spot_img
Beranda blog

Pasar Semarang Menggeliat, ARTUGO Kian Agresif Perluas Penetrasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Memasuki tahun keenam perjalanan bisnisnya, ARTUGO semakin agresif memperkuat posisi di pasar peranti rumah tangga Indonesia. Inovasi produk menjadi salah satu senjata utama perusahaan untuk menghadapi persaingan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

CEO ARTUGO, Robert Widjaja, mengatakan sejak awal perusahaan memiliki strategi menghadirkan produk yang berbeda dengan menawarkan nilai tambah bagi konsumen.

“Kami ingin konsisten meluncurkan produk-produk yang memiliki nilai lebih kepada konsumen. ARTUGO tidak hanya ingin produknya unik, tetapi juga useful,” kata Robert.

Dalam dua tahun terakhir, ARTUGO juga semakin memperkuat kategori Hot Product melalui peluncuran sejumlah produk baru. Salah satunya ART-Stone, kompor tanam yang menggunakan material batu sinter sebagai pembeda dari produk sejenis yang umumnya menggunakan kaca.

“Sudah dua tahun ini kami memperkuat kategori hot dengan diluncurkannya ART-Stone. Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga mempunyai nilai estetika dan keunggulan tersendiri,” jelasnya.

Menurut Robert, penggunaan batu sinter memberikan karakter berbeda, baik dari sisi kekuatan maupun tampilan. Tekstur material tersebut juga memberikan kesan premium yang menjadi salah satu keunggulan ART-Stone.

“Batu sinter jauh lebih kuat. Dari sisi keindahan juga berbeda karena mempunyai tekstur dan karakter tersendiri,” ungkapnya.

Tak berhenti pada kompor tanam, ARTUGO terus mengembangkan berbagai produk inovatif lainnya. Di antaranya Talking Hood yang dilengkapi fitur perintah suara serta chest freezer dengan teknologi PCM.

“Produk kami cukup beragam. Ada kompor, freezer dan berbagai produk lainnya dengan total lebih dari 200 SKU. Kami terus mencari bagaimana setiap produk bisa memberikan manfaat lebih kepada konsumen,” ujarnya.

Untuk kategori freezer, ARTUGO menawarkan berbagai pilihan kapasitas, mulai sekitar 100 liter hingga 1.600 liter. Pengembangan produk tersebut juga disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan pasar Indonesia.

Salah satu perhatian ARTUGO adalah kondisi kelistrikan yang berbeda-beda di sejumlah wilayah. Karena itu, perusahaan mengembangkan teknologi pada kompresor Wise Range Voltage agar produk tetap mampu bekerja ketika terjadi perubahan maupun penurunan voltase listrik.

“Kalau voltase turun, biasanya kompresor bisa berhenti bekerja. Kami terus mengembangkan teknologi supaya produk lebih sesuai dengan kondisi kelistrikan di Indonesia,” terangnya.

Semarang Jadi Pasar Strategis

Strategi inovasi tersebut turut mendorong penguatan ARTUGO di pasar Semarang. Robert menyebut kontribusi cabang Semarang terhadap pencapaian nasional mencapai sekitar 14 persen.

“Semarang merupakan salah satu pasar penting bagi ARTUGO. Kontribusi cabang Semarang terhadap pencapaian nasional sekitar 14 persen,” katanya.

Penguatan pasar tersebut juga ditopang oleh jaringan dealer, salah satunya Atlanta Elektronik, yang telah menjadi mitra ARTUGO sejak perusahaan berdiri pada 2020.

Robert menyebut kontribusi Atlanta Elektronik terhadap pencapaian ARTUGO di cabang Semarang mencapai sekitar 23-24 persen.

“Atlanta merupakan dealer pilar ARTUGO untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Dampaknya cukup signifikan karena reputasi Atlanta sangat baik, sehingga produk-produk kami cepat mendapatkan kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Kolaborasi ARTUGO dengan Atlanta Elektronik tidak sebatas pada aktivitas penjualan. Keduanya juga aktif menjalankan berbagai strategi pemasaran bersama, mulai dari radio talkshow, pembuatan konten media sosial hingga berbagai kegiatan promosi.

Menurut Robert, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi ARTUGO dalam memperkuat penetrasi pasar Semarang. Dukungan dealer membuat berbagai inovasi produk ARTUGO lebih mudah dikenal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, pasar UMKM yang sejak awal menjadi salah satu sasaran ARTUGO masih memiliki potensi besar. Namun, kontribusi konsumen rumah tangga kini semakin meningkat sehingga pasar ARTUGO mulai terbagi antara kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha.

Ke depan, ARTUGO memastikan inovasi tetap menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Produk baru yang diluncurkan tidak hanya dituntut memiliki tampilan berbeda, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen.

“Target kami konsisten meluncurkan produk yang memiliki nilai lebih. Jadi ARTUGO tidak hanya unik, tetapi juga useful,” tandasnya. (*)

PLTS Terapung Saguling Jadi Bagian Program Nasional PLTS 100 GWp, Perkuat Ekosistem Energi Bersih Jawa Barat

0

BANDUNG BARAT (Pertamanews.id) – Komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan mewujudkan swasembada energi semakin diperkuat melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Program nasional tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Pada tahap awal, Program PLTS 100 GWp mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp menegaskan bahwa pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemandirian dan swasembada energi nasional.

Pemanfaatan sumber energi baru terbarukan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu bentuk pengembangan energi surya yang sejalan dengan arah kebijakan tersebut adalah pemanfaatan waduk untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung. Di Jawa Barat, PLTS Terapung Saguling di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem energi bersih sekaligus mendukung peningkatan bauran energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Di lokasi tersebut, rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, bersama jajaran pemerintah daerah, PLN, dan para pemangku kepentingan terkait.

Saguling Perkuat Pemanfaatan Potensi Energi Surya

PLTS Terapung Saguling dibangun oleh PT PLN (Persero) melalui PLN Indonesia Power dengan menggandeng ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi.

Pembangkit ini memanfaatkan permukaan Waduk Saguling sebagai lokasi pemasangan panel surya, sehingga mengoptimalkan potensi lahan perairan untuk pengembangan energi bersih.

Pemanfaatan waduk sebagai lokasi PLTS terapung menjadi salah satu inovasi dalam menjawab kebutuhan penambahan kapasitas pembangkit EBT di tengah keterbatasan lahan.

Selain menghasilkan energi listrik bersih, pembangkit ini juga terintegrasi dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali sehingga mendukung peningkatan kontribusi energi baru terbarukan sekaligus menjaga keandalan sistem.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan progress pengembangan PLTS Terapung Saguling saat ini telah mencapai 47 persen.

Dirinya juga mengungkap bahwa pengembangan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dalam mempercepat transisi energi di Jawa Barat.

“Hari ini kita groundbreaking program PLTS 100 Giga Watt Peak yang dibuka langsung oleh Pak Presiden. Beliau di Bali, dan kami semua di Saguling. Alhamdulillah, kita melihat progress di Saguling sudah mencapai 47 persen. Insya Allah akhir April (2027) sudah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan.,” ujar Erwan.

Sejalan dengan semangat tersebut, PLN terus memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan agar pertumbuhan pembangkit EBT dapat terintegrasi secara optimal ke dalam sistem. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung arahan Pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi surya sekaligus menjaga sistem kelistrikan tetap andal, aman, dan berkelanjutan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan PLTS Terapung Saguling menjadi bagian dari langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih di Jawa Barat yang sejalan dengan percepatan Program PLTS 100 GWp secara nasional.

“PLTS Terapung Saguling merupakan bagian dari langkah nyata dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung arah besar Pemerintah melalui Program PLTS 100 GWp. Pemanfaatan Waduk Saguling menunjukkan bahwa pengembangan energi baru terbarukan dapat dilakukan secara inovatif dengan mengoptimalkan potensi lokal yang tersedia, sekaligus tetap memperhatikan keandalan sistem kelistrikan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Kishartanto.

Menurut Kishartanto, percepatan pengembangan EBT tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik hijau, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Dorong Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Pengembangan PLTS Terapung Saguling tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan listrik bersih, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar wilayah proyek.

Kehadiran proyek energi baru terbarukan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, serta peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja pada sektor energi bersih.

Lebih jauh, peningkatan pemanfaatan energi surya menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.

Semakin besar porsi EBT dalam sistem kelistrikan, semakin besar pula peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).

Pengembangan PLTS Terapung Saguling juga memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dengan memadukan potensi energi surya dan pemanfaatan infrastruktur perairan, Jawa Barat memiliki peluang untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan bauran energi bersih nasional.

“Transisi energi bukan hanya tentang menghadirkan pembangkit yang lebih bersih. Di dalamnya terdapat upaya membangun ekosistem yang mampu memperkuat ketahanan energi, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. PLTS Terapung Saguling menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian dari agenda besar Indonesia menuju swasembada energi,” pungkas Kishartanto.

Program PLTS 100 GWp sendiri akan dikembangkan melalui berbagai skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS untuk wilayah 3T, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif, PLTS nonatap untuk kawasan industri, hingga pengembangan kebutuhan listrik melalui hilirisasi dan ekosistem kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, pengembangan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan pemanfaatan energi surya secara masif. Jika seluruh skenario dapat diimplementasikan, program ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO₂ per tahun.

Melalui sinergi Pemerintah, PLN, pemerintah daerah, mitra strategis, pelaku usaha, dan masyarakat, pengembangan PLTS Terapung Saguling diharapkan dapat terus mendukung percepatan transisi energi di Jawa Barat sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan target Program PLTS 100 GWp dan swasembada energi nasional.***

Tiga Dekade Bertahan, Atlanta Elektronik Tandai Ekspansi Semarang Lewat Dukungan 14 Brand

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Atlanta Elektronik memperkuat ekspansinya di Kota Semarang dengan menggandeng 14 brand elektronik nasional dan internasional. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari strategi Atlanta menghadapi perubahan perilaku konsumen, persaingan harga di marketplace, serta perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, mengatakan industri ritel elektronik saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Perubahan harga, perkembangan teknologi, hingga semakin agresifnya penjualan melalui kanal online membuat pelaku usaha harus mampu beradaptasi.

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” kata Santoso.

Atlanta Elektronik telah menjalankan bisnis ritel elektronik sejak 1995. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan tersebut telah melewati berbagai fase industri, termasuk periode ketika permintaan produk elektronik melonjak hingga persediaan barang tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Kini situasinya berbalik. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan, mulai dari toko fisik hingga berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat toko elektronik tidak cukup hanya mengandalkan harga, tetapi juga harus menawarkan pengalaman berbelanja dan layanan yang memberikan nilai tambah.

Menurut Santoso, keberadaan toko fisik tetap memiliki keunggulan karena konsumen dapat melihat produk secara langsung sekaligus memperoleh penjelasan mengenai tipe, fitur, hingga penggunaannya.

Layanan purnajual juga menjadi salah satu faktor yang dinilai penting ketika konsumen membandingkan pembelian melalui toko fisik dengan marketplace.

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Menghadapi persaingan tersebut, Atlanta memilih memperkuat ekosistem bisnis dengan menjaga hubungan bersama produsen, grosir, serta toko-toko mitra.

Sejumlah brand yang telah menjalin kerja sama panjang dengan Atlanta turut memberikan dukungan dalam momentum ekspansi tersebut.
Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, mengatakan Polytron telah menjadi bagian dari perjalanan Atlanta sejak 1986.

Selama kerja sama tersebut, berbagai produk Polytron telah dipasarkan melalui Atlanta, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, motor listrik hingga mobil.

Sementara itu, CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe, menyebut hubungan dengan Atlanta bahkan telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips, termasuk water heater dan AC, menjadi bagian dari perjalanan panjang kerja sama tersebut.

Dari sisi ritel, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, Erwan Zheng, menilai kemampuan Atlanta bertahan selama lebih dari tiga dekade merupakan pencapaian yang tidak mudah.

Menurutnya, fokus Atlanta terhadap bisnis ritel menjadi salah satu kekuatan yang membedakannya dari toko elektronik lainnya.
Dukungan serupa datang dari Artugo. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja, mengatakan Atlanta merupakan salah satu mitra strategis bagi Artugo dalam memperluas pasar.

Artugo sendiri mencoba menghadirkan produk dengan karakter berbeda, di antaranya freezer dengan pilihan warna serta kompor berbahan material batu.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” kata Robert.

Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, melihat industri elektronik saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk perubahan regulasi dan dinamika pasar.

Ia menilai pelaku industri perlu berada dalam posisi adaptif agar dapat mempertahankan bisnis sekaligus terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia, Praryadi Slamet, menilai perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), akan semakin memengaruhi produk elektronik sekaligus pola konsumsi masyarakat.

Ia berharap kerja sama antara Samsung, Atlanta, dan berbagai mitra lainnya dapat terus berkembang dalam jangka panjang.

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

Dukungan terhadap Atlanta juga datang dari sejumlah brand lain, di antaranya Sony, AQUA, NIKO, dan Changhong.

Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo, mengatakan hubungan bisnis dengan keluarga Santoso bahkan telah berlangsung lintas generasi.

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

Branch Manager Changhong Jawa Tengah, Ega, turut mengapresiasi perjalanan Santoso dalam membangun Atlanta Elektronik. Ia berharap kerja sama kedua pihak dapat semakin kuat dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, terdapat 14 brand yang memberikan dukungan dalam momentum tersebut, yakni Polytron, Akari, Artugo, LG, Sharp, Sony, Samsung, AQUA, NIKO, Changhong, Daikin, Midea, MODENA, dan TCL.

Kehadiran 14 brand tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya jejaring Atlanta dengan industri elektronik nasional maupun internasional.

Santoso menegaskan, ekspansi Atlanta tidak hanya berorientasi pada pembukaan showroom, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang mampu bertahan menghadapi perubahan industri.

“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” pungkasnya.***

Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka

0

Diduga Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Kredit Fiktif Bank Pelat Merah Ditahan Kejati Jateng

Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Negara Rugi Rp4,9 Miliar

Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka

Kredit Fiktif Bank Pelat Merah Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) melakukan penahanan terhadap dua tersangka berinisial ISBL dan IW dalam perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja pada salah satu bank pelat merah di Semarang.

Penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan di Kantor Kejati Jawa Tengah. Selanjutnya, keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng Arfan Triono, SH., mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit modal kerja kepada CV Mekar Jaya Makmur yang terjadi pada kurun waktu 2009 hingga 2011.

“Tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja kepada CV Mekar Jaya Makmur,” kata Arfan di Semarang Jumat (28/8).

Dalam perkara tersebut, tersangka IW selaku Direktur CV Mekar Jaya Makmur diduga menyerahkan jaminan berupa benda bergerak, yakni persediaan barang yang diikat dengan jaminan fidusia.

Namun, berdasarkan hasil penyidikan, persediaan barang yang dijadikan jaminan tersebut diduga tidak ada atau fiktif.

Selain itu, jaminan berupa benda tidak bergerak, yakni tanah dan bangunan, diduga telah dilakukan mark-up nilai.

Sementara itu, tersangka ISBL yang saat itu menjabat sebagai Senior Relationship Manager (SRM) pada bank pelat merah tersebut diduga melakukan pengumpulan data, verifikasi, analisis serta mengusulkan pemberian kredit kepada Pemimpin SKC Semarang selaku pemutus kredit pada periode 2009-2010.

Dalam proses tersebut, penyidik menduga terdapat penyimpangan terkait data dan jaminan yang digunakan dalam pengajuan kredit.

Akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp4,9 miliar.

Arfan menjelaskan, penetapan tersangka dalam perkara tersebut dituangkan dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor B-7943/M.3/Fd.2/08/2026 tanggal 22 Agustus 2026.

Setelah menjalani pemeriksaan, kedua tersangka kemudian dilakukan penahanan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Dijerat Pasal Korupsi

Dalam perkara ini, kedua tersangka disangkakan dengan ketentuan pidana korupsi.

Untuk dakwaan primair, tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan untuk dakwaan subsidair, tersangka disangkakan melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 618 juncto Pasal 20 huruf a atau c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kejati Jateng masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk mengungkap secara menyeluruh proses pemberian kredit, penggunaan jaminan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang menimbulkan kerugian negara tersebut.

Penyidik juga akan terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan untuk mengungkap fakta hukum dalam perkara tersebut serta memastikan pertanggungjawaban pidana masing-masing pihak sesuai perannya.

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

0

BALI (Pertamanews.id) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking proyek-proyek yang siap menjadi akselerator energi baru terbarukan (EBT) nasional di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).

Pada tahap awal, program tersebut mencakup 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan implementasi mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah melalui pemanfaatan EBT.

Presiden Prabowo mengatakan pengembangan energi surya menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya kemandirian dan swasembada energi Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan potensi energi terbarukan harus dilakukan secara masif agar kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber energi domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, Pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS, salah satunya PLTS Gilimanuk sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut. Di Bangka Belitung, PLTS Pulau Rengit juga kini telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.

Oleh karena itu, pengembangan energi surya dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia melalui beragam skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pengembangan PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

“Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama yang mencakup eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mencapai 30,97 GWp, PLTS terapung sebesar 10,72 GWp, PLTS atap sebesar 9,35 GWp, PLTS 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebesar 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif sebesar 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri sebesar 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

“Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah,” ucap Bahlil.

Menurut Bahlil, pengembangan PLTS dalam skala besar juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dari sisi ketenagakerjaan, program ini berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja yang terdiri dari sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Pada tahap awal, program ini akan memberikan dampak ekonomi positif melalui potensi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Pengembangan proyek-proyek tersebut sekaligus menjadi katalisator ekonomi di daerah melalui peningkatan aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71.3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah,” jelas Bahlil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN siap mendukung penuh visi Pemerintah dalam mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi nasional. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, serta pengembangan proyek PLTS dapat berjalan optimal.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, atas dukungan dan arahan dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, maupun masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Darmawan.

Dirinya menambahkan, khusus di wilayah Bali sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan 5 Klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh. Langkah besar ini merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem energi bersih di Bali, sebagai destinasi pariwisata utama dan wajah Indonesia di mata dunia.

“Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk,” ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan, ke depan pengembangan PLTS 100 GWp tidak hanya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Lebih lanjut, program ini juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi,” pungkas Darmawan.***

Kotta Hotel Semarang Presents “Taste of Nusantara” A Month of Indonesian Flavors, Culture, and Community

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut bulan kemerdekaan, Kotta Hotel Semarang menghadirkan Taste of Nusantara, sebuah kampanye spesial yang mengajak masyarakat untuk merayakan kekayaan Indonesia melalui cita rasa, budaya, dan berbagai pengalaman yang mempererat kebersamaan. Sepanjang bulan Agustus, Kotta Hotel Semarang menghadirkan rangkaian program yang mencakup sajian kuliner khas Nusantara, promo spesial Hari Kemerdekaan, hingga aktivitas komunitas yang terbuka bagi masyarakat.Melalui kampanye ini, Cemil Dining dan Kobi’s Brew menghadirkan berbagai pilihan menu makanan dan minuman yang terinspirasi dari kekayaan kuliner Indonesia. Mengangkat cita rasa lokal dengan sentuhan modern, setiap sajian dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang hangat sekaligus mengajak para tamu menikmati keberagaman rasa yang dimiliki Nusantara.Sebagai bagian dari semangat perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kotta Hotel Semarang juga menghadirkan Promo Spesial 17 Agustus yang dapat dinikmati selama periode kemerdekaan. Melalui berbagai penawaran menarik, Kotta Hotel Semarang ingin menghadirkan momen kebersamaan yang lebih berkesan, baik bagi tamu yang ingin menikmati pengalaman bersantap maupun menghabiskan waktu bersama keluarga dan sahabat.Kotta Hotel Semarang juga mengajak masyarakat untuk merayakan bulan kemerdekaan melalui berbagai aktivitas yang mengedepankan kreativitas, budaya, dan gaya hidup sehat. Sebagai hotel yang terus membuka ruang kolaborasi bersama komunitas lokal, Kotta Hotel Semarang menghadirkan dua workshop spesial yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026.Kotta Hotel Semarang akan menghadirkan dua workshop spesial yang diselenggarakan secara bersamaan di Plataran Kotta Hotel Semarang. Bersama Meyta Yoga, peserta dapat mengikuti sesi yoga yang dirancang untuk menghadirkan momen relaksasi sekaligus menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Di waktu yang sama, Setitik akan mengajak peserta mengenal sekaligus mencoba secara langsung proses membatik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai seni dan tradisi.Melalui Taste of Nusantara, Kotta Hotel Semarang berharap dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya dinikmati melalui sajian makanan dan minuman, tetapi juga melalui aktivitas yang mempertemukan masyarakat dengan budaya, kreativitas, dan komunitas. Rangkaian program ini menjadi bagian dari komitmen Kotta Hotel Semarang untuk terus menghadirkan pengalaman yang relevan dengan gaya hidup masyarakat sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui berbagai bentuk kolaborasi.

Meet n’ Eat Rooms Inc Semarang Bidik Anak Muda Lewat Promo Kuliner “The Late Shift”

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Meet n’ Eat Resto and Space, Rooms Inc Semarang, menghadirkan promo kuliner terbaru bertajuk “The Late Shift” bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan lezat dalam suasana nyaman dan modern selepas beraktivitas.

Promo tersebut berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026, setiap hari mulai pukul 18.00 WIB. Program ini menyasar pekerja kantoran, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum yang ingin bersantai sekaligus menikmati pilihan kuliner pada malam hari.

Melalui “The Late Shift”, Meet n’ Eat menawarkan beragam menu spesial dengan harga mulai Rp50.000. Pilihan makanan yang tersedia antara lain Chicken Ramen, Gultik, Ramen Steak, serta Congee with Homemade Chilli Oil.

Tak hanya makanan, tersedia pula sejumlah pilihan minuman seperti Spy Spice, Black Tee, Bird in the Jungle, Crush Koffie & Cream, dan Apple Truffle.

Promo tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Rooms Inc Semarang untuk terus menghadirkan inovasi di sektor Food and Beverage, sekaligus memperkuat Meet n’ Eat sebagai salah satu pilihan tempat kuliner dan berkumpul di Kota Semarang.

General Manager Rooms Inc Semarang, Kusnadi, mengatakan “The Late Shift” dihadirkan untuk memperkuat posisi Meet n’ Eat Resto and Space sebagai destinasi kuliner yang menawarkan pengalaman berbeda bagi tamu maupun masyarakat umum.

“Kami tetap memperhatikan kualitas sekaligus harga yang terjangkau. Meet n’ Eat diharapkan menjadi tempat favorit untuk bersantai, berkumpul bersama teman maupun keluarga, atau sekadar menikmati waktu selepas beraktivitas sepanjang hari,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Communication Rooms Inc Semarang, Nathania Justine, mengatakan promo tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat, khususnya anak muda Kota Semarang, yang mencari tempat kuliner untuk menikmati waktu selepas bekerja maupun pada malam hari.

“Promo ini kami hadirkan sebagai salah satu pilihan menu bagi masyarakat, terutama anak muda Kota Semarang yang mencari kuliner selepas pulang kerja atau saat malam hari,” katanya.

Promo “The Late Shift” dapat dinikmati setiap hari selama periode 20 Juli hingga 20 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB, di Meet n’ Eat Resto and Space, Rooms Inc Semarang, yang berada di kawasan strategis DP Mall Semarang.

Informasi lebih lanjut mengenai promo dan reservasi dapat diperoleh melalui akun Instagram @meet atau dengan menghubungi Rooms Inc Semarang.***

Lokakarya Nasional di FH UNDIP Fokus Wujudkan Alternatif Pemidanaan dalam KUHP-KUHAP Baru

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Penerapan KUHP dan KUHAP baru menuntut perubahan paradigma aparat penegak hukum dalam menangani perkara pidana. Pemidanaan tidak lagi semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga diarahkan pada pemulihan, rehabilitasi, dan penyelesaian yang lebih proporsional.

Hal tersebut mengemuka dalam Lokakarya Nasional KUHP dan KUHAP Baru yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, 19–21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penyelarasan Ide Dasar Pembaruan KUHP dan KUHAP dalam Mewujudkan Alternatif Pemidanaan di Indonesia.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan pemahaman terhadap ide dasar pembaruan hukum pidana dengan praktik penegakan hukum, khususnya dalam mendorong hadirnya alternatif pemidanaan yang tidak selalu berujung pada pidana penjara.

Ketua Umum ASPERHUPIKI, Fachrizal Afandi, S.Psi., S.H., M.H., Ph.D., menegaskan seluruh aparat penegak hukum, mulai polisi, jaksa hingga hakim, terikat pada ketentuan KUHP dan KUHAP baru. Karena itu, perubahan regulasi harus diikuti perubahan cara pandang dalam penegakan hukum.

“Kita sekarang punya paradigma baru, tidak hanya orientasinya membalas kejahatan, retributif, tapi juga pemulihan dan rehabilitasi,” kata Fachrizal di sela kegiatan di Fakultas Hukum UNDIP, Semarang, Jumat (21/8).

Menurut Fachrizal, tantangan penerapan KUHP dan KUHAP baru bukan sekadar memahami pasal demi pasal. Lebih dari itu, diperlukan kesamaan pemahaman di antara aparat penegak hukum agar semangat pembaruan hukum pidana tidak berhenti pada perubahan aturan tertulis.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pemahaman kalangan akademisi, khususnya dosen hukum. Akademisi dinilai memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan perubahan hukum pidana ke dalam pendidikan sekaligus praktik hukum di masyarakat.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum UNDIP, Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum., menilai penyelarasan pemahaman menjadi kebutuhan mendesak dalam implementasi KUHP baru.

“Jadi, keseimbangan formal dan keseimbangan material. Begitupun asas elastisitas,” ujarnya.

Pujiyono juga menyoroti budaya pemidanaan yang selama ini cenderung menjadikan pidana penjara sebagai pilihan utama. Hampir setiap tindak pidana dikaitkan dengan ancaman penjara, sementara kapasitas lembaga pemasyarakatan terus menghadapi persoalan kelebihan penghuni.

“Selama ini kalau kita lihat suatu tindak pidana itu ancaman semuanya kan selalu pidana penjara. Pidana penjara selalu diterapkan sehingga LP penuh,” katanya.

Dalam KUHP baru, pidana penjara memang tetap dipertahankan. Namun, penggunaannya didorong lebih selektif dan proporsional dengan mempertimbangkan karakter tindak pidana, tingkat kesalahan pelaku, dampak terhadap korban, serta kepentingan masyarakat.

Sejumlah alternatif pemidanaan juga mendapat ruang, di antaranya pidana pengawasan, kerja sosial, denda, tindakan tertentu hingga pendekatan restorative justice.

Lokakarya tersebut turut membahas sejumlah mekanisme baru dalam sistem peradilan pidana, seperti deferred prosecution agreement, plea bargaining, dan denda damai.

Persoalannya kini bergeser dari sekadar pembentukan aturan menuju tahap implementasi. Perubahan undang-undang dinilai tidak otomatis mengubah praktik apabila polisi, jaksa, hakim, pemasyarakatan, dan akademisi masih memiliki tafsir maupun tingkat kesiapan yang berbeda.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan implementation gap, yakni kesenjangan antara aturan yang telah ditetapkan dengan penerapannya di lapangan.

Karena itu, lokakarya yang diikuti sekitar 100 akademisi tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi akademik dan kelembagaan guna mendukung penerapan KUHP dan KUHAP baru secara selaras.

Pertaruhan pembaruan hukum pidana Indonesia pada akhirnya bukan hanya soal berlakunya KUHP dan KUHAP baru. Tantangan terbesarnya adalah memastikan aparat penegak hukum benar-benar meninggalkan budaya pemidanaan yang terlalu bergantung pada penjara dan mulai menerapkan paradigma pemidanaan yang lebih adil, proporsional, serta berorientasi pada pemulihan.***

PLN UIP JBT Perkuat Komitmen Transisi Energi dengan Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Lingkungan Kantor

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui berbagai langkah nyata, baik dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi bersih maupun implementasi budaya rendah emisi di lingkungan kerja.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di lingkungan kantor sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

Sebagai unit yang berperan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan strategis, PLN UIP JBT tidak hanya mendorong peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), tetapi juga memastikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Hal ini diwujudkan melalui penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik secara bertahap di lingkungan unit induk maupun unit pelaksana.

Saat ini, transformasi tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari total 84 kendaraan operasional yang dimiliki PLN UIP JBT, sebanyak 51 kendaraan telah beralih menjadi kendaraan listrik atau mencapai 60,71% dari keseluruhan armada operasional.

Proses transisi ini dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan infrastruktur pendukung, serta ditargetkan mencapai 100% kendaraan operasional berbasis listrik pada penghujung tahun 2026.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa transformasi penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus memberikan contoh nyata penerapan transisi energi di lingkungan kerja.

“Sebagai perusahaan yang berada di garis depan transisi energi, kami tidak hanya berperan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa budaya transisi energi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penggunaan kendaraan listrik ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan bahwa transformasi armada operasional dilakukan secara bertahap agar berjalan optimal tanpa mengganggu kinerja.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, PLN UIP JBT optimistis target penggunaan 100% kendaraan operasional listrik pada akhir tahun 2026 dapat tercapai.

Di samping itu, PLN UIP JBT juga menyediakan berbagai infrastruktur pendukung, di antaranya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dapat dimanfaatkan oleh kendaraan listrik milik pegawai, maupun masyarakat umum. Selain itu, PLN UIP JBT juga menyediakan fasilitas home charging guna memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengisian daya kendaraan listrik.

Keberadaan SPKLU dan fasilitas home charging menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik sekaligus mendorong semakin luasnya adopsi kendaraan rendah emisi di lingkungan kerja.

Langkah ini juga sejalan dengan berbagai program keberlanjutan yang dijalankan PLN, mulai dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung integrasi energi baru terbarukan, pengembangan sistem kelistrikan yang andal, hingga penerapan operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan kantor, PLN UIP JBT berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon, mempercepat transformasi energi nasional, serta menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup dan budaya kerja yang berkelanjutan.

Upaya ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan inovasi dalam operasional sehari-hari demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.***

Liburan Bareng Keluarga Makin Seru, Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Promo Stay Fun Family

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut terasa di Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Mengusung nuansa merah putih, hotel ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan dan pengalaman spesial bagi tamu maupun karyawan sepanjang momentum kemerdekaan.

Memasuki suasana perayaan kemerdekaan, area Hotel Grandhika Pemuda Semarang dihiasi dekorasi bernuansa merah putih.

Para tamu yang menginap juga mendapatkan pengalaman berbeda melalui welcome drink dengan sajian minuman khas berbahan rempah lokal.

Tak hanya menghadirkan kemeriahan di dalam hotel, Grandhika Pemuda Semarang juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial melalui donasi buku yang telah dipersiapkan oleh InJourney Hospitality.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi sekaligus mendukung penguatan budaya literasi.

Semangat kemerdekaan juga dirasakan seluruh karyawan melalui berbagai perlombaan tradisional khas perayaan 17 Agustus. Mulai dari lomba makan kerupuk, estafet bola, hingga permainan lainnya digelar untuk membangun suasana kebersamaan.

Bagi manajemen, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Berbagai perlombaan menjadi sarana mempererat komunikasi, kekompakan, serta kerja sama antarkaryawan.

Tak berhenti pada rangkaian kegiatan, Hotel Grandhika Pemuda Semarang juga menghadirkan promo spesial Agustus yang menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu bersama keluarga.

Ada paket Spirit of Independence dengan harga mulai Rp645.000, serta Stay Fun Family seharga Rp699.000.

Khusus paket Stay Fun Family, tamu mendapatkan free playing kit di dalam kamar sehingga anak-anak tetap memiliki aktivitas menyenangkan selama menginap.

Dengan berbagai fasilitas dan aktivitas tersebut, keluarga tidak perlu repot menyusun agenda ke luar hotel.

Momen liburan dapat dinikmati dengan lebih praktis sekaligus tetap menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan.

Melalui rangkaian dekorasi, kegiatan sosial, perlombaan karyawan hingga promo menginap, Hotel Grandhika Pemuda Semarang ingin menjadikan perayaan HUT RI ke-81 bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk berbagi, mempererat kebersamaan, dan menciptakan pengalaman positif bagi para tamu.***