SEMARANG (Pertamanews.id) — Kebutuhan akan koneksi internet rumah yang cepat dan stabil di wilayah Jawa Tengah kini meningkat seiring peningkatan aktivitas bekerja dan belajar dari rumah. Menjawab tantangan tersebut, PT Internet Mulia Untuk Negeri (NEXA), perusahaan Internet & Digital Solutions yang telah berpengalaman lebih dari 16 tahun melayani 10.000+ pelanggan corporate, kini secara resmi meluncurkan TitanHome, layanan internet khusus rumah tangga, Pada (21/08/2026).
Kajian komparatif terhadap literatur teknis global mengenai konektivitas internet menunjukkan bahwa jaringan fiber optik unggul dalam pemanfaatan bandwidth dan kualitas layanan dibanding teknologi nirkabel, meski biaya pemasangan awal relatif lebih tinggi. Riset lain mencatat bahwa stabilitas latensi jaringan fiber tetap terjaga bahkan saat trafik padat, karakteristik yang berkontribusi pada hasil pembelajaran daring dan layanan kesehatan jarak jauh yang lebih baik, karena keduanya bergantung pada transfer data cepat dan konsisten.
Temuan ini sejalan dengan pertimbangan NEXA memilih fiber optik murni sebagai basis TitanHome, sekaligus memperkuat alasan ekspansi ke segmen rumah tangga di Jawa Tengah.
Layanan ini dibangun di atas infrastruktur fiber optik dengan koneksi unlimited tanpa FUP, dan tersedia dalam empat tingkatan paket yaitu Essential, Pro, Elite, dan Ultima dengan kecepatan mulai dari 30 Mbps hingga 200 Mbps. Untuk proses beralih dari provider lain, TitanHome menyediakan One Day Switching Service tanpa biaya, serta fitur Smart Device Priority yang mengatur prioritas trafik antar perangkat secara otomatis.
Diferensiasi & Keunggulan Layanan TitanHome
TitanHome menghadirkan sejumlah fasilitas unggulan:
One Day Switching Service: Proses perpindahan dari provider lama tanpa biaya migrasi dan selesai hanya dalam 1 hari kerja.
Smart Device Priority: Teknologi yang otomatis memprioritaskan kelancaran koneksi pada aktivitas penting keluarga di tengah padatnya pemakaian perangkat di rumah.
SLA Grade Reliability: Jaminan kestabilan jaringan berstandar korporasi bisnis agar koneksi selalu minim gangguan.
Kemeriahan Spesial Peluncuran TitanHome: Hadirkankan Atlet Internasional Hingga Deretan Artis Ternama
Peresmian TitanHome ditandai dengan dua rangkaian kegiatan besar di Kota Semarang:
Turnamen Padel “Clash of Titans” (Soft Launch): Turnamen padel korporat pertama di Indonesia yang sukses digelar pada 11–12 April 2026 di Main Padel Semarang. Diikuti lebih dari 200 peserta korporasi nasional, event ini menyalurkan CSR Impact Fund senilai Rp40.000.000 serta menghadirkan laga eksibisi atlet padel internasional (Elisabeth Nogueras & Marc Bernils) dan atlet nasional (Novhela Rheza & Rafael Jose).
Konser Musik “Home of Sound” (Grand Launch): Digelar di Marina Convention Center (MCC) Semarang pada 21 Juni 2026, menyedot antusiasme lebih dari 10.000 penonton. Konser ini menghadirkan Vierratale, Juicy Luicy, Guyon Waton, IDGITAF, Juan Reza, dan APV, serta dilengkapi instalasi teknologi TitanHome Booth dan Giant Cube Landmark.
“Jika NEXA tumbuh dari kepercayaan perusahaan untuk solusi internet bisnis, maka TitanHome lahir untuk tumbuh dari kedekatan dan kepercayaan keluarga Indonesia. Melalui pendekatan yang aktif lewat olahraga di Clash of Titans dan konser hiburan di Home of Sound, kami ingin TitanHome tidak hanya dikenal sebagai layanan internet cepat, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung sejak hari pertama kehadirannya” ungkap Priyo Suyono, CEO NEXA.
Tentang TitanHome
TitanHome merupakan layanan internet rumah dari NEXA yang dirancang untuk mendukung kebutuhan rumah modern yang semakin dinamis dan terkoneksi. Menghadirkan pilihan paket Essential, Pro, dan Elite. TitanHome dengan cakupan area layanan yang kini telah aktif melayani wilayah Jawa Tengah dan Jakarta, menawarkan koneksi cepat dan stabil, tanpa batas kuota, serta layanan pelanggan yang responsif. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website titanhome.net.id dan follow instagram di @titanhome.id.
SEMARANG (Pertamanews.id) — Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS).
Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.
Penandatanganan RKS berlangsung dalam acara Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini Bersama Gol A Gong sekaligus Penyerahan Hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026 di Aula Cipto Mangunkusumo, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan literasi lintas daerah dan instansi, di antaranya Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar, Bunda Literasi Kabupaten Semarang Hj. Peni Ngesti Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang M. Taufiqur Rahman, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Musyarofah, serta Duta Baca Indonesia Gol A Gong.
Turut hadir para pegiat literasi, komunitas baca, penulis, penerjemah, dan ilustrator.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dwi Laily Sukmawati menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi segera diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Literasi tidak dapat dibangun oleh satu lembaga saja. Literasi tumbuh ketika pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama,” ujar Laily.
Dalam kerja sama tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah akan mendukung penyediaan koleksi digital maupun cetak karya Balai Bahasa untuk dimanfaatkan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.
Selain itu, kolaborasi juga mencakup pembinaan dan pelatihan literasi bahasa dan sastra di Kota Semarang. Sejumlah platform dan sumber literasi yang dikembangkan Balai Bahasa, seperti SABDA (Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah) dan Sibaja (Senarai Istilah Budaya Jawa), juga dapat dimanfaatkan di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.
“Ini menjadi sebuah langkah kolaboratif dalam upaya kita bersama untuk memperkuat ekosistem literasi. Karenanya, kami berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan semua pihak yang memiliki komitmen kuat untuk dapat bersama-sama mencerdaskan bangsa dan masyarakat,” kata Huda.
58 Buku Cerita Anak Dwibahasa Diluncurkan
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran 58 judul Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026.
Buku-buku tersebut merupakan hasil kolaborasi antara penulis, penerjemah, dan ilustrator lokal. Kehadirannya diharapkan dapat menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan menarik bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya.
Dalam kesempatan yang sama, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga mendapat apresiasi atas prestasinya meraih penghargaan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai UPT dengan Kontributor Karya Cetak dan Karya Rekam Digital Terbaik.
Gol A Gong Bekali Peserta Teknik Menulis Fiksi Mini
Rangkaian kegiatan ditutup dengan Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini yang dipandu langsung oleh Gol A Gong.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai teknik menulis fiksi mini sekaligus mendorong peserta dari berbagai latar belakang untuk berani menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah, lembaga kebahasaan, perpustakaan, komunitas, dan pegiat literasi diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan serta mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kota Semarang.****
SUKOHARJO (Pertamanews.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 mengajak masyarakat mengolah limbah organik rumah tangga dan pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PKK Dusun Baseng, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mahasiswa menggelar sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gentan tersebut menjadi program kerja multidisiplin pertama Tim KKN II Undip dengan melibatkan mahasiswa dari sembilan program studi.
Pelatihan digelar bersamaan dengan kegiatan perkumpulan rutin KWT se-Kecamatan Bulu. Kegiatan tersebut turut dihadiri perangkat desa serta perwakilan Dinas Pertanian Kecamatan Bulu.
Program ini dilatarbelakangi belum optimalnya pengelolaan limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan pertanian masyarakat.
Limbah seperti sisa panen, kulit buah, dan sampah sayuran sebagian masih dibakar bersama sampah anorganik atau dibuang ke sungai yang telah mengering.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan metode sederhana mengolah limbah organik menjadi POC dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh masyarakat, seperti air cucian beras, molase, dan EM4 sebagai aktivator.
Tidak hanya mengolah limbah organik, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan kembali limbah anorganik berupa galon bekas sebagai komposter.
Dua galon bekas dimodifikasi dengan cara dilubangi, digabungkan, dan dilengkapi keran sehingga dapat digunakan sebagai wadah fermentasi.
Bahan organik kemudian dimasukkan ke dalam komposter dan dicampur dengan air cucian beras, tanah kasar, serta larutan molase dan EM4.
Metode tersebut diharapkan tidak hanya memberikan alternatif pengolahan sampah organik, tetapi juga mengurangi limbah rumah tangga berupa wadah plastik bekas.
Seluruh tahapan pembuatan dipraktikkan secara langsung oleh anggota KWT dan PKK dengan pendampingan mahasiswa KKN. Mulai dari pemilahan bahan, memasukkan limbah ke dalam komposter, pencampuran bahan aktivator, hingga proses fermentasi dilakukan bersama selama kegiatan.
POC selanjutnya difermentasi selama kurang lebih 14 hari sebelum dapat dimanfaatkan.
Sebagai tindak lanjut untuk memastikan program dapat diterapkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir, Tim KKN II Undip menyerahkan 14 unit komposter percontohan kepada KWT.
Setiap komposter dilengkapi pupuk siap pakai. Tim KKN juga menyerahkan sekitar 30 bibit tanaman sebagai media percontohan untuk mengaplikasikan pupuk tersebut pada tanaman.
Peralatan dan bahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan KWT untuk mengembangkan praktik pengolahan sampah sekaligus penggunaan pupuk organik di lahan pertanian warga.
Ketua KWT Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Yayuk, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang disertai pemberian alat, bahan, serta pupuk siap pakai membuat teknologi pengolahan limbah lebih mudah diterapkan.
“Pelatihan yang juga memberikan alat, bahan, serta pupuk siap pakai seperti ini lebih mudah diaplikasikan ke tanaman-tanaman yang sudah dimiliki di kebun KWT dan dapat mendukung keberlanjutan pemakaian ke depannya,” ujar Yayuk.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi langkah awal bagi masyarakat Dusun Baseng dan wilayah Kecamatan Bulu dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan pertanian.
Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, pembuatan POC dinilai dapat menjadi solusi sederhana untuk mengurangi pembakaran dan pembuangan limbah sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat digunakan kembali untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.
Tim KKN II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Ishak Yodistian selaku Koordinator Desa, Meily Fathimah sebagai Wakil Koordinator Desa, Nadhira Mazaya sebagai Sekretaris, Muhammad Luthfi sebagai Bendahara, Rahmatika Alya sebagai Humas, Najwa Aulia Suharyono dan Naurah Izzati sebagai PDD (Publikasi dan Dokumentasi), Aurelia Ramadina sebagai Logistik, serta Riksi Cici sebagai Konsumsi.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hangat di lingkungan Jalan Purwogondo II, RT 02/RW 05, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.
Puluhan warga yang terdiri atas bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak-anak berkumpul dalam acara tasyakuran dan doa bersama, Selasa (18/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk tidak hanya mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga.
Acara berlangsung meriah dengan balutan suasana khas peringatan kemerdekaan. Tenda bernuansa merah putih, berbagai perlengkapan kegiatan, hingga rangkaian hiburan dan pembagian hadiah lomba membuat suasana kampung semakin semarak.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 05 Kelurahan Dadapsari, Hendro, Ketua RT 02/RW 05 Tomi Setiawan, sesepuh kampung Selamet Widodo, serta warga setempat.
Acara dipandu Rachman Polalo, warga Jalan Purwogondo II yang bertindak sebagai pembawa acara. Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan pembacaan Al-Fatihah yang dipimpin Rachman Polalo.
Selanjutnya, warga bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan.
Suasana kemudian dibuat khidmat melalui prosesi mengheningkan cipta yang dipimpin Ibu Wahyuni untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Bukan hanya itu saja, pada kesempatan acara tasyakuran dalam rangka HUT ke 81 dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026 juga dilaksanakan doa kemerdekaan ucapbersama
Ketua RW Tekankan Pentingnya Guyub dan Keterbukaan
Dalam sambutannya, Ketua RW 05 Kelurahan Dadapsari, Hendro, mengapresiasi kekompakan warga RT 02 yang dinilainya semakin terlihat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Hendro berpesan agar semangat kebersamaan, keguyuban dan kerukunan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan peringatan hari besar, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang paling penting adalah kekompakan, kebersamaan dan keguyuban warga harus terus kita jaga. Jangan hanya berkumpul ketika ada acara seperti malam tasyakuran atau peringatan kemerdekaan,” ujar Hendro saat memberikan sambutan, Selasa, 18 Agustus 2026.
“Dalam kegiatan kampung, termasuk kerja bakti, saya berharap warga bisa bersama-sama turun dan ikut berpartisipasi,” imbuhnya.
Menurutnya, kerja bakti bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarwarga.
“Kalau kita sering bertemu, saling menyapa dan bekerja bersama, insyaallah rasa persaudaraan akan semakin kuat. Kampung yang baik bukan hanya kampung yang bersih, tetapi kampung yang warganya guyub, rukun dan saling peduli,” katanya.
Hendro juga menyampaikan pesan dari pihak kelurahan mengenai penggunaan warna merah putih dalam pengecatan jalan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak mengecat permukaan jalan dengan warna merah putih secara sembarangan karena warna tersebut merupakan simbol bendera kebangsaan Indonesia.
“Ini juga menjadi perhatian dari kelurahan. Kalau melakukan pengecatan jalan, jangan menggunakan warna merah putih sebagai warna jalan. Merah putih adalah simbol bendera kebangsaan kita, sehingga penggunaannya harus tetap kita hormati,” jelasnya.
Di sisi lain, Hendro mengapresiasi pelaksanaan tasyakuran RT 02 yang menurutnya tahun ini terlihat lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menilai penggunaan tenda bernuansa merah putih, backdrop atau MMT, serta berbagai perlengkapan kegiatan membuat suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin semarak.
“Kalau saya lihat, acara tasyakuran RT 02 tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang sudah ada tenda bernuansa merah putih, MMT yang bagus dan perlengkapan kegiatan yang semakin baik. Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.
Menurut Hendro, peningkatan kegiatan lingkungan tersebut salah satunya terbantu oleh adanya Bantuan Operasional (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.
“Saya juga berharap BOP Rp25 juta ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan seluruh warga. Karena ini merupakan uang untuk kepentingan masyarakat, maka pengelolaannya harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Hendro meminta seluruh ketua RT di lingkungan RW 05 untuk mengedepankan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran operasional tersebut.
“Jangan hanya RT 02, tetapi seluruh RT di lingkungan RW 05 saya harapkan sama-sama terbuka dalam pengelolaan anggaran. Apa yang direncanakan, apa yang dilaksanakan, dan bagaimana manfaatnya untuk warga harus bisa dikomunikasikan dengan baik,” katanya.
Ia juga berharap semangat berkumpul tidak berhenti pada kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan.
“Terima kasih atas undangannya. Saya berharap bukan hanya ketika ada acara seperti ini warga mau berkumpul. Ketika ada rapat atau pertemuan warga juga harus kompak hadir. Bahkan bulan depan saya akan datang dan melihat langsung pertemuan warga RT 02. Saya ingin memastikan komunikasi dan kebersamaan antarwarga tetap berjalan,” ujarnya.
Hendro pun menyampaikan apresiasi kepada Ketua RT 02 Tomi Setiawan yang telah mengundangnya dalam kegiatan tersebut.
“Semoga warga RT 02 semakin guyub, semakin rukun dan semakin kompak. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama,” tuturnya.
Ketua RT: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebersamaan
Sementara itu, Ketua RT 02/RW 05, Tomi Setiawan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tasyakuran.
Menurut Tomi, kekompakan warga merupakan modal penting dalam menjaga kehidupan bermasyarakat di lingkungan RT 02.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga RT 02 yang selama ini selalu kompak menjaga kampung tetap guyub dan rukun. Kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak dan para remaja malam ini menjadi bukti bahwa kebersamaan itu masih kuat,” ujar Tomi.
Ia menilai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial.
“Memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan memasang bendera atau mengadakan lomba. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, membantu tetangga dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi semua,” katanya.
Tomi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang melalui BOP sebesar Rp25 juta per RT per tahun.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang telah memberikan bantuan operasional Rp25 juta per RT setiap tahun. Bantuan tersebut sangat membantu kegiatan di lingkungan kami, termasuk mendukung berbagai kegiatan warga dan membuat lingkungan kampung menjadi lebih meriah serta tertata,” ungkapnya.
Menurut Tomi, keberadaan BOP juga menjadi kesempatan bagi warga untuk memperkuat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
“Harapan kami tentu bantuan ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana anggaran tersebut digunakan sesuai kebutuhan warga, dikelola dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata untuk lingkungan,” katanya.
Tomi menjelaskan, pelaksanaan tasyakuran pada 18 Agustus 2026 sengaja dilakukan sehari setelah puncak peringatan HUT Kemerdekaan agar tidak berbenturan dengan agenda warga di lingkungan RT lain.
“Kenapa kita laksanakan tanggal 18 Agustus, karena di RT sebelah juga sudah melaksanakan tasyakuran. Kami tidak ingin kegiatan bersamaan dan jalan ditutup semua. Jadi kami atur waktunya supaya seluruh kegiatan warga bisa berjalan dengan baik dan tetap saling menghormati,” jelasnya.
Ia berharap tradisi tasyakuran dan kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.
“Terima kasih sekali lagi kepada seluruh warga yang sudah hadir. Mari kita jaga RT 02 agar selalu guyub, rukun, saling membantu dan saling menghormati. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka, merdeka, merdeka!” serunya.
Sesepuh Kampung Harap Kerukunan Turun kepada Anak Cucu
Suasana haru sekaligus hangat terasa ketika sesepuh kampung, Selamet Widodo, menyampaikan sambutan.
Widodo mengaku terharu dan bangga melihat warga RT 02 masih mempertahankan tradisi berkumpul dan menggelar tasyakuran dalam memperingati kemerdekaan.
Menurutnya, jumlah warga yang hadir bukan menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah kegiatan. Hal yang lebih penting adalah adanya niat untuk bersyukur dan menjaga hubungan baik antarwarga.
“Saya merasa terharu dan bangga melihat kekompakan warga RT 02. Walaupun yang hadir mungkin tidak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi saya melihat semangat kebersamaan itu tetap ada. Acara yang sederhana seperti ini justru bisa menjadi sangat meriah dan berkesan karena dilaksanakan dengan hati,” ujar Widodo.
Ia berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tidak hilang di tengah perubahan zaman.
“Jangan sampai kebersamaan ini hanya menjadi kenangan. Kita harus menjaga keguyuban, kerukunan dan gotong royong ini supaya bisa diwariskan kepada anak-anak dan cucu kita. Mereka harus melihat bahwa orang tua dan para sesepuhnya memberikan contoh bagaimana hidup bermasyarakat dengan saling menghormati dan saling membantu,” tuturnya.
Widodo menambahkan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
“Para pahlawan sudah berjuang dengan pengorbanan yang luar biasa untuk memberikan kemerdekaan kepada kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kebaikan. Kalau di tingkat kampung saja kita bisa rukun, saling membantu dan tidak mudah terpecah, itu juga merupakan bentuk kita menghargai perjuangan para pahlawan,” katanya.
Potong Tumpeng hingga Pembagian Doorprize
Rangkaian tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun.
Pemotongan tumpeng dilakukan Ketua RT 02 Tomi Setiawan. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada sesepuh kampung Selamet Widodo dan Ketua RW 05 Hendro sebagai simbol penghormatan kepada para sesepuh serta pengikat kebersamaan antara warga, RT dan RW.
Setelah prosesi tumpeng, suasana acara semakin cair. Canda tawa warga pecah ketika pembawa acara mulai membagikan hadiah berbagai perlombaan 17 Agustus yang telah digelar sejak 1 Agustus 2026.
Beragam kategori lomba diikuti warga, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Pembagian hadiah menjadi salah satu momen yang paling ditunggu karena mempertemukan kembali peserta lomba dalam suasana santai dan penuh kegembiraan.
Kemeriahan kemudian berlanjut dengan pembagian puluhan doorprize. Warga tampak antusias mengikuti pengundian hingga suasana acara semakin semarak.
Selain menjadi ajang hiburan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi lintas generasi. Anak-anak, remaja, orang tua hingga para sesepuh dapat berkumpul dalam satu suasana yang sama.
BOP Dimanfaatkan untuk Memperindah Lingkungan
Warga Jalan Purwogondo II juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang melalui BOP Rp25 juta per RT per tahun.
Dukungan tersebut antara lain dirasakan warga dalam penataan lingkungan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Di lingkungan RT 02/RW 05, warga kini memiliki tiang-tiang bendera dan penyangga yang tertata sehingga kawasan Jalan Purwogondo II terlihat lebih serasi dengan nuansa merah putih selama bulan kemerdekaan.
Bagi warga, keberadaan fasilitas tersebut tidak sekadar mempercantik lingkungan. Tiang bendera juga menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan hadir hingga ke tingkat lingkungan terkecil di tengah masyarakat.
Warga berharap program BOP tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kegiatan lingkungan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama.
“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat melalui BOP Rp25 juta per RT. Semoga program ini bisa terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan manfaatnya semakin dirasakan warga,” ungkap salah seorang warga.
Bagi masyarakat Jalan Purwogondo II, tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat ingatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.
Di tengah kesibukan kehidupan perkotaan, tradisi berkumpul, berdoa bersama, makan bersama dan saling berbagi menjadi cara sederhana warga menjaga nilai gotong royong.
Malam itu, kemerdekaan dirayakan bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan. Dari sebuah lingkungan kecil di Jalan Purwogondo II, semangat merah putih terus dirawat melalui kerukunan, kepedulian dan keguyuban warga.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah. Warga kembali berbincang santai, menikmati hidangan bersama, sembari membawa pulang semangat yang sama: menjaga kampung tetap guyub, rukun dan penuh kekeluargaan.
Merdeka bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan membangun kehidupan yang lebih baik bersama-sama.***
KENDAL (Pertamanews.id) — Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga Kampung Slamet terlihat dalam gelaran Piala Kemerdekaan Kampung Slamet by CGM yang berlangsung di Lavia Minisoccer. Turnamen tersebut diikuti lima tim, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan CGM.
Pertandingan berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme warga juga terlihat sepanjang turnamen. Menariknya, seluruh pertandingan digelar pada siang hari di tengah teriknya matahari.
Kepala Dusun Slamet, Ary Dimianto, menyambut positif pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kekompakan warga.
“Event ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain olahraga, kegiatan seperti ini bisa mempererat silaturahmi dan kekompakan warga. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus diistiqamahkan.”
Setelah melalui rangkaian pertandingan, RT 01 berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati tim CGM, disusul RT 02 sebagai juara ketiga, RT 04 juara keempat, dan RT 03 juara kelima.
Panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Gelar Top Scorer diraih Sulis dari RT 02 dan Anis dari RT 04. Sementara penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Jarkasi dari RT 01.
Adapun penghargaan Pemain Terbaik diraih Tri Wibowo dari CGM. Sementara itu, RT 01 dinobatkan sebagai Suporter Terbaik berkat dukungan dan antusiasme sepanjang pertandingan.
Panitia penyelenggara, Gus Dr. Muhamad Rikza Saputro, M.Pd., M.M., M.H., mengatakan pemilihan waktu pertandingan pada siang hari bukan tanpa alasan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pesan reflektif dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kami sengaja melaksanakan pertandingan pada siang hari, ketika terik matahari benar-benar menyengat. Kami ingin merasakan sedikit bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan dahulu. Mereka mempertahankan Indonesia dengan mengorbankan nyawa, jiwa, raga, keluarga, bahkan seluruh yang mereka miliki.”
Menurut Gus Rikza, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni. Momentum tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Harapan kami, melalui kegiatan sederhana ini warga semakin guyub, semakin dekat satu sama lain, dan olahraga menjadi wasilah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada NKRI. Kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan kegiatan yang memberikan manfaat.”
Antusiasme tidak hanya ditunjukkan para pemain. Para suporter dan tokoh masyarakat juga turut menikmati jalannya pertandingan.
Nila Nadia Latifah, S.Ag., M.Pd., yang hadir sebagai suporter, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen bukan hanya menghadirkan pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga.
“Sangat antusias mendukung tim. Bukan hanya pertandingannya, tetapi perjalanan dan kebersamaannya juga sangat menyenangkan. Kita bisa berkumpul, saling mendukung, dan menikmati momentum kemerdekaan bersama.”
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat sekaligus penggerak PKK, Dwi Handayani. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
“Saya sangat terhibur dengan kegiatan ini. Melihat warga berkumpul, saling mendukung, dan menikmati pertandingan bersama tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat baik untuk kebersamaan masyarakat.”
Piala Kemerdekaan Kampung Slamet by CGM pun tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Turnamen tersebut menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta menghidupkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan olahraga dan kebersamaan, warga Kampung Slamet turut mengisi kemerdekaan dengan semangat gotong royong, persaudaraan, dan kecintaan terhadap NKRI.***
YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan program promo dan kuliner spesial bertajuk “Hadiah Kemerdekaan”.
Program yang berlangsung sepanjang Agustus 2026 ini mengajak para tamu menikmati pengalaman menginap di jaringan hotel ARTOTEL Group di Indonesia sekaligus mencicipi sajian khas Nusantara yang dikemas dengan sentuhan modern.
Sebagai bentuk apresiasi kepada member setia ARTOTEL Wanderlust, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan promo menginap melalui mekanisme redeem points. Poin yang dimiliki member dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menginap di jaringan hotel ARTOTEL Group.
Melalui program “Hadiah Kemerdekaan”, ARTOTEL Yogyakarta ingin mengajak para tamu merayakan semangat kemerdekaan melalui pengalaman menginap dan bersantap yang berkesan. Perpaduan promo eksklusif bagi member ARTOTEL Wanderlust dengan sajian kuliner spesial diharapkan dapat menjadi bagian dari momen kebersamaan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Timur Trapsilo, mengatakan Hari Kemerdekaan merupakan momentum penuh makna yang ingin dihadirkan melalui pengalaman yang dapat dinikmati para tamu.
“Rijsttafel Set sebagai menu spesial bulan Agustus, dipadukan dengan dua kreasi minuman baru yaitu Lapis Ube dan Batavia Pop, kami persembahkan sebagai bagian dari perayaan tersebut. Harapan kami, setiap tamu yang datang tidak hanya menikmati hidangan yang kami sajikan, tetapi juga merasakan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya Indonesia yang kami hadirkan melalui program Hadiah Kemerdekaan,” ujarnya.
ARTOTEL Wanderlust merupakan program loyalitas ARTOTEL Group yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para anggotanya. Tamu dapat mendaftarkan diri sebagai member secara gratis melalui aplikasi ARTOTEL Wanderlust yang tersedia untuk perangkat Android maupun iOS.
Member ARTOTEL Wanderlust secara otomatis mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya diskon 10 persen untuk menginap, diskon 5–15 persen untuk produk makanan dan minuman (F&B), serta Birthday Reward berupa diskon 50 persen untuk menginap saat ulang tahun.
Member yang aktif bertransaksi juga berkesempatan meningkatkan tier keanggotaan mulai dari Silver, Gold hingga Black. Semakin tinggi tier, semakin banyak keuntungan yang dapat diperoleh, seperti room upgrade, late check-out, VIP treatment, dan berbagai fasilitas lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program “Hadiah Kemerdekaan”, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp 0815 7288 9333 atau melalui akun Instagram @artoteljogja.
KULON PROGO (Pertamanews.id) — Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta kembali menggelar kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Wates, Kulon Progo.
Kegiatan tersebut menjadi agenda donor darah ketiga yang dilaksanakan hotel sepanjang 2026.
Kegiatan berlangsung pada Selasa (11/8/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gambuh Room, salah satu fasilitas pertemuan di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta.
Donor darah diikuti karyawan Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, karyawan tenant, serta peserta kegiatan yang sedang berlangsung di hotel.
Dari kegiatan tersebut, terkumpul sebanyak 11 kantong darah yang terdiri atas tiga kantong golongan darah A, dua kantong golongan B, dan enam kantong golongan O.
Seluruh darah yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan melalui PMI kepada masyarakat yang membutuhkan.
General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Ari Maryanto, mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian hotel terhadap masyarakat sekaligus upaya membantu menjaga ketersediaan stok darah.
“Ini adalah kegiatan donor darah ketiga kami di tahun 2026. Kami percaya bahwa berbagi darah berarti berbagi kehidupan. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh tim dan masyarakat untuk bersama-sama menjadi pahlawan bagi sesama,” ujar Ari.
Menurutnya, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta tidak hanya berkomitmen memberikan layanan perhotelan berkualitas, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari komunitas yang peduli terhadap kesehatan masyarakat dan aktif dalam kegiatan sosial.
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola Swiss-Belhotel International. Hotel yang berada di Kabupaten Kulon Progo tersebut memiliki 166 kamar dan berbagai fasilitas berstandar internasional.
Lokasinya juga hanya sekitar tujuh menit perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Selain kamar, hotel ini dilengkapi restoran, lobby lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, serta rooftop lounge dengan pemandangan hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh.
Melalui program SBEC Loyalty Programme, tamu juga dapat menikmati diskon 10 hingga 35 persen untuk pemesanan kamar, makanan, serta layanan lainnya di lebih dari 165 hotel Swiss-Belhotel International di berbagai negara.
Keanggotaan dapat dilakukan secara gratis melalui aplikasi Swiss-Belhotel International. Informasi mengenai pemesanan kamar dan promo dapat diperoleh melalui Sales and Marketing Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta di nomor 0811-2850-1717.
Informasi lainnya juga tersedia melalui media sosial Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dan situs resmi Swiss-Belhotel International.***
KULON PROGO (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta menggelar General Staff Meeting (GSM) pada 14 Agustus 2026 di Asmaranda Ballroom.
Mengusung tema “Noesantara 45”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, gotong royong, persatuan, serta cinta tanah air di lingkungan hotel.
GSM kali ini dikemas berbeda dengan nuansa kemerdekaan yang kental. Selain memaparkan pencapaian kinerja dan strategi manajemen, kegiatan juga diisi dengan pemilihan Icon of The Semester, penampilan staf, serta berbagai perlombaan khas 17 Agustus yang melibatkan seluruh karyawan.
Beragam lomba tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bertujuan mempererat kekompakan dan membangun semangat kebersamaan antarkaryawan.
General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Ari Maryanto, mengatakan tema “Noesantara 45” dipilih untuk mengajak seluruh tim menjaga semangat persatuan sekaligus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada tamu.
“Melalui tema Noesantara 45, kami ingin mengajak seluruh tim untuk terus menjaga semangat persatuan dan profesionalisme dalam melayani tamu. Kemerdekaan bukan hanya untuk diperingati, tetapi juga diwujudkan melalui kerja keras dan kolaborasi,” ujar Ari.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dalam membangun budaya kerja yang positif, solid, dan memiliki semangat nasionalisme.
Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat yang dikelola jaringan Swiss-Belhotel International. Hotel yang berada di Kabupaten Kulon Progo tersebut memiliki 166 kamar dengan berbagai fasilitas berstandar internasional.
Hotel ini berjarak sekitar tujuh menit perjalanan dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), serta dilengkapi restoran, lobby, lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, dan rooftop lounge. Dari area rooftop, tamu dapat menikmati pemandangan hamparan sawah dan Pegunungan Menoreh.
Selain itu, Swiss-Belhotel International juga menawarkan SBEC Loyalty Programme yang memberikan berbagai keuntungan bagi anggota, termasuk diskon 10 hingga 35 persen untuk pemesanan kamar, makanan, dan layanan lainnya di lebih dari 165 hotel di seluruh dunia.
Informasi mengenai pemesanan kamar dan promo dapat diperoleh melalui Sales and Marketing Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta di nomor (+62) 811-2850-1717. Informasi lainnya juga tersedia melalui media sosial resmi Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta dan laman resmi Swiss-Belhotel International.***
BANDUNG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses energi bagi masyarakat.
Sebagai tindak lanjut atas Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT PLN (Persero) mengenai penyediaan tenaga listrik yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, PLN melaksanakan program penyambungan listrik gratis bagi masyarakat di sekitar proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan.
Pada Juni 2026, PLN telah merealisasikan penyambungan listrik gratis kepada 100 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Desa Sarinagen dan Desa Karangsari.
Program ini menyasar masyarakat prasejahtera yang belum memiliki akses listrik secara mandiri.
Seluruh penerima manfaat memperoleh sambungan listrik baru dengan kapasitas daya 900 Volt Ampere (VA) sehingga kini dapat menikmati pasokan listrik yang andal untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Program tersebut merupakan implementasi nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap energi listrik.
Sebagaimana disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tidak boleh ada warga Jawa Barat yang hidup tanpa akses listrik.
Melalui sinergi bersama PLN, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong pemerataan energi hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa akses listrik merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“PLN tidak hanya membangun infrastruktur ketenagalistrikan, tetapi juga memastikan manfaat pembangunan tersebut dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Program penyambungan listrik gratis ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menghadirkan energi yang berkeadilan, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan elektrifikasi yang merata hingga ke seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kishartanto.
Dalam pelaksanaan program tersebut, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) turut mendukung proses penyambungan listrik bagi seluruh penerima manfaat sehingga bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat.
Program ini akan terus berlanjut. Pada Agustus 2026, PLN dijadwalkan kembali melaksanakan penyambungan listrik gratis bagi 91 Kepala Keluarga lainnya di sekitar proyek PLTA Upper Cisokan.
Dengan tambahan tersebut, semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati akses listrik yang aman, andal, dan berkualitas sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.
Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1, Nugroho Budi Sulaksono, mengatakan bahwa penyambungan lanjutan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemerataan akses listrik di wilayah Jawa Barat.
“Setelah penyambungan listrik bagi 100 kepala keluarga berhasil direalisasikan pada Juni 2026, PLN akan kembali melaksanakan penyambungan bagi 91 kepala keluarga pada Agustus ini. Kami berharap program ini semakin memperluas akses listrik bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup, mendukung kegiatan belajar, serta mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Nugroho.
Melalui kolaborasi yang erat antara PLN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pemerataan akses energi sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan listrik yang andal, berkualitas, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.***
PURWAKARTA (Pertamanews.id) – Langkah transisi energi di sektor industri kembali menunjukkan kemajuan. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) tengah menyiapkan infrastruktur kelistrikan memasok secara penuh kebutuhan listrik PT Indorama Synthetics Tbk dan PT Indorama Polychem Indonesia Tbk. dengan energi hijau.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PLN saat ini tengah membangun Gardu Induk (GI) 150 kV Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) Indorama beserta jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Indorama Incomer yang terdiri dari 7 tower transmisi. Infrastruktur ini ditargetkan mulai beroperasi pada awal tahun 2027.
Keberadaan infrastruktur tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan dekarbonisasi sektor industri nasional. Pasalnya, setelah jaringan transmisi dan gardu induk selesai dibangun serta resmi beroperasi, seluruh kebutuhan listrik PT Indorama Synthetics Tbk dan PT Indorama Polychem Indonesia Tbk akan dipenuhi oleh pasokan listrik PLN.
Selama ini, kedua perusahaan masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik sendiri (captive power plant) sebagai sumber utama pasokan listrik, masing-masing berkapasitas 1 x 32 MW milik PT Indorama Synthetics Tbk dan 1 x 30 MW milik PT Indorama Polychem Indonesia Tbk.
Dengan beralih ke sistem kelistrikan PLN, kedua PLTU tersebut akan dihentikan operasinya sehingga menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan industri terhadap pembangkit berbasis batubara.
General Manager PLN UIP Jawa Bagian Tengah, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa pergantian sumber pasokan listrik ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pembangunan infrastruktur transmisi dan gardu induk tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mempercepat dekarbonisasi sektor industri.
Dengan berhentinya operasional PLTU captive, emisi karbon dari proses penyediaan energi listrik dapat ditekan secara signifikan seiring meningkatnya pemanfaatan listrik dari sistem PLN yang semakin didominasi oleh energi rendah karbon.
“PLN tidak hanya membangun gardu induk dan jaringan transmisi, tetapi juga membangun fondasi bagi industri yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ketika infrastruktur ini beroperasi pada awal 2027, kebutuhan listrik Indorama akan sepenuhnya dipasok oleh sistem kelistrikan PLN yang memiliki bauran energi baru terbarukan yang terus meningkat,” ujar Kishartanto.
Lebih lanjut dirinya menegaskan bahwa ini merupakan langkah konkret PLN dalam mendukung target Net Zero Emissions Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional melalui energi yang lebih bersih.
Kishartanto juga menyatakan pada awal 2027 akan menandai dimulainya babak baru penyediaan energi bagi kawasan industri Indorama.
Selain menghadirkan pasokan listrik yang andal dan berkualitas, proyek ini menjadi simbol transformasi menuju industri yang lebih hijau, kompetitif, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan listrik PLN yang semakin rendah emisi.
Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 3 (UPP JBT 3), Haryo Wisnuaji, menjelaskan bahwa Seluruh desain dan tahapan konstruksi disiapkan agar memenuhi standar keandalan sistem transmisi 150 kV sekaligus mampu melayani kebutuhan daya Indorama secara berkelanjutan.
“Pembangunan GI 150 kV KTT Indorama beserta SUTT 150 kV Indorama Incomer kami rancang untuk menghadirkan pasokan listrik dengan tingkat keandalan yang tinggi sesuai kebutuhan proses produksi industri. Infrastruktur ini akan terintegrasi dengan sistem transmisi PLN sehingga mampu memberikan suplai listrik yang stabil, memenuhi standar kualitas tegangan, serta memiliki fleksibilitas operasi yang lebih baik dibandingkan sistem pembangkitan mandiri,” kata Haryo.
Upaya transformasi ini akan memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibanding sekadar perubahan sumber pasokan listrik.
Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, langkah ini juga mendukung implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), meningkatkan efisiensi operasional perusahaan, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global yang semakin menuntut penggunaan energi rendah karbon dalam proses produksinya.
PLN meyakini bahwa kolaborasi dengan dunia industri merupakan salah satu kunci percepatan transisi energi nasional.
Melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan yang semakin hijau, PLN terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi industri dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kompetitif sekaligus rendah emisi.***