas kecepatan dan tanpa batas kuota selama pelanggan berada di jaringan 5G SMARTFREN.

Group Head Marketing Segment SMARTFREN XLSMART, Astiyanto Tri Muktiwibowo, mengatakan peluncuran Unlimited 5G merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperluas akses layanan 5G sekaligus mendukung kebutuhan digital masyarakat.

“Kami ingin memastikan manfaat teknologi 5G semakin mudah diakses masyarakat. Unlimited 5G memberikan kebebasan bagi pelanggan untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, menikmati hiburan, bermain gim, hingga membuat konten digital tanpa perlu khawatir kehabisan kuota selama berada di jaringan 5G,” kata Astiyanto.

Menurut dia, peluncuran di Semarang menjadi bagian dari ekspansi jaringan 5G XLSMART yang ditargetkan menjangkau lebih banyak kota dan kabupaten di Indonesia sepanjang 2026.

Di Jawa Tengah, XLSMART saat ini didukung lebih dari 25.500 BTS 4G. Sementara di Kota Semarang telah beroperasi sekitar 1.700 BTS 4G dan lebih dari 400 BTS 5G untuk memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas konektivitas.

Regional Group Head XLSMART Central Java, Joseph Marthinus Gultom, mengatakan Semarang dipilih karena menjadi salah satu pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri, dan ekonomi kreatif di Jawa Tengah yang memiliki kebutuhan konektivitas digital tinggi.

“Peluncuran Unlimited 5G menjadi momentum untuk menghadirkan pengalaman jaringan generasi terbaru yang lebih cepat, stabil, dan andal bagi masyarakat Semarang. Kami berharap jaringan ini dapat mendukung produktivitas, pertumbuhan usaha, serta perkembangan ekonomi digital di wilayah ini,” ujarnya.

SMARTFREN menyediakan tiga pilihan paket Unlimited 5G, yakni masa aktif 7 hari seharga Rp40.000, 14 hari Rp60.000, dan 28 hari Rp100.000.

Pelanggan dapat menikmati layanan tersebut menggunakan perangkat yang telah mendukung jaringan 5G dan berada di area cakupan layanan.

Di luar jaringan 5G, pelanggan tetap dapat mengakses internet melalui jaringan 4G dengan kuota 2 GB per hari. Setelah kuota harian habis, layanan internet masih dapat digunakan dengan kecepatan hingga 2 Mbps sesuai ketentuan paket.

Peluncuran Unlimited 5G di Semarang juga dimeriahkan berbagai kegiatan promosi, antara lain Woro-Woro Unlimited 5G di sejumlah titik seperti Tugu Muda, Simpang Lima, Kota Lama, dan Gedung Pandanaran, konvoi di pusat kota, aktivasi di Pasar Peterongan, pembagian paket sembako kepada pengemudi, hingga siaran langsung bersama Radio Iswara selama 26 jam bertajuk “Keliling Semarang Tanpa Batas Bareng Unlimited 5G” .

Saat ini jaringan 5G SMARTFREN telah menjangkau lebih dari 50 kota dan kabupaten di Indonesia. Secara nasional, jaringan XLSMART diperkuat lebih dari 253 ribu BTS, termasuk ribuan BTS 4G dan 5G, yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan.***

BRI BO Semarang Pattimura Gelar Apresiasi untuk Nasabah Pensiunan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Branch Office (BO) Semarang Pattimura menggelar kegiatan Apresiasi Nasabah Pensiunan sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas para nasabah.

Melalui kegiatan ini, BRI menghadirkan layanan kesehatan gratis, bazar UMKM binaan BRI, hingga hiburan yang dikemas dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.

Regional Business Support Head BRI Region 10 Semarang, Nurrohmi Handayani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen BRI dalam memberikan pelayanan terbaik sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi nasabah pensiunan.

Menurutnya, pelayanan BRI tidak hanya berfokus pada layanan perbankan, tetapi juga mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan mempererat hubungan dengan para nasabah.

“Melalui kegiatan Apresiasi Nasabah Pensiunan ini, kami ingin menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada BRI. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, kenyamanan, dan kebahagiaan para nasabah pensiunan,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh Nurrohmi Handayani, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para nasabah pensiunan.

Selain itu, peserta juga dapat mengunjungi bazar UMKM binaan BRI yang menampilkan berbagai produk unggulan, menikmati jamuan makan bersama, menerima suvenir, serta mengikuti beragam hiburan yang semakin memeriahkan acara.

Nurrohmi menegaskan, BRI akan terus menghadirkan layanan yang mudah diakses, aman, dan memberikan manfaat lebih bagi seluruh nasabah.

“BRI akan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang mudah, aman, dan bernilai tambah bagi seluruh nasabah,” katanya.

Melalui penyelenggaraan bazar UMKM tersebut, BRI juga kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang melalui perluasan akses pasar.

Langkah ini sejalan dengan fokus BRI dalam mendorong pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan.

Dengan penyelenggaraan kegiatan Apresiasi Nasabah Pensiunan ini, BRI berharap hubungan yang telah terjalin dengan para nasabah semakin erat.

Ke depan, BRI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui layanan perbankan yang relevan, inklusif, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. ***